IZZUDDIN IBN ABDISSALAAM (w. 660H)

Beliau adalah salah satu ulama dalam di dalam madzab Syafi’i. Jika anda mengkaji bahwa bid’ah terbagi menjadi lima bagian, sebagaimana hukum islam, yaitu: wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram, maka beliau adalah salah satu ulama yang mengemukakan pendapat seperti itu. Berikut adalah sekilas tentangnya.

 

 

IZZUDDIN IBN ABDISSALAAM (w. 660H)

 

Izzuddin Abdul ‘azizi ibn Abdissalaam ibn Abil Qasim. Kadang-kadang nama ini dipendekkan saja dengan ‘Izz Abdissalam

 

Beliau dilahirkan di Dmaskus pada tahun 577 H.

 

Sedari umum muda sudah mempelajari ilmu fiqh kepada Syaikh Ibnu ‘Asakir, Syaikh Syafiudin al Amidi, sehingga sampai menjadi ularna hesar dengan gelar julukan “Sulthan Ulama”.

 

Banyak orang berpendapat bahwa derajat beliau sudah sampai ke derajat Imam Mujtahid, tetapi ‘Izz mengatakan belum bisa memikul pangkat itu karena sangat beratnya.

 

Sampai tahun 692 H beliau tinggal di Damaskus menjadi guru,muballig, berfatwa, dan kadang-kadang menjadi Qadli, di samnping mengarang kitab-kitab dari berbagai ilmu pengetahuan.

 

Banyak kitab-kitab karangan beliau dalam ilmu fiqh, tafsir hadits, tauhid, tasawuf, sampai berjumlah 30 buah kitab, di antaranya :

 

1. Qawa’idul Ahkarn fi Mashalihil Anaam. Dinamakan juga dengan Al Qawa’idul Kubraa – (ushul fiqih).

2. Majazul Qur’an. (Menerangkan ayat-ayat Qur’an yang Majazi).

3. Falawi al Mashriyah.

4. Al Fawaid fi Musykilil Qur’an. (menerangkan soal=soal yang musykil dalam al Qur’an)

5. Al Imam fi Adilltil Ahkam (Dalil-dalil Hukurn).6. Tafsir Qur’an lengkap.

 

Kitab al Fawaid yang tersebut pada no. 4 ada pada khutub khanah kami (perpustakaan KH. Siradjudin Abbas), cetakan An Nasyiriyah., Kuwait 1967M atau 1378 H.

.

Sumber: Ulama Syafi’i dan Kitab-Kitabnya dari Abad ke Abad.

 

4 thoughts on “IZZUDDIN IBN ABDISSALAAM (w. 660H)

  1. assalamualaikum…. pak ustadz saya mau nanya, ada ga bab yang ngebahas bab cerai?
    saya mau tanya, klo seorang suami mengucap talak (cerai) dengan sadar entah dalam keadaan marah ato tidak itu berrti sudah cerai kah? soalnya ada seorang ustadz yg bilang tidak seperti itu, kalo seperti itu kasihan pihak wanita, swami bisa seenaknya saja mentalak istri, saya bingung, mohon penjelasannya… terima kasih

    –> insya Allah akan saya carikan bukunya.

  2. Pingback: Sejarah(Manaqib) Para Ulama’ « zidatulhidayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s