Penerbit buku Islam di Indonesia
Ditulis oleh orgawam di/pada Oktober 4, 2009
Sebuah daftar penerbit beserta kategorinya yang ku dapat dari, http://www.mail-archive.com/keluarga-islam@yahoogroups.com/msg09166.html
Pengklasifikasian (komentar) bukan dari kami, namun sesuai tulisan asli dari sumbernya.
Penerbit buku Islam di Indonesia
Sumber: http://smd.antibidah.net/?p=260 (Catatan : sumber smd.antibidah.net adalah sebuah blog salafi/wahabi fanatik. Sudah almarhum.)
Daftar penerbit buku terpercaya InsyaAllah tsiqah diatas Islam (sunnah)
( Silahkan membacanya )
Pustaka Azzam
Darul Haq
Darul Falah
At-Tibyan
Media Hidayah
Pustaka Imam Syafi’i
Pustaka Ima Bukhari
Pustaka Barakah
Pustaka al-Furqan
Pustaka at-Tauhid
Pustaka as-Sunnah
Pustaka as-Sofwah
Pustaka Arafah
Pustaka Bina Umat
Elba
Najila
al-Qowam
Maktabah Salafi Press
Maktabah adz-Dzahabi
Risalah Gusti
Darus Sunnah
Daftar penerbit buku Islam yang sebagian besar bisa dipercaya
( Perhatikan penulisnya, penterjemahnya, pengantarnya, haditsnya )
Mujahid
Penerbit Cendekia
Pustaka al-Kautsar
Qisthi Press
Daftar penerbit buku Islam berbahaya/Sesat-menyesatkan
( Jangan dibaca apalagi dibeli! )
Lentera (Syi’ah)
al-Huda (Syi’ah)
Serambi (Syi’ah)
Teraju (Syi’ah + Rasionalis + Filsalaf)
Mizan (Syi’ah + Liberal + Rasionalis)
Paramadina (JIL)
Pustaka Hidayah (Syi’ah)
Putra Pelajar (Rasionalis)
DAR!Mizan (Komik dusta dan bergambar)
Remaja Rosdakarya (Rasionalis + Filsafat + Syi’ah)
Az Zahra (Syi’ah)
Pustaka Progressif (Rasionalis + Filsalaf)
Kepustakaan Populer Gramedia (Filsafat)
Daftar penerbit buku Islam tercemar bid’ah
( Hati-hati membacanya! )
Gema Insani Press (Hizbiyah)
Robbani Press (Hizbiyah)
Syaamil (Hizbiyah)
Era Intermedia (Hizbiyah)
Aqwam (? salah satu bukunya “Huru Hara Akhir Zaman”)
.
Sebuah daftar lain. Diambil dari,
http://forum.nu.or.id/viewtopic.php?f=4&t=1068
Beberapa penerbit Aswaja. Aman untuk dibaca…:
1. Al-Hidayah (Surabaya)
2. Sinar Baru Algesindo
3. Ampel Mulia (Surabaya)
4. Mitra Gayatri (Kediri)
5. Toha Putra (Semarang)
6. Logung Pustaka
7. Menara Kudus (Kudus)
8. Pustaka Firdaus
9. Darul Hikmah (Jombang)
10. Pustaka ‘Azm
11. Pustaka Pesantren (Yogyakarta)
12. Khalista
13. Pustaka Warisan Islam
14. Taman Ilmu
15. Al Mawardi
16. Arti Bumi Intiran
17. Al-Miftah (Surabaya)
18. Muara Progresif
19. Islamuna Press
20. Lakpesdam NU
21. Pustaka Zawiyah
22. Pustaka Amanah (Kendal)
23. Ar-Ridha (Semarang)
24. Khasanah Intelektual
25. PP Takhossus Ilmu Fiqh (Mojokerto)
26. LBM/LTN PCNU
27. Pustaka Bayan
28. Pustaka Sidogiri
29. Pustaka Tarbiyah
30. Hayat Publishing
31. Risalah Gusti
32. Cahaya Ilmu
33. LTN Kesan (Tuban)
34. Abshor (Semarang)
35. Cahaya Berkah Sidogiri
36. PP Lirboyo (Kediri)


Agus Suhanto berkata
senang berjumpa dengan tulisan Anda di situs ini, saya Agus Suhanto,
salam kenal
pak mur berkata
daftar yang sangat tendensius…
hanya merekomendasikan buku-buku terbitan NU.
hehehe…
–> Kl sampeyan baca yg bagian bawah.. memang, karena itu diambil dari site NU. Kl lihat yang atas yaa sebaliknya. Any way .. jika ada rujukan lain (entah promosi paham yg manapun), kami berterima kasih jika bersedia menambahkannya/ menyertakannya di sini.
Agus Suhanto berkata
senang berjumpa dengan teman blogger di jagat raya blogsphere yang postingnya bagus-bagus seperti ini,
Saya Agus Suhanto, salam kenal…
zainal berkata
Assalamualaikum
salut buat tulisan diatas. memang harus dijelaskan hal-hal seperti itu agar ora wam tidak slaah dalam membaca buku. syukron
tamanbuku berkata
Pusat buku-buku pilihan dan berkualitas… tamanbuku.com
uut berkata
kalau sekianya orang awam maklumlah maklumat demikian akan diamini,namun bagi yang telah mampu menimba ilmu dari ulama rabani mereka tidak akan taklid/membebek.
jadilah pencari kebenaran bukan pencari pembenaran,bukan Rosulluloh telah dijauhkan oleh umatnya karena dituduh orang gila,tukang sihir?
begitulah perigai/cara menjauhkan dengan Islam di masa Rosulluloh
uut berkata
info aja
http://bursamuslim.web.id/in/
Buku Elektronik
http://abusalma.wordpress.com/e-books/
Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik
http://toko.buku.pustaka-islam.net/index.php?main_page=product_info&products_id=579
Hadi berkata
@ uut
Mencari kebenaran ke orang yg tdk maw diajak diskusi. Astaghfirullaah..
Lebih baik taklid k mayoritas ulama Aswaja drpd k Albani yg tdk diakui keilmuannya oleh mayoritas ulama..
uut berkata
MENJAWAB SYUBUHAT TTG AL-ALBANY 1
http://hi-in.facebook.com/topic.php?uid=56184512375&topic=9616
MENJAWAB SYUBUHAT TTG AL-ALBANY 2
http://hi-in.facebook.com/topic.php?uid=56184512375&topic=9617
enha berkata
TANGGAPAN HABIB MUNZIR TENTANG ALBANI
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Kebahagiaan dan Cahaya Kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dan keluarga,
Saudaraku yg kumuliakan,
beliau itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para peiwayat hadits, albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukin dari sisa buku buku hadits yg ada masa kini, kita bisa lihat Imam Ahmad bin Hanbal yg hafal 1.000.000 hadits (1 juta hadits), berikut sanad dan hukum matannya, hingga digelari Huffadhudduniya (salah seorang yg paling banyak hafalan haditsnya di dunia), (rujuk Tadzkiratul Huffadh dan siyar a’lamunnubala) dan beliau tak sempat menulis semua hadits itu, beliua hanya sempat menulis sekitar 20.000 hadits saja, maka 980.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman,
Imam Bukhari hafal 600.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya dimasa mudanya, namun beliau hanya sempat menulis sekitar 7.000 hadits saja pada shahih Bukhari dan beberapa kitab hadits kecil lainnya, dan 593.000 hadits lainnya sirna ditelan zaman, demikian para Muhaddits2 besar lainnya, seperti Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Abu Dawud, Imam Muslim, Imam Ibn Majah, Imam Syafii, Imam Malik dan ratusan Muhaddits lainnya.
Muhaddits adalah orang yg berjumpa langsung dg perawi hadits, bukan jumpa dg buku buku, albani hanya jumpa dg sisa sisa buku hadits yg ada masa kini.
Albani bukan pula Hujjatul Islam, yaitu gelar bagi yg telah hafal 300.000 hadits berikut sanad dan hukum matannya, bagaimana ia mau hafal 300.000 hadits, sedangkan masa kini jika semua buku hadits yg tercetak itu dikumpulkan maka hanya mencapai kurang dari 100.000 hadits.
AL Imam Nawawi itu adalah Hujjatul islam, demikian pula Imam Ghazali, dan banyak Imam Imam Lainnya.
Albani bukan pula Alhafidh, ia tak hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya, karena ia banyak menusuk fatwa para Muhadditsin, menunjukkkan ketidak fahamannya akan hadits hadits tsb,
Abani bukan pula Almusnid, yaitu pakar hadits yg menyimpan banyak sanad hadits yg sampai ada sanadnya masa kini, yaitu dari dirinya, dari gurunya, dari gurunya, demikian hingga para Muhadditsin dan Rasul saw, orang yg banyak menyimpan sanad seperti ini digelari Al Musnid, sedangkan Albani tak punya satupun sanad hadits yg muttashil.
berkata para Muhadditsin, “Tiada ilmu tanpa sanad” maksudnya semua ilmu hadits, fiqih, tauhid, alqur;an, mestilah ada jalur gurunya kepada Rasulullah saw, atau kepada sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada para Imam Imam, maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan ucapannya dhoif, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti, karena sanadnya Maqtu’.
apa pendapat anda dengan seorang manusia muncul di abad ini lalu menukil nukil sisa sisa hadits yg tidak mencapai 10% dari hadits yg ada dimasa itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dhoif.
saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena tipuan seorang tong kosong.
Wallahu a’lam
Hadi berkata
Pada zaman skrg bbrp cara dilakukan untuk menjauhkan umat dgn ulamanya. Dgn propaganda jangan ikuti ulama ‘A’ dia byk bid’ahnya. Padahal dalil yg dia pake sgt lemah. Bisanya otak atik, potong sana potong sini.
Dia blg jangan taklid tp dia sndiri taklid kpd orang yg kredibilitas ilmunya diragukan. Gmn bisa qt mengikuti ulama yg 100rb hadits saja tdk hapal tapi brani mendoifkan Imam Bukhori. Apalagi mengikuti orang yg ngaku mantan kyai NU tp diajak diskusi tdk brani. Astagfirullaah..
Rasul saja brani disingkirkan umatny karna dia memegang kebenaran. Tapi mantan kyai NU itu?klo benar napa tdk brani diajak diskusi. Seperti itukah guru yg meneladani Rasul?Pantaskah qt berguru kpdnya?hanya orang2 bodoh yg tdk memakai akal yg seperti itu..
uut berkata
Dari Abu Aly Hanbal bin Ishaq bin Hanbal ia berkata, seseorang menyurati Imam Ahmad minta izin untuk menulis kitab menerangkan bantahan terhadap ahli bid’ah dan berdialog dengan mereka untuk membantah mereka maka Imam Ahmad membalasnya :
“Semoga Allah memperbaiki akhir hidupmu, menghindarkanmu dari hal yang tidak disenangi dan dihindari. Sebagaimana yang kita dengar dan kita dapatkan dari para Ahli Ilmu bahwa sesungguhnya mereka tidak suka berdebat dan duduk bersama ahli zaigh (yang condong kepada kesesatan, ahli bid’ah). Bahwasanya perkara agama ini adalah menerima dan kembali (merujuk) kepada apa yang diterangkan dalam Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bukan duduk bersama ahli bid’ah dan ahli zaigh untuk membantah mereka karena sesungguhnya mereka akan mengelabui kamu (dalam perdebatan itu) sedangkan mereka tetap tidak akan kembali. Maka yang selamat –Insya Allah– adalah menjauhi majelis mereka dan tidak memperdalam pembahasan (bersama mereka) tentang bid’ah dan kesesatan mereka. Oleh sebab itu hendaknya seseorang bertakwa kepada Allah dan kembali kepada apa yang memberi manfaat baginya pada masa mendatang (yakni akhirat) berupa amalan shalih yang ia usahakan untuk dirinya dan hendaknya janganlah ia termasuk orang yang mengada-adakan urusan karena ketika perkara baru itu keluar darinya ia membutuhkan hujjah dan berarti ia membawa dirinya kepada sesuatu yang mustahil dan ia mencarikan hujjah bagi perkara yang ia ada-adakan itu dengan sesuatu yang haq dan yang bathil agar ia dapat menghiasi bid’ahnya dan apa yang ia ada-adakan itu. Dan yang lebih berbahaya lagi dari itu semua adalah kalau ia menuliskannya dalam sebuah kitab yang memuat perkara tersebut, ia akan menghiasinya dengan perkara yang haq dan bathil walaupun Al Haq itu telah jelas dan bukan seperti itu. Dan kami memohon kepada Allah agar memberi taufiq untuk kami dan kamu, Wassalamu’alaika.” (Al Ibanah 2/471-472 nomor 481)
Dari Yahya bin Sa’id ia berkata, Umar bin Abdul Aziz berkata :
“Siapa yang menjadikan agamanya bahan perdebatan dan perbantahan maka ia adalah orang yang paling sering berpindah-pindah (pemikirannya).” (Asy Syari’ah 62 dan Ad Darimy 1/102 nomor 304)
Dari Abdus Shamad bin Ma’qil ia berkata, saya mendengar Wahb mengatakan :
“Tinggalkanlah percekcokan dan perdebatan dalam urusanmu karena sesungguhnya kamu tidak mungkin melemahkan salah satu dari dua lawanmu yaitu seorang yang lebih alim darimu maka bagaimana mungkin kamu membantah dan mendebat orang yang jelas lebih alim dari kamu? Dan seorang yang kamu lebih alim dari dia maka apakah pantas kamu membantah dan mendebat orang yang lebih bodoh dari kamu? Sedangkan ia tidak akan mentaati kamu, putuslah yang demikian atasmu.” (Asy Syari’ah 64)
Jeleknya Berdebat dan Berbantahan Mengenai Agama
Abul Harits berkata, saya mendengar Imam Ahmad (Abu Abdillah) berkata :
“Apabila kamu lihat seseorang suka berdebat maka jauhilah dia.”
Dan diceritakan kepadaku tentang Abu Imran Al Ashbahani ia berkata, saya mendengar Imam Ahmad berkata : “Jangan duduk dengan orang yang suka berdebat meskipun untuk membela As Sunnah sebab sesungguhnya yang demikian tidak akan berubah menuju kebaikan.”
Maka jika ada yang berkata : “Anda telah memperingatkan kami agar menjauhi perbantahan, percekcokan, debat dan berdiskusi dan kami tahu ini adalah kebenaran dan merupakan jalannya ulama dan para shahabat serta orang-orang yang berakal dari kaum Mukminin dan ulama yang berpandangan tajam (memiliki bashirah). Seandainya seseorang mendatangi saya dan menanyakan suatu perkara dari ahwa ini yang telah nyata dan tentang madzhab-madzhab rusak yang telah tersebar dan ia mengajak dialog dengan sesuatu yang menuntut jawaban dari saya sedangkan saya termasuk orang yang dianugerahi Allah Yang Maha Mulia ilmu dan bashirah untuk menjawab dan membongkar syubhatnya itu. Apakah saya harus tinggalkan dia mengatakan apa yang dia inginkan dan tidak dijawab dan saya biarkan dia dengan hawa nafsunya serta bid’ahnya itu dan saya tidak membantah ucapannya yang rusak tersebut?”
http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=591
enha berkata
Berdiskusi dengan Berdebat beda mas. Semua orang juga taw itu bedanya.
Berdiskusi adalah tradisi yang telah dilestarikan oleh ulama-ulama.
Kanjeng Nabi pun mengajarkan Islam kepada Sahabat juga lewat diskusi.
Trus kenapa yang mengaku merasa paling sesuai Sunnah tidak maw diajak diskusi seperti yang dilakukan Rasul??pantaskah dia disebut ulama waratsatul anbiyaa..??
Diskusi juga tradisi di pesantren dan di kampus-kampus..
Hanya orang-orang picik yang tidak suka diskusi..
hadi berkata
maav enha adalah hadi. Enha hadi nur..hehe
uut berkata
Hadi dialog anda bs masuk di http://assunnah.web.id/fitur/
adapun contoh dialog sudah banyak beredar baik VCD/cd dan buku-buku yang beredar di toko muslim yamg bermanhaj salaf atau salah satu
Download VCD “Mereka Bertanya Tentang Manhaj Salaf..?” Gratis
http://blog.assunnah.web.id/2008/06/19/sekilas-tentang-vcd-mereka-bertanya-tentang-manhaj-salaf/
atau anda bs telusuri di
http://abusalma.wordpress.com/maktabah-library/