Belum Bayar SPP, Murid TK Diusir

Teringat kisah hadits berikut (lupa riwayat siapa,.. namun simak esensi-nya);

Dikisahkan seorang ibu merenggut bayinya dari gendongan Nabi karena si bayi mengompol. Maka bersabda baginda Nabi saw, ”Sesungguhnya pakaian keruh ini bisa dicuci. Namun jiwa anak ini menjadi keruh karena perlakuan kasarmu yang tak kan pernah hilang bekasnya.”

Melihat berita berikut alangkah trenyuhnya .. si anak TK dibentak-bentak gurunya, diusir, karena orang tuanya belum membayar uang yg macam-macam. Jiwa anak itu rapuh .. terluka ..  yang mungkin tak kan sembuh seumur hidupnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw di atas.

Pembentak itu tak patut menjadi guru. Ia hanyalah akan merusak jiwa anak-anak yg menjadi didikannya.

Belum Bayar SPP & Uang Les, Murid TK Diusir Guru
Rabu, 15 Oktober 2008 – 20:08 wib

BLITAR – Tindakan kurang terpuji dari kalangan pendidik kepada muridnya kembali terjadi. Hanya karena terlambat membayar SPP dan uang les, seorang murid Taman Kanak-Kanak (TK) A Pelita Bangsa (Denver) Kota Blitar mendapat perlakuan kasar dari gurunya.

Kejadian ini dialami March Vino Satria Sinar Sakti (4,5) tahun pada Selasa 14 Oktober kemarin. Berawal dari tunggakan pembayaran SPP, biaya les komputer, dan belajar membaca, menulis, dan berhitung sebesar Rp170 ribu yang belum dibayar orangtua Vino.

Vino yang dipaksa masuk kelas oleh ayahnya, Djarot Widyo Seno, pagi itu, secara tiba-tiba harus ke luar dari kelas dan menangis tersedu.

“Saya kebetulan mengantar Vino. Saya sempat mendengar suara gurunya, Siswanto, membentak anak saya tiga kali. Saya juga melihat sendiri, guru itu mengusir anak saya ke luar kelas,” kata Djarot.

Menurut pengakuan Vino kepada Djarot, saat masuk kelas, dia diintimidasi Siswanto dan diusir. Bocah ingusan ini pun menangis karena malu. Selain itu, Vino mengalami trauma masuk sekolah tersebut karena Siswanto membentaknya di depan teman-temannya.

Melihat perlakuan Siswanto, Djarot kemudian menghadap bagian Tata Usaha sekolah itu. Warga Perum Kalimas, Kelurahan Pakunden, Kota Blitar ini pun langsung memindahkan anaknya ke sekolah TK lain.

Padahal, menurut Djarot, tunggakan pembayaran SPP dan uang les anaknya telah lunas ia bayarkan pada pagi hari sebelum peristiwa itu terjadi.

“Tapi saya pikir tak pantas seorang pendidik seperti itu, karena kekurangan membayar sampai memperlakukan kasar anak-anak. saya juga sudah cek ke bagian Tata Usaha, tunggakan anak saya sudah lunas,” kata Djarot dengan nada tinggi.

Djarot mengatakan, penunggakan uang SPP dan uang les Vino dilakukan karena kendala teknis.

“Karena September, lebih banyak liburnya,” tandas dia.

Ditemui secara terpisah, Kepala Sekolah TK Pelita Bangsa, Rianing Mujiastutik mengakui, dalam peristiwa itu pihak sekolah berada di pihak yang salah. Karena itu dirinya mengaku sudah menegur Siswanto di mana sebagai guru seharusnya tidak bersikap demikian.

“Kami mengakui ini suatu kesalahan dalam mendidik anak-anak. Namun kami siap untuk memperbaikinya,” ujar Rianing.

Rianing melanjutkan, secara institusi pihaknya sudah menemui orangtua Vino untuk meminta maaf, termasuk membujuk agar tidak pindah ke sekolah lain.

“Kami juga menawarkan Vino  pindah ke kelas lain, agar tidak dididik lagi pak Siswanto. Guru ini memang agak keras dalam mendidik anak. Namun tampaknya bujukan kami belum mendapat tanggapan,” kata dia. (Solichan Arif/Sindo/enp)

.

Sumber: http://news.okezone.com/

2 thoughts on “Belum Bayar SPP, Murid TK Diusir

  1. Assalamu’alaikum wr wb
    salam kenal….
    Guru atau tenaga pendidik memang seharusnya jadi panutan anak didiknya. tapi tak dipungkiri, tdk sedikit yang menganggap profesi guru sebagai mata pencaharian (tempat mencari penghasilan), status sosial, dan iming2 duniawi lainnya. sehingga predikat guru yang seharusnya mulia dinodai oleh oknum tertentu yang mencoba melihat ‘sisi lain’ dari profesi guru.

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Salam kenal pula.. terima kasih kunjungannya. Menurut saya, tidak salah seseorang mencari mata pencaharian sebagai guru. Kenyataan di zaman ini memang demikian. Yang penting adalah dia benar-benar sebagai guru, profesional, berkasih sayang, dan mendidik murid2nya. Membentak2 murid adalah tidak mendidik.

  2. waduh.. serem bgt sy bacanya ya..sampai tega bgt itu guru mengusir muridnya apalagi masih tk yg seharusnya diayom dan sama sekali bukan urusan anak itu…tugas anak ya sekolah soal udah bayaran belum ya itukan urusan ORTU.. kebetulan anak saya bersekolah sama di PB(SMP) sudah 2 buln ini belm byr spp..karna urusan pribadi dngan debtcolectorlah…tapi anak saya tidak ditegur TU,guru,ataupun KEPSEK..biasa2 aj,… beda kali ya.. yg saya rasakan ketika anak saya bersekolah di PB sangat berubah menjadi mandiri dan rajin ya… ya bukannya kebanggain PB tapi ini kenyataan..nanti gara2 ulah 1 orang oknum guru disamaratakan lagi…malah guru2 dismp PB itu dengan muridnya akrab dan sering curhat apalgi yg namanya pa lukman baik sekali dari cerita anak saya loh… maaf ya bila ada yg salah dalam kata2…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s