Hadiah Surah al-Ikhlas

Hadiah Surah al-Ikhlas

Ketahuilah wahai diri, bahawa Imam ‘Abdullah al-Haddad menganjurkan agar diamalkan membaca suratul Ikhlash sebanyak sebelas (11) kali dan dihadiahkan pahalanya kepada saudara-saudaramu yang telah mendahuluimu kembali ke rahmatullah.

Ini adalah anjuran daripada seorang ulama dan waliyullah yang menjadi ikutan dan panutan dirimu, maka apa perlu engkau mendengar suara-suara sumbang yang membid’ahsesatkan amalan-amalan seumpama bertahlil dan hadiah pahala ini.

Cukuplah bagimu jika hanya Imam yang mulia ini sahaja yang menganjurkannya, apatah lagi jika bukan hanya beliau seorang sahaja tetapi ribuan bahkan jutaan ulama dan awliya’ yang sependapat dengan beliau. Tetaplah engkau istiqamah dengan amalan yang telah engkau terima daripada para ulama dan leluhurmu terdahulu. Jangan dihiraukan celaan para pencela.

Wahai diri, telah berkata Imam yang mulia al-Imam al-Habib al-Quthub al-Ghauts ‘Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad r.a. dalam karyanya yang bernilai tinggi “Sabilul Iddikar” pada halaman 63, antara lain:-

Dan hadiah al-Quran (yakni hadiah pahala bacaannya) yang sangat memberi manfaat kepada orang mati, kendatipun seluruh al-Quran adalah adalah bermanfaat lagi berkat, adalah bacaan 11 kali surah al-Ikhlash yang agung. Dan hal ini (yakni manfaat amalan tersebut) telah dilihat dalam mimpi-mimpi yang berkat (yakni ru’yatush sholihah / mimpi-mimpi yang benar sebagaimana disabdakan oleh Junjungan bahawa ianya adalah 1/46 daripada nubuwwah).

Maka sewajarnya seseorang itu membaca surah al-Ikhlash menurut bilangan tersebut (yakni 11 kali), sama ada pada setiap malam atau pada setiap hari, atau lebih kerap daripada itu ataupun kurang daripada itu, walaupun hanya setiap malam Jumaat, dan dihadiahkannya pahala yang sedemikian itu kepada dua ibubapanya, para gurunya dan mereka-mereka yang mempunyai hak atasnya.

Wahai diri, amalkanlah anjuran Imam al-Haddad r.a. ini, mudah-mudahan bermanfaat buat ibubapamu, guru-gurumu dan saudara-saudaramu yang telah berpulang dan juga bermanfaat buat dirimu yang bakal menyusuli mereka.

.

Wallahu a’lam.

Sumber : http://bahrusshofa.blogspot.com/

7 thoughts on “Hadiah Surah al-Ikhlas

  1. Assalamu’alaikum
    Santai aja kalau mau berfatwah, tidak usah terlalu beremosi. kata “Jangan dihiraukan celaan para pencela” dapat membawa sifat ujub,karena kita perlu mendengar orang yang lebih sholih, zuhud dan wara. Lihat semua pesan para mazhap.
    Jangan campur adukkan ajaran sufi ke dalam ajaran Ahlus sunnah waljama’ah.
    Rasulullah saw bersabdah”La nabiyyah ba’dah”, berarti tidak ada wahyu yang turun lagi kepada manusia (ingat kasus Alqiyadah) dan tidak hadist lagi karena manusia tidak bisa membikin hadits.
    Mimpi seseorang tidak bisa dijadikan hujjah, karena dia bukan Nabi.
    Di Martapura – Kalsel ada ulama besar(masyarakat mengatakan wali) yang bermimpi memangku isteri-isteri Nabi Muhammad saw,apakah anda juga percaya mimpi beliau??
    Wallahu a’lam

    –> Wa’alaikum salam. Imam al Haddad adalah termasuk ulama muktabar yg diakui, sedikit di antara pemangku sanad hadits di zaman ta’khir ini. Dan juga tidak ada para ulama salafus shaleh yang anti thd tasawuf. Adakah ajaran tasawuf yg tak sejalan dengan ajaran ahlus sunnah waljamaah? Para imam, para salafus saleh pun bertasawuf.

    Ttg mimpi .. setahu saya, ada berbagai macam jenisnya. Ada yg dari syaitan, ada yg dari Allah swt. Ada yg sekedar mimpi-pi .. bunga tidur. Dan para wali pun diganggu wali syaitan pula. Mungkin sang wali (yg anda maksud) telah beristighfar, atau berita itu tak benar. Yang jelas menyebarkan berita spt itu termasuk fitnah atau ghibah.

    Mimpi memang tak dapat dijadikan hujah .. Kita tak berdosa mengingkari-nya. Tetapi mimpi yg benar adalah hikmah atau petunjuk (dari Allah swt). Ketika ada mimpi yg benar, maka berbuat melawannya/ mengingkarinya adalah naif.

    Wallahu a’lam.

  2. As Silfi mengeluarkan hadits ini dari Ali bin Abi Thalib, dengan menambahkan bacaan Al Ikhlas sebanyak 11 kali.

    مَنْ مَرَّ عَلَى اْلمَقَابِرِ وَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ اِحْدَى عَشَرَةَ مَرَّةً ثُمَّ وَهَبَ اَجْرَهُ لِلأَمْـوَاتِ أُعْطِيَ مِنَ اْلأَجْرِ بِعَدَدِ اْلأَمْوَاتِ

    “Barang siapa melewati kuburan dan membaca Al Ikhlas 11 kali lalu memberikan pahalanya untuk orang-orang mati maka diberikan kepadanya pahala sebanyak bilangan orang-orang yang mati”. (lihat At Tadzkiroh fi Ahwalil Mauta; Al Qurtubi: Bab; Qira’atul Qur’an indal Qabri…)

  3. terima kasih atas atas hadistnya, Sangat memotivasi

    Jadi mengingatkan saya jika saya melewati kuburan, saya akan baca Surat al-ikhlas 11x dan diniatkan pahalanya untuk orang-orang mati.

  4. Yalahweitee..,( ini ucapan orang masri/mesir kalau mendengar ucapan yang senada dengan ulasan Sdr. Anam ) anta/inta (dalam bahasa percakapan ) muskilah (Anda bermasalah ya Anam) atas ucapan Sdr.
    Untuk membahas mimpi coba Saudara baca di kitab Tafsirul ahlaam Karangan dua imam (imaamain),yaitu Imam Ibnu siirin dan Imam Nabilisi yang karangan keduanya dikumpulkan oleh Syeh Ali Abdul `ali Ath-thohthowi ( rois jam`iyah ahli Qur`an wassunah ) di Kohiroh/Kairo, sehingga sdr dapat mendefinisikan mimpi dengan benar. coba Sdr simak beberapa dalil yang saya ambil dari kitab itu (kalau tidak sempat saya terjemahkan tolong sahabat lain menterjemahkannya):
    قال الله (تعالي): ومن آياته منامكم بالليل و النهار وابتغاؤكم من فضله ان في ذلك لآيات لقوم يسمعون. (الروم :23) , وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلعم يقول لم يبق من النبوة الا المبشرات قالو وما المبشرات ؟ قال الرؤيا الصالحة (رواه البخاري) , و عنه ان النبي صلعم قال اذا اقترب الزمان لم تكد رؤيا المؤمن تكذب, ورؤيا المؤمن جزء من ستة واربعين جزءا من النبوة ( متفق علية) وعنه رضي الله عنه قال قال رسول الله صلعم من رآني في المنام فسيراني في اليقظة – او كانما رآني في اليقظة – لا يتمثل الشيطان بي (متفق عليه),وعن ابي سعيد الخدري رضي الله عنه أنه سمع النبي صلعم يقول اذا رأى احدكم رؤيا يحبها فانما هي من الله فليحمد الله عليها وليحدث بها…..(متفق عليه) Tolong dipahami, kemudian kita membahas,nantinya mengenai boleh tidak bersandar/berdalil dengan ru`ya` (mimpi)para sholihin…..Insya Allah nanti saya lanjutkan.

    –> Sebaiknya langsung diterjemahkan, agar kata2 anda langsung dapat dipahami.

  5. Toyyib, toyyib, saya terjemahkan.Allah berfirman, ” Dari sebagian tanda-tanda (kekuasaan Allah) yaitu Tidur kamu pada waktu malam dan siang dan usahamu mencari sebagian karunianya. Sesungguhnya pada itu semua pasti ada tanda-tanda bagi orang yang mendengar.( Arrum : 23)
    Hubungan antara manaamukum (tidurmu) dengan la aayaatil li qaumiy yasma`uun adalah mimpi, mimpi terjadi dalam tidur (malam atau siang). Dalam mimpi itu ada tanda-tanda (la aayaatin) kekuasaan Allah yang berupa penta`wilan mimpi. Hal itu bisa dilakukan hanya bagi orang yang bisa mendengar/ memahami (li qaumiiy yasma`uun) petunjuk Allah tersebut, bisa para Nabi , rosul atau orang yang beriman selain mereka.
    Buktinya…..coba Sdr. lihat hadits ke-1 dan ke-2, Semuanya dari Abu Huraeroh, hadits tersebut artinya,” Saya mendengar Rosullah SAW bersabda , ” Tidak ada sisa dari kenabian kecuali Al-Mubasysyirot. Para shahabat bertanya apa itu mubasysyiroot ya Rosulallah ? Jawab Rosul yaitu Mimpi yang baik.HR. Bukhori.
    Dalam riwayat lain dari Abi Qotadah, nabi bersabda,” Arru`yash Sholihah – riwayat lain- Aru`yal hasanah min Allah.” Mimpi yang baik berasal dari Allah.
    Mimpi yang baik bisa terjadi pada orang mukmin, seperti kata Nabi pad hadits yang ke-2, yaitu, (yang artinya) Mimpinya orang mukmin adalah satu bagian dari 46 bagian pada kenabian.
    Jadi melihat dalil-dalil di atas bisa saya ringkas sebagai berikut ; Mimpi yang baik adalah bagian dari sifat mimpinya para nabi, mimpi yang baik berasal dari Allah karena asalnya berasal dari Allah ,dia (mimpi) itu dapat dijadikan dasar untuk beribadah.Karena berasal dari Allah mustahil mimpi yang baik itu bertolak belakang dengan Al-Qur`an atau hadits.Tinggal pena`wilannya /penafsirannya saja yang benar terhadap mimpi itu (dalam kitab Tafsir Ahlam dijelaskan lengkap bagaimana menafsirkan sebuah mimpi, coba baca saja)
    Kemudian ada yang membantahnya dengan mengatakan dengan kasus Al-Qiadah dan mengenai wali yang memangku istri2 nabi, dapat saya jawab dengan hadits sebagai berikut :
    (yang artinya)- Dari Abi Qotadah Ra berkata, Nabi bersabda,” Mimpi yang baik atau dalam riwayat lain mimpi hasanah berasal dari Allah dan Halam (mimpi yang tidak baik) berasal dari syaithon. Barang siapa bermimpi sesuatu yang tidak disukai maka meludahlah ke sebelah kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah dari Syaethon (membaca Ta`awudz). Maka sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakannya. (Mutafaqun Alaih). Disini mimpi di bagi 2 dan juga dibedakan penyebutannya. Mimpi yang baik disebut Arru`ya dan yang jelek di sebut Al-Khalam.
    Hadits ke-3 di atas terjemahannya,-Rosulallah Saw bersabda,Barangsiapa melihat saya(Rosul) dalam tidur maka akan melihat saya pada saat bangun – atau seperti melihat saya pada saat bangun (tidak tidur)- Tidaklah syaethon dapat menyerupai saya.(Mutafaqun Alaih). Nah kalau seseorang bertemu Rosul lewat mimpi dan beliau memerintahkan Arroo`i (orang yang bermimpi) untuk melakukan suatu ibadah, apakah kita tidak percaya ?. Sahabatku, tentunya untuk mimpi bertemu rosul tidak semua orang dapat melakukannya hanya orang2 tertentu saja yang diberi anugerah Allah SWT.
    Jadi disini melihat hadits di atas (seperti terdapat kitab itu) mimpi dibagi 2: Ashshodiqah dan Al-Adhghots.
    Mimpi Ashshodiqoh yaitu mimpinya para nabi dan dan orang2 sholeh yang mengikutinya. Sedangkan Al-Adhghots yaitu mimpi yang kacau ,tidak bisa di ta`wil yang berasal dari Syetan untuk membuat sedih yang orang bermimpi dan untuk tipu daya manusia.
    Al-Qiyadah, mimpinya dalam kategori mimpi Al-Adhghos, untuk menyesatkan.
    Mengenai wali itu yang memangku istri2 Nabi, mimpinya harus di ta`wil bukan mentah2 ditelan informasi itu, seperti mimpi para sahabat nabi yang dita`wil oleh nabi. Smoga bermanfaat. Amiin.(maaf panjang penjelasannya ) masih panjaaaaaaaang lagi.

    –> Terima kasih keterangannya .. sangat bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s