Dalil-dalil Majelis Tahlil/Tahlilan
Ditulis oleh orgawam di/pada Oktober 9, 2009
Sebuah panduan untuk majelis tahlil (tahlilan). Di toko-toko banyak ditemukan, namun ini ku salin dari buku tahlil yang disusun dalam rangka memperingati kakenda/nenenda kami. Semoga beliau diampuni dosa-dosanya, diterima amal kebajikannya, dan mendapat rahmat ridlo dari Allah swt. Demikian pula leluhur kami yg lain dan pembaca semuanya. Amien. Semoga bermanfaat.
Dari Abu Dzar ra, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para sahabat berkata kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershodaqoh dengan kelebihan harta mereka”. Maka Nabi saw bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershodaqaoh? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shodaqoh, tiap-tiap tahmid adalah shodaqoh, tiap-tiap tahlil adalah shodaqoh, menyuruh kepada kebaikan adalah shodaqoh, mencegah kemungkaran adalah shodaqoh dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shodaqoh “. Mereka bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim no. 2376)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
(Dihadiahkan) kepada baginda Nabi Muhammad saw, keluarganya, istri-istrinya, putra-putrinya, dan kepada semua keturunannya, Al-Fatihah:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.
Kemudian (dihadiahkan) kepada yang terhormat para handai taulannya, dari para Nabi dan utusan, para wali, para syuhada’, orang-orang salih, para sahabat dan tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan kepada para malaikat yang selalu taqarub mendekatkan diri kepada Allah, dan khususnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Ajailaniy, Al-Fatihah:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.
Kemudian (dihadiahkan) kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, kepada kaum mukminin laki-laki dan perempuan, dari ujung timur sampai ujung barat dunia, baik yang di darat maupun di laut, khususnya kepada bapak-bapak kami dan para ibu kami, para nenek leluhur kami yang laki-laki dan perempuan, para guru kami dan para guru besar mereka, kepada para guru kami dan para gurunya guru kami, dan kepada orang-orang yang menyebabkan kami semua berkumpul di majelis ini, Al-Fatihah:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.
Pendapat para ulama salafiyah tentang sampainya hadiah pahala telah kami catat di sini.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. 3x
Rasulullah saw bersabda, “Apakah salah satu dari kalian tidak mampu membaca sepertiga al Qur’an setiap malam?” Para sahabat pun bertanya,”Siapakah di antara kita yang mampu melakukannya, yaa Rasulullah?” Beliau menjawab,”Allah Al Wahid Ash-Shamad (Surah Al Ikhlas) adalah sepertiga Al Qur’an”. [Bukhari Muslim]
Barangsiapa membaca Qulhuwallahu Ahad (Surah Al Ikhlas) tiga kali, maka ia seolah-olah sudah membaca (seluruh) Al Qur’an. [Ahmad, An Nasai, Adh Dhiya' Al Maqdisi. Al Haitsami menjelaskan, para perawi dalam sanad hadits tergolong shahih]
5.
Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia jalankan kedengkiannya”.
Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb manusia”. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia
Dari Uqbah bin Amir ra, ia berkata: “Suatu ketika aku menggiring unta Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan. Lalu beliau saw berkata kepadaku: ” Wahai Uqbah, maukah engkau aku ajarkan dua surah yang paling baik untuk dibaca”. Beliau kemudian mengajarkan kepadaku Qul q’uudzubirabbil falaq (surah al Falaq) dan Qul a’uudzubirabbinnaas (surah an Naas).” [Abu Daud dan Nasa'i]
Dari Uqbah ra, dia berkata: “Tidakkah engkau perhatikan ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini, yang belum pernah terlihat dapat menyamainya? Yaitu Qul q’uudzubirabbil falaq (surah al Falaq) dan Qul a’uudzubirabbinnaas (surah an Naas).” [Muslim]
Rasulullah saw meminta perlindungan dari jin dan sihir mata manusia sampai ketika surah Al Falaq dan An-Naas diturunkan, beliau kemudian mengambil kedua surah tersebut dan meninggalkan yang lain. [Tirmidzi dan Nasa'i]
Ahmad bin Mani’ dalam Musnadnya, “Siapa yang membaca mu’awwidzat” ( Al Ikhlas, Al Falaq, dan An-Naas), maka dia seolah-olah telah membaca semua yang diturunkan kepada Muhammad saw.”
Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.
“.. Dan aku telah diberi Faatihatul Kitab dari bawah Arsy.”[Hakim]
Ketika Jibril sedang duduk di sisi Nabi saw, tiba-tiba ia mendengar suara dari atas tubuhnya. Maka ia pun mendongakkan kepalanya lalu berkata, “Ini adalah seorang malaikat yang turun ke bumi, yang sama sekali belum pernah turun,” Kemudian malaikat tersebut mengucap salam lalu berkata, “Bergembiralah dengan datangnya dua cahaya yang diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan seorang nabipun sebelummu, yaitu Fatihah Al Kitab dan akhir surah Al Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf pun darinya melainkan akan diberikan pahalanya kepadamu.” [Muslim]
Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib , yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu , serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung .(QS. Al-Baqarah:1-5)
Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah:163)
Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.(QS. Al-Baqarah:255)
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 0 Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’at”. (Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. 0 Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al-Baqarah:284-286)
Rasulullah, bersabda, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah di malam hari, maka ia (dua ayat itu) telah cukup melindunginya.” [Bukhari Muslim]
Kasihanilah kami wahai Tuhan yang Maha Mengasihani. 7x
Rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”. (QS. Huud:73)
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab:33)
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya dengan sebaik-baiknya. (QS. Al-Ahzab:56)
Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menjadi sinar petunjuk, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.
Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menyinari waktu pagi, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.
Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menjadi sinar di kegelapan, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.
Abdullah bin Amru bin Al Ash ra telah mendengar Rasulullah saw bersabda:” Barangsiapa membaca shalawat satu kali untukku, Allah akan menurunkan rahmat kepadanya sepuluh kali. [Muslim]
Ibn Mas’ud ra berkata: Rasulullah saw bersabda:” Orang yang terdekat kepada aku pada hari qiyamat ialah yang terbanyak membaca shalawat kepadaku. [Thirmidzi]
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (QS. Ali Imran:173)
Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al-Anfal:40) 19.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
“(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. 3:173)
“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr]“. (QS. 8:40)
“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Fa "Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr"]“. (QS. 22:78)
Dari Musa al Asy’ari ra, ia berkata: bersabda Rasulullah saw: “Hai Abdullah putera Qais. Ingat, akan kutunjukkan kepadamu suatu perbendaharaan surga:. Itulah kalimat: “LAHAULA WALAA QUWWATA ILLAH BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZHIIM”. [Bukhari Muslim]
Aku bermohon ampun kepada Allah, Zat Yang Maha Agung. 3x
Ketahuilah bahwa dzikir yang paling utama adalah, Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi ada. Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi disembah. Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi kekal.
Tidak ada Tuhan selain Allah. 100x (atau terserah bilangannya) Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah Rasul (utusan) Allah.
Jabir ra berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Seutama-utama dzikir adalah LA ILAHA ILLALLAH”. [Thirmidzy]
Barangsiapa membaca: LAAILAHAILLALLAH seratus kali, maka baginya pahala yang setara dengan pahala memerdekakan sepuluh budak, juga dituliskan baginya seratus pahala kebaikan, lalu dihapus seratus dosa keburukannya, dan ia (kalimat tersebut) akan menjadi pelindung baginya dari syetan sepanjang hari itu hingga sore menjelang. (Kecuali itu) tidak ada yang melakukan sesuatu yang lebih afdhal daripada apa yang ia lakukan kecuali orang yang mengamalkan lebih banyak dari itu. [Bukhari Muslim]
Ya Allah berilah rahmat atas Nabi Muhammad. Yaa Allah Tuhan kami, berilah rahmat dan keselamatan atasnya. 3x
Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung. 3x (atau terserah bilangannya)
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: “Dua kalimat yang ringan di lidah tetapi berat dalam neraca timbangan, sangat digemari Allah swt yaitu: ”SUBHANALLAH WABIHAMDIHI, SUBHANALLAHIL ‘ADZHIIM” (Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung)”. [Bukhari dan Muslim]
Ya Allah berilah rahmat dan salam atas kekasih-Mu Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabat semuanya. 3x
24.
Al-Fatihah:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.
Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang memperoleh nikmat sama memuji dan dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-Nya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan kekuasaan Engkau.
Ya Allah, berilah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga beliau. Ya Allah terimalah dan sampaikanlah pahala bacaan kami dari ayat-ayat Al-Qur’an al adzim, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami dan bacaan shalawat kami kepada junjungan Nabi Muhammad saw sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun dan berkah yang cukup kepada yang terhormat kekasih kami, penolong dan buah mata kami, junjungan dan pemimpin kami yaitu Muhammad saw.
Dan kepada yang terhormat semua sahabat dari para Nabi dan Rasul, kepada para wali, syuhada, orang-orang yang salih, para sahabat dan tabiin, kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, dan kepada semua pejuan di jalan Allah, yaa Allah Tuhan seluruh alam. Dan kepada para malaikat muqarrabin, terutama kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy,
Kemudian kepada semua ahli kubur muslim yang laki-laki dan yang perempuan, dari ujung timur hingga ujung barat dunia, dan terutama bagi bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek leluhur kami yang laki-laki dan yang perempuan, dan kami khususkan terutama kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.
Ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, sejahterakanlah mereka, dan maafkanlah mereka semua.
Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang ahli mengucapkan ”LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH” (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah).
Wahai Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, dan jadikanlah kami mengikutinya dan tunjukkanlah kami perkara-perkara yang batil dengan jelas dan jadikanlah kami menjauhinya.
Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.
Maha Suci Tuhan, Tuhan yang bersih dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir.
Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepada para Rasul.
Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.
Al-Fatihah,
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.
. . Semoga manfaat.
“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr]“. (QS. 8:40)
“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Fa "Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr"]“. (QS. 22:78)






























ajihasyim berkata
dalil atau argument yang anda berikan tidak menunjukan sebuah perintah untuk mengadakan acara tahlilan yang orang orang awam kerjakan, lalu dari manakah acara tersebut diada adakan? apakah rosululloh pernah mengerjakan “IBADAH” tersebut?
–> maaf .. (beberapa) dalil di atas telah menunjukkan keutamaan2 beberapa bacaan dzikir. Rasulullah saw sendiri yang menerangkan keutamaan-keutamaan itu (hadits2 di atas insya Allah shahih). Mestinya kanjeng Nabi saw berdzikir pula dengan bacaan2 dzikir itu. Dari sini, maka dibacalah dzikir-dzikir itu dalam majelis tahlil.
Jika menurut anda bacaan2 dzikir itu tak boleh dibaca di dalam majelis dzikir (karena tidak ada perintah .. sehingga dikatakan mengada-ada), terus kapan bacaan dzikir di atas boleh diamalkan?
orgawam berkata
Tambahan, diambil dari: http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/2007/07/06/90/
DALIL SAMPAINYA AMALIYAH BAGI MAYIT
1. Dalil Alqur’an:
Artinya:” Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a :” Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudar-saudar kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami” (QS Al Hasyr: 10)
Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang-orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup.
2. Dalil Hadits
a. Dalam hadits banyak disebutkan do’a tentang shalat jenazah, do’a setelah mayyit dikubur dan do’a ziarah kubur.
Tentang do’a shalat jenazah antara lain, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya:” Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW – setelah selesai shalat jenazah-bersabda:” Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka” (HR Muslim).
Tentang do’a setelah mayyit dikuburkan, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:” Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:” mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya” (HR Abu Dawud)
Sedangkan tentang do’a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW:
Artinya:” bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab, “Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu’min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya –insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).
b. Dalam Hadits tentang sampainya pahala shadaqah kepada mayyit
Artinya: Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya:” Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya ? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata:” saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya” (HR Bukhari).
c. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Saum
Artinya: Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya”(HR Bukhari dan Muslim)
d. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Haji
Artinya:Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya:” Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya melakukah haji untuknya ? rasul menjawab: Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya ? bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar (HR Bukhari)
3. Dalil Ijma’
a. Para ulama sepakat bahwa do’a dalam shalat jenazah bermanfaat bagi mayyit.
b. Bebasnya utang mayyit yang ditanggung oleh orang lain sekalipun bukan keluarga. Ini berdasarkan hadits Abu Qotadah dimana ia telah menjamin untuk membayar hutang seorang mayyit sebanyak dua dinar. Ketika ia telah membayarnya nabi SAW bersabda:
Artinya:” Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya” (HR Ahmad)
4. Dalil Qiyas
Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya.
Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Alqur’an dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa, karena puasa adalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Alqur’an yang berupa perbuatan dan niat.
Adapun dalil yang menerangkan shadaqah untuk mayit pada hari-hari tertentu seperti hari ke satu, dua sampai dengan ke tujuh bahkan ke-40 yaitu hadits marfu’ mursal dari tiga orang tabi`ien yaitu Thaus, Ubaid bin Umair dan Mujahid yang dapat dijadikan qaid kepada hadits-hadits mutlak (tidak ada qaid hari-hari untuk bershadaqah untuk mayit) di atas:
a. Riwayat Thaus :
Bahwa orang-orang mati itu akan dilakukan fitnah di dalam quburan mereka tujuh hari. Maka adalah mereka itu menganjurkanuntuk memberi shadaqah makanan atas nama mereka selama hari-hari itu.
b. Sebagai tambahan dari riwayat Ubaid bin Umair:
Dilakukan fitnah qubur terhadap dua golongan orang yaitu orang mukmin dan orang munafiq. Adapun terhadap orang mukmin dilakukan tujuh hari dan terhadap orang munafiq dilakukan 40 hari.
c. Ada lagi tambahan dalam riwayat Mujahid yaitu
Ruh-ruh itu berada diatas pekuburan selamatujuh hari, sejak dikuburkan tidak memisahinya.
Kemudian dalam beberapa hadits lain menyatakan bahwa kedua malaikat Munkar dan Nakir itu mengulangi pertanyaan-pertanyaan tiga kali dalam satu waktu. Lebih jelas dalam soal ini dapat dibaca dalam buku “Thulu’ ats-tsuraiya di izhaari makana khafiya” susunan al Imam Suyuty dalam kitab “ Al-Hawi lil fatawiy” jilid II.
Wallohu a’lam bi shawwab.
Pak Maliki berkata
Assalamualaikum wr wb.
Ini hanya sekedar usul guna memudahkan umat yang belum bisa baca huruf hijaiyah :
Apakah ada bagusnya kalau ada transliterasi dari bacaan-bacaan berhuruf hijaiyah ?
Maka lengkaplah menjadi penolong
Wassalamualaikum wr wb
uut berkata
Tahlil/Tahlilan
silahkan kunjungi
http://blogsalaf.co.cc/hasil.html?cx=015643990889589417830%3Awywkfu1spxo&cof=FORID%3A11&q=Tahlil%2FTahlilan&sa=Cari#679
misbakh berkata
say no to tahlilan. bnut tahlil ok. no problem. but tahlilan, yasinan, no. why there is no” baaqaeahan, kahfan, an nasan….
–> Tahlil, yasin adalah kalimat-kalimat Allah. Sedangkan tahlilan, yasinan sepengetahuan saya adalah majelis-majelis dzikir yang mengucap/membaca tahlil dan/atau surah yasin. Kalau saya mendukung majelis-majelis seperti itu.
Say no untuk keduanya ??? .. Mungkin anda punya makna lain.
uut berkata
madzhab Al Imam Asy Syafi’i tentang hukum bacaan Al Qur’an yang dihadiahkan kepada si mayit, beliau diantara ulama yang menyatakan bahwa pahala bacaan Al Qur’an tidak akan sampai kepada si mayit. Beliau berdalil dengan firman Allah subhanahu wata’ala (artinya):
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh (pahala) selain apa yang telah diusahakannya”. (An Najm: 39), (Lihat tafsir Ibnu Katsir 4/329).
sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam– berkata: “Kami menganggap/ memandang kegiatan berkumpul di rumah keluarga mayit, serta penghidangan makanan oleh keluarga mayit merupakan bagian dari niyahah (meratapi mayit).” (H.R Ahmad, Ibnu Majah dan lainnya)
Al Imam An Nawawi seorang imam besar dari madzhab Asy Syafi’i setelah menyebutkan perkataan Asy Syafi’i diatas didalam kitabnya Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab 5/279 berkata: “Ini adalah lafadz baliau dalam kitab Al Um, dan inilah yang diikuti oleh murid-murid beliau. Adapun pengarang kitab Al Muhadzdzab (Asy Syirazi) dan lainnya berargumentasi dengan argumen lain yaitu bahwa perbuatan tersebut merupakan perkara yang diada-adakan dalam agama,
lebih jelas kunjungi
http://assalafi.wordpress.com/2007/08/18/tahlilan-dalam-timbangan-islam/
–> Hadiah pahala adalah sampai. Telah tertulis di blog ini juga. Dalilnya kuat. Sedangkan fatwa anda adalah fatwa gunting tambal yang hanya menuruti hawa nafsu (paham) si penulis saja.
Hal ini telah dibahas berkali-kali di berbagai forum. Memang benar kata imam ibn Katsir, benar kata imam Nawawi (dalam potongan itu), namun fatwa beliau para imam itu sengaja dipotong-potong. Gunting tambal. Kami males menanggapinya.
wang zhong berkata
maaf sebelumnya–di kitab i’anatul tholibin kan juga jelas soal kumpul dan hidangan makanan dari keluarga mayit, bahwa itu makruh, bahkan haram. bisa kita baca di i’anatul tholibin juz 2, halaman 145, yang cetakan toko kitab HIDAYAH itu. di sana malah dianjurkan yang buatin makanan itu tetangga atau kerabat, bukan yang lagi ketimpah musibah. kalau soal pahala nyampe, imam qurthubi bilang emang nyampe, bisa kita baca di kitab at-tadzkiroh.
wang zhong berkata
btw, maksud gunting tambal apaan tuh?
–> Ucapan dinukil-nukil hanya yang sesuai dengan pendapatnya saja. Bukan fatwa/ucapan utuh.
BTW silakan simak di sini dan di sini. Sangat panjang lebar pembahasannya. Sekaligus menjawab yang di atas. Wallahu a’lam.