Dalil-dalil Majelis Tahlil/Tahlilan

Sebuah panduan untuk majelis tahlil (tahlilan). Di toko-toko banyak ditemukan, namun ini ku salin dari buku tahlil yang disusun dalam rangka memperingati kakenda/nenenda, orant tua, dan leluhur kami. Semoga beliau diampuni dosa-dosanya, diterima amal kebajikannya, dan mendapat rahmat ridlo dari Allah swt. Demikian pula leluhur kami yg lain dan pembaca semuanya. Amien.

Kali ini kami mencoba mengumpulkan dalil-dalil yang berkenaan dalam kalimat-kalimat dzikir pada majelis tahlil. Semoga bermanfaat.

Dari Abu Dzar ra, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para sahabat berkata kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershodaqoh dengan kelebihan harta mereka”. Maka Nabi saw bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershodaqaoh? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shodaqoh, tiap-tiap tahmid adalah shodaqoh, tiap-tiap tahlil adalah shodaqoh, menyuruh kepada kebaikan adalah shodaqoh, mencegah kemungkaran adalah shodaqoh dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shodaqoh “. Mereka bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim no. 2376)

Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.” [Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih]

1. ilahadarati fatehah

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

(Dihadiahkan) kepada baginda Nabi Muhammad saw, keluarganya, istri-istrinya, putra-putrinya, dan kepada semua keturunannya, Al-Fatihah:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.

2. ilahadarati2 fatehah

Kemudian (dihadiahkan) kepada yang terhormat para handai taulannya, dari para Nabi dan utusan, para wali, para syuhada’, orang-orang salih, para sahabat dan tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan kepada para malaikat yang selalu taqarub mendekatkan diri kepada Allah, dan khususnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Ajailaniy, Al-Fatihah:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.

3. ilahadarati3 fatehah

Kemudian (dihadiahkan) kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, kepada kaum mukminin laki-laki dan perempuan, dari ujung timur sampai ujung barat dunia, baik yang di darat maupun di laut, khususnya kepada bapak-bapak kami dan para ibu kami, para nenek leluhur kami yang laki-laki dan perempuan, para guru kami dan para guru besar mereka, kepada para guru kami dan para gurunya guru kami, dan kepada orang-orang yang menyebabkan kami semua berkumpul di majelis ini, Al-Fatihah:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.

Pendapat para ulama salafiyah tentang sampainya hadiah pahala telah kami catat di sini.

4. ikhlas

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. 3x

Rasulullah saw bersabda, “Apakah salah satu dari kalian tidak mampu membaca sepertiga al Qur’an setiap malam?” Para sahabat pun bertanya,”Siapakah di antara kita yang mampu melakukannya, yaa Rasulullah?” Beliau menjawab,”Allah Al Wahid Ash-Shamad (Surah Al Ikhlas) adalah sepertiga Al Qur’an”. [Bukhari Muslim]

Barangsiapa membaca Qulhuwallahu Ahad (Surah Al Ikhlas) tiga kali, maka ia seolah-olah sudah membaca (seluruh) Al Qur’an. [Ahmad, An Nasai, Adh Dhiya’ Al Maqdisi. Al Haitsami menjelaskan, para perawi dalam sanad hadits tergolong shahih]

Dari Muaz bin Anas ra., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Siapa yang membaca Qul Huwallahu Ahad sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangun rumah baginya di surga.” (Ahmad)

5.

lailahailallahuallahuakbar

Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.

falaq

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia jalankan kedengkiannya”.

6. lailahailallahuallahuakbar

Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.

annas

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb manusia”. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia

Dari Uqbah bin Amir ra, ia berkata: “Suatu ketika aku menggiring unta Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan. Lalu beliau saw berkata kepadaku: ” Wahai Uqbah, maukah engkau aku ajarkan dua surah yang paling baik untuk dibaca”. Beliau kemudian mengajarkan kepadaku Qul q’uudzubirabbil falaq (surah al Falaq) dan Qul a’uudzubirabbinnaas (surah an Naas).” [Abu Daud dan Nasa’i]

Dari Uqbah ra, dia berkata: “Tidakkah engkau perhatikan ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini, yang belum pernah terlihat dapat menyamainya? Yaitu Qul q’uudzubirabbil falaq (surah al Falaq) dan Qul a’uudzubirabbinnaas (surah an Naas).” [Muslim]

Rasulullah saw meminta perlindungan dari jin dan sihir mata manusia sampai ketika surah Al Falaq dan An-Naas diturunkan, beliau kemudian mengambil kedua surah tersebut dan meninggalkan yang lain. [Tirmidzi dan Nasa’i]

Ahmad bin Mani’ dalam Musnadnya, “Siapa yang membaca mu’awwidzat” ( Al Ikhlas, Al Falaq, dan An-Naas), maka dia seolah-olah telah membaca semua yang diturunkan kepada Muhammad saw.”

Dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW. apabila akan berangkat tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian meniupkannya seraya membaca surah Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas. Kemudian beliau mengusapkannya ke seluruh tubuhnya, sebatas yang bisa dicapai. Dimulai dari kepala, lalu wajah, kemudian bagian depan dari badan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Yusuf : Kami diberitahu oleh Malik dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari ´Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW. bila merasa sakit beliau membaca sendiri Al Mu´awwizaat ´ (Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas) kemudian meniupkannya. Apabila rasa sakitnya bertambah saya yang membacanya kemudian saya usapkan ke tangannya mengharap keberkatan darinya.” (Bukhari)

7. lailahailallahuallahuakbar

Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.

fatehah

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.

Dari Abi Said Rafi´´ bin Al Mu´alla ra. ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda kepadaku, ´Maukah saya ajarkan kepadamu surah yang paling agung dalam Al Qur´an, sebelum kamu keluar dari mesjid? ´Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika kami hendak keluar, saya bertanya : ´Ya Rasulullah! Engkau berkata bahwa engkau akan mengajarkan surah yang paling agung dalam Al Qur ´an kepadaku´

Beliau menjawab : ´Alhamdu lillahi rabbil ´alamiin (Al Faatihah), adalah tujuh ayat yang dibaca pada setiap salat dan Al Qur´an yang agung yang diberikan kepadaku´. (Bukhari)

“.. Dan aku telah diberi Faatihatul Kitab dari bawah Arsy.”[Hakim]

Ketika Jibril sedang duduk di sisi Nabi saw, tiba-tiba ia mendengar suara dari atas tubuhnya. Maka ia pun mendongakkan kepalanya lalu berkata, “Ini adalah seorang malaikat yang turun ke bumi, yang sama sekali belum pernah turun,” Kemudian malaikat tersebut mengucap salam lalu berkata, “Bergembiralah  dengan datangnya dua cahaya yang diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan seorang nabipun sebelummu, yaitu Fatihah Al Kitab dan akhir surah Al Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf pun darinya melainkan akan diberikan pahalanya kepadamu.” [Muslim]

8. baqarah1-5

Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib , yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu , serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung .(QS. Al-Baqarah:1-5)

Dari lbnu Mas’ud ra., ia berkata: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surat al Baqarah pada permulaan siang, ia tidak didekati setan sampai sore; barangiapa membacanya pada waktu sore setan tidak akan mendekatinya sampai waktu pagi, dan dia tidak akan melihat hal-hal yang tidak disenanginya dalam keluarganya dan hartanya.” (Ad-Darimi dan al-Baihaqi )

Dari Ibnu Mas’ud ra., bahwa sesungguhnya Nabi saw, berkata: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat, delapan dari awal al-Baqarah dan ayat Kursi, dan dua ayat sesudahnya, serta penutup al-Baqarah, tidak akan masuk ke rumahnya setan sampai waktu pagi”. (Thabrani, Hakim )

9. wailahukum

Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah:163)

10. ayatkursi

Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.(QS. Al-Baqarah:255)

Tidaklah ayat Kursi itu dibacakan pada harta atau anak melainkan syetan tidak akan mendekatinya.[Ibnu Hibban]

Surah al Baqarah di dalamnya ada ayat yang merupakan penghulu ayat-ayat al Qur’an. Tidaklah ia dibacakan di sebuah rumah kecuali yang dihuni syetan kecuali syetan itu akan keluar dari rumah tersebut: Ayat Kursi. [Hakim]

Dari Ubai ibn Ka’ab ra, Rasulullah saw bersabda:”Wahai Abul Mundzir (pangilan Ubai ibn Ka’ab), tahukah engkau ayat mana yang paling agung dari kitabullah?”. Aku menjawab,”Allahu laa ilaaha illah huwal hayyul qayyum (yakni ayat Kursi).” Lalu baginda Nabi saw menepuk dadaku seraya berucap,”Semoga Allah membahagiakanmu, wahai Abul Mundzir.” [Muslim]

Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam di tangan-Nya, sesungguhnya ayat Kursi ini memiliki satu lidah dan dua bibir yang bertasbih mensucikan Al Malik di kaki Arsy. [Muslim, Ahmad, Abu Daud, Ibn Abu Syaibah]

11. baqarah284-286

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 0 Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’at”. (Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. 0  Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS.  Al-Baqarah:284-286)

Rasulullah, bersabda, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah di malam hari, maka ia (dua ayat itu) telah cukup melindunginya.” [Bukhari Muslim]

Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Ketika Jibril a.s. sedang duduk di sisi Rasulullah SAW., beliau mendengar suara dari atas, lalu beliau mendongakkan kepala dan bersabda, ´Ini adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini, dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini´ Lalu seorang malaikat turun dari pintu tersebut. Kemudian beliau bersabda, ´Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan dia tidak pernah turun kecuali hari ini´. Lalu dia (malaikat) memberi salam seraya berkata, ´Aku membawa berita gembira dengan dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak pernah diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu : Surah Al Faatihah dan beberapa ayat terakhir Surah Al Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu mendapat karunia ´”. (Muslim)

12. irhamnayaa

Kasihanilah kami wahai Tuhan yang Maha Mengasihani. 7x

Rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”. (QS.  Huud:73)

13. inamayuridu

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.  (QS.  Al-Ahzab:33)

14. innallahawamalaikatu

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya dengan sebaik-baiknya.  (QS.  Al-Ahzab:56)

15. allahumasholiafdlala01

Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menjadi sinar petunjuk, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.

16. allahumasholiafdlala02

Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menyinari waktu pagi, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.

17. allahumasholiafdlala03

Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menjadi sinar di kegelapan, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya dengan sebaik-baiknya.  (QS.  Al-Ahzab:56)

Abdullah bin Amru bin Al Ash ra telah mendengar Rasulullah saw bersabda:” Barangsiapa membaca shalawat satu kali untukku, Allah akan menurunkan rahmat kepadanya sepuluh kali. [Muslim]

Ibn Mas’ud ra berkata: Rasulullah saw bersabda:” Orang yang terdekat kepada aku pada hari qiyamat ialah yang terbanyak membaca shalawat kepadaku. [Thirmidzi]

18. hasbunallah

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (QS. Ali Imran:173)

Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al-Anfal:40) 19.

lahaula

Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

“(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. 3:173)

“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni’mal-Mawla Wani’man-Nashîr]“. (QS. 8:40)

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Fa “Ni’mal-Mawla Wani’man-Nashîr“]”. (QS. 22:78)

Dari Musa al Asy’ari ra, ia berkata: bersabda Rasulullah saw: “Hai Abdullah putera Qais. Ingat, akan kutunjukkan kepadamu suatu perbendaharaan surga:. Itulah kalimat: “LAHAULA WALAA QUWWATA ILLAH BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZHIIM”. [Bukhari Muslim]

19.  astaghfirullah

Aku bermohon ampun kepada Allah, Zat Yang Maha Agung. 3x

20.  afdlaludzikri lailahailallah

Ketahuilah bahwa dzikir yang paling utama adalah, Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi ada. Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi disembah. Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi kekal.

Tidak ada Tuhan selain Allah. 100x (atau terserah bilangannya) Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah Rasul (utusan) Allah.

Jabir ra berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Seutama-utama dzikir adalah LA ILAHA ILLALLAH”. [Thirmidzy]

Barangsiapa membaca: LAAILAHAILLALLAH seratus kali, maka baginya pahala yang setara dengan pahala memerdekakan sepuluh budak, juga dituliskan baginya seratus pahala kebaikan, lalu dihapus seratus dosa keburukannya, dan ia (kalimat tersebut) akan menjadi pelindung baginya dari syetan sepanjang hari itu hingga sore menjelang. (Kecuali itu) tidak ada yang melakukan sesuatu yang lebih afdhal daripada apa yang ia lakukan kecuali orang yang mengamalkan lebih banyak dari itu. [Bukhari Muslim]

21.  shalawat

Ya Allah berilah rahmat atas Nabi Muhammad. Yaa Allah Tuhan kami, berilah rahmat dan keselamatan atasnya. 3x

22.  subhanallahuwabihamdih

Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung. 3x (atau terserah bilangannya)

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: “Dua kalimat yang ringan di lidah tetapi berat dalam neraca timbangan, sangat digemari Allah swt yaitu:  “SUBHANALLAH WABIHAMDIHI, SUBHANALLAHIL ‘ADZHIIM” (Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung)”. [Bukhari dan Muslim]

23.  shalawat2

Ya Allah berilah rahmat dan salam atas kekasih-Mu Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabat semuanya. 3x

24.

fatehah2

Al-Fatihah:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.

. . doatahlil1 doatahlil2 doatahlil3 doatahlil4 fatehah

Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang memperoleh nikmat sama memuji dan dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-Nya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan kekuasaan Engkau.

Ya Allah, berilah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga beliau. Ya Allah terimalah dan sampaikanlah pahala bacaan kami dari ayat-ayat Al-Qur’an al adzim, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami dan bacaan shalawat kami kepada junjungan Nabi Muhammad saw sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun dan berkah yang cukup kepada yang terhormat kekasih kami, penolong dan buah mata kami, junjungan dan pemimpin kami yaitu Muhammad saw.

Dan kepada yang terhormat semua sahabat dari para Nabi dan Rasul, kepada para wali, syuhada, orang-orang yang salih, para sahabat dan tabiin, kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, dan kepada semua pejuan di jalan Allah, yaa Allah Tuhan seluruh alam. Dan kepada para malaikat muqarrabin, terutama kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy,

Kemudian kepada semua ahli kubur muslim yang laki-laki dan yang perempuan, dari ujung timur hingga ujung barat dunia, dan terutama bagi bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek leluhur kami yang laki-laki dan yang perempuan, dan kami khususkan terutama kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.

Ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, sejahterakanlah mereka, dan maafkanlah mereka semua.

Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang ahli mengucapkan ”LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH” (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah).

Wahai Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, dan jadikanlah kami mengikutinya dan tunjukkanlah kami perkara-perkara yang batil dengan jelas dan jadikanlah kami menjauhinya.

Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.

Maha Suci Tuhan, Tuhan yang bersih dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir.

Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepada para Rasul.

Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.

Al-Fatihah,

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.

. . Semoga manfaat.

“(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. 3:173)”Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni’mal-Mawla Wani’man-Nashîr]”. (QS. 8:40)

“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Fa “Ni’mal-Mawla Wani’man-Nashîr”]”. (QS. 22:78)

About these ads

46 thoughts on “Dalil-dalil Majelis Tahlil/Tahlilan

  1. dalil atau argument yang anda berikan tidak menunjukan sebuah perintah untuk mengadakan acara tahlilan yang orang orang awam kerjakan, lalu dari manakah acara tersebut diada adakan? apakah rosululloh pernah mengerjakan “IBADAH” tersebut?

    –> maaf .. (beberapa) dalil di atas telah menunjukkan keutamaan2 beberapa bacaan dzikir. Rasulullah saw sendiri yang menerangkan keutamaan-keutamaan itu (hadits2 di atas insya Allah shahih). Mestinya kanjeng Nabi saw berdzikir pula dengan bacaan2 dzikir itu. Dari sini, maka dibacalah dzikir-dzikir itu dalam majelis tahlil.

    Jika menurut anda bacaan2 dzikir itu tak boleh dibaca di dalam majelis dzikir (karena tidak ada perintah .. sehingga dikatakan mengada-ada), terus kapan bacaan dzikir di atas boleh diamalkan?

    • admin betul..
      baca dzikir itu disuruh agama & ada tuntunannya, masa iya sih begitu kita membacanya diwaktu dan tempat tertentu malah jadi SALAH..

      baca shalawat itu sunnah, baca tahmid sunnah, baca alQuran dianjurkan, baca tahlil jg sunnah, tapi begitu membacanya di kuburan atau di rumah keluarga mayit, jadi SALAH..
      kalo pola pikirnya kaya gitu ya susah jadinya…

      jangan2 orang2 yang suka melagukan lagu2 salawat di mobil di dalam perjalanan juga salah..
      jangan2 melagukan LA ILAHA ILLALLAH dalam sebuah pesawat juga salah…
      pola pikir yang antik..

  2. Tambahan, diambil dari: http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/2007/07/06/90/

    DALIL SAMPAINYA AMALIYAH BAGI MAYIT

    1. Dalil Alqur’an:

    Artinya:” Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a :” Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudar-saudar kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami” (QS Al Hasyr: 10)

    Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang-orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup.

    2. Dalil Hadits

    a. Dalam hadits banyak disebutkan do’a tentang shalat jenazah, do’a setelah mayyit dikubur dan do’a ziarah kubur.

    Tentang do’a shalat jenazah antara lain, Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya:” Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW – setelah selesai shalat jenazah-bersabda:” Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka” (HR Muslim).

    Tentang do’a setelah mayyit dikuburkan, Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:” Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:” mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya” (HR Abu Dawud)

    Sedangkan tentang do’a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW:

    Artinya:” bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab, “Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu’min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya –insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).

    b. Dalam Hadits tentang sampainya pahala shadaqah kepada mayyit

    Artinya: Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya:” Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya ? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata:” saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya” (HR Bukhari).

    c. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Saum

    Artinya: Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya”(HR Bukhari dan Muslim)

    d. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Haji

    Artinya:Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya:” Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya melakukah haji untuknya ? rasul menjawab: Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya ? bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar (HR Bukhari)

    3. Dalil Ijma’

    a. Para ulama sepakat bahwa do’a dalam shalat jenazah bermanfaat bagi mayyit.

    b. Bebasnya utang mayyit yang ditanggung oleh orang lain sekalipun bukan keluarga. Ini berdasarkan hadits Abu Qotadah dimana ia telah menjamin untuk membayar hutang seorang mayyit sebanyak dua dinar. Ketika ia telah membayarnya nabi SAW bersabda:

    Artinya:” Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya” (HR Ahmad)

    4. Dalil Qiyas

    Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya.

    Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Alqur’an dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa, karena puasa adalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Alqur’an yang berupa perbuatan dan niat.

    Adapun dalil yang menerangkan shadaqah untuk mayit pada hari-hari tertentu seperti hari ke satu, dua sampai dengan ke tujuh bahkan ke-40 yaitu hadits marfu’ mursal dari tiga orang tabi`ien yaitu Thaus, Ubaid bin Umair dan Mujahid yang dapat dijadikan qaid kepada hadits-hadits mutlak (tidak ada qaid hari-hari untuk bershadaqah untuk mayit) di atas:

    a. Riwayat Thaus :

    Bahwa orang-orang mati itu akan dilakukan fitnah di dalam quburan mereka tujuh hari. Maka adalah mereka itu menganjurkanuntuk memberi shadaqah makanan atas nama mereka selama hari-hari itu.

    b. Sebagai tambahan dari riwayat Ubaid bin Umair:

    Dilakukan fitnah qubur terhadap dua golongan orang yaitu orang mukmin dan orang munafiq. Adapun terhadap orang mukmin dilakukan tujuh hari dan terhadap orang munafiq dilakukan 40 hari.

    c. Ada lagi tambahan dalam riwayat Mujahid yaitu

    Ruh-ruh itu berada diatas pekuburan selamatujuh hari, sejak dikuburkan tidak memisahinya.

    Kemudian dalam beberapa hadits lain menyatakan bahwa kedua malaikat Munkar dan Nakir itu mengulangi pertanyaan-pertanyaan tiga kali dalam satu waktu. Lebih jelas dalam soal ini dapat dibaca dalam buku “Thulu’ ats-tsuraiya di izhaari makana khafiya” susunan al Imam Suyuty dalam kitab “ Al-Hawi lil fatawiy” jilid II.

    Wallohu a’lam bi shawwab.

  3. Assalamualaikum wr wb.

    Ini hanya sekedar usul guna memudahkan umat yang belum bisa baca huruf hijaiyah :

    Apakah ada bagusnya kalau ada transliterasi dari bacaan-bacaan berhuruf hijaiyah ?

    Maka lengkaplah menjadi penolong

    Wassalamualaikum wr wb

    • asslkm
      pak maliki..
      maaf sebelumnya.
      usulan anda bagus. teteapi menurut saya : kalau tulisan arab ditranslate ke bhs indonesia akan mempersulit si-pelajar untuk memahami akan huruf arab. dan mungkin dia sulit terbiasa untuk membaca tulisan ber-bahasa arab. maka menurut hemat saya biar tulisan itu asli dengan huruf arabnya. karena didalam aturan bahasa arab ada hukum tajwid yg didalamnya ada mkhroj huruf yg kalaw di-translate ke bhs indonesia tidak akan tercapai kebagusan hukumnya.
      tambahlah perbendaharaan ilmu kita dengan belajar tajwid agar lebih faham mengenal bhs arab.
      mohon maaf sesudahnya. smoga alloh melimpahkan hidayahnya(petunjuknya) kpd kita smua. amin
      wassalam

  4. say no to tahlilan. bnut tahlil ok. no problem. but tahlilan, yasinan, no. why there is no” baaqaeahan, kahfan, an nasan….

    –> Tahlil, yasin adalah kalimat-kalimat Allah. Sedangkan tahlilan, yasinan sepengetahuan saya adalah majelis-majelis dzikir yang mengucap/membaca tahlil dan/atau surah yasin. Kalau saya mendukung majelis-majelis seperti itu.

    Say no untuk keduanya ??? .. Mungkin anda punya makna lain.

  5. madzhab Al Imam Asy Syafi’i tentang hukum bacaan Al Qur’an yang dihadiahkan kepada si mayit, beliau diantara ulama yang menyatakan bahwa pahala bacaan Al Qur’an tidak akan sampai kepada si mayit. Beliau berdalil dengan firman Allah subhanahu wata’ala (artinya):
    “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh (pahala) selain apa yang telah diusahakannya”. (An Najm: 39), (Lihat tafsir Ibnu Katsir 4/329).

    sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam– berkata: “Kami menganggap/ memandang kegiatan berkumpul di rumah keluarga mayit, serta penghidangan makanan oleh keluarga mayit merupakan bagian dari niyahah (meratapi mayit).” (H.R Ahmad, Ibnu Majah dan lainnya)

    Al Imam An Nawawi seorang imam besar dari madzhab Asy Syafi’i setelah menyebutkan perkataan Asy Syafi’i diatas didalam kitabnya Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab 5/279 berkata: “Ini adalah lafadz baliau dalam kitab Al Um, dan inilah yang diikuti oleh murid-murid beliau. Adapun pengarang kitab Al Muhadzdzab (Asy Syirazi) dan lainnya berargumentasi dengan argumen lain yaitu bahwa perbuatan tersebut merupakan perkara yang diada-adakan dalam agama,
    lebih jelas kunjungi

    http://assalafi.wordpress.com/2007/08/18/tahlilan-dalam-timbangan-islam/

    –> Hadiah pahala adalah sampai. Telah tertulis di blog ini juga. Dalilnya kuat. Sedangkan fatwa anda adalah fatwa gunting tambal yang hanya menuruti hawa nafsu (paham) si penulis saja.

    Hal ini telah dibahas berkali-kali di berbagai forum. Memang benar kata imam ibn Katsir, benar kata imam Nawawi (dalam potongan itu), namun fatwa beliau para imam itu sengaja dipotong-potong. Gunting tambal. Kami males menanggapinya.

  6. maaf sebelumnya–di kitab i’anatul tholibin kan juga jelas soal kumpul dan hidangan makanan dari keluarga mayit, bahwa itu makruh, bahkan haram. bisa kita baca di i’anatul tholibin juz 2, halaman 145, yang cetakan toko kitab HIDAYAH itu. di sana malah dianjurkan yang buatin makanan itu tetangga atau kerabat, bukan yang lagi ketimpah musibah. kalau soal pahala nyampe, imam qurthubi bilang emang nyampe, bisa kita baca di kitab at-tadzkiroh.

  7. btw, maksud gunting tambal apaan tuh?

    –> Ucapan dinukil-nukil hanya yang sesuai dengan pendapatnya saja. Bukan fatwa/ucapan utuh.

    BTW silakan simak di sini dan di sini. Sangat panjang lebar pembahasannya. Sekaligus menjawab yang di atas. Wallahu a’lam.

  8. tahlil wajib kita ucapkan setiap saat tapi tahlilan rasanya tidak dicontohkan Nabi yah, mari kita cari sama2 mana dalil/haditsnya

    –> Tahlilan itu yaa majelis membaca dzikir-dzikir seperti di atas. Apakah dalil-dalil dzikir yang dibaca di dalam tahlilan di atas masih kurang mas. Yang mana lagi yang tidak dicontohkan Nabi saw?

    Jika dalil di atas pun tak diterima sebagai landasan berdzikir (tahlilan), apakah anda dapat memberikan contoh praktek dzikir sekarang ini yg persis sesuai Nabi saw.

  9. Yang penting niatnya baik dan tidak menyekutukan Allah SWT saya rasa its no problem. Yang lebih bagus mah mengagungkan Asma ALlah.

    • ya kangan to mas, niat baik itu tidak cukup,kalau niat sudah cukup merampok itu kan niatnya untuk mencari nafkah,agar lebih jelas

      Merujuk kepada dalil-dalil dari Al Quran dan Al Hadits kita bisa menemukan bahwa syarat pokok diterimanya amalan seorang hamba ada dua:

      1. Ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala.
      2. Mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

      http://muslim.or.id/manhaj/agar-amalan-kita-diterima-di-sisi-allah.html

      –> anda ini aneh .. orang bertahlil kok disamakan merampok. Orang-orang yang melakukan tahlilan insya Allah ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala.Dan tahlilan itu mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa anda tak membaca tuntunan baginda Nabi saw di atas. So .. tak ada masalah di sini. Hanya orang jahil yang mempermasalahkannya.

      • yang saya komentari niatnya mas bukan tahllanya,disana saya jelaskan niat itu tidak cukup mas…

        –> Di sini yang saya tulis dalil-dalil majelis tahlil mas.. bukan niat. Maka diskusilah sesuai topik, agar fokus dan tak membingungkan orang.

      • bertahlil kok disamakan merampok ya jls ngaa sama dong?Bid’ah dengan merampok/maksiat

        Imam At-Tsauri rahimahullah berkata: “Bid’ah lebih di cintai oleh iblis dari pada perbuatan maksiat, orang terkadang bertaubat dari maksiat tetapi seseorang sulit bertaubat dari perbuatan bid’ahnya.


        –> Jika orang melakukan dzikir (bertahlil) selaras dengan tuntunan baginda Rasul saw, tuntunan para ulama (lihat dalil-dalil di artikel, jgn asal membantah) .. maka inilah praktek majelis dzikir yang dicintai oleh Allah swt. Sebagaimana banyak perintah berdzikir di dalam al Qur’an.

        Orang yang membid’ah(sesat)kan majelis dzikir (tahlilan) maka ia telah mengharamkan majelis mulia ini, yang berarti ia mengharamkan yg bukan haram (bahkan sunnah, karena berdzikir adalah ibadah sunnah). Itulah bid’ah sesat itu sendiri, mengubah-ubah syariat sekehendak hawa nafsunya sendiri.

        Jika dalil-dalil di atas pun anda membantahnya, apakah anda dapat memberikan contoh praktek dzikir sekarang ini yg persis sesuai Nabi saw (lihat #9 .. belum terjawab).
        maaf kl tak berkenan.

      • setuju sm orgawam. abu fathimah cm bisa membid’ahkan sesuatu. jangan-jangan nanti kita nulis blog ttg agama pun dibid’ahkan abu fathimah

  10. TANYA :
    Bagaimana hukumnya keluarga mayat menyediakan makanan untuk hidangan kepada mereka yang datang berta’ziah pada hari wafatnya atau hari-hari berikutnya, dengan maksud bersedekah untuk mayat tersebut? Apakah keluarga memperoleh pahala sedekah tersebut?

    JAWAB :

    http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/03/08/download-audio-kupas-tuntas-maulid-nabi-tahlilan-ustadz-zainal-abidinlc/

    –> maaf yaa mas/mbak uut .. anda oot. Yang dibahas di sini majelis tahlil, bukan ta’ziah. Kalau melihat dari nada-nadanya .. apakah anda akan mengharamkan pula hidangan rapat RT hanya gara-gara ada tahlilannya.

  11. mas,mas. hari gini masih masalahin tahlil aja sich? buat kubu tukang bi’dah2 in. aku saranin belajar lagi aja dulu tentang al quran dan sunahnya baru commen. orang masalah ijtihadiyah gitu aja kok repot.klo merasa gak perlu dilakuan ya gak usah tahlilan, klo mau tahlilan ya tahlilan yg penting ikhlas dan kmi yakin itu ada dasarnya ….adapun itu masyru’ apa tdak mausia tdak bsa memastikan, cuman berusaha memastikan sekuat pikiran klo itu masru’ ato tdk masyru’. sebab yg tau hanya allah s.w.t satu. dan itu entar di al yaum al hisab. kecuali anda bisa bicara sekarang ini sama shohibul syar’inya or nanya ma syiduna muhammad.s.a.w gimana hukumnya. tpi ini kan mustahil?.

  12. ass. ma’af, mhn dijelaskan :
    1. Pernahkah Nabi melaksanakana tahlilan kematian?
    2. Jika pahala bisa dikirim, berarti dosa juga bisa dikirim?
    trims,
    wass.

    –> www.
    1. Nabi saw bertakziah .. iyaa, Nabi saw berdzikir .. iyaa, Nabi bertahlil .. iyaa, Nabi saw mendoakan saudaranya yg meninggal .. iyaa. Di dalam tahlilan kematian (istilah anda),.. yang manakah yang bukan contoh Nabi saw?
    2. Dosa bisa terkirim .. lihat hadits kiri atas.

  13. saya amat bigung , kalian moslem saya pun moslem .
    masjelis dzikir kalian cela, kalian haramkan , kalian bidáhkan bukan kan masjelis dzikir berisi dzikir , dzikir kepada siapa “tentu nya allah swt” dan nabi mengajarkan kannya.

    luruskan yang perlu kalian lurus kan ( org berdosa, fitnah, maksiat, berzinah, tata beribadah yang salah, mengaku nabi/ tuhan dll ) luluskan itu , kenapa tidak kalian lakukan ??..

    para wali, uluma besar melakukan itu semua,
    kalian itu siapa
    kalian bukan siapa – siapa
    luruskan niat kalian
    beribadah lah kalian dan kami pun beribadah

    apa kalian tidak lelah selalu mencela org berdzikir ,maulid , atau lain nya.

    ter akhir pasti di zaman sekarang ini banyak lah org berbuat bid’ah, apakah bid’ah berdosa.
    tidak semua bid’ah itu berdosa ??

    coba lah lihat diri kalian ” tidakah lain berbuat bid’ah”

  14. Itulah istilah bida’ah yang terlalu digembar-gemborkan oleh kaum Wahabby di Indonesia sehingga perkara-perkara pokok dalam agama tak terhiraukan sedangkan perkara-perkara lain di angkat kepermukaan. dengan dalil-dalil yang tidak lengkap dimuatnya dan hanya membingungkan Umat saja. Orang Tahlilan di cela, orang Selamatan di cela, orang Salawatan kepada Nabi kita di salahkan, sementara anaknya sendiri perempuan memakai pakaian mini tidak digubriskan, tidak shalat juga belum bisa dilarang. Allahu akbar…..Subhanallah.

      • begini mas babah cong, mungkin maksud masrudi itu :
        tahlilan, shalawatan, kita ribut2kan, sementara ada di lingkungan terdekat kita ga beres malah ga ribut2..
        coba perhatikan, ada tetangga kita parti2 narkoba malah diem,
        lingkungan kita rame2 nonton video forno, kita malah diem..

        semua hal yang dilakukan oleh pelaku ziarah kubur, tawassul, tahlilan, maulidan dll kok SALAH semua sih…
        sebagus apapun dalil yang dikemukakan, ga pernah dihargai..
        kok lebih mirip ama “pemaksaan pendapat”..

  15. Mari kita bahas dengan kepala dingin. Sebenarnya acara tahlilan semacam ini telah lama menjadi pro dan kontra di kalangan umat Islam. Sebagai muslim sejati yang selalu mengedepankan kebenaran, semua pro dan kontra harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Sikap seperti inilah yang sepatutnya dimiliki oleh setiap insan muslim yang benar-benar beriman kepada Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Bukankah Allah subhanahu wata’ala telah berfirman (artinya):

    “Maka jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Ar Rasul (As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang demikian itu lebih utama bagi kalian dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa’: 59)
    “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh (pahala) selain apa yang telah diusahakannya”. (An Najm: 39), (Lihat tafsir Ibnu Katsir 4/329).

    yang telah diusahakannya meliputi anak yang soleh, sodakoh jariah, dan ilmu yang bermanfaat
    1. anak yang soleh tentu akan mendoakan orang tuanya dan yang lebih utama adalah mendoakan setelah sholat, kenapa, karena salah satu peluang makbulnya doa adalah setelah sholat. kalau kita ingat fastabiqul khoirot, maka kita berlomba2 dalam kebaikan, dan berdoa setelah sholat adalah lebih utama dan lebih baik
    2. Sodaqoh jariah yang berkembang yaitu umpamanya wakaf masjid. selama masjid tersebut masih digunakan untuk beribadah maka pahalanya akan terus mengalir. sama juga ketika kita menyumbangkan buku atau alquran yang masih selalu digunakan bermanfaat
    3. Ilmu yang bermanfaat bisa dibilang juga seperti sodaqoh jariah. umpamanya kita mengajar ngaji di tpa. nah murid kita mengajarkan ilmunya ke muridnya lagi. maka ilmu tersebut akan terus berkembang dan mengalirlah pahala tersebut.

    dari ketiga hal di atas, dapat kita tarik sebuah argumen. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh (pahala) selain apa yang telah diusahakannya. Anak yang soleh, sodaqoh dan ilmu merupakan usaha kita. jadi semasa kita hidup, mari kita laksanakan ketiga hal tersebut agar pahala yang kita dapatkan berasal dari usaha kita. Kalau kita didoakan orang lain apakah kita mendapatkan pahala? bisa saja. umpamanya kita pernah memberikan bantuan kepada tetangga kita yang rumahnya hancur kejatuhan pohon. lalu bagaimana cara tetangga kita mendoakan kita? simpel saja, allahumaghfirli muslimin wal muslimat ….. dst setiap habis sholat. doa ini lumayan pendek namun doa ini sungguh dahsyat karena kita mendoakan muslim di seluruh dunia.

    camecool berkata : Yang penting niatnya baik dan tidak menyekutukan Allah SWT saya rasa its no problem. Yang lebih bagus mah mengagungkan Asma ALlah.

    menurut
    مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

    “Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)

    jadi belum tentu yang berniat baik akan disambut baik.

    menurut hemat saya, tahlil dan yasin merupakan isi al Qur’an. hendaknya kita membacanya selalu semua isi al QUR’AN
    Saya kira uut dan kawan-kawan juga tidak mengharamkan tahlil dan yasin. lebih baiknya apabila tahlil dan yasin itu dibaca tiap hari dengan mengharapkan ridho Allah.

    kalaupun kirim doa melalui tahlillan itu ada tuntunannya ya silahkan dilakukan dan jangan dicela karena pada saat tahlilan itu juga menyebut nama Allah. Namun insya Allah berdoa di waktu yang mustajab lebih utama dibandingkan dengan kirim doa di 7, 40, 100hari, dst

    saya belajar baca alQuran mulai tk. dan maaf saya belum ernah nyantri kecuali di tpq dekat rumah. yang ipelajari adalah tajwid dan cara baca Al Quran, itupun cuma sekitar 2 tahun karena kekurangan guru ngaji maka saya yang mustinya masih sebagai santri (kelas 6) sudah menjadi ustad. Maka kalau ada yang salah berasal dari saya dan kalau ada benarnya berasal dari Allah. satu lagi, mari kita pelajari agama islam dari Al Quran dan hadist. Saat ustad bilang A kita cek kebenarannya di Al Quran dan hadist. Saat Pak kiai bilang z, sama juga kita cek relevansinya di Quran dan hadist, saat teman orang tua, tetangga ataupun siapapun biang islam harus gini gak boleh gitu, kita kembali ke Al Qur’an dan Hadist.
    “Maka jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Ar Rasul (As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang demikian itu lebih utama bagi kalian dan lebih baik akibatnya.” (An Nisaa’: 59)

  16. mhn dijwb :
    1. apakah ketika siti khadijah meninggal dunia, Nabi mengadakan Tahlilan 3, 7, 40 hari ?
    2. mengapa kita bersemangat dlm ibadah yg diperdebatkan tetapi yg dalilnya tdk diperdebatkan malah ditinggalkan ? Contoh : qobliyah jum’at diperdebatkan kita lakukan tetapi ba’diyah jum’at yg tidk ada perdebatkan kita tinggalkan. Coba perhatikan jama’ah jum’at, berapa byk yg qobliyah dan juga ba’diyah ? biasanya yg sdh qobliyah tidak lg ba’diyah.
    3. apakah jika kita HANYA melakukan ibadah yg benar2 dicontohkan/dipraktekkan Nabi saja, tanpa melakukan yg tidak dicontohkan, kita ragu akan selamat dan masuk syurga ? Bukankah ada hadits : Tidak ada sesuatupun yg akan mendekatkan kalian ke syurga dan menjauhkan kalian dari neraka kecuali semuanya sudah aku ajarkan/sampaikan. Lalu, utk apakah tambahan2 ibadah yg TIDAK PERNAH DICONTOHKAN Nabi itu kita lakukan ?

    –> ketika ada hadits bahwa baginda Nabi saw beristighfar 100x sehari, apakah kita justru berdosa mengamalkan istighfar 1000x? Apiakah kita berdosa melakukannya setiap sesudah maghrib? Nabi saw tak mencontohkannya.

    • to Muslim,
      saya coba jawab ya.. tapi sesudah itu gantian saya yg tanya, mohon dijawab juga..

      1. menurut literatur yg telah “ditemukan”, Nabi tidak tahlilan 3,7, 40 hari..
      TAPI Nabi menyuruh membaca lailahailallah sholawat tahlil tahmid istigfar,ada juga hadis tentang keabsahan mengirim pahala untuk orang yg sudah wafat..

      pertanyaan saya : bagian mananya yg salah,mas?
      pertanyaan saya : apakah anda pernah membaca Lailahaillallah, sholawat atau dzikir2 lainnya? kalo pernah,kapan? dimana tempatnya? bacaan itu anda rutinkan atau tidak? nih saya kasih panduan menjawabnya dengan mengisi titik2 dibawah ini :

      “Muslim membaca dzikir …, … kali sehari, pada hari …, pukul … pagi/sore, tempatnya di …”
      contoh : muslim membaca lailahailallah 3 kali sehari, pada hari senin, pukul 5 sore, di rumah..

      2. saya tidak tahu..
      setahu saya, yg memperdebatkan itu lho cuma kelompok salafi/wahabi sejak kelompok ini berdiri saja, sedangkan ratusan tahun sebelum salafy/wahabi ini berdiri tidak diperdebatkan, 4 mazhab hidup berdampingan dengan damai tanpa saling menyalahkan ataupun merasa benar sendiri. sampe2 melakukan tindakan keji memalsu kitab mazhab lain untuk kemudian dihantamkan kepada pengikut mazhab lain itu.

      pertanyaan saya : anda begitu nge-fans sama ba’diah jumat. ngomong2, anda melakukan ba’diah jumat ga?

      3. menurut saya, kita harus ragu.. kalo udah yakin masuk surga ya bisa gawat to?
      masalah DICONTOHKAN NABI ATAU TIDAK itu tidak bisa jadi patokan, mas..
      anda tahu azan? nah, Nabi tidak pernah mencontohkan, tapi lihatlah kelompok anda pun melakukan azan, yang TIDAK PERNAH DICONTOHKAN NABI..

  17. assalamualaikum wr wb buwat semua, maaf sebelumnya, bukankah persatuan itu lebih utama, daripada kita saling mencela, sungguh hampir2 saya sangat membenci dan mencaci maki pengikut wahabi, karena sangat getol dalam mencaci sesama islam,dalam hal urusan bidah, namun saya mencoba untuk lebih bersabar , karena jika caci makian saya kepada kubu wahabi di teruskan oleh generasi penerus saya, maka sama halnya saya dengan memecah belah umat islam ini, BUKANKAH, dengan bersikap toleran kita akan lebih bersatu dan hidup damai, wahai saudara apa yang dilakukan oleh orang NU ada dalilnya namun tidak langsung dicontohkan nabi, dan pendapat wahabi indonesia juga punya sandaran , jadi marilah kita meyakini sikap kita masing2 tanpa mencela satu sama lain, dan bersatulah umat islam. agar tiada lagi umat islam ini seperti buih di lautan.

    –>wangalaikum salam wrwb. Alhamdulillah di sini yang ditampilkan adalah dalil-dalil keutamaan bacaan dzikir (dalam tahlilan), serta diskusi keilmuan. Bukan cacian.

  18. assalamualaikum

    saya setuju mas gufron,,, bersatu yuukzzz

    kalau saya ada tahlilan di kampung ya berangkat,, kalau shalat ied di lapangan,,,
    karena saya berkeyakinan kelak yang ditanya itu adalah, apa agamamu,,, bukan apa agamamu??lalu apa aliranmu??? hehe

    wassalamualaikum

  19. saya mempunyai keyakinan bahwa yang mengatakan bahwa tahlilan itu sunah tidak pernah membaca sejarah keputusan muktamar NU pada tahun 1926 yang mengatakan makruh. kalau udah membaca berarti tidak tahu juga apa itu makruh. kemudian mereka tidak pernah belajar ilmu psikologis. dan yang jelas mereka tidak tahu apa yang diakibatkan dengan adanya tahlilan yang mengakibatkan malasnya orang belajar agama dan mengamalkannya. dan juga aku yakin banyaknya orang Islamyang korupsi juga akibat adanya tahilan. kalau tiodak percaya silahkan investigasi. kalau mau jelas silahkan hubungi ke No 081996583036/085664790455 atau 085377099141.

    • Untuk Saudara Sudar,

      Anda perlu belajar lagi apa makna kata makruh menurut definisi fiqh dan yang dimakruhkan dalam kitab2 ahli sunah adalah berkumpul setelah kematian bukan makruh bertahlilan dan ini sudah saya bahas, kemudian kelompok Anda mundur dari diskusi.

  20. satu hal lagi lagi yang perlu aku tekankan bahwa.
    1. orang yang melakukan bid’ah sepertitahlilan dan lain sebagainya,berarti ia telah melecehkan Nabi muhammad, dengan menganggap bahwa Beliau tidak mengajkatrkan agama Islam ini secara sempurna sehingga perlu disempurnakan lagi. Padahal dalam surat Al-maidah sudah jelas apa yang telah diterima dan diajarkan oleh Nabi Muhammad saw sudah sempurna”
    لْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ ف
    artinya
    dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
    dan juga b

    2. mereka menganggap bahwa kalau hanya berpegang kepada al-Qur’an danAs-Sunah saja maka hidupnya tidak akan selamat,sehingga harus ditambah dengan ritual-ritual yang lain agar hidupnya bisa selamat. hal ini jelas betentangan dengan apa yangtelah disampaikan pada saat nabi melakukan Haji wada’.

    3.atau mungkin pelaku tahlilan tidak memahami apa yang disabdakan oleh Nabi bahwa melakukan suatu perkara tentang agama tanpa ada tuntunannya maka itu adalah perkara yang sesat.

    4.dan juga pelaku tahlilan tidak menyadari bahwa dengan melakukan Tahlilan mereka juga tidak ada bedanya dengan pemeluk kristen yang mngamalkan ajaran para Rasul sesatnya dan tidak mengamalkan apa yang disampaikan oleh Isa As.

    5. atau juga mungkin tidak memahami bahwa orang yang makan harta anak yatim itu haram. sehingga mereka sangat senang makan tempat orangyang meninggal.

    6. Tahlilan adalah salah satu penyebab rusaknya akidah umat Islam.tidak percaya silahkan investigasi.

    –> Dalam sebuah kajian ilmiah dipaparkan banyak manfaat glycine soja, antara lain sbb,

    The Food and Drug Administration (FDA) menemukan manfaat glycine soja dalam menurunkan kadar kolesterol di tahun 1999. FDA menyatakan bahwa 25 gram glycine soja per hari bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

    Penelitian lain baru-baru ini, juga menunjukkan kalau glycine soja berfungsi menurunkan risiko kanker prostat, kanker kolon, kanker payudara serta osteoporosis dan masalah tulang lainnya. Selain itu, glycine soja juga efektif meredakan gejala panas (hot flashes) akibat menopause. Mengonsumsi glycine soja yang berkadar phytoestrogen tinggi, 129 mg, ampuh menurunkan bahkan mencegah resiko terkena kanker payudara.

    Glycine soja memiliki protein yang bisa dibilang setara dengan daging. Satu cangkir kacang glycine soja memenuhi 57,2% kebutuhan protein tubuh per hari dengan kalori kurang dari 300. Kacang glycine soja mengandung kalsium, besi, potassium, fosfor, vitamin B kompleks, protein dan kalsium tinggi.

    Semua orang tak membantahnya. Para pakar mengakuinya.

    Namun tanggapan negatif, kontra, olok-olok dan debat kusir belakangan muncul dari sekelompok orang2 yg itu2 juga, setelah tahu bahwa masyarakat telah mengamalkannya dengan makan … TEMPE.

  21. to mas Wawan
    anda mengatakan bahwa jaman 4 mazhab tidak memperdepatkan masalah tahlilan.

    emangnya Tahlilan itu munculnya kapan?
    emangnya jaman 4 Mazhab.

    —- coba baca sejarah lahirnya budaya tahlilan……..

    emangnya para imam 4 mazhab melakukan tahlilan dan makan-makan tempat ahli musibah.kalau ada tujukkan dong dalilnya.

    —- yang saya baca diatas adalah dalil faidah membaca kalimat toybah bukan tahlilan.

    — Mas wawan—

    coba mas lihat pada saat orang tahilan.

    1. siapa yang memimpin membaca al-Fatihah dan surat opendek lainnya?
    2. sipa yang memimpin Yasin Tahlil dan do’a,apakah alhi musibah terutama anak. atau pak kiyai/mudin atau pemuka agama lainnya.
    3.dalam hadits Nabi do’a siapa yang masih tersambung? doa anak atau doa pak kiyai/mudian atau pemuka agama.

    coba lihat lagi perbedaan antara orang miskin yang meninggal dengan orang kaya yang ,meninggal.manakah penta’jiayah yang lebih banyak yang kaya atau yang miskin?

    renungkan mas wawan !!!!!

    –> majelis tahlil merupakan salah satu majelis dzikir yang sudah muncul sejak zaman Nabi saw.

    “Tidaklah duduk sesuatu kaum, akan suatu majils untuk berzikir kepada Allah, melainkan para malaikat akan menaungi mereka, akan terlimpah rahmat ke atas mereka, dan Allah s.w.t. juga akan memperingati mereka…” (HR Muslim)

    Dalil-dalil lihat artikel.

  22. Sangking tidak paham dantaklidnya penganut Tahlilan, sampai-sampai mereka berperilaku yang sangat patal yaitu
    mu tau……..?

    anak yang baru lahir (bayi) dilahirkan dalm keadaan suci. kalu ia meninggal jelas dijamin masuk sorga.
    — eeee Bpaknya kok menggelar Tahilan……

    apakahini bukan suatu kebodohan?

    padahal kalau anda melihat substansi tahlilan adalah meno’akan orangyang meninggal agar diampuni dosanya. berarti orang yang menahlilkan bayi mati itu dan para jamaahnya menganggapo bahwa bayi yang bari lahir itu berdosa sebagaimana yang telah dipercaya oleh orang kristiani.

    kesimpulannya adalah :

    yang menahlilkan bayi meninggal adalah orang yang berperilaku kafir dan menghina orang tuanya. karena menganggap dia telah melahirkan bayi yang berdosa.

    —- ini jelas —–

    sangat bertentang dengan
    1 hadits rasulullah
    2 fitrah manusia

    melanggar haaaaaaam

    tidak percaya renungkan saja????!!!!!

    –> kesalahan yg dilakukan (sekelompok) orang tak menghapus kemuliaan majelis dzikir ini.

    • Untuk Saudara Sudar,

      Komentar Anda :

      anak yang baru lahir (bayi) dilahirkan dalm keadaan suci. kalu ia meninggal jelas dijamin masuk sorga.
      — eeee Bpaknya kok menggelar Tahilan……

      apakahini bukan suatu kebodohan?

      TANGGAPAN SAYA :

      Untuk menanggapi Anda saya sampaikan riwayat berikut ( dinukil dari kitab Nailul Autar ) :

      وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا صَلَّى عَلَى جِنَازَةٍ قَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا ، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا ، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا ; اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ } رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ ، وَرَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَابْنُ مَاجَهْ ، وَزَادَ ” اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ ” )

      Artinya :

      ” Dari Abu Huraeroh ra berkata : ” Adalah Rosululloh SAW apabila sholat janazah beliau berdoa : Ya Alloh ampunilah orang2 yang hidup di antara kami dan orang2 yang telah meninggal di antara kami, orang2 yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir di antara kami, YANG KECIL DAN YANG BESAR ( umurnya) DI ANTARA KAMI……..dst,
      HR Ahmad, At-thirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah.

      LIHAT HURUF BESAR DI ATAS !!!

      Melihat hadits itu, pertanyaan saya adalah ( sebagai tanggapan terhadap pernyataan Anda ) ; Perbuatan Roslululloh seperti termaktub dalam hadits di atas, apakah menurut Anda juga termasuk perbuatan atau perilaku orang kafir dan menghina orang tuanya ? A`udzubillah min dzalik ya Sudar…….Sudar maka Sadarlah sesuai nama Anda.

      Jadi ternyata yang melanggar hadits adalah Anda, semoga Anda sadar dan bertobat …..

      Maka jelaslah mengadakan tahlilan setelah kematian anak kecil adalah boleh termasuk mendoakan kepadanya sesuai dengan hadits di atas, bukan merupakan suatu kesalahan. Terimakasih.

  23. jika ada yang ingin tahu perbedaan orang yang membaca tahlil dan yang tidak, hanya kel;ak ketika ajal sudah menjemput..
    yang tidak dikirimi tahlil (untuk mendoakan) pasti beda rasanya dengan yang dikirimi tahlil (doa).

    Yang dikirimi tahlil insya Allah akan merasa nyaman di dalam kubur karena dapat kirimin doa (salah satunya melalui tahlil).. dan doa orang mukmin yang berjumlah 40 secara bersama2 insya Allah lebih cepat terkabul daripada berdoa sendiri..

    yang TIDAK dikirimi TAHLIL, saya tidak tahu rasanya seperti apa.. hanya saja jika dipikir, berarti dia tidak kiriman doa…

    Kalau saya meninggal kelak, saya ingin dikirimi tahlil (doa) oleh keturunan saya dan saudara saya.. semoga dengan tahlil (doa) tersebut dapat meringankan beban saya di alam barzah.. AAAMIIIN..

    Nabi bersabda:
    ketika ajal menjemput Semua jenis amalan akan putus kecuali 3 perkara:
    1. Amal Jariyah
    2. Al-Ilmu Yuntafa’u bihi (ilmu yang bermanfaat dengan ilmu tersebut)
    3. Waladun Sholihun yad’u lahu (anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya).

    dari uraian yang nomor 3 sudah jelas tantang hadits Nabi tadi..
    jika anak keturunan kita mau mendoakan kita (salah satunya melalui tahlil)…
    karena doa anak kita akan sampai kepada kita ketika sudah mati..

    tetapi masih saja ada yang menyangkal kalau doa kepada orang yang telah mati, doanya tidak sampai..
    berarti jika mereka mati, pasti akan tersiksa berat karena tak ada yang mau mendoakannya…

    mari kita mendoakan orant tua, guru2, dan saudara kita sesama muslim dengan membca tahlil..
    dan mereka yang sudah mati tau siapa saja yang telah mendoakannya.

  24. Ngomong-ngomong dengan syaria’at yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah (bid’ah) tidakkah kalian mengetahui saat kalian membaca Al Qur’an kalian juga melakukan bid’ah. Karena Pembukuan Al Qur’an tidak dicontohkan oleh Rasulullah. Yang ada yaitu ayat-ayat Al Qur’an dihafal oleh sahabat……….SIMPLE KAN….Mau bilang bahwa semua bid’ah itu dholalah….

  25. ente semua sadar brow pusing ana lihat kelakuan ente semua yang akhirnya orang luar islam tepuuuuuk tangan horeeeeeee, takhlil itu ajaran dari wali songo, wali saudaraku…. ingat wali !!!!!!!!! ente hamba pendosa apalah hamba pendosa kalau dibandingkan dengan wali alloh…..mereka tidak mungkn sembarangan , jangan asal asalan ente ngomong yeeeeee ngaji 12.atau 20 udah sombong merasa paling wwwwwwwwaaaaaaaaaaaaaaah berani merasa lebih dari wali,menylahkan wali, budah in wali ,kalo ente ada di depan saya ku lakban biar gak banyak omong tawadooooooooooo kawan,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s