Jamaah Maulid al-Habsyi Solo

Ada koleksi maulid dari youtube yang sangat menyentuh hati. Dialunkan oleh jamaah Mawlid Habsyi, Solo. Saya letakkan di sini agar tidak lupa (alamatnya) saat ingin menikmati, juga untuk sharing.

Marhaban (Yang ini dari Cinta Rasul, Hadad Alwi)

Yaa nabi salam ngalaika

Assalamu ‘alaika

Allah Allahu

Ya Rasulallah salamun ‘alaik

Yang ini lain lagi. Semangat. Annabi shollu ‘alaik

Selamat menikmati.

Advertisements

8 thoughts on “Jamaah Maulid al-Habsyi Solo

  1. Alhamdulillah ni’mat sekali sholawatan para muhibbirrosul itu…..alhamdulillah dan trimkasih

    –> Terima kasih kembali.

  2. subhanallah..
    sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita Sayyidina Muhammad..
    mari kita perbanyak sholawat. klo kita memang merasa cinta nabi pasti hati kita gak akan bisa berbohong klo solawatan itu memang BUKAN bid`ah yg sesat..

  3. gerakan sholawat al habsyi adlh sebuah gerakan sholawat yg dimotori oleh para habib alias keturunan kanjeng nabi..
    dan gerakan ini ternyata sudah mulai meluas di kalangan masyarakat..
    menurut dari sahabat-sahabat saya yg menjadi aktivis gerakan ini, sholawat ini mudah menyebar karena kesejukan hati bagi yang melantunkannya, menambah kecintaan thd nabi, dan menambah ukhuwah di antara sesama tentunya..

  4. Subhanallah walhamdulillah…

    maju terus saudaraku untuk menyebarkan semangat kecintaan kita pada Rasulullah saw.

  5. bismillah..
    Alhamdulillah wash shalaatu wassalaamu ‘ala Rasuulillaah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man tabi’hum bi ihsaan ilaa yaumiddiin. ammaa ba’du

    seseorang yg benar2 cinta, tentu akan melakukan apapun yg diperintahkan oleh yg dicintai. dan akan meninggalkan yg dilarang oleh yg dicintai. Jika yg dicintai membenci sesuatu, maka si pecinta pun akan membenci sesuatu tersebut pula.

    ada kaedah para ulama dalam mengamalkan agama ini, yaitu Lau kaana khairan La sabaquunaa ilaih (seandainya perbuatan itu baik, maka sungguh kami berlomba-lomba mengerjakannya). atau cb baca bukunya, lihat di http://aliph.wordpress.com/2007/03/12/lau-kaana-khairan/ atau di http://abutaufiq.multiply.com/journal/item/68.
    mencintai itu memang indah…
    tp..lihatlah dulu..apakah yg kita suguhkan adalah sesuai dg yg diinginkan oleh sang tercinta?
    atau bahkan membuatnya terluka?

    saudaraku….
    lihatlah para sahabat Rasulullah…kecintaan mereka thdp Rasulullah pasti melebihi cinta kita saat ni pada Rasulullah.lihatlah ketaatan mereka, lihatlah pengorbanan mereka…
    ketika Rasulullah tiada pun, mereka berjuang utk menjaga apa yg telah disampaikan Kekasih mereka tersebut, tidak menambahi dan tidak mengurangi.
    bahkan dalam menyampaikan perkataan atau perbuatan Rasulullah pun (hadits) mereka sangat hati-hati. semoga Allah meridhai mereka semuanya…
    di antara para shahabat Rasulullah ada yg pandai bersyair, dan orang2 Arab biasanya sangat menyukai syair, tp…lihatlah…apakah kseharian mereka hanya sibuk dengn syair2? tdk!! mereka sibuk dg membaca al-qur’an dan menyampaikan hadits2 Rasulullah. mereka berusaha, berkata dan berbuat sesuai dg yg dituntunkan.
    keadaaan umat islam yg disibukkan dg syair2 skrg ni sngt mnghawatirkan…yakni..ada yg lalai dg kewajiban utamanya, menuntut ilmu syar’i, mmbaca n mndalami al-qur’an. dan bahkan ada yg menganggap mbaca syair2 (skrg disebut habsyi atau burdah) sbgai ibadah yg tdk boleh ditinggalkan.
    kita adalah umat Rasulullah Muhammad ‘alaihi afdhalusshalaati wattasliim, sebagaimana para sahabat pun adalah umat beliau. para sahabat radhiyallahu’anhum paling mengerti apa yg disampaikan Rasulullah, maka hendaklah kita berusaha mengikuti mereka.
    wallahu a’lam..
    washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wattaabi’iin..

    –> Alhamdulillah jika anda mengetahui bahwa para sahabat ra ada yang pandai bersyair. Namun kesimpulan anda penuh tendensius.

    Orang arab dari dulu sampai sekarang ada yang pandai bersyair, orang bukan arab pun demikian. Di antara para sahabat pun demikian .. muslimin mukminin saat ini pun demikian. Tak ada yang salah kan.

    Maka tak ada yang salah pula ketika ada ulama (bahkan muslim biasa) mengarang membuat syair memuji baginda Nabi saw, menceritakan sirah beliau dalam bentuk syair. Dan ada menuangkannya di dalam shalawat kepada beliau saw.

    Yang saya ketahui, dalam maulid ini tak ada yang menyibukkan diri dengan syair-syair sahaja, sampai melalaikan kewajiban menuntut ilmu. Bahkan di majelis2 seperti ini biasanya sumber ilmu diberikan, ilmu syar’i, membaca n mendalami al-qur’an.

    Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s