KAJIAN ILMIAH TENTANG HAROKAH SALAFY

KAJIAN ILMIAH TENTANG HAROKAH SALAFY

oleh: [EMAIL PROTECTED]

Salafi meyakini bahwa hanya ada satu golongan yang selamat dan masuk
syurga, yakni salafi, dari sekian banyak golongan yang ada saat ini (73
golongan). Salafi menggunakan landasan hadits Nabi saw,
“Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya
masuk neraka kecuali satu golongan.” Ditanyakan kepada beliau:
“Siapakah mereka, wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang
yang mengikutiku dan para sahabatku.” [HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu
Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim].

Kemudian diperkuat lagi dengan kaidah yang mereka gunakan bahwa
“Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali”,
kebenaran yang satu ada pada salafi! Keyakinan ini berdasarkan hadits
Nabi Saw,

Rasulullah saw bersabda: “Inilah jalan Allah yang lurus” Lalu beliau
membuat beberapa garis kesebelah kanan dan kiri, kemudian beliau
bersabda: “Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai,
atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak kearahnya”.
Kemudian beliau membaca ayat,

Dan (katakanlah): “Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah
dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (Qs.
al-An’aam [6]: 153) [HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim] ( lihat 1, hal
47-48).

Sehingga salafi meyakini bahwa semua golongan sesat, bid’ah, tidak
selamat dan tidak masuk syurga. Dengan keyakinan ini maka salafi merasa
dirinya paling benar (karakter 1), sedangkan ulama/golongan lain selalu
salah, sesat dan bid’ah. Sehingga golongan sesat dan bid’ah ini layak
untuk dicela (karakter 2), harus diungkapkan semua keburukannya dan
jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya, karena khawatir nanti
diikuti oleh umat Islam (lihat 4, hal 28-29). Sehingga bertaburanlah
dalam pengajian, daurah, seminar, buku-buku dan website-website salafi
pernyataan bahwa hanya salafi-lah yang paling sesuai dengan as-sunnah
dan celaan sesat dan bid’ah kepada ulama/golongan selain salafi.

Berpecah Belah Sesamanya

Tetapi ada satu hal yang aneh dan sangat bertolak belakang dengan
keyakinan diatas, pada saat kita mencoba lebih jauh mengenal salafi
maka akan dijumpai fakta bahwa secara internal salafi berpecah belah
sesamanya. Salafi yang satu meyakini bahwa dirinya paling benar dan
yang lain sesat, sehingga mereka mencela salafi yang lain dan ditahdzir
(diperingatkan) agar segera bertaubat. Sedangkan salafi yang dicela
juga mengatakan hal yang sama, bahwa merekalah yang paling benar dan
yang lain sesat. Hal ini terjadi, kemungkinan besar karena karakter
salafi yang merasa dirinya paling benar (karakter 1), sehingga sesama
mereka sendiri saling berselisih, mau menang sendiri dan mencela satu
sama lain (karakter 2).

Abdurahman Wonosari:

Berkaitan dengan fitnah tahazzub, yang dinukilkan oleh Syaikh Muqbil
bin Hadi, dengannya memecah-belah barisan salafiyyin dimana-mana,
termasuk di Indonesia. Kemudian fitnah yang ditimbulkan oleh Yayasan
Ihya’ ut Turots yang dipimpin oleh Abdurahman Abdul Kholiq serta
Abdullah as Sabt. Abdurahman Abdul Khaliq telah dinasihati secara keras
dan sebagian Ulama’ menyebutnya sebagai mubtadi’. Adapun Jum’iyyah
Ihya’ ut Turots dan Abdurahman Abdul Khaliq telah berhasil menyusupkan
perpecahan sehingga mencerai-beraikan Salafiyyin di Indonesia. Apakah
Jum’iyah Ihya’ ut Turots (disingkat JI) ini memecah-belah dengan
pemikiran, kepandaian,gaya bicara mereka saja? (lihat 6).

Abu Ubaidah Syafrudin:

Bahkan sampai ta’ashub dengan kelompoknya, golongannya, sehingga
menyatakan bahwa salafy yang murni adalah kelompok salafy yang ada di
tempat fulani dan berada di bawah ustadz fulan (lihat 6).
Perpecahan internal ini bisa sangat tajam, sehingga kata-kata yang
diucapkan bisa sangat kasar, sehingga tidak layak diucapkan oleh
seorang hamilud da’wah (pengemban da’wah),

Abdul Mu’thi:

Khususnya yang berkenaan tentang Abu Nida’, Aunur Rafiq, Ahmad Faiz
serta kecoak-kecoak yang ada di bawah mereka. Mereka ternyata tidak
berubah seperti sedia kala, dalam mempertahankan hizbiyyah yang ada
pada mereka (lihat 6).

Muhammad Umar As-Sewed:

Adapun Abdul Hakim Amir Abdat dari satu sisi lebih parah dari mereka,
dan sisi lain sama saja. Bahwasanya dia ini, dari satu sisi lebih parah
karena dia otodidak dan tidak jelas belajarnya, sehingga lebih parah
karena banyak menjawab dengan pikirannya sendiri. Memang dengan hadits
tetapi kemudian hadits diterangkan dengan pikirannya sendiri, sehingga
terlalu berbahaya.
Ini kekurangan ajarannya Abdul Hakim ini disebabkan karena dia
menafsirkan seenak sendiri dan memahami seenaknya sendiri. Tafsirnya
dengan Qultu, saya katakan, saya katakan , begitu. Ya.., di dalam
riwayat ini,ini, dan saya katakan, seakan-akan dia kedudukannya seperti
para ulama, padahal dari mana dia belajarnya.
Ketika ditanyakan tentang Abdul Hakim , “Siapa?”, lalu diterangkan
kemudian sampai pada pantalon (celana tipis yang biasa dipakai untuk
acara resmi ala Barat, red), “Hah huwa Mubanthal (pemakai panthalon,
celana panjang biasa yang memperlihatkan pantatnya dan kemaluannya
itu)” (lihat 2).

Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji:

KITA KATAKAN: apalagi yang kalian tunggu wahai hizbiyyun? Abu Nida’,
Ahmad Faiz dan kelompok kalian At-Turatsiyyin!! Bukankah kalian
menunggu pernyataan dari Kibarul Ulama’? Bahkan ‘kita hadiahkan’ kepada
kalian fatwa dari barisan ulama salafiyyin yang mentahdzir Big Boss
kalian!! Kenapa kalian tidak bara’ dan lari dari At-Turats?! Mengapa
kalian masih tetap menjilat dan mengais-ngais makanan, proyek-proyek
darinya?! (lihat 5).

Walhasil, perpecahan diantara salafi terjadi beberapa kelompok dan
diantara mereka merasa paling dirinya paling benar. Kelompok-kelompok
yang berpecah belah dan saling menganggap sesat itu antara lain:
Kelompok Al-Muntada (sururiyah) yang didirikan oleh Salafi London yakni
Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin, kemudian di Indonesia membentuk
kelompok Al-Sofwah dan Al-Haramain dengan pentolannya Muhammad Kholaf,
Abdul Hakim bin Abdat, Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ainul Harits
(Jakarta) dan Abu Haidar (As-Sunnah Bandung).

Ini juga dari kedustaan dia, membangun masjidnya ahlul bid’ah, Hadza
Al-Sofwah, dan Yazid Jawwas mengatakan “Al-Sofwah itu Salafy”, padahal
tadinya ketika dia masih sama kita dia mengatakan bahwa Al-Sofwa itu
ikhwani, Surury, tapi ketika dia bersama mereka sudah meninggalkan
Salafiyyin, terus omongnya sudah lain.

Sehingga apa yang mereka sebarkan dari prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan
Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Sunnah
Rasulullah, dan bertentangan dengan 180 derajat (lihat 2).
Kemudian kelompok Jami’atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan
Islam) yang didirikan oleh salafi Kuwait Abdurrahman Abdul Khaliq, di
Indonesia membentuk kelompok Ma’had Jamilurahman As-Salafy dan Islamic
Center Bin Baaz (Jogya) dengan pentolannya Abu Nida’ Aunur Rafiq
Ghufron (Ma’had Al-Furqan Gresik), Ahmad Faiz (Ma’had Imam Bukhari
Solo), dan lain-lain.

Lantas bagaimana menyikapi orang-orang at Turots/Abu Nida’ cs ini?
Syaikh Muqbil memberikan kaidah tentang orang-orang yang padanya ada
pemikiran hizbiyah, bahkan Abdurahman Abdul Kholiq dicap adalah
mubtadi’. Dengan keadaan Abu Nida’ yang demikian, apakah sudah bisa
memastikan bahwa Abu Nida’ adalah hizbi? Ya (Syaikh Yahya al Hajuri).
Disinilah perlunya membedakan antara Salafiyyin dan At Turots,
sebagaimana Allah tegaskan tidak akan sama orang yang berilmu dan
beramal, dibanding orang yang beramal dengan kejahilan (lihat 6).
Ada lagi kelompok salafi lain seperti FK Ahlussunnah wal jamaah (FKAWJ)
dan Lasykar Jihad yang didirikan oleh Ja’far Umar Thalib, yang juga
dianggap sesat oleh salafi lainnya.

Abdurahman Wonosari:

Sebagian orang menganggap kita yang telah berlepas diri dari kesesatan
Ja’far Umar Thalib (JUT). Namun ketika jelas setelah nasihat dari para
Ulama’ atas JUT, namun dia enggan menerimanya bahkan justru dia
meninggalkan kita, maka Allah memudahkan kita berlepas diri
daripadanya. Bahkan memudahkan syabab kembali kepada Al Haq, tanpa
harus bersusah-payah. Padahal sebelumnya, banyak yang ingin menjatuhkan
JUT dari sisi akhlak dan muammalahnya.
Qadarallah, selama ini kita disibukkan dengan jihad (th 2000 – 2002),
yang dengan jihad tercapai kebaikan-kebaikan, tidak diingkari juga
adanya terjerumusnya dalam perkara siyasah/politik. Dan hal ini,
membikin syaikh Rabi’ bin Hadi menasehatkan dengan menyatakan: “Dulunya
jihad kalian adalah jihad Salafy, kemudian berubah menjadi jihad
ikhwani.” Mendengar peringatan yang demikian, alhamdulillah, Allah
sadarkan kita semua, langsung bangkit dan kemudian berusaha membubarkan
FKAWJ (Forum Komunikasi Ahlusunnah wal Jama’ah, red) dan menghentikan
komandonya JUT (Laskar Jihad Ahlusunnah wal Jama’ah, red).
Alhamdulillah.” (lihat 6).

Kemudian kelompok salafi lainnya Ponpes Dhiyaus Sunnah (Cirebon) dengan
Muhammad Umar As-Sewed. lihat 2 dan 6 Kelompok yang satu ini merasa
salafi yang paling asli diantara salafi-salafi asli lainya, karena
merujuk kepada ulama-ulama salafi Saudi.
Saking kerasnya pertentangan diantara kelompok salafi itu, mereka
memperlakukan kelompok salafi lain telah keluar dari salafi dan
dianggap sesat dan bid’ah oleh salafi lainnya,

Muhammad Umar As-Sewed (Cirebon):

Dalam syarhus Sunnah dalam aqidatus salaf ashabul hadits, kemudian
dalam Syariah Al-Ajurry, kemudian Minhaj Firqatun najiyah Ibnu
Baththah, itu semua ada. Yang menunjukkan mereka semua sepakat untuk
memperingatkan ummat dari ahlul bid’ah dan mentahdzir ahlul bid’ah,
membenci mereka, menghajr mereka, memboikot mereka dan tidak bermajlis
dengan mereka, itu sepakat. Sehingga apa yang mereka sebarkan dari
prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang
bertolak belakang dengan Sunnah Rasulullah, dan bertentangan dengan 180
derajat (lihat 2).

Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di negara-negara Arab-pun
juga demikian, diantara ulama salafi sendiri mengklaim merekalah salafi
yang asli dan harus diikuti, sedangkan yang lain sesat dan harus
dihindari pengajian-pengajian, buku-buku dan kaset-kasetnya. Salafi
yang merasa asli menyatakan bahwa merekalah pengikut shalafush shalih
yang benar, sedangkan salafi yang lain hanya mengaku-ngaku saja sebagai
salafi. Begitu juga sebaliknya!

Ada kelompok ulama semisal Abdullah bin Abdil Aziz bin Baz, Shalih bin
Fauzan Al Fauzan, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Muhammad bin Shalih
Al-Utsaimin, Muhammad bin Rabi’ Al-Madkhali, dan lain-lain. (Saudi),
Muqbil bin Haadi, Yahya Al-Hajuri (Yaman), Muhammad bin Abdurrahman
Al-Maghrawi (Maroko), Falah bin Ismail, Falah bin Tsani As-Su’aidi,
Walid Al-Kandari, Mubarak bin Saif Al-Hajiri (Kuwait).
Disisi lain terdapat pula ulama salafi yang mereka anggap sesat semisal
Abdurrahman Abdul Khaliq (Kuwait), Muhammad Quthb (ex IM yang dianggap
masuk salafi), Muhammad Surur bin Nayif Zainal (London), dan lain-lain
(lihat 5). Abdurrahman Abdul Khaliq misalnya, beliau mendirikan
Jami’atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan Islam) di Kuwait juga
menggunakan landasan yang sama sebagai salafi, yakni menyatukan langkah
dengan menjadikan Al-Quran dan sunnah serta mengikuti salafush shalih
sebagai sumber tasyri’, mengembalikan setiap persoalan kepada
kalamullah dan rasul-Nya (lihat 7, hal 11). Tetapi Abdurrahman Abdul
Khaliq dianggap sesat dan bid’ah oleh salafi yang lain, karena beliau
membentuk hizbi (lihat 6).

Begitu juga Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin yang mendirikan
Al-Muntada di London, juga mengaku sebagai salafi. Tetapi karena beliau
mengkritik dengan keras kebijakan kerajaan Saudi yang bersekutu dengan
kafir AS untuk memerangi Iraq pada perang teluk, beliau juga mencela
ulama-ulama yang menjadi budak kerajaan Saudi dengan mecari-carikan
dalil yang sesuai dengan kebijakan penguasa kerajaan (lihat 4, hal
78-82 catatan kaki). Disamping itu beliau menggunakan prinsip IM:

“Nata’awan fima tafakna wa na’dziru ba’dina ba’don fi makhtalahna”
atau “Kita saling kerjasama apa yang kita sepakati dan kita
hormat-menghormati saling memaklumi apa yang kita berbeda” (lihat 2).
Sehingga beliau dianggap sesat dan bukan lagi sebagai salafi.
Sungguh menggelikan, satu-satunya golongan yang mengaku selamat dan
masuk syurga, menganjurkan umat Islam untuk tidak berpecah belah dan
hanya menyatu dalam satu golongan saja (salafi), serta menganggap
golongan lain sesat dan bid’ah. Tetapi secara internal berpecah belah
sesamanya, baik di Indonesia maupun di daerah Arab dan sekitarnya.
Sangat kontradiksi bukan?, disatu sisi menganjurkan umat Islam untuk
bersatu tetapi disisi lain internal salafi berpecah belah.
Kecenderungan salafi untuk mencela golongan lain sebagai sesat dan
bid’ah sehingga ‘terkesan’ salafi memecah belah persatuan umat, apakah
hal ini dimaksudkan karena mereka tidak rela bahwa hanya salafi saja
yang berpecah belah, sedangkan golongan lain tidak? Silahkan nilai
sendiri! Wallahu’alam

Khatimah:

1. Karakter salafi berupa “Merasa dirinya paling benar” (karakter 1)
dan kebiasaan “mencela golongan/ulama lain” (karakter 2) yang
berseberangan pendapat dengan mereka bukanlah issue semata, tetapi
dapat dibuktikan melalui fakta yang terjadi diinternal salafi sendiri.

2. Karakter salafi yang merasa paling benar sendiri, menimbulkan
perpecahan internal salafi. Ini merupakan hal yang wajar, golongan
manapun jika mendahulukan egoisme dan hawa nafsu belaka maka akan
berpecah belah. Sedangkan golongan-golongan Islam lain, tidak mengalami
perpecahan internal separah yang dialami salafi, bahkan secara internal
mereka solid. Kita bisa merujuk kepada NU, Muhammadiyah, Ikhwanul
Muslimin/Tarbiyah/PKS, Hizbut Tahrir, Persis, Al-Irsyad, Jamaah
Tabligh, dan lain-lain, mereka lebih tahan terhadap perpecahan internal
karena karakter mereka memang beda dengan salafi (karakter 1 dan 2)

3. Perpecahan salafi menjadi beberapa kelompok antara lain: kelompok
Al-Sofwah & Al-Haramain Jakarta; Imam Bukhari Solo, Al-Furqan Gresik,
Islamic Center Bin Baaz & Jamilurahman As-Salafy Jogya; FKAWJ & Lasykar
Jihad Jakarta; Dhiyaus Sunnah Cirebon. Ini belum termasuk kelompok
salafi yang telah ditahdzir dan kemudian taubat, tetapi tidak bergabung
dengan salafi “asli” dan membentuk kelompok-kelompok sendiri.

4. Orang awam yang baru mengenal salafi menjadi kebingungan, bagaimana
mungkin satu golongan yang meyakini selamat dan masuk syurga, tetapi
secara internal mereka sendiri berpecah belah. Lantas mana golongan
salafi yang asli, yang selamat dan masuk syurga itu?. Kembali kepada
kaidah yang diyakini salafi: “Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan
jumlahnya banyak sekali”, maka berarti salah satu salafi saja yang asli
dan yang lain sesat dan bid’ah, atau bisa jadi semuanya salafi palsu!

5. Dengan memahami karakter asli salafi, kita bisa berlapang dada jika
dicela sesat dan bid’ah oleh salafi, karena jangankan anda, sesama
salafi sendiri saja saling mencela sebagai sesat dan bid’ah. Lantas
apakah perlu dilayani jika anda dicela sesat dan bid’ah? Tidak perlu,
karena tidak ada gunanya berdiskusi dengan orang yang merasa paling
benar dan golongan lain selalu salah. Diskusi yang sehat adalah untuk
“mencari kebenaran bukan kemenangan”, mencari hujjah yang paling kuat
(quwwatut dalil). Jika meyakini hujjah lawan diskusi lebih kuat maka
dengan lapang hati menerimanya, tetapi jika tidak ada titik temu dalam
diskusi maka masing-masing harus menghargai perbedaan ijtihadnya. Jadi,
sebaiknya dalam menghadapi salafi adalah dengan tidak menghadapinya.

Maraji’:

1. Risalah Bid’ah, Abdul Hakim bin Amir Abdat
2. http://www.salafy.or.id: manhaj:”Sururiyyah terus melanda muslimin
Indonesia”, Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji
3. Lihat juga http://www.assunnah.or.id
4. Menepis penyimpangan manhaj dakwah, Abu Abdillah Jamal bin Farihan
Al-Haritsi
5. http://www.salafy.or.id, manhaj: Ulama berbaris tolak JI (Jum’iyah Ihya’ ut
Turots), Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji
6. http://www.salafy.or.id, manhaj: “Bahaya jaringan JI dari Kuwait dan At
Turots”, Abdul Mu’thi, Abu Ubaidah Syafrudin dan Abdurahman Wonosari
7. 10 wasiat bekal aktifis dakwah dan harokah, Abdurrahman Abdul Khaliq
8. Mendudukkan antara sunnah dan bid’ah, Lajnah Ihya’ut Turats
Al-Islamiy
9. Lihat juga http://www.atturots.or.id
10. Lihat juga www25.brinkster.com/salafyoononline/

Wassalam,

EP


sumber:
http://www.mail-archive.com/

34 thoughts on “KAJIAN ILMIAH TENTANG HAROKAH SALAFY

  1. Maaf, menurut saya perpecahan ada dimana mana tidak hanya di salafy

    misalnya di HT seorang tokoh ulama besarnya yang bernama Umar bin Bakri bin Muhammad Al-Halaby akhirnya keluar dari HT dan mendirikan gerakan sendiri

    begitu juga di NU bahkan urusan parpol saja sampai berantem antar kyai

    ditempat saya juga ada dua kubu NU yang berbeda

    hal itu juga dialami Muhammadiyah, Persis, al Irsyad, dsb

    jadi memang sudah fitrah manusia kali ya…


    –> Terima kasih n salam kenal…
    Berbeda pendapat bukan berarti berpecah-belah. Toleransi, menghargai (pendapat) orang lain sangat diperlukan. Alhamdulillah.. itu sudah terlihat di ormas2 islam di tanah air.

    Sdgkan salafy/wahaby.. tradisi men-sesat-kan orang lain menutup pintu toleransi itu sendiri.

  2. Perpecahan ditubuh PARPOL biasanya terkait dengan urusan politik dan “kepentingan”.Perpecahan di ormas yang berberbeda sangat mungkin karna ada manhaj yang berbeda pula.Tapi di perbedaan di internal sebuah ormas biasanya lebih banyak soal-soal yang sama sekali bukan dalam keyakinan atau ajaran mereka.

    Kalau SALAFY yang ana lihat sekarang perpecahan di internal mereka itu karena ajaran dan “manhaj” mereka.Jadi wajar lah kalau antar mereka saling tuding kafir,murtad dan sesat.

    tapi di ormas lain,misalnya NU,semua sepakat ajaran tahlilan,mauludan,dzikir bersama,pembagian artti bid’ah dll,tak ada satupun yang ikhtilaf.Nah jadi yang berbeda didalam NU jelas tidak sama dengan yang terjadi di tubuh SALAFY.Sehingga dalam NU sama sekali jauh dari pengkafiran,saling menyesatkan,me-neraka-kan dll.Bedakan dengan SALAFY….

    wassalam

  3. Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
    Ana merasa sangat sedih melihat perpecaha yang terjadi di tubuh kaum muslimin khususnya salafi.Ana berharap para pengemban dakwah salafi akan menjaga persatuan.Dan bagi yang khilaf, yang telah membuat kesalahan memecah dakwah salafi…semoga ALLAH Akan Memberinya hidayah agar kembali ke jalan yang lurus.(“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh ALLAH maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh ALLAH maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.)”Amin.ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!

  4. Antum sendiri bukan Salafi ya?

    –> Saya seorang muslim. Insya Allah taat kepada agama Islam yang berdasarkan petunjuk Allah SWT, Nabi Muhammad SAW sebagai utusan serta berdasarkan pemahaman para salafus shaleh. Insya Allah pula berkhidmat kepada para ulama ahlus sunnah waljamaah. amien

  5. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    insya Allah yang saudara sebutkan diatas bukan manhaj salaf tetapi dia mengaku-ngaku manhaj salaf padahal hakekat nya tidak. tolong saudara pelajari lebih tentang manhaj salaf. kalo manhaj salaf seperti itu saya juga tidak mau.

    Wallahu’allam

    [manhaj(jalan) yang selamat]
    http://dida.vbaitullah.or.id/islam/buku/jalan-selamat/node3.html
    [Pengertian wahabi] http://dida.vbaitullah.or.id/islam/buku/jalan-selamat/node12.html

    –> Terima kasih… Apa jaminan/tanda/bukti bahwa link yg mas tunjuk itu manhaj yg selamat. Yg jelas, di antara mereka sendiri saling menuduh sesat. Tetapi mereka semua sepakat menuduh suatu kelompok di luar mereka sbg ahli bid’ah (yg sesat).

    Jgn2 justru kelompok di luar mereka yg sering dituduhnya sesat itu yang justru bermanhaj salaf. Itulah kelompok yg suka berdzikir, sholawat, maulid, dsb

    • “Salafy yg satu” menyebut “Salafy yg lain” bukan manhaj salaf tetapi hanya mengaku-ngaku manhaj salaf padahal hakekat nya tidak..
      sebaliknya “Salafy yg lain” juga menyebut “Salafy yg satu” hanya mengaku2 salaf..

      Alhamdulillah, sekarang pelaku tahlilan, maulidan, tawassul, ziarah kubur dll, ga perlu takut dibid’ahkan/dikafirkan sama Salafy ini, karena terhadap sesama mereka pun kelakuannya juga begitu..

      Alhamdulillah..

  6. Saya makin yakin salafi itu bukan paling benar.. Alhamdulillah
    Ada yang mengklaim salafi sekarang berbeda dengan wahabi yang dulu. Pertanyaannya, salafi sekarang darimana asalnya kalau bukan dari wahabi yang daulu. Wahabi dulu dengan salafi sekarang sama saja.
    Sekarang banyak mata orang yang tertutupi karena beasiswa gratis dari pemerintah saudi, sekolah gratis bahasa arab dstnya…, sehingga menutup mata mereka terhadap kebobrokan salafi/ atau wahabi yang ngaku salaf. Sehingga banyak orang-orang menganggap wahabi/salafi itu adalah suatu gerakan dakwah Islami, dan bersimpati kepada mereka.
    Subhanallah, kebenaran itu tidaklah bisa ditutupi, Allah selalu memperlihatkan kebenaranNya kepada kita, asalkan kita mau jujur…
    Saya sendiri sedang mempertanyakan keyakinan saya sendiri, ketika sedang dihujat oleh orang salafi, yang mengklaim dirinya paling benar…, jangankan untuk mempertanyakan lebih dalam aqidah mereka, mempertanyakan asal mereka saja yang dibina dan dibesarkan oleh saudi arabia yang merupakan sekutu paling kuat amerika, (dan diakui di pers amerika sendiri) sudah membuat saya yakin, mereka ini salah… Mereka ini besar bukan karena kebenaran, tetapi karena propaganda oleh negara saud.., dibiayai dan dibesarkan.. Alhamdulillah,karena kekufuran yang teroganisir akan mengalahkan kebenaran yang tidak teroganisir. Sudah waktunya kita membongkar siapa orang-orang yang mengaku salaf tersebut dan apa tujuan mereka, yang tidak lain hanya untuk memecah belah umat. Alhamdulillah

  7. Bismillah
    I’lam Rohimakallah…

    Berpikir jernih dan kembali ke manhaj salaf yang selamt lebih utama…
    Jangan berhizbi, jangan bertoleransi dengan kesesatan dan kebid’ahan karena akibatnya tidaklah mudah dan enteng seperti yang kita pikirkan..
    Misal kalo kita melihat tahlilan yang jelas2 itu bid’ah (setiap bid’ah itu sesat!!!) kok kita membiarkan berarti secara tidak langsung telah menyetujuinya!!!
    makanya itu fungsi dari Tahdzir, peringatan keras, hajr (boikot) dsb!!!

    buka mata hati kalian!!! rujukan kepada Alqur’an dan sunnah pemahaman para sahabat dan para salaf ashsholih…!!!

    dan tidak bisa kalian mengambilnya kecuali dari menuntut ilmu, dan menuntut ilmu itu dari para ulama’ yang Robbaniyyin…
    Nah ulama’ inilah yang sekarang itu tidak begitu mudah ditemukan…

    maka Bravo terus Dhiya’ussunnah Cirebon!!!
    Ustadz Muhammad Assewed, teruskan perjuangan..
    Sampai mereka rujuk kembali ke sebenar-benar Alqur’an dan sunnah dan bimbingan para Salaf..

    Insya Allah Amin..
    Barakakallahufiik

    –> Salam kenal..mas abu. Semua golongan mengaku ber-manhaj salaf. Semua mengaku merujuk kepada Alqur’an dan sunnah pemahaman para sahabat dan para salaf ashsholih. Semua juga mengaku menuntut ilmu dari para ulama’ yang Robbaniyyin. Namun dari semua itu, yang penting adalah bukti.. bukan klaim, atau hanya kata-kata.

    Adalah suatu kenyataan bahwa salafy/wahaby telah terpecah-pecah. Bacalah ucapan-ucapan di antara mereka sendiri. Itu tertera jelas di website mereka di internet. Apakah ucapan mereka itu merujuk kepada (akhlak) Alqur’an dan sunnah pemahaman para sahabat dan para salaf ashsholih… wallahu a’lam. Biarlah umat yang menilai.

    Ehhm …. tentang tahlilan.. ada bahasannya tersendiri.

  8. buat aa’ Mahfudz Abu Muhammad Al Izzuddin
    saya pernah baac buku yang asyik,buku tersebut mengupas ttg beda salaf VS salafi. dan disana jug ada pesan serta doa yang ditulis oleh pengarang buku tersebut. saya hanya ingin aa’ Mahfudz Abu Muhammad Al Izzuddin berkenan untuk membacanya, ya… cm buat nambah wawasan gitu aja.

    Berikut adalah nasihat Mut’ab bin Suryan Al-‘Ashimi, penulis buku Beda Salaf dengan Salafi yang saya salin. Mungkin ada sebagian dari kalian yang akan berkomentar bahwa saya merasakan kebahagian yang luar biasa atas kehadiran buku tersebut karena saya telah memiliki bantahan-bantahan untuk kalian. Tapi sungguh tidak ada niat sedikitpun untuk membantah karena saya juga banyak mengambil kebaikan dari kalian dan sesungguhnya yang saya yakini, tidak ada yang bisa menghalangi atau membatasi atau melarang saya untuk mengambil manfaat atas kebaikan yang ada dalam semua sumber-sumber yang ada. Sekalipun dari buku Membuka Kedok Yusuf Qardhawi yang secara terang-terangan menelanjangi seorang muslim (kalaulah tidak dianggap ulama oleh kalian) yang dikenal dan diakui oleh dunia dari timur dan barat, apakah mereka muslim atau kafir baik di Eropa, Asia maupun Amerika yang darinya banyak manfaat yang timbul untuk umat Islam. Saya tidak akan membatasi diri saya seperti halnya kalian (menafikan semua orang yang ada keburukannya kecuali yang dianggap ulama-ulama kalian) untuk mengambil kebaikan dari siapapun yang mungkin hanya 20% kesalahannya dan menafikan kebaikannya yang jauh lebih banyak. Semoga bermanfaat…

    “Wahai hamba Allah sekalian, takutlah kepada Allah dari mencela para ulama dan para penyeru ke jalan Allah. Janganlah kalian melecehkan kehormatan mereka hanya semata-mata untuk memenuhi keingian kalian. Hendaklah kalian mendengar dan taat.

    Mari kita bersama-sama memperhatikan—semoga Allah memelihara kalian—apa yang diwasiatkan oleh Nabi saw kepada sahabat mulia, Umar bin Khatthab, tatkala beliau berkata pada peristiwa Hathib bin Balta’ah, beliau (Umar) berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk memenggal lehernya. Sesungguhnya dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman.” Namun apa kata Rasulullah? Beliau bersabda kepadanya, “Wahai Umar, apakah engkau tidak mengetahui bahwa Allah swt telah mmberikan kebebasan kepada ahli Badar, Dia berfirman, “Berbuatlah kalian sekehendak kalian, kalian berhak untuk mendapatkan jannah atau Kami telah mengampuni kalian.” Lalu Umar pun meneteskan air mata dan berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    Ini adalah nasihat yang merupakan tarbiyah nabawi, bukan semata-mata milik Umar ra saja, akan tetapi diperuntukkan juga kepada umat setelahnya. Kesalahan itu tidak mengurangi kedudukan seseorang di sisi Allah dan tidak menjadikan darah dan kehormatannya halal ditumpahkan.

    Dari atsar ini kita dapat belajar sekian banyak masalah. Di antaranya, kita adalah orang yang tidak ma’shum dari dosa. Kesalahan teman semestinya ditutupi, bukan ditampakkan. Semestinya dia menyelami lautan kebaikannya dan tidak menyebarluaskan keburukan. Sesungguhnya tidak ada seorang ‘alim pun –dahulu ataupun sekarang—melainkan dia pernah melakukan kesalahan. Seandainya semua orang yang memiliki kesalahan dan kekeliruan harus ditinggalkan ilmunya, maka kita tidak akan pernah mendapatkan orang yang layak untuk diambil ilmunya dan tidak ada orang yang dapat dipercaya untuk menunjukkan kita kepada kebaikan dan menasehati kita dari perbuatan buruk.

    Dari cerita ini kita juga belajar agar bisa lapang dada dan pemaaf kepada saudara-saudar kita, meskipun mungkin dia melakukan 99 kejahatan dan sekali berbuat kebaikan kepada kita. Yang demikian adalah wajib bagi kita untuk menempatkan dia pada posisi yang satu (berbuat satu kebaikan). Maka saya katakanlah, “Apakah tidak cukup sikap lapang dada Umar ra untuk membuat kita meneteskan air mata dan memintakan ampunan untuk diri kita dan saudara-saudara kita?!”

    Kami khususkan bagi mereka yang tertimpa fitnah ini, tanpa ada sikap tergesa-gesa kami katakan, “Kalian adalah saudara kami dan orang-orang yang kami cintai karena Allah. Seperti apapun sikap kasar kalian berkata kepada kami, apapun sikap kalian saat menjumpai nasihat dari kami. Akan tetapi, kebenaran adalah lebih kami cintai daripada kalian. Dan seandainya kami bertindak keras kepada kalian, maka sebenarnya manusia itu pada waktu tertentu pasti akan bersikap keras kepada orang yang dicintai.

    Oleh karena itu, saya mengajakmu—wahai saudaraku—untuk bertaubat dan kembali kepada kebaikan, bersikap adil dan meninggalkan sikap diskriminasi dan aniaya kepada hak-hak para dai dan ulama. Sebab kita semua memiliki kesalahan.

    Siapakah orang yang tidak pernah berbuat salah sama sekali dan siapakah orang yang kebaikan itu hanya miliknya saja?

    Keselamatan adalah selamat sebelum menemui kerugian dan menyesali perbuatan menghalalkan kehormatan kaum Muslimin. Maka dari itu janganlah tergesa-gesa, berlemah-lembutlah kepada saudara-saudara kalian. Sampai kapan perselisihan ini akan terus terjadi?!

    Sesungguhnya, saat ini kami sangat berharap kalian berterus terang kepada Allah untuk bertaubat, kembali kepada kebenaran, menampakkan syariat, mendengar dan taat, memegang teguh urusan jamaah, mengulang-ulang kalimat kebenaran tabaraka wa ta’ala:

    Ya Rabbku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim itu. (Al-Qhashash [28]: 21)

    Kemudian setelah itu akan mendapatkan kabar gembira dengan:

    Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. (Al-Maidah [5]: 95)

    Dan jangan lupa:

    Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. (Al-Maidah [5]: 95)

    Pada hakikatnya:

    Rabb kalian lebih mengetahui apa yang ada dalam hati kalian; jika kalian orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat. (Al-Isra’ [17]: 25)

    Dan kepada mereka yang sekarang sedang mendapat ujian, kami hanya bisa mengatakan, “Waktumu—wahai saudaraku—sangat mahal. Maka janganlah kalian sia-siakan bersama orang-orang yang selalu mempermainkan kehormatan kaum Muslimin, sengaja memfitnah mereka dalam majelis-majelis. Maka janganlah engkau pasang telingamu untuk mendengarkan mereka. Buatlah perjanjian dengan nasihat kalian. Kemudian janganlah kalian mencela saudara kalian sehingga Allah akan melimpahkan keselamatan kepada saudara kalian, sedang engkau sendiri mendapat cobaan.”

    Ya Allah, sesungguhnya kami meminta kepada-Mu agar menjadikan buku ini [Beda Salaf dengan Salafi: adm] sebagai perantara untuk memberi petunjuk bagi mereka kepada kebenaran dan mengamalkannya, serta meninggalkan sikap menentang.

    Ya Allah, sesungguhnya kami minta kepada-Mu, satukanlah kalimat kami di atas kebenaran, berilah kami taufik untuk mengamalkan dan mendakwahkannya. Ya Rabb kami, ampunilah kami, saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati-hati kami rasa dengki kepada orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Ayat tersebut merupakan pesan singkat dengan isyarat yang tepat. Kata-kata yang sederhana yang kami peruntukkan kepada kalian semata-mata dalam rangka menasehati kalian dan berharap akan kelurusan kalian.

    Demikianlah nasehat kami semata-mata berharap kepada wajah Allah dan kehidupan akhirat serta menginginkan kebenaran dengan cara yang lebih baik. Barangsiapa yang melihat, maka balasannya akan kembali kepada diri sendiri dan barangsiapa yang buta, maka baginya balasan siksa. Kami bukanlah orang yang mampu memelihara kalian. Kalian akan menyebut-nyebut apa yang pernah kami katakan kepada kalian dan kami serahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, tinta pena ini pun mengukirnya untuk melepas tanggung jawab dan sekaligus sebagai nasihat kepada umat.

    Maka bagi kalian adalah keberuntungan atau bagi kami adalah kerugian, kami berlindung kepada Allah dari perbuatan dosa. Ini adalah nasihat untuk kalian karena rasa sayang kami kepada kalian.

    Allah berfirman:

    “Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali.” (Hud [11]: 88)

    Dan segala puji bagi Allah, karena nikmat-Nya, sempurnalah semua kebaikan.

    –> Wah …panjang banget mas. Lain kali mohon dipersingkat/dipotong, agar lebih mudah dipahami. Anyway… thanks.

  9. dari dulu saya selalu bingung menghadapi hal ini. Saya jadi bingung manhaj mana yang harus saya pilih. Ikhwani atau salafy. kenapa banyak terjadi perpecahan ya? APa ini memang fitrah. Saya merindukan satu harakh dan harakah lain mendukung, tidak ada saling cela. Apakah Islam bisa tegah sementara tubuhnya sendiri berpecah-pecah begini. Dimana salahnya ya? Apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya?

    –> Wah namanya sama mas…
    Tidak mengklaim pemahaman saya paling benar. Namun kalau boleh sarankan, cobalah mas istikharah… Dan jauhilah orang-orang yang suka mencela sesama muslim. Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah swt. Amien.

  10. assalamualaikum,.,.,
    namanya perslisihan memang sunatullah,., kita hanya mohon perlindungan pd allah supaya kita di masukan kepada firqotun an najiyah,., jalan gol yg selamat,.,. mari kita merujuk ke pd al qur’an dan as sunnah dgn pemahaman sahabat ,., karaena para sahabat adalah manusia yg di ridhoi oleh Alloh dan mereka ridlho pula terhadap Alloh ./. sepantasnya kita merujuk kpdnya bukan alquran menurut pemikiran kita / atau pa’de kita atau gol kita ,., yg jelaz kalau ada ,., yg bertentangan dgn ,., pemahaman di atas ,., kita ,.,bisa ,.,tau ,., masih ada hingga akhir jaman yg meneggakan sunnah rosul,. wasallam

    –> wa’alaikum salam wrwb. Maaf .. sekedar koreksi. Yang manusiawi/sunatullah itu adalah perbedaan (pendapat). Yang diharapkan itu adalah keluhuran akhlak dalam menyikapi perbedaan. Saya kira, perselisihan dgn saling menghujat .. bahkan mengkafirkan, itu sangat jauh dari tuntunan kanjeng Nabi saw, para sahabat, dan salafus shaleh. Wallahu a’lam.

  11. namanya juga orang bid’ah itu susah banget rujuknya kalau alloh blm nenbukkakan jalan ,..,., islam itu udah sempurna .ga perlu di tambah tambahi .,.,. ya kalu bikin ,., masakan terserah ?mau tambahi bumbu2 atau yg lain.,., kalau islam bisa di tambaih berarti bisa di ,., kurangin dunk ?,., emang bu. bid’ah./. itu susah bgt beda dng orang maksiat ,.,. dia tau ,., bahwa maksiat itu dosa tapi kalu bid’ah dia anggap itu baik seh…
    ,.,memang dasar hizbi,.,dari dulu,., mencela orang yg berpegang dgn sunnah rosul yg murni bukan karangan organisasi ,.,2
    “islam sudah sempurna”,.,.,jazakalloh

    –> Nggak dhong saya. Any way .. ga usahlah pakai ganti2 nama mas. Ndhak papa kok.

  12. Bismillaahirrahmaanirrahiim
    Penulis:Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad As-syihi

    Tuduhan dan syubhat yang dilontarkan oleh orang-orang ikhwan

    Saudara-saudaraku…semoga Allah memberi petunjuk kepadamu

    Sesungguhnya masalah jamaahmu ini adalah sangat unik dan aneh.hal ini bisa dilihat dari cara muamalah anggotanya

    Mereka membuat kesungguhan myang tidak gampang untuk membuat syubhat dan kedustaan,yang terlampau susah untuk membuat syubhat dan kedustaan,yang terlampau susah untuk mencari jalan keluarnya.Kemudian syubhat dan kedustaan tersebut mereka lontarkan kepada orang-orang yang terkait dengan mereka…supaya tetap tinggal dengan mereka dan dikuasai oleh mereka dan oleh otak-otak merekakemudian sesudahnya mereka akan tetap bersama kelompok ini dan loyalitas mereka terhadap kelompok ini.

    Barangkali masalah ini sangat aneh dalam pandanganmu.Tidak….bukan berarti saya mengada-ada kedustaan atas mereka akan tetapi dikarenakan kurang atau tidak adanya perhatian terhadap masalah ini,juga karena kamu tidak mendengar dari sis-sis yang lain.

    Aku sodorkan kepadamu sebagiannya…

    Syubhat 1
    ————
    Mereka membedakan salafiyyah yang ada dimedan Islam dengan Ahlussunnah wal Jama’ah.Yaitu mereka membagikan pembahasan didalam masalah ini dengan judul”Mufradaat as-Salafiyyah al-Jadidah”(Keganjilan-keganjilan salafiyyah gaya baru)dan saya adalah termasuk orang-orang yang menerima bagian pembahasan ini tatkala saya berada didalam tanzhim(organisasi)mereka.Dan sungguh mereka membuat kebingungan yang mencengangkan.Hal itu mereka lakukan agar bisa memberikan kerancuan kepada orang yang bergabung dengan kelompok mereka dan membuat tameng didalam diri mereka yang memisahkan diri mereka dengan Ahlussunnah wal Jama’ah(salafiyyah).Mereka menyangka didalam pembahasan yang dibagi-bagi ini bahwa salafiyyah yang ada sekarang ini tidaklah mempunyai perhatian kecuali hanyalah takfir(mengafirkan),tabdi'(membid’ahkan),tafsiq(menfasiqan) dan tadlil(menyesat-nyesatkan)dan adlah mereka pada suatu badan keamanan…Tongkat-tongkat yang berada dibawah ketiak-ketiak peraturan yang timpang.Mereka adalah penakut untuk mengeritik penguasa dan peraturan-peraturan yang ada,padahal semua hal tersebut pantas untuk dikritik.Dan mereka juga takut untuk terlibat dalam masalah-masalah yang terjadi serba bisa menumbulkan kemurkaan bagi hakim(penguasa)dan peraturan.

    Bersambung…..(insya Allahuta’ala)

    –> Salam kenal mas Azuma… BTW, saya gak paham, point apa yg ingin anda kemukakan ? Adakah kaitannya dengan tulisan awal di atas ? Artikel copy paste anda.. maaf.. saya kira juga tidak lebih hanyalah artikel menghujat kelompok lain.

    Maaf kalau tak berkenan.

  13. Bismillaahirrahmaanirrahiim
    Ini tulisan untuk orang-orang IM(Ikhwanul Muslimin)dan yang serupa dengan mereka,dan pembela mereka,terutama para hizbiyyin yang akan mengungkap kebenaran,dan membungkam para pendusta penebar fitnah.

  14. “Menghujat kelompok lain”….sudah kah antum berkaca pada apa yang antum tulis?apakah itu bukan hujatan?hujatan terhadap manhaj salaf yang mungkin anda sendiri mengetahui kebenarannya.Hujatan yang isinya fitnah!!dinukil dari buku-buku para ahlul bid’ah hizbiyyun,bukan dengan dalil dan nash-nash dengan pemahaman yang benar,dan tuntunan para ‘ulama.Ini jelas akliyyun(pemuja akal).


    –> Maaf mas azuma.. anda salah menilai. Itu bukan tulisan saya, namun berupa koleksi. Saya copy persis dari sumbernya (lihat sumbernya).. dan sumber itu sekr tidak hanya di satu tempat, namun berserakan di internet.. dengan isi yg sama.

    Jika anda bedah satu-satu maraji’-nya (rujukannya).. mungkin lebih mengerikan. Lebih kasar lagi. Dan maaf.. Tulisan copy-paste anda pun praktis menambah koleksi kami.

    Ini justru patut dijadikan ibrah bagi kita. Demikiankah akhlak yg katanya merujuk kanjeng Nabi saw? Demikiankah para tabi’in tabi’ittabi’in berakhlak? Sangat jauh saya kira. O.k.i., klaim sebagai pengikut manhaj salaf pun patut dipertanyakan. Analisis saya.. mereka bukan kaum yg bermanhaj salaf.

    Sedangkan yg manhaj salaf sesungguhnya (menurut perkiraan kami) adalah justru mereka yg suka berdzikir, bertahlil, bersholawat, suka maulid-an, dll. Alangkah sejuknya mereka. Alangkah damai wajahnya. Alangkah ramah tutur sapanya. Tidak peduli dituduh sebagai ahli bid’ah.

    Maaf kalau tak berkenan.

  15. Antum jangan hanya melihat orang pakai gamis,celana diatas mata kaki,berjanggut itu mesti salafy…Semua orang bisa berpenampilan seperti itu,tapi bagaimana pemahamannya tentang dienul Islam?sesuaikah dengan pemahaman Rasulullah,para sahabat,tabi’in,tabiut tabi’in???(dan inilah kebenaran)dalam setiap aspeknya,kalau tidak…jangan katakan salay berpecah belah!justru tahdzir itu amar ma’ruf nahi munkar…menjaga dienul Islam dari penyimpangan,pembaruan,lihat Allah subhana wata’ala berfirman:”Pada hari ini telah Kusempurnakan agama-Ku bagimu,dan telah KUlengngkapkan nikmatKu dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagi kalian”(Al-Maidah:3)Jadi agama ini tidak butuh penambahann apalagi pengurangan.

    –> Benar..setuju … jgn lihat hanya dari penampilan saja. Jawaban di #16 sudah mewakili ya mas.. tidak usah diulang lagi.

  16. yang suka memecah belah itu yahudi.
    mungkin sebagai orang awam saya berpendapat salafy adalah bentukan yahudi.
    tapi orang2 orangnya tidak menyadari.
    ini khusus buat salafy yang membicarakan yang lain, yang suka membuat bulu lapor merah seseorang dan yang meceh belah.
    itulah sifat YAHUDI

    hATI-HATI DENGA FITNAH YAHUDI. kARENA BENAR-BENAR TIDAK BISA DIBEDAKAN. KECUALI ORANG-ORANG YANG TELAH MEMEGANG ALQURAN ERAT-ERAT.

  17. MAAF SAUDARA KU YANG SALAFY
    bila tulisan di atas memanaskan hatimu
    tolong hentikan aktivitasmu tentang menjelekkan orang lain,
    utamakan persatuan Umat
    perbuatan memecah belah umat dengan menyalahkan yang ini yang itu adalah perbuatan syaithan.

    Tolong renungkan adakah DALIL dan NASH tentang cara berdakwah seperti itu? bukankah CERAMAH nabi itu MENGEJUKKAN HATI. BUKAN MEMANASKAN TELINGA, DAN MEMBUAT HATI KERAS DAN MENJADI BERPRASANGKA…..ATAU MEMBUAT MUKA HITAM DAN CEMBERUT

    Utamakanlah persatuan Umat, dan Toleranlah terhadap perbedaan. Membicarakan, menghujat saudaraMu seiman bukan jawaban…

    Sadarlah.
    semoga Allah memberikan kelembutan Hati dan Cahaya

  18. ciri-ciri yahudi dan syaithan (bukan ciri-ciri salafi Lho)

    suka memecah belah umat, memfitnah dalam kedok meluruskan (gak usah repot-repot ngurus orang)

    menelanjangi saudaranya sendiri

    menggunakan segala cara untuk mencapai maksudnya, termasuk dalil alquran yang diartikan secara dangkal (untuk memahami alquran kita harus memahami 23 ilmu, nahu sharaf cuma 2 diantaranya)

    Hanya jaman yang bisa membuktikan siapa yang benar. Jadi jangan salin menyalahkan

    Ya ALLAH Damaikanlah kami Dalam islam, eratkan persatuan UMAT ini. Ya Allah Berilah petunjuk pada orang-orang yang Fasik

  19. saya sangat prihatin dan sedih sekali ketika suatu saat melihat beberapa orang dari kelompok yg mengaku kelompok salafy tidak mau bertegur sapa dengan sesama muslim diluar kelompoknya yg nota bene juga sesama orang indonesia dan sama-sama tinggal di yaman.

    saya sangat khawatir tentang kelangsungan negeriku Indonesia, ketika antara sesama muslim yg sebangsa dan setanah air sudah tidak mau bertegur sama dan menjalin silaturrahmi…. ?

  20. @atasku …

    Anda benar .. kita prihatin dengan kondisi ini, kita asyik bercakaran, musuh puas bertepuk tangan dan kegirangan .. bahkan -barangkali- mereka mengucapkan ‘syukran jazilan’ kepada kita sebab tugas mereka menghancurkan kita sudah kita selesaikan sendiri !! Ironis ..

    untuk saudara2ku salafi … pandanglah kami saudaramu, jangan pandang kami sebagai anjing-anjing neraka, mubtadi’, hizbiyyin, mudhillin, dan segudang istilah menyeramkan kalian untuk saudara kalian dengan alasan TAHDZIR .. sungguh itu bukan tahdzir, tetapi TANFIR … , kami tahu tidak semua kalian seperti itu … sebagaimana tidak semua di antara kami seperti yang kalian anggap …

  21. Antum baca dan pelajari dulu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Jangan berpatokan pada kata salaf saja, ente sendiri sudah sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah belum? sampai mana ilmu ente? Pahami siapakah ahlu sunnah wal jama’ah itu, sesuaikan firqoh-firqoh yang ada di dunia ini, mana yang sesuai pemahamannya dengan ahlu sunnah wal jama’ah?

    Ada 4 pertanyaan yang dilontarkan oleh Imam Asy-Syafi’i kepada ahlu bid’ah/ahlu ahwa, kira-kira begini:
    1. Adakah pernyataanmu itu sesuai dengan Al-Qur’an?
    2. Adakah pernyataanmu itu sesuai dengan As-Sunnah?
    3. Apakah engkau diijinkan oleh Allah dengan pernyataanmu itu?
    4. Apakah dari kalangan salaf yang sejalan dengan pernyataanmu itu?

    Jadi, mending ente berilmu dulu, sebelum membuat artikel-artikel tentang firqoh-firqoh.
    Ga usah menyatakan salafi begini begitu, atau firqoh ini begini begitu, ente sendiri sekarang berada dimana? sudah sesuaikan ente dengan aqidah ahlu sunnah wal jama’ah???


    –> Aduhh mas .. Mending anda baca latar belakang/ sumbernya dulu, sebelum menuduh saya. Adakah saya rubah titik komanya? Lihat kata2 masing-masing tokoh, apakah itu tulisan penulisnya? Itu adalah kutipan kata-kata dari tokoh2 ybs. Coba baca tanggapan saya di #16.

    Saya sendiri duluuuuuu terperangah terkejut mendapatkan artikel ini.

  22. jan… jan…

    saudaraku yang sesama muslim, sesungguhnya kalian in telah termakan provokasi si penulis ini. di satu sisi dia ingin persatuan, toleransi di antara sesama muslim. disisi lain…??? malah menjelekan saudaranya yang muslim. membuat perpecahan dengan mengcopy paste.
    ” dalam perwayangan dikenal dengan nama SENGKUNI”
    jangan jangan malah non muslim nih? ato liberalis ?

    balesen ning emai;lku ya…!!! aku ngerti kowe kuwi wong jawa

    –> maaf .. Jika ingin menanggapi, tanggapilah di sini saja. Terbuka n fair.

  23. ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( bxxxa salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

    ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( bxxxa salafy wahdah islamiyyah), pxxxxxa2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

    ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gxxxxa markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

    ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sxxxxxg salafy yamani), rxxx-xxxi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

    Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

    Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

    Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

    salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

    pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

    ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

    ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

    mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

    yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

    jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

    jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

    jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

    sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

    gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

  24. Pingback: Tinggalkanlah Salafy « Mutiara Zuhud – Letakkan dunia pada tanganmu dan akhirat pada hatimu

  25. salaf…tiga generasi terbaik umat Islam..adalah contoh tauladan yg utama…dlm ibadah dan mu’amalah…sedang salafi tdk semuanya mampu menauladani tiga generasi terbaik tsb…

    rasi awal tsb..

  26. Kebenaran yang diambil oleh salafi adalah kebenaran yang di ambil dari Al Quran, Sunnah, Perkataan Sahabat, Perkataan Ulama.

    Adapun PERKATAAN USTAD USTAD PENGIKUT SALAFI yang MENYIMPANG dari 4 SUMBER di atas, tidak bisa diambil sebagai hujjah.

    Namun apakah hanya karena satu perkataan, ataupun satu dosa, lantas memvonis sesat sepenuhnya mereka orang per-orang-nya???? atau kemudian malah menuduh mereka tukang berantem, seperti yang didengung dengungkan para pembenci salafi. Kalau kaidah ini dipakai, berarti tidak ada yang selamat dari kesesatan. Masalah takfir dan vonis sesat ada perinciannya.

    Sekali lagi JANGAN MENGEDEPANKAN HAWA NAFSU.

    Berita berita seperti ini yang dijadikan ALAT bagi mereka yang ingin menghancurkan dakwah salafi. Berita seperti ini tujuan utamanya cuman untuk menambah kebingungan di atas kebingungan.

    Lantas salafi mana yang benar? Salafi yang benar adalah pengikut manhaj 3 generasi setelah Rasulullah. Jadi gak perlu bingung. Tolak ukurnya apa? Apakah cuman mengaku pengikut 3 generasi lantas diikuti? orang – orang yang berAKAL SEHAT tentu mau BERPIKIR.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s