Beda Salafy Beda Tarbiyah

Beda Salafy Beda Tarbiyah

Ku temukan sebuah penjelasan tentang Salafy dan Tarbiyah yang sangat mudah dimengerti. Tulisan asli bukan berupa artikel, tapi berupa pendapat pribadi penulisnya.

Tulisan tidak diambil semua. Hanya yg berkenaan dengan topik saja yg kuangkut ke sini.


………………….

Dalam konteks kekinian dan keindonesiaan, ternyata ada segolongan ummat Islam yang mengklaim diri mereka sebagai salafy alias ahlussunnah wal jama’ah. Walaupun kelompok ini tidak pernah mau dikatakan sebagai sebuah organisasi (seperti Ikhwanul Muslimin, Muhammadiyah, HTI dan lainnya), namun jaringan mereka di Indonesia sangatlah ‘luar biasa’. Bahkan, orang non-muslim semisal Sidney Jones pun lebih fasih menceritakan kiprah gerakan kelompok ini di Indonesia daripada orang-orang yang sudah lama bergabung dalam kajian-kajian kelompok ini.

Kelompok salafy di Indonesia, menurut pandanganku, sudah bisa dikatakan sebagai sebuah gerakan atau harakah. Dalam kajian sosiologi politik, sebuah gerakan dicirikan oleh beberapa hal seperti adanya ideologi, ideolog, ritual-ritual, simbol-simbol khas yang melekat pada kelompok tersebut, serta adanya pengikut fanatik atau the true follower. Meskipun tidak ada sistem administrasi organisasi dan pemberian KTA (Kartu Tanda Anggota), namun bila sebuah kelompok mempunyai ciri-ciri seperti tersebut diatas maka ia bisa kita katakan sebagai sebuah gerakan.

Contoh simplenya gini aja dech. Pernah nggak sich Karl Marx membuat organisasi komunis internasional lengkap dengan perangkat organisasinya? Nggak pernah khan? Namun, coba kita lihat dampak pemikiran Karl Marx yang mampu melahirkan berbagai gerakan revolusi proletarian di seluruh dunia. Luar biasa bukan?

Nah, demikian pula gerakan salafy. Pernah nggak sich Ibnu Taymiyyah dan Syaikh Abdul Wahhab mendeklarasikan berdirinya sebuah jum’iyyah (organisasi) lengkap dengan aturan-aturannnya? Nggak pernah juga khan? Tapi coba lihat dampak pemikiran beliau yang mampu menggerakkan masyarakat Arab untuk membentuk sebuah negara di semenanjung Arab bernama Saudi Arabia. So, masih ragukah jika salafy itu bukan sebagai sebuah harakah?he-he.

***

Sekarang kita beralih ke pembahasan kelompok lain yang dikenal dengan sebutan kelompok tarbiyah. Jika dijawab secara normatif, maka tarbiyah tidaklah bertentangan sama sekali dengan salafiy. Apa lacur? Tarbiyah berarti sebuah proses ‘pendidikan’ sedangkan pendidikan adalah ajaran utama manhaj (pola pikir) salafy. Bukankah Rasulullah menekankan tentang wajibnya menuntut ‘ilmu bagi setiap muslim? Yah, tholabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin kata Rasul.

Namun, tarbiyah yang dimaksudkan disini bukanlah tarbiyah yang biasa dipahami ummat Islam. Tarbiyah disini merujuk kepada sebuah gerakan Islam yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu dua puluhan tahun belakangan ini. Meski demikian, Ustadz Rahmat Abdullah, yang dijuluki sebagai syaikhut tarbiyah Indonesia, agak sedikit keberatan ketika mendengar ada pihak yang mengklaim bahwa proses tarbiyah di Indonesia hanya dibatasi dalam kurun waktu dua puluhan tahun belakangan ini. Menurutnya, hal ini tidak bisa diterima karena proses tarbiyah telah berlangsung selama berabad-abad di Indonesia dan bukan hanya terjadi dua puluhan tahun belakangan ini saja. Penyebaran Islam di Indonesia telah berjalan berabad-abad, sedangkan setiap penyebaran Islam di bumi manapun pastilah dilakukan melalui proses tarbiyah. Jika memang mau memaksakan penggunaan istilah tarbiyah untuk menggambarkan sebuah gerakan yang baru masuk ke Indonesia sekitar dua puluhan tahun tersebut, maka Ustadz Rahmat Abdullah mempersyaratkan untuk mengganti huruf ‘t’ kecil dalam kata tarbiyah menjadi huruf ‘T’ besar. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Tarbiyah bukanlah tarbiyah. Tarbiyah merujuk kepada suatu aturan, sistem dan ideologi tertentu yang memasuki Indonesia dua puluhan tahun belakangan ini, bukan kepada makna tarbiyah yang biasa digunakan oleh umumnya ummat Islam.

Kelompok Tarbiyah di Indonesia merupakan pelaksana dari pemikiran-pemikiran dan ideologi Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh mendiang Hasan Al Banna pada tahun 1928. Kelompok Tarbiyah memfokuskan pembinaan kadernya melalui forum-forum sel yang dinamakan liqo’ (sekitar tahun 80an dan awal 90an, forum seperti ini dinamakan usrah). Forum ini biasanya dilaksanakan secara mingguan dan di pandu oleh seorang murabbi (guru) dan diikuti oleh sekitar sepuluh mutarabbi (peserta pendidikan). Model pembinaan seperti inilah yang menjadi ciri khas kelompok Tarbiyah di Indonesia, pun di seluruh belahan dunia.

Pada tahun 1998, kelompok-kelompok liqo’ (usrah) di Indonesia melakukan sebuah konggres nasional dan jajak pendapat diantara para anggotanya sehingga terlahirlah sebuah keputusan yang sangat penting berupa pendirian sebuah partai berideologi Islam dengan nama… ah, tahu sendiri khan? He-he. Sejak saat itu, aktifitas pengkaderan dan usrah ditangani secara sistematis dan koordinatif oleh departemen khusus dalam tubuh partai. Aku sendiri telah mengenal tarbiyah semenjak tahun 1995 melalui kakakku. Namun, aku dan kakakku termasuk dari orang-orang yang nggak setuju dengan pendirian partai dalam jajak pendapat tahun 1998 itu, he-he.

***

Lalu, apa sich perbedaan antara salafy dan tarbiyah? Jika pertanyaan ini dijawab secara normatif alias dari segi bahasa, istilah, visi dan misi perjuangan keduanya, maka pastilah tidak kita temui adanya perbedaan diantara keduanya. Semuanya berjuang demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi, li I’llaa’I kalimatillah. Semuanya berupaya untuk meraih kemuliaan Islam dan keridha’an Allah ‘Azza Wa Jalla.

Namun, jika kita melihat pada dataran cara mereka dalam meraih kejayaan tersebut barulah kita temui adanya kenyataan bahwa memang mereka berbeda. Taruhlah satu contoh tentang keikutsertaan du’at di parlemen dan penerimaan terhadap sistem demokrasi. Dalam masalah ini, gerakan Tarbiyah Indonesia menerima sistem demokrasi dan mau ikut serta dalam kancah perpolitikan nasional. Mereka mengistilahkannya dengan al-isytirokiyah. Alasannya, ma la yudraku kulluh la yutroku kulluh, sesuatu yang tidak bisa didapatkan seluruhnya janganlah di tinggalkan seluruhnya. Menurut Tarbiyah, jika memang ummat Islam tidak bisa mendapatkan aplikasi nidzom Islam secara sempurna, maka perjuangan melalui sistem demokrasi tidaklah mengapa karena dengan keikutsertaan didalamnya ummat Islam tetap bisa memperjuangkan sebagian penerapan nidzom Islam tersebut.

Pendapat Tarbiyah diatas ditentang habis-habisan oleh kelompok Salafy dan juga kelompok harokah lain seperti Hizbut Tahrir Indonesia serta Majelis Mujahiddin Indonesia. Menurut kelompok-kelompok ini akar permasalahannya terletak pada penerimaan terhadap sistem demokrasi yang dikatakan sebagai nidzomul kufr alias sistem kufur. Demokrasi berarti pengakuan terhadap kedaulatan rakyat, sedangkan dalam Islam kedaulatan itu berada ditangan syara’ (hukum Allah). Penerimaan terhadap sistem demokrasi berarti pengingkaran terhadap kedaulatan Allah. Hal ini tentu saja tidak bisa dibenarkan. Lagi pula berdasarkan fakta sejarah bahwa perjuangan ummat Islam melalui sistem demokrasi selama ini ternyata tidak bisa berhasil secara total atau keseluruhan. Faktanya, kemenangan Tarbiyah di beberapa negara seperti di Sudan, Palestina dan Turki tidaklah diikuti dengan aplikasi nidzom Islam secara total dan menyeluruh. Begitulah argumen kelompok Salafy dan beberapa harokah lainnya dalam menyangkal prinsip al-isytirokiyah gerakan Tarbiyah.

Perbedaan ternyata tidak hanya terjadi pada skala makro dalam hal prinsip dan cara perjuangan mereka. Namun, perbedaan juga merambah pada skala mikro dalam hal permasalahan fiqhiyyah. Seperti aku jelaskan sebelumnya, bahwa sebuah gerakan ditandai dengan adanya simbol-simbol khas yang dijunjung tinggi dan melekat pada anggota kelompok. Model pakaian gamis pakistan atau jubah saudi dengan celana yang menggantung diatas mata kaki sangat identik dengan ikhwan kelompok salafy. Untuk akhwatnya, biasanya mereka bercadar atau dengan memakai jilbab besar berwarna gelap seperti hitam atau cokelat. Ikhwah salafy sangat anti terhadap musik karena musik adalah mazaamiirus syaithon. Ikhwah salafy juga tidak menerima fotografi karena itu termasuk tashwiir yang diharamkan Rasulullah.

Sedangkan kelompok Tarbiyah bersikap sebaliknya. Ikhwah Tarbiyah menjadikan musik sebagai wasilah berdakwah mereka. Musik adalah halal karena para ulama fiqh belum bersepakat tentang keharamannya. Lagi pula tidak ada nash yang secara jelas (shorih) melarangnya. Menurut mereka, musik termasuk perkara mu’amalah dan bukan ibadah yang terkena qoidah al ashlu fil asy yaa’I al ibahah atau asal dari segala sesuatu (dalam hal mu’amalah) adalah boleh. Dalam hal fotografi, ikhwah Tarbiyah cenderung membolehkan sepanjang ia tidak digunakan sebagai sesuatu yang diagungkan yang akan mengurangi nilai ketauhidan kita. Sedangkan dalam hal berpakaian, kalau di tahun 1995an nih, aku pernah dikunjungi teman kakakku yang seorang akhwat Tarbiyah namun ia memakai cadar. Tapi untuk kurun sekarang aku sudah jarang melihatnya. Apalagi ikhwannya, he-eh, mungkin sekarang ini para du’at Tarbiyah justru lebih identik dengan tampilan pakaian berjas, berdasi, bersepatu hitam mengkilat, berjenggot tipis dan ditambah sematan emblem kuning berlambang garuda di dada sebelah kiri. Yah, wallahu a’lam bisshawab.

……………..

Sumber: http://chowvidkeren.blogs.friendster.com/

19 thoughts on “Beda Salafy Beda Tarbiyah

  1. assalamualaikum mas orgawam, ane jadi penasaran.. mas orgawam ini ikut harakah apa?
    kalau boleh ane menebak… salafi jelas tidak, karena suka maulid, tarbiyah juga tidak, karena tidak suka politik, hizbut tahrir mungkin aja, karena pernah memuat pernyataan syekh saqqof, NU kemungkinan besar, karena jelas amaliyahnya sama, tapi masa NU harakah??? :D
    sante aja mas saya juga NU, sejak kecil lahir didalam keluarga fanatik NU. tapi tidak ikut2an mengolok-olok wahabi/salafi, mereka juga muslim, belajar menjadi ahlusunnahwaljamaah juga.


    –> Wa’alaikum salam wrwb mas faridh. I am muslim, ahlus sunnah waljamaah. Berharap Allah meridloi selalu. Amien. Saya tak bermaksud mengolok-olok salafi/ wahabi. Lihat link yg ada di “tentang blog ini”. Insya Allah artikel kami adalah hujah-hujah yang memperkuat amalan kami. Jika pun itu suatu artikel berita (fakta n realita), insya Allah berasal dari sumber yang kuat. Anda dapat simak, bahasanya adalah bukan bahasa olok-olok.

    Jika ada pendapat berseberangan, tetap kami persilakan. Namun pasti akan terjadi diskusi dengan kami. Bukan olok-olok. Mungkin ada kata-kata yang tajam .. namun semua itu tak bermaksud untuk melecehkan. Adakah diskusi kami yang bernada melecehkan/ olok-olok? Insya Allah tak ada. Namun .. peringatkanlah kami jika ada yg kurang berkenan.

    Semoga Allah selalu meridloi kita. Amien.

  2. Amin ya robbal alamiin… mas orgawam gak ada pernyataan saya yang nuduh mas mengolok-olok coba mana sebutkan… yang diatas itu maksudnya saya tidak ikut2an orang NU yg lain di kampung saya, bahkan ada yang mengatakan NU didirikan untuk menangkal faham wahabi saudi masuk ke indonesia.

  3. salaf adalah para shahabat,

    sedangkan salafi berarti pengikut salaf.sebagaimana maliki-berarti pengikut imam malik- tau hambali-berarti pengikut imam imam ahmad bin hambal- dan lain-lain.

    salafi berarti seseorang mengikuti jalan yang ditempuh oleh rasululloh dan para shahabatnya.

    jika dikatakan kepada seseorang bahwa ia salafi berarti suatu pujian yang sangat besar kepadanya.

    salafi bukanlah suatu golongan yang dibatasi oleh tempat dan waktu…

    jika ingin menjadi anggota dari golongan ini tidak perlu untuk meregistrasi menjadi member secara tertulis..

    cukuplah ia beragama sebagaimana agama yang dianut oleh para shahabat..

    dalam Aqidahnya, Ibadah, dan akhlak..

    maka ia langsung terdaftar dalam golongan salafi, ahlussunnah, aljam’ah, al firqotun annajiya dimana didalamnya ada rasululloh-sebagai ketuanya- dan para shahabatnya-sebagai tangannya”orang kepercayaan”-

    sekarang tinggal lihat diri kita apakah kita sudah beraqidah sebagaimana Aqidah mereka, beribadah sebagaimana ibadah mereka, dan berakhlak sebagaimana akhlak mereka..

    Tapi kebanyakan manusia tidak memahami pernyataan itu-dalam paragaraf sebelumnya-

    padahal konsekuensi dari itu semua tentunya dengan adanya dalil yang shahih-dari Qolalloh qolla rasul wa qola shahaba-

    dalam hal wudhu saja sudahkah kita tau dalilnya, tidakkah kita pernah berfikir samakah wudhu saya dengan wudhu rasululloh..-karena kebanyakan kaum muslimin mempelajari tata cara wudhu dari sumber yang tidak menyertakan dalilnya-

    tidakkah terlintas di benak ini.. apakah cara berdiri, sujud, dan takbir saya ketika sholat sudah sama dengan cara rasululloh dan para shahabatnya..-padahal kita tau bahwa sumber hukum islam itu adalh alqur’an dan sunnah, lantas kenapa kita masih mengikuti yang tidk ada sumbernya

    jika seperti itu akankah ada ketenangan dan kekhusyu’an didalamnya…

    dan akankah kita masih mengaku sebagai salafi..atau ahlussunnah..

    dan beragama yang benar dengan dalil-alqur’an dan sunnah’ yang shahih pemahaman yang shahih-manhaj salaf- itu semua tidak mungkin-mustahil- kita dapatkan kecuali dengan MENUNTUT ILMU SYAR’I dan ini yang banyak orang lalai darinya…

    mengenai pemahaman, sebenarnya para ulama’ telah bersepakat tentang wajibnya mengikuti pemahaman para shahabat…

    bukti kongkritnya-yang banyak orang-orang tidak berfikir kesini- adalah….
    lihatlah bagaimana ulama2 kita menafsirkan Alqur’an, didalam kitab-kitab mereka…silahkan telaah kitab2 tersebut seperti ibnu katsir, alqurtubi, dan lain-lain..
    Apakah tafsiran-tafsiran itu kebanyakan memuat penafsiran dan pandangan mereka?jawabnya”tidak” mereka banyak memuat perkataan para shahabat dan murid-murid mereka(ibnu abbas, ibnu mas’ud, mujahid, qotadah dll)

    begitu juga jika kita menelaah kitab-kitab hadits,seperti bukhori, muslim, al muwatho’ dll, apakah yang dinukil hanya sabda rasululloh saja?al jawab:”tidak” tapi dimuat juga perkataan banyakl para shahabat…
    maka pahamailah, akh…

    semoga kita dan seluruh kaum muslimin diberikan taufiq oleh Alloh untuk menjadi seorang salafi yang sejati.

    jadi langkah pertama adalah menuntut ilmu dari sumber-sumber yang memilki dalil yang shahih-baik dari firman Alloh, sabda rasul, dan ucapan shahabat…

    cari dan bacalah..bacalah buku2 dan ingat siapa pengarangnya…..jika kalian rutin melakukannya niscaya kalian akan tau sendiri siapa-siapa penulis-ulama’-yang diatas sunnah dan tidak…

    –> Alhamdulillah .. kami pun mengacu kepada ulama-ulama salaf dan yang bermanhaj salaf. Semoga Allah selalu meridloi kita dan menunjukkan ke dalam jalan yang benar. amien.

    • saya setuju dengan statement anda…
      yang sekarang membuat saya bingung,, bagaimana dengan cara berdakwah salafi ?
      seperti yang diketahu kalau tarbiyah berdakwah lewat lembaga – lembaga sekolah.

    • mengenai pemahaman, sebenarnya para ulama’ telah bersepakat tentang wajibnya mengikuti pemahaman para shahabat… <— mari kita teladani apapun yang dipahami oleh Mu'awiyah ibnu Abu Sufyan ketika memerangi Khalifah Ali bin Abi Thalib.
      atau ketika Khalid bin Walid membantai Banu Juzaimah.

  4. Tentang Salafytobat
    http://salafitaubat.wordpress.com/pandangan-tentang-salafytobat/

    Salafytobat (Pengadu domba Sesama Muslim)
    http://salafitobat.wordpress.com/pandangan-tentang-salafytobat/

    Terorisme, Wahabi dan Jihad
    http://kajian.net/bagian/1-kajian/15-terorisme-wahabi-jihad.html

    –> Aku tak tertarik untuk menghujat/mencaci maki. Namun sekedar komentar, mengenai hal ini, jika tak suka dengan salafytobat atau salafitobat atau salafitaubat atau salafytaubat atau salafibenarbenartobat, atau apalah .. mengapa pula namanya meniru-niru. Ini seperti penerbit pustaka imam syafii yang ternyata bukan bermadzab syafii. Hanya urun nebeng/membajak nama saja.

    Di sana dikritik habis-habis tentang blog yg dimaksud yang tak bernama (si empunya tak jelas),… sebagaimana blog ini. Namun pengkritik pun ternyata tak jelas pula asal-usulnya.

    Maaf kl tak berkenan.

  5. assalamualykum,,
    akh mw tanya ni ya,,
    ana salafi tpi ana semenjak kuliah ini ana seperti di beri pemahaman tarbiyah oleh angkatn kami,,awalnya sya terima,,tpi lama kelamaan,sya g bisa paham2,,dan sya putuskan mw kambali mempelajari pemahaman salafi lgi,,tpi sya sperti dipertahankan oleh mereka,,sya mw menolak tpi dah akrab dan sdah sya anggap saudara sendiri,,sya mw sperti gag tega menolak akh,,mohon solusinya bagaimana.afwan.

    –> wa’alaikum salam wrwb. Dunia pengajian tak hanya salafi atau tarbiyah. Kalau saya lebih suka dengan yang di sini. Tapi monggo saja. Silakan istikharah, dengan memohon diberi petunjuk yang benar, dan dimudahkan jalan untuk mencapainya. Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya kepada kita. amien.

    Sekedar tips .. pilihlah nasehat/pengajian yang menyebabkan anda bertambah dekat dengan sang Pencipta dan rasul-Nya. Pengajian yang menyebabkan anda ingin selalu berdzikir kepada-Nya, yang menambah rasa cinta kepada baginda Nabi saw, lebih taat kepada orang tua, lebih santun kepada sesama, dsb.

    semoga manfaat.

    • terus akh,,apakah boleh ana ikut kajian dari salaf dan tarbiyah atau lainnya,,apa itu tidak seperti menggabungkan 2 atau lebih pemahaman,,padahal ada bnyak perbedaan tentang masing2 pemahaman itu.afwan

      –> silakan istikharah saja. Petunjuk Allah jauh lebih baik. Semoga anda dan kita selalu dibawah hidayah-Nya. amien.

  6. assalamualaikum…

    saya makin bingung nih baca2 soal salafi n tarbiyah, 2-2 nya sodara muslim, arah kiblatnya sama, kalo naek haji apa ada beda nya ketemu disana antara salafi n tarbiyah..?

    trus, langkah kongkrit apa sih yang dah di lakuin 2-2 nya, trutama untuk orang2 kecil di indonesia yang banyak ngaku islam? kyk saya ini contohnya deh

    tolong pencerahan bagi yang tahu n paham soal islam, seandainya tukang becak ato kuli panggul yang tanya mungkin lebih bagus kali ya..

  7. begitu banyak perbedaan antara sesama muslim,,itu memang sudah menjadi kehendak Alloh,,namun semoga Alloh melembutkan hati kita dan menunjukan jalan yang terbaik yang di ridhoiNYA…

  8. Mas, kang, om, de, bang…
    ribut2 amat sih soal gini, yang akur2 aja deh, sesama muslim beesaudara.

  9. ketika membaca ebook, website, artikel khusus tentang salafy ataupun tarbiyah saja rasanya itu bagus dan baik. Keduanya sama2 ingin mendekatkan diri kepada Allah tapi ketika menemukan artikel dll dari manhaj yang berbeda untuk manhaj tertentu ,timbullah keraguan. Sebenarnya sikap saya harus gimana ? selama 2 tahun saya ikut liqo barulah saya tahu secara tidak langsung saya sudah memilih manhaj tarbiyah padahal saya ga tau tuh ada yang begituan. Dari kecil orangtua cuma ikut NU aja. ketika pertama kali kuliah saya pikir liqo cuma kelanjutan dari materi agama. Tiba-tiba ada teman yang memaparkan tentang salafy itu gimana, tarbiyah itu gimana. Muncullah kebingungan saya.

    Menurut Anda saya harus gimana ?

  10. aneh, knp ya akh di sekolah atau universitas sll didominan oleh tarbiyah, kbnykan yg awalny salafi atau yg lainny hrus brpura2 mnerima, hingga akhrny ikut2an tarbiyah jg, jdikn kesannya salafi dn yg lain it trlalu ekslusif padhl bkn ekslusif hnya trtutupi oleh tarbiyah yg sdh mayoritas diklngn pljr sprt rohis dn LDK,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s