Antara Tahlilan dan Natalan

Bagi bangsa Eropa/ Amerika termasuk Australia, Natal (25 Desember) selain sebagai ibadah hari raya, juga masuk dalam ranah/ dimensi tradisi. Sebagai ibadah hari raya kristen, berbagai misa upacara ibadah dilaksanakan di gereja-gereja.

Dan Natal saat ini telah menjadi tradisi Eropa, demikian (salah satu) lecturer saya mengatakan. You should come to the dinner or other else invitation on Christmas. Sebagai tradisi, berbagai kegiatan dilakukan. Mulai dari yang sekedar dinner, musik, kumpul-kumpul biasa, bakti sosial, dll.  Demikian beliau menerangkan.

Kentalnya tradisi ini ditunjukkan dengan adanya banyak kegiatan. Dan sebagai tradisi, ternyata ada sejumlah muslim di sana yang turut partisipasi. Lihat kegiatan yg dilakukan saudara kita di bawah ini.

.

Muslim Australia Bantu Tuna Wisma Jelang Natal

Minggu, 21 Desember 2008 pukul 12:55:00

BRISBANE–Muslim Aid Australia (MAA) meminta partisipasi komunitas Muslim di negara itu dalam kegiatan penyediaan makanan bagi para tuna wisma menjelang perayaan Natal 2008.

Organisasi yang berkantor di Suite 13-16/168 Haldon Street, Lakemba, New South Wales, itu menyebut program tersebut sebagai bagian dari perwujudan semangat persaudaraan dalam kemanusiaan, demikian penjelasan MAA dalam “Crescents Community News” yang diterima ANTARA di Brisbane, Ahad.

MAA mengimbau masyarakat Muslim agar menyalurkan sedekahnya untuk ikut menyukseskan program “Just Enough Faith” memberi makan para tuna wisma di Sydney menjelang perayaan Natal 2008.

Di seluruh Australia, terdapat sekitar 105 ribu orang tunawisma. Program penyediaan makan bagi para tunawisma itu sebelumnya juga dilaksanakan pada Bulan Ramadan lalu.

Jumlah Muslim di Australia diperkirakan sebesar 340 ribu orang dari 21 juta jiwa penduduk negara itu. Mereka berasal dari beragam bangsa. ant/fif

Sumber: http://republika.co.id/berita/21789.html

.

Sebagai tradisi, kegiatan ini tentulah bukan bid’ah sesat walau tak ada tuntunan Nabi melakukan bak-sos menjelang Natal. Natal sebagai tradisi adalah wadah, sedangkan bakti sosial adalah isi (ibadah), yg mana umat islam beribadah dengan menyantuni kaum fakir miskin.

Pembaca saya ajak untuk menganalogikan dengan  acara tahlilan di 3/7/40 hari peringatan kematian. Peringatan 3/7/40 dst adalah wadah (tradisi jawa), sedangkan berdzikir (tahlil) adalah isinya. Bakti sosial (menyantuni fakir miskin) dan berdzikir tahlil ke dua-duanya adalah ibadah ghairu mahdah, yg boleh dilakukan kapan saja dan di mana saja, selama tak melanggar syariat.

Bahkan di Kanada, saya pernah baca (lupa di mana .. telah lama sekali), ada ustadz biasa mengadakan acara pengajian tepat di malam Natal di setiap tahunnya. Mencegah umat islam (native) di sana yang masih lemah imannya untuk keluar berhura-hura atau ikut kebaktian misa.

Wallahu a’lam.

5 thoughts on “Antara Tahlilan dan Natalan

  1. Assalamu’alaikum
    “anniyatu fil qolbi” , yang penting niatnya baik. Allah maha tahu dengan apa yang kita lakukan.
    Sekarang ini terjadi wabah Bid’ah Sindrom, yaitu rasa ketakutan bid’ah yang luar biasa, sampai-sampai solat di atas keramik/ubin aja dibilang bid’ah.
    wassalam

  2. assalamu’alaikum
    ah…yang bener mas cah angon… emang ada kejadiannya? kali aja dianya cuman mau sholat diatas keramik/ubin dan nggak mau ditempat lain.

  3. bener kata mas cah angon tentng syndrome itu ….takutnya banyak yang belajar pada buku …yang halamannya pada robek ato ilang….jaadi langsung ngomong bid ah deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s