<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan harian seorang muslim</title>
	<atom:link href="http://orgawam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://orgawam.wordpress.com</link>
	<description>Ya Allah.. berilah kami ridlo-Mu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 02:22:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='orgawam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/66c68abec022d983a7bc3dddf3e7109e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan harian seorang muslim</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Membawa Virus Ke Luar Negeri .. apa masalahnya?</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/26/membawa-virus-ke-luar-negeri-apa-masalahnya/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/26/membawa-virus-ke-luar-negeri-apa-masalahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 10:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1922</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan kontroversi beberapa waktu yang lalu tentang penunjukkan menteri kesehatan yang baru,  Endang Rahayu Sedyaningsih. Menteri kesehatan sebelumnya, Siti Fadilah Supari pertama kali mempertanyakannya dalam kaitannya dengan NAMRU. “Dia (Endang) adalah mantan pegawai NAMRU. Dia memang sekarang ini tidak mempunyai jabatan khusus sebagai peneliti biasa,&#8221; ucapnya dalam wawancara di sebuah stasiun televisi.

Dalam kaitan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1922&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Sehubungan dengan kontroversi beberapa waktu yang lalu tentang penunjukkan menteri kesehatan yang baru,  <strong>Endang Rahayu Sedyaningsih</strong>. Menteri kesehatan sebelumnya, Siti Fadilah Supari pertama kali mempertanyakannya dalam kaitannya dengan NAMRU. “Dia (Endang) adalah mantan pegawai NAMRU. Dia memang sekarang ini tidak mempunyai jabatan khusus sebagai peneliti biasa,&#8221; ucapnya dalam wawancara di sebuah stasiun televisi.<br />
</em></p>
<p><em>Dalam kaitan ini Endang pernah dimutasikan oleh Fadilah karena diduga mengirim virus Flu Burung ke Amerika tanpa sepengetahuan Pemerintah. </em></p>
<p><em>Berikut adalah salah satu petikan beritanya,</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em><span id="more-1922"></span><br />
</em></p>
<p>Kamis, 22 Oktober 2009, 18:08:00 WIB<br />
Laporan: Aldi Gultom</p>
<p>Jakarta, RMOL. Begitu diumumkan sebagai Menteri Kesehatan yang baru, nama Endang Rahayu Sedyaningsih langsung menuai protes. Tidak tanggung-tanggung, perempuan jebolan Harvard School of Public Health, Boston ini dituding sebagai antek asing karena kedekatannya dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2).</p>
<p>Protes berawal dari pernyataan mantan Menkes Siti Fadilah Supari yang mengatakan Endang pernah dimutasi karena membawa virus yang dilarang ke luar negeri tanpa setahu Departemen Kesehatan. Kacurigaan pun berhamburan menuju Endang. Apalagi, ia dikenal sebagai mantan peneliti di Namru-2. Penunjukan Endang oleh SBY pun terkesan sangat terburu-buru. Padahal, sebelumnya nama Nila Djuwita Moeloek sudah sangat kuat terdengar bakal gantikan siti Fadillah. Ia pun sudah melewati berbagai proses seleksi yang musti diikuti semua calon menteri.</p>
<p>“Moeloek lebih bagus lah, dia ahli kanker mata. Kenapa dia didiskualifikasi? Masalah kesehatan? Masalah kejiwaan? Kalau benar soal kejiwaan, itu sangat subjektif. Manuvernya cepat, perubahan mendadak,” kata Presdium Mer-C, Jose Rizal Jurnalis, saat dihubungi Kamis (22/10).</p>
<p>Jose mengritik keras penunjukan Endang. Menteri Kesehatan di masa mendatang akan bergumul dengan permasalahan virus dan senjata biologi yang menjadi problem krusial buat negara-negara dunia ketiga. Di masa depan, pertarungan internasional bukanlah lagi seputar ekstrim kiri atau kanan, melainkan bicara senjata biologi yang berbuntut kepada kepentingan asing pada negara dunia ketiga. Depkes, BIN dan Deplu, akan jadi bagian terdepan dari keamanan negara. &#8220;Nah kalau Menkesnya dekat dengan Namru, hancur negara kita,” lontar dokter spesialis medan perang ini. [ald]</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/10/22/82925/KONTROVERSI-PENUNJUKAN-ENDANG-Penggantian-Nila-Djuwita-yang-Mendadak-Masih-Dipertanyakan" target="_blank">http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/10/22/82925/KONTROVERSI-PENUNJUKAN-ENDANG-Penggantian-Nila-Djuwita-yang-Mendadak-Masih-Dipertanyakan</a></p>
<p>.</p>
<p><em>Kami bukan hendak mencampuri urusan permenterian. Itu hak prerogatif Presiden. Yang disoroti dalam hal ini adalah pengiriman VIRUS ASLI Indonesia ke luar negeri. Ini adalah pelecehan terhadap kedaulatan negara. Apa hubungannya? Yaa &#8230; segala kekayaan alam, flora fauna, segala kebudayaan asli Indonesia adalah kekayaan kita. Tidak boleh sembarangan dikirim/dibawa tanpa ijin ke luar.</em></p>
<p><em>Berapa banyak kekayaan kita, termasuk kekayaan alam dan budaya, dicuri orang luar. Museum sejarah budaya tentang Indonesia, mungkin yang paling lengkap justru ada di Belanda. Ingat kasus Museum Radya Pustaka.. Saya kira masih banyak yg lain tak terungkap.</em></p>
<p><em>Dan kita mungkin tak merasakan bahwa ada banyak kekayaan budaya dan alam telah terambil. Kebiasaan kita adalah bangga ketika ada orang asing belajar adat istiadat negeri, gamelan misalnya. Atau ketika para peneliti asing mengambil sample pohon (atau bakteri, atau virus), blusukan ke berbagai pelosok daerah di tanah air. Perasaan senang .. bangga, namun lupa bahwa bukan tak mungkin ada pencuri yang masuk.<br />
</em></p>
<p><em>Ketika ada tarian dan berbagai kesenian daerah kemudian di klaim oleh negeri jiran. Baru terperangah. Dan mereka (negeri luar kita) bahkan sama terampilnya memainkan tarian itu. Bahkan lebih bagus. (Ingat kasus Reog &#8211; Barongan)</em></p>
<p><em>Tak tahunya .. pelatihnya duluuuu.. adalah orang Indonesia, atau belajar di sini. Gamelannya duluuuu &#8230;  mereka pesan pertama kali dari Solo, dan sekarang sudah dicopy sama persis berpuluh-puluh. Gamelan, Angklung, Reog, Batik, Wayang, Virus H5N1, dlsb.</em></p>
<p><em>Kita boleh berbangga orang asing belajar sesuatu dari tanah air. Namun saya kira pemerintah harus melindungi kekayaan alam (dan budaya) kita, agar tidak menjadi bumerang kelak. Ketika Copy Right telah dipatenkan orang .. maka kita harus membeli hasil dari kekayaan kita sendiri. Ada vaksin, ada tarian, ada musik, ada batik, orang utan, ikan arowana, dll. </em></p>
<p><em>Semoga pemerintah cepat tanggap akan hal ini, dan melindungi segala kekayaan kita. Sebagai orang awam, <strong>janganlah kita sembarangan menyerahkan kunci ke orang lain, jika tak ingin kebobolan di lain hari</strong>.<br />
</em></p>
<p><em>Semoga berkenan.</em></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;"><strong> Endang Rahayu Sedyaningsih</strong><strong> Endang Rahayu Sedyaningsih</strong></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1922&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/26/membawa-virus-ke-luar-negeri-apa-masalahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalil-dalil Majelis Tahlil/Tahlilan</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/09/seri-tahlil-1/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/09/seri-tahlil-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 04:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[dzikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1840</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah panduan untuk majelis tahlil (tahlilan). Di toko-toko banyak ditemukan, namun ini ku salin dari buku tahlil yang disusun dalam rangka memperingati kakenda/nenenda kami. Semoga beliau diampuni dosa-dosanya, diterima amal kebajikannya, dan mendapat rahmat ridlo dari Allah swt. Demikian pula leluhur kami yg lain dan pembaca semuanya. Amien.  Semoga bermanfaat.
Dari Abu Dzar ra, ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1840&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebuah panduan untuk majelis tahlil (tahlilan). Di toko-toko banyak ditemukan, namun ini ku salin dari buku tahlil yang disusun dalam rangka memperingati kakenda/nenenda kami. Semoga beliau diampuni dosa-dosanya, diterima amal kebajikannya, dan mendapat rahmat ridlo dari Allah swt. Demikian pula leluhur kami yg lain dan pembaca semuanya. Amien.  Semoga bermanfaat.</p>
<blockquote><p>Dari Abu Dzar ra, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para sahabat berkata kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershodaqoh dengan kelebihan harta mereka”. Maka Nabi saw bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershodaqaoh? <strong>Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shodaqoh, tiap-tiap tahmid adalah shodaqoh, tiap-tiap tahlil adalah shodaqoh, menyuruh kepada kebaikan adalah shodaqoh,</strong> mencegah kemungkaran adalah shodaqoh dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shodaqoh “. Mereka bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim no. 2376)</p>
</blockquote>
<p>1.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1841" title="ilahadarati" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati.jpg?w=237&#038;h=155" alt="ilahadarati" width="237" height="155" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1842" title="fatehah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg?w=242&#038;h=227" alt="fatehah" width="242" height="227" /></a> <span id="more-1840"></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang</p>
<p style="text-align:center;">(Dihadiahkan) kepada baginda Nabi Muhammad saw, keluarganya, istri-istrinya, putra-putrinya, dan kepada semua keturunannya, Al-Fatihah:</p>
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan.  Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah)  Tunjukilah kami jalan yang lurus,  (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni&#8217;mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.</p>
<p>2.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1843" title="ilahadarati2" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati2.jpg?w=236&#038;h=222" alt="ilahadarati2" width="236" height="222" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1842" title="fatehah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg?w=242&#038;h=227" alt="fatehah" width="242" height="227" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Kemudian (dihadiahkan) kepada yang terhormat para handai taulannya, dari para Nabi dan utusan, para wali, para syuhada&#8217;, orang-orang salih, para sahabat dan tabiin, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan kepada para malaikat yang selalu taqarub mendekatkan diri kepada Allah, dan khususnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Ajailaniy, Al-Fatihah:</p>
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni&#8217;mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.</p>
<p>3.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1844" title="ilahadarati3" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati3.jpg?w=237&#038;h=230" alt="ilahadarati3" width="237" height="230" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1842" title="fatehah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg?w=242&#038;h=227" alt="fatehah" width="242" height="227" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Kemudian (dihadiahkan) kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, kepada kaum mukminin laki-laki dan perempuan, dari ujung timur sampai ujung barat dunia, baik yang di darat maupun di laut, khususnya kepada bapak-bapak kami dan para ibu kami, para nenek leluhur kami yang laki-laki dan perempuan, para guru kami dan para guru besar mereka, kepada para guru kami dan para gurunya guru kami, dan kepada orang-orang yang menyebabkan kami semua berkumpul di majelis ini, Al-Fatihah:</p>
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni&#8217;mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.</p>
<blockquote><p>Pendapat para ulama salafiyah tentang sampainya hadiah pahala telah kami catat <a href="http://orgawam.wordpress.com/2008/03/31/hadiah-pahala/" target="_blank">di sini</a>.</p>
</blockquote>
<p>4.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ikhlas.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1845" title="ikhlas" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ikhlas.jpg?w=229&#038;h=118" alt="ikhlas" width="229" height="118" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: &#8220;Dialah Allah, Yang Maha Esa&#8221;. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan,dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. 3x</p>
<blockquote><p>Rasulullah saw bersabda, &#8220;Apakah salah satu dari kalian tidak mampu membaca sepertiga al Qur&#8217;an setiap malam?&#8221; Para sahabat pun bertanya,&#8221;Siapakah di antara kita yang mampu melakukannya, yaa Rasulullah?&#8221; Beliau menjawab,&#8221;Allah Al Wahid Ash-Shamad (Surah Al Ikhlas) adalah sepertiga Al Qur&#8217;an&#8221;. [Bukhari Muslim]</p>
<p>Barangsiapa membaca Qulhuwallahu Ahad (Surah Al Ikhlas) tiga kali, maka ia seolah-olah sudah membaca (seluruh) Al Qur&#8217;an. [Ahmad, An Nasai, Adh Dhiya' Al Maqdisi. Al Haitsami menjelaskan, para perawi dalam sanad hadits tergolong shahih]</p>
</blockquote>
<p>5.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1849" title="lailahailallahuallahuakbar" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg?w=238&#038;h=38" alt="lailahailallahuallahuakbar" width="238" height="38" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.</p>
<p style="text-align:center;">
<p><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/falaq.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1846" title="falaq" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/falaq.jpg?w=234&#038;h=144" alt="falaq" width="234" height="144" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Katakanlah: &#8220;Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia jalankan kedengkiannya&#8221;.</p>
<p>6.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1849" title="lailahailallahuallahuakbar" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg?w=238&#038;h=38" alt="lailahailallahuallahuakbar" width="238" height="38" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.</p>
<p style="text-align:center;">
<p><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/annas.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1847" title="annas" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/annas.jpg?w=237&#038;h=147" alt="annas" width="237" height="147" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Katakanlah: &#8220;Aku berlindung kepada Rabb manusia&#8221;. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia</p>
<blockquote><p>Dari Uqbah bin Amir ra, ia berkata: &#8220;Suatu ketika aku menggiring unta Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan. Lalu beliau saw berkata kepadaku: &#8221; Wahai Uqbah, maukah engkau aku ajarkan dua surah yang paling baik untuk dibaca&#8221;. Beliau kemudian mengajarkan kepadaku <em>Qul q&#8217;uudzubirabbil falaq</em> (surah al Falaq) dan<em> Qul a&#8217;uudzubirabbinnaas</em> (surah an Naas).&#8221; [Abu Daud dan Nasa'i]</p>
<p>Dari Uqbah ra, dia berkata: &#8220;Tidakkah engkau perhatikan ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini, yang belum pernah terlihat dapat menyamainya? Yaitu <em>Qul q&#8217;uudzubirabbil falaq</em> (surah al Falaq) dan<em> Qul a&#8217;uudzubirabbinnaas</em> (surah an Naas).&#8221; [Muslim]</p>
<p>Rasulullah saw meminta perlindungan dari jin dan sihir mata manusia sampai ketika surah Al Falaq dan An-Naas diturunkan, beliau kemudian mengambil kedua surah tersebut dan meninggalkan yang lain. [Tirmidzi dan Nasa'i]</p>
<p>Ahmad bin Mani&#8217; dalam Musnadnya, &#8220;Siapa yang membaca mu&#8217;awwidzat&#8221; ( Al Ikhlas, Al Falaq, dan An-Naas), maka dia seolah-olah telah membaca semua yang diturunkan kepada Muhammad saw.&#8221;</p>
</blockquote>
<p>7.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1849" title="lailahailallahuallahuakbar" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg?w=238&#038;h=38" alt="lailahailallahuallahuakbar" width="238" height="38" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.</p>
<p><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1842" title="fatehah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg?w=242&#038;h=227" alt="fatehah" width="242" height="227" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni&#8217;mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.</p>
<blockquote><p>&#8220;.. Dan aku telah diberi Faatihatul Kitab dari bawah Arsy.&#8221;[Hakim]</p>
<p>Ketika Jibril sedang duduk di sisi Nabi saw, tiba-tiba ia mendengar suara dari atas tubuhnya. Maka ia pun mendongakkan kepalanya lalu berkata, &#8220;Ini adalah seorang malaikat yang turun ke bumi, yang sama sekali belum pernah turun,&#8221; Kemudian malaikat tersebut mengucap salam lalu berkata, &#8220;Bergembiralah  dengan datangnya dua cahaya yang diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan seorang nabipun sebelummu, yaitu Fatihah Al Kitab dan akhir surah Al Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf pun darinya melainkan akan diberikan pahalanya kepadamu.&#8221; [Muslim]</p>
</blockquote>
<p>8.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/baqarah1-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1848" title="baqarah1-5" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/baqarah1-5.jpg?w=245&#038;h=299" alt="baqarah1-5" width="245" height="299" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Alif laam miim. Kitab (Al-Qur&#8217;an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib , yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur&#8217;an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu , serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung .(QS. Al-Baqarah:1-5)</p>
<p>9.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/wailahukum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1852" title="wailahukum" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/wailahukum.jpg?w=258&#038;h=80" alt="wailahukum" width="258" height="80" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqarah:163)</p>
<p>10.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ayatkursi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1853" title="ayatkursi" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ayatkursi.jpg?w=260&#038;h=360" alt="ayatkursi" width="260" height="360" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa&#8217;at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.(QS. Al-Baqarah:255)</p>
<p>11.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/baqarah284-2861.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1855" title="baqarah284-286" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/baqarah284-2861.jpg?w=255&#038;h=647" alt="baqarah284-286" width="255" height="647" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 0 Rasul telah beriman kepada Al-Qur&#8217;an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): &#8220;Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya&#8221;, dan mereka mengatakan: &#8220;Kami dengar dan kami ta&#8217;at&#8221;. (Mereka berdo&#8217;a): &#8220;Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali&#8221;. 0  Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo&#8217;a): &#8220;Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir&#8221;. (QS.  Al-Baqarah:284-286)</p>
<blockquote><p>Rasulullah, bersabda, &#8220;Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah di malam hari, maka ia (dua ayat itu) telah cukup melindunginya.” [Bukhari Muslim]</p>
</blockquote>
<p>12.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/irhamnayaa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1857" title="irhamnayaa" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/irhamnayaa.jpg?w=246&#038;h=106" alt="irhamnayaa" width="246" height="106" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Kasihanilah kami wahai Tuhan yang Maha Mengasihani. 7x</p>
<p style="text-align:center;">Rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah&#8221;. (QS.  Huud:73)</p>
<p>13.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/inamayuridu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1858" title="inamayuridu" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/inamayuridu.jpg?w=245&#038;h=98" alt="inamayuridu" width="245" height="98" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.  (QS.  Al-Ahzab:33)</p>
<p>14.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/innallahawamalaikatu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1859" title="innallahawamalaikatu" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/innallahawamalaikatu.jpg?w=251&#038;h=117" alt="innallahawamalaikatu" width="251" height="117" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya dengan sebaik-baiknya.  (QS.  Al-Ahzab:56)</p>
<p>15.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1860" title="allahumasholiafdlala01" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala01.jpg?w=242&#038;h=195" alt="allahumasholiafdlala01" width="242" height="195" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menjadi sinar petunjuk, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.</p>
<p>16.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1861" title="allahumasholiafdlala02" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala02.jpg?w=258&#038;h=186" alt="allahumasholiafdlala02" width="258" height="186" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menyinari waktu pagi, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.</p>
<p style="text-align:left;">17.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala03.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1862" title="allahumasholiafdlala03" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala03.jpg?w=259&#038;h=221" alt="allahumasholiafdlala03" width="259" height="221" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah, berilah semulya-mulya rahmat dan salam kepada sebahagia-bahagia makhluk-Mu yang menjadi sinar di kegelapan, yaitu Nabi Muhammad saw, dengan para keluarganya dan para sahabatnnya, sebanyak bilangan barang yang Engkau ketahui, dan bilangan tinta untuk mencatat kalimat-Mu, dan selama masih ada orang yang ingat dan orang yang lupa kepada-Mu.</p>
<blockquote><p>Abdullah bin Amru bin Al Ash ra telah mendengar Rasulullah saw bersabda:&#8221; Barangsiapa membaca shalawat satu kali untukku, Allah akan menurunkan rahmat kepadanya sepuluh kali. [Muslim]</p>
<p>Ibn Mas&#8217;ud ra berkata: Rasulullah saw bersabda:&#8221; Orang yang terdekat kepada aku pada hari qiyamat ialah yang terbanyak membaca shalawat kepadaku. [Thirmidzi]</p>
</blockquote>
<p>18.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/hasbunallah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1863" title="hasbunallah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/hasbunallah.jpg?w=255&#038;h=93" alt="hasbunallah" width="255" height="93" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (QS. Ali Imran:173)</p>
<p style="text-align:center;">Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al-Anfal:40)  19.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lahaula.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1864" title="lahaula" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lahaula.jpg?w=253&#038;h=49" alt="lahaula" width="253" height="49" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.</p>
<blockquote><p>&#8220;(Yaitu) orang-orang (yang menta&#8217;ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:&#8221;Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka&#8221;, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: &#8220;<strong>HasbunalLâh Wani&#8217;mal-Wakîl&#8221;, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung&#8221;. (QS. 3:173)</strong></p>
<p>&#8220;Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. <strong>Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr]</strong>&#8220;. (QS. 8:40)</p>
<p>&#8220;Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur&#8217;an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka <strong>Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Fa "Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr</strong>"]&#8220;. (QS. 22:78)</p>
<p>Dari Musa al Asy&#8217;ari ra, ia berkata: bersabda Rasulullah saw: &#8220;Hai Abdullah putera Qais. Ingat, akan kutunjukkan kepadamu suatu perbendaharaan surga:. Itulah kalimat: &#8220;LAHAULA WALAA QUWWATA ILLAH BILLAAHIL &#8216;ALIYYIL &#8216;ADZHIIM&#8221;. [Bukhari Muslim]</p>
</blockquote>
<p>19.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/astaghfirullah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1865" title="astaghfirullah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/astaghfirullah.jpg?w=253&#038;h=44" alt="astaghfirullah" width="253" height="44" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Aku bermohon ampun kepada Allah, Zat Yang Maha Agung. 3x</p>
<p>20.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/afdlaludzikri.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1866" title="afdlaludzikri" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/afdlaludzikri.jpg?w=238&#038;h=155" alt="afdlaludzikri" width="238" height="155" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1867" title="lailahailallah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallah.jpg?w=230&#038;h=88" alt="lailahailallah" width="230" height="88" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ketahuilah bahwa dzikir yang paling utama adalah, Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi ada. Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi disembah. Tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Hidup lagi kekal.</p>
<p style="text-align:center;">Tidak ada Tuhan selain Allah. 100x (atau terserah bilangannya) Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah Rasul (utusan) Allah.</p>
<blockquote><p>Jabir ra berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: &#8220;Seutama-utama dzikir adalah LA ILAHA ILLALLAH&#8221;. [Thirmidzy]</p>
<p>Barangsiapa membaca: LAAILAHAILLALLAH seratus kali, maka baginya pahala yang setara dengan pahala memerdekakan sepuluh budak, juga dituliskan baginya seratus pahala kebaikan, lalu dihapus seratus dosa keburukannya, dan ia (kalimat tersebut) akan menjadi pelindung baginya dari syetan sepanjang hari itu hingga sore menjelang. (Kecuali itu) tidak ada yang melakukan sesuatu yang lebih afdhal daripada apa yang ia lakukan kecuali orang yang mengamalkan lebih banyak dari itu. [Bukhari Muslim]</p>
</blockquote>
<p>21.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/shalawat.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1868" title="shalawat" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/shalawat.jpg?w=240&#038;h=78" alt="shalawat" width="240" height="78" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah berilah rahmat atas Nabi Muhammad. Yaa Allah Tuhan kami, berilah rahmat dan keselamatan atasnya. 3x</p>
<p>22.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/subhanallahuwabihamdih.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1869" title="subhanallahuwabihamdih" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/subhanallahuwabihamdih.jpg?w=229&#038;h=83" alt="subhanallahuwabihamdih" width="229" height="83" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung. 3x (atau terserah bilangannya)</p>
<blockquote><p>Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: &#8220;Dua kalimat yang ringan di lidah tetapi berat dalam neraca timbangan, sangat digemari Allah swt yaitu:  &#8221;SUBHANALLAH WABIHAMDIHI, SUBHANALLAHIL &#8216;ADZHIIM&#8221; (Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung)&#8221;. [Bukhari dan Muslim]</p>
</blockquote>
<p>23.  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/shalawat2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1870" title="shalawat2" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/shalawat2.jpg?w=255&#038;h=78" alt="shalawat2" width="255" height="78" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah berilah rahmat dan salam atas kekasih-Mu Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabat semuanya. 3x</p>
<p>24.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1871" title="fatehah2" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah2.jpg?w=259&#038;h=246" alt="fatehah2" width="259" height="246" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Al-Fatihah:</p>
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni&#8217;mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.</p>
<p>.  .  <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1872" title="doatahlil1" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil1.jpg?w=298&#038;h=404" alt="doatahlil1" width="298" height="404" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1873" title="doatahlil2" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil2.jpg?w=298&#038;h=405" alt="doatahlil2" width="298" height="405" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1874" title="doatahlil3" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil3.jpg?w=294&#038;h=403" alt="doatahlil3" width="294" height="403" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1875" title="doatahlil4" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil4.jpg?w=297&#038;h=403" alt="doatahlil4" width="297" height="403" /></a> <a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1842" title="fatehah" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg?w=242&#038;h=227" alt="fatehah" width="242" height="227" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang memperoleh nikmat sama memuji dan dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-Nya. Wahai Tuhan kami, hanya bagi Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan kekuasaan Engkau.</p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah, berilah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga beliau. Ya Allah terimalah dan sampaikanlah pahala bacaan kami dari ayat-ayat Al-Qur’an al adzim, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami dan bacaan shalawat kami kepada junjungan Nabi Muhammad saw sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun dan berkah yang cukup kepada yang terhormat kekasih kami, penolong dan buah mata kami, junjungan dan pemimpin kami yaitu Muhammad saw.</p>
<p style="text-align:center;">Dan kepada yang terhormat semua sahabat dari para Nabi dan Rasul, kepada para wali, syuhada, orang-orang yang salih, para sahabat dan tabiin, kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, dan kepada semua pejuan di jalan Allah, yaa Allah Tuhan seluruh alam. Dan kepada para malaikat muqarrabin, terutama kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy,</p>
<p style="text-align:center;">Kemudian kepada semua ahli kubur muslim yang laki-laki dan yang perempuan, dari ujung timur hingga ujung barat dunia, dan terutama bagi bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek leluhur kami yang laki-laki dan yang perempuan, dan kami khususkan terutama kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.</p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, sejahterakanlah mereka, dan maafkanlah mereka semua.</p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang ahli mengucapkan ”LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH” (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah).</p>
<p style="text-align:center;">Wahai Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, dan jadikanlah kami mengikutinya dan tunjukkanlah kami perkara-perkara yang batil dengan jelas dan jadikanlah kami menjauhinya.</p>
<p style="text-align:center;">Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.</p>
<p style="text-align:center;">Maha Suci Tuhan, Tuhan yang bersih dari sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir.</p>
<p style="text-align:center;">Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepada para Rasul.</p>
<p style="text-align:center;">Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.</p>
<p style="text-align:center;">Al-Fatihah,</p>
<p style="text-align:center;">Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Yaa Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni&#8217;mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat . Amien.</p>
<p>.  .  Semoga manfaat.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:8664px;width:1px;height:1px;"><span style="font-family:Georgia,Garamond,Arial,verdana;font-size:small;">&#8220;(Yaitu) orang-orang (yang menta&#8217;ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:&#8221;Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka&#8221;, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: &#8220;HasbunalLâh Wani&#8217;mal-Wakîl&#8221;, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung&#8221;. (QS. 3:173)</p>
<p>&#8220;Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr]&#8220;. (QS. 8:40)</p>
<p>&#8220;Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur&#8217;an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Fa "Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr"]&#8220;. (QS. 22:78)</p>
<p></span></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1840&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/09/seri-tahlil-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ilahadarati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatehah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ilahadarati2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatehah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ilahadarati3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ilahadarati3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatehah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ikhlas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lailahailallahuallahuakbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/falaq.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">falaq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lailahailallahuallahuakbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/annas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">annas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallahuallahuakbar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lailahailallahuallahuakbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatehah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/baqarah1-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baqarah1-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/wailahukum.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wailahukum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/ayatkursi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ayatkursi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/baqarah284-2861.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baqarah284-286</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/irhamnayaa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">irhamnayaa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/inamayuridu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">inamayuridu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/innallahawamalaikatu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">innallahawamalaikatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">allahumasholiafdlala01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">allahumasholiafdlala02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/allahumasholiafdlala03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">allahumasholiafdlala03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/hasbunallah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hasbunallah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lahaula.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lahaula</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/astaghfirullah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">astaghfirullah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/afdlaludzikri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">afdlaludzikri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/lailahailallah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lailahailallah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/shalawat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shalawat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/subhanallahuwabihamdih.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">subhanallahuwabihamdih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/shalawat2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shalawat2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatehah2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doatahlil1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doatahlil2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doatahlil3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/doatahlil4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doatahlil4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/10/fatehah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatehah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerbit buku Islam di Indonesia</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/04/penerbit-buku-islam-di-indonesia/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/04/penerbit-buku-islam-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 15:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[wahaby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1836</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah daftar penerbit beserta kategorinya yang ku dapat dari, http://www.mail-archive.com/keluarga-islam@yahoogroups.com/msg09166.html
Pengklasifikasian (komentar) bukan dari kami, namun sesuai tulisan asli dari sumbernya.

Penerbit buku Islam di Indonesia
Sumber: http://smd.antibidah.net/?p=260 (Catatan : sumber  smd.antibidah.net adalah sebuah blog salafi/wahabi fanatik. Sudah almarhum.)
Daftar penerbit buku terpercaya InsyaAllah tsiqah diatas Islam (sunnah)
( Silahkan membacanya )
Pustaka Azzam
Darul Haq
Darul Falah
At-Tibyan
Media Hidayah
Pustaka Imam Syafi&#8217;i
Pustaka Ima Bukhari
Pustaka Barakah
Pustaka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1836&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebuah daftar penerbit beserta kategorinya yang ku dapat dari, http://www.mail-archive.com/keluarga-islam@yahoogroups.com/msg09166.html</p>
<p>Pengklasifikasian (komentar) bukan dari kami, namun sesuai tulisan asli dari sumbernya.</p>
<p><span id="more-1836"></span><br />
<strong>Penerbit buku Islam di Indonesia</strong><br />
Sumber: http://smd.antibidah.net/?p=260 (Catatan : sumber  smd.antibidah.net adalah sebuah blog salafi/wahabi fanatik. Sudah almarhum.)</p>
<p>Daftar penerbit buku terpercaya InsyaAllah tsiqah diatas Islam (sunnah)<br />
( Silahkan membacanya )<br />
Pustaka Azzam<br />
Darul Haq<br />
Darul Falah<br />
At-Tibyan<br />
Media Hidayah<br />
Pustaka Imam Syafi&#8217;i<br />
Pustaka Ima Bukhari<br />
Pustaka Barakah<br />
Pustaka al-Furqan<br />
Pustaka at-Tauhid<br />
Pustaka as-Sunnah<br />
Pustaka as-Sofwah<br />
Pustaka Arafah<br />
Pustaka Bina Umat<br />
Elba<br />
Najila<br />
al-Qowam<br />
Maktabah Salafi Press<br />
Maktabah adz-Dzahabi<br />
Risalah Gusti<br />
Darus Sunnah</p>
<p>Daftar penerbit buku Islam yang sebagian besar bisa dipercaya<br />
( Perhatikan penulisnya, penterjemahnya, pengantarnya, haditsnya )<br />
Mujahid<br />
Penerbit Cendekia<br />
Pustaka al-Kautsar<br />
Qisthi Press</p>
<p>Daftar penerbit buku Islam berbahaya/Sesat-menyesatkan<br />
( Jangan dibaca apalagi dibeli! )<br />
Lentera (Syi&#8217;ah)<br />
al-Huda (Syi&#8217;ah)<br />
Serambi (Syi&#8217;ah)<br />
Teraju (Syi&#8217;ah + Rasionalis + Filsalaf)<br />
Mizan (Syi&#8217;ah + Liberal + Rasionalis)<br />
Paramadina (JIL)<br />
Pustaka Hidayah (Syi&#8217;ah)<br />
Putra Pelajar (Rasionalis)<br />
DAR!Mizan (Komik dusta dan bergambar)<br />
Remaja Rosdakarya (Rasionalis + Filsafat + Syi&#8217;ah)<br />
Az Zahra (Syi&#8217;ah)<br />
Pustaka Progressif (Rasionalis + Filsalaf)<br />
Kepustakaan Populer Gramedia (Filsafat)</p>
<p>Daftar penerbit buku Islam tercemar bid&#8217;ah<br />
( Hati-hati membacanya! )<br />
Gema Insani Press (Hizbiyah)<br />
Robbani Press (Hizbiyah)<br />
Syaamil (Hizbiyah)<br />
Era Intermedia (Hizbiyah)<br />
Aqwam (? salah satu bukunya &#8220;Huru Hara Akhir Zaman&#8221;)</p>
<p>.</p>
<p>Sebuah daftar lain. Diambil dari,<br />
http://forum.nu.or.id/viewtopic.php?f=4&amp;t=1068</p>
<p>Beberapa penerbit Aswaja. Aman untuk dibaca&#8230;:</p>
<p>1. Al-Hidayah (Surabaya)<br />
2. Sinar Baru Algesindo<br />
3. Ampel Mulia (Surabaya)<br />
4. Mitra Gayatri (Kediri)<br />
5. Toha Putra (Semarang)</p>
<p>6. Logung Pustaka<br />
7. Menara Kudus (Kudus)<br />
8. Pustaka Firdaus<br />
9. Darul Hikmah (Jombang)<br />
10. Pustaka &#8216;Azm</p>
<p>11. Pustaka Pesantren (Yogyakarta)<br />
12. Khalista<br />
13. Pustaka Warisan Islam<br />
14. Taman Ilmu<br />
15. Al Mawardi</p>
<p>16. Arti Bumi Intiran<br />
17. Al-Miftah (Surabaya)<br />
18. Muara Progresif<br />
19. Islamuna Press<br />
20. Lakpesdam NU</p>
<p>21. Pustaka Zawiyah<br />
22. Pustaka Amanah (Kendal)<br />
23. Ar-Ridha (Semarang)<br />
24. Khasanah Intelektual<br />
25. PP Takhossus Ilmu Fiqh (Mojokerto)</p>
<p>26. LBM/LTN PCNU<br />
27. Pustaka Bayan<br />
28. Pustaka Sidogiri<br />
29. Pustaka Tarbiyah<br />
30. Hayat Publishing</p>
<p>31. Risalah Gusti<br />
32. Cahaya Ilmu<br />
33. LTN Kesan (Tuban)<br />
34. Abshor (Semarang)<br />
35. Cahaya Berkah Sidogiri<br />
36. PP Lirboyo (Kediri)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1836&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/04/penerbit-buku-islam-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korban Gempa Masuk Kategori Mati Syahid</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/03/korban-gempa-masuk-kategori-mati-syahid/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/03/korban-gempa-masuk-kategori-mati-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 04:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Masdar F Mas&#8217;udi: Korban Gempa Masuk Kategori Mati Syahid 
Jumat, 2 Oktober 2009 &#124; 21:23 WIB
BOGOR, KOMPAS.com  &#8211; Korban meninggal dunia dalam bencana alam termasuk dalam kategori gugur sebagai ’syahid’, kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi.
Masdar Farid Mas’udi mengemukakan, para korban meninggal dunia pada bencana gempa bumi dengan kekuatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1832&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masdar F Mas&#8217;udi: <strong>Korban Gempa Masuk Kategori Mati Syahid </strong></p>
<p>Jumat, 2 Oktober 2009 | 21:23 WIB</p>
<p>BOGOR, KOMPAS.com  &#8211; Korban meninggal dunia dalam bencana alam termasuk dalam kategori gugur sebagai ’syahid’, kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi.</p>
<p>Masdar Farid Mas’udi mengemukakan, para korban meninggal dunia pada bencana gempa bumi dengan kekuatan 7,6 Skala Richter (SR) yang melanda Sumatera Barat (Sumbar), masuk dalam kategori sebagai ’syahid’ secara ’ukhrowi’ atau di Akhirat kelak.</p>
<p><span id="more-1832"></span></p>
<p>&#8220;Korban yang meninggal dunia pada bencana alam masuk dalam kategori sebagai ’syahid.’  Sebagai insan yang beriman, kita meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini hanya terjadi karena kehendak Allah SWT Yang Maha Kuasa sekaligus Maha Penyayang,&#8221; ujar Masdar Farid Mas’udi, Jumat (2/10).</p>
<p>Apa yang diungkapkannya tersebut, lanjut Masdar, terdengar seperti ajaran yang kurang ilmiah. Namun hal tersebut sangat bermanfaat guna memagari diri dari petaka lebih lanjut yang jauh lebih membinasakan secara lahir dan bathin, yakni keputusasaan.</p>
<p>&#8220;Islam melarang kita untuk putus asa. Semoga saja korban gempa bumi baik yang di Jawa Barat maupun yang terbaru di Sumatera Barat tetap optimis menapat hari esok yang lebih baik,&#8221; tutur mantan Direktur Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta.</p>
<p>&#8220;Maka orang yang beriman adalah orang yang kuat bahkan sangat kuat untuk hidup dalam situasi seberat apapun. Kita ditakdirkan sebagai bangsa yang beriman. Artinya kita pun akan bisa menjadi bangsa yang sangat kuat,&#8221; papar Masdar.</p>
<p>Semua peristiwa yang menimpa kita, baik pahit maupun manis, bisa menjadi petaka atau anugerah, tergantung bagaimana kita menyikapinya. &#8220;Ajaran agama menegaskan bahwa mereka yang meninggal sebagai korban bencana alam adalah ’syahid’ secara ukhrowi.&#8221;</p>
<p>Menurut ulama kelahiran Purwokerto tersebut, para keluarga korban gempa bumi dan kita semua berhak serta wajar menangisi kepergian mereka yang meninggal dunia sebagai bentuk kasih sayang. Tetapi jangan terlalu larut dan menenggelamkan diri dalam keputusasaan. Yakinlah mereka diterima Allah SWT sebagai ’syahid,’ begitu imbuh Masdar Farid Mas’udi.</p>
<p>Sumber: <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/02/21232985/Masdar.F.Masudi..Korban.Gempa.Masuk.Kategori.Mati.Syahid." target="_blank">http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/02/21232985/Masdar.F.Masudi..Korban.Gempa.Masuk.Kategori.Mati.Syahid. </a></p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p><strong>Syahid</strong></p>
<p>Diambil dari, <a href="http://geocities.com/risanuri/agama/KhusnulKhatimahdanSyahid.html" target="_blank">http://geocities.com/risanuri/agama/KhusnulKhatimahdanSyahid.html</a></p>
<p>Wafat dalam keadaan syahid merupakan kemuliaan, dan dijamin surga oleh Allah SWT. Yang paling banyak disebut adalah syahid di medan perang. Allah SWT berfirman:</p>
<blockquote><p>&#8220;Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman&#8221; (Ali Imraan:169-171)</p></blockquote>
<p>Sabda baginda Nabi SAW,</p>
<blockquote><p>&#8220;Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu: diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa&#8217;at bagi 70 orang kerabatnya&#8221; (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Adapun ada bermacam-macam syahid sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits Rasulullah SAW.</p>
<blockquote><p>“Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas ranjangnya&#8221;(HR. Imam Muslim dan al-Baihaqi)</p></blockquote>
<p>Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa</p>
<blockquote><p>Rasulullah SAW bersabda:&#8221;Apa yang kalian katagorikan sebagai orang yang mati syahid diantara kalian?<br />
mereka menjawab :Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa sja yang mati terbunuh dijalan Allah.</p>
<p>Beliau bersabda:Kalau begitu ummatku yang mati syahid sangatlah sedikit.<br />
Para sahabat kembali bertanya:Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah?</p>
<p>beliau menjawab: Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang berjuang dijalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar, diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam dialah syahid &#8220;<br />
(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi)</p></blockquote>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<blockquote><p>Siapa saja yang keluar dijalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga&#8221; (HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi)</p></blockquote>
<blockquote><p>Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:&#8221;Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: &#8220;Karena terserang penyakit kolera&#8221; ia berkata:Rasulullah telah bersabda:</p>
<p>&#8220;penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim&#8221; (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau menjawab;</p>
<blockquote><p>&#8220;Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudia Dia jadikan sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid&#8221;(HR. Bukhari, al-Baihaqi dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:</p>
<blockquote><p>&#8220;Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang dijalan Allah&#8221; (HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Perempuan yang meninggal karena melahirkan termasuk syahid. Ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya :</p>
<blockquote><p>&#8220;Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh&#8221; beliau bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)&#8221;(HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.</p></blockquote>
<p>Dari Jabir bin Atik secara marfu&#8217;:</p>
<blockquote><p>&#8220;Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid,karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan atau tanah longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung adalah syahid&#8221;(HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa&#8217;i, Ibnu MAjah dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:</p>
<blockquote><p>&#8220;Mati dijalan Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah syahid&#8221;(HR.Thabrani)</p></blockquote>
<p>Mempertahankan harta dari perampok.</p>
<blockquote><p>&#8220;Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid&#8221;(HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa&#8217;i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata:</p>
<blockquote><p>&#8220;Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku&#8221; beliau menjawab: &#8216;jangan engkau berikan&#8217; Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku? beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya kembali,Bagaimana kalau aku yang membunuhnya? beliau menjawab; ia masuk neraka&#8221;(HR. Imam Muslim, an-Nasa&#8217;i dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Mukhariq berkata,</p>
<blockquote><p>seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata : &#8220;ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku,<br />
beliau bersabda: Ingatkan dia akan Allah.</p>
<p>Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir?<br />
beliau menjawab: Mintalah tolong orang disekitarmu dalam mengatasinya.</p>
<p>Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati disekitarku seorangpun?<br />
Beliau menjawab:Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa.</p>
<p>Ia bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku?<br />
beliau bersabda: berkelahilah dalam membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah hartamu dirampas&#8221;<br />
(HR. An-Nasa&#8217;i, dan Ahmad)</p></blockquote>
<p>Dalam hadits ini diterangkan bahwa meninggal karena membela/mempertahankan harta, keluarga, agama dan jiwa termasuk di dalam mati syahid.</p>
<blockquote><p>&#8220;Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang matimempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid&#8221;(HR. Abu Daud, an-Nasa&#8217;i, at-tirmidzi, dan Ahmad)</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid&#8221; (HR. An-Nasa&#8217;i)</p></blockquote>
<p>Sampai disini kita fahami bahwa kematian bagi mereka di atas adalah rahmat Allah SWT karena mereka digolongkan para syuhada, walaupun di dunia dihukumi tetap sebagai jenazah biasa, yaitu dishalatkan, dimandikan dll, namun di akhirat mereka bersama syuhada. Tak ada hisab bagi mereka kelak, langsung menuju sorga Allah swt.</p>
<p>Tidak ada azab dalam ummat Muhammad saw, karena bagi mereka hanyalah Rahmat Nya swt, dan dunia bagi kita adalah tempat beramal dan bukan tempat pembalasan, dan tempat pembalasan adalah setelah kematian dan di hari kiamat.</p>
<p>Wafat dalam musibah tentunya keberuntungan besar sebagaimana hadits diatas, dan bagi mereka yg hidup itu adalah penghapusan dosa, sebagaimana sabda Rasul saw bahwa semua musibah yg menimpa ummat beliau adalah penghapusan dosa, maka bertanya Aisyah ra Ummulmukminin : Lalu kalau kita tertusuk duri itu apakah juga ada penghapusan dosanya?, Rasul saw menjawab : “Betul, bahkan gundah dihati pun merupakan penghapusan dosa” (Shahihain Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Bahkan dalam riwayat lain Rasul saw bersabda : “Tiada henti hentinya musibah menimpa seorang muslim atau muslimah, pada dirinya, pada hartanya, pada keluarganya, hingga ia menemui Allah swt kelak tak membawa dosa sedikitpun.</p>
<p>Dalam riwayat lainnya dijelaskan bahwa musibah mengangkat derajat kita, maka demikian kasih sayang Nya Allah swt yg mengangkat derajat Hamba hamba Nya swt tanpa mereka sadari.</p>
<p>Mengenai orang shalih atau bukan shalih, selama ia muslim dan tidak dalam keadaan mabuk, dan tidak pula sedang niat berbuat jahat maka bila ia wafat kecelakaan atau dibunuh maka ia wafat sebagai syahid sebagaimana hadits diatas.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Ya Allah.. jadikanlah akhir hayat kami khusnul khatimah dan termasuk orang-orang yang syahid di jalan-Mu.<br />
Amien.</p>
<p>Sumber :<br />
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=28&amp;func=view&amp;id=4014&amp;catid=7&amp;lang=en<br />
http://www.jilbab.or.id/index.php?option=content&amp;task=view&amp;id=556&amp;Itemid=<br />
http://geocities.com/risanuri/agama/KhusnulKhatimahdanSyahid.html</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1832&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/10/03/korban-gempa-masuk-kategori-mati-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencium Tangan</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/09/21/mencium-tangan/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/09/21/mencium-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 00:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syafiiyah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1821</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa dalil tentang mencium tangan, kaki dan perut Nabi; juga mencium tangan Ahlul Bait dan Ulama pewaris Nabi saw. Dari sini bahwasanya BOLEH mencium tangan seseorang yang mempunyai kelebihan dalam agama baik karena ilmunya, zuhudnya, wara’nya, keshalehannya, keturunannya.

Beberapa Hadits Nabi
“Dari Ummu Aban binti al-Warra’ bin Zarra’ dari kakeknya radliyallahu ‘anhum; dan kakeknya merupakan salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1821&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa dalil tentang mencium tangan, kaki dan perut Nabi; juga mencium tangan Ahlul Bait dan Ulama pewaris Nabi saw. Dari sini bahwasanya BOLEH mencium tangan seseorang yang mempunyai kelebihan dalam agama baik karena ilmunya, zuhudnya, wara’nya, keshalehannya, keturunannya.</p>
<p><span id="more-1821"></span></p>
<p><strong>Beberapa Hadits Nabi</strong></p>
<p>“Dari Ummu Aban binti al-Warra’ bin Zarra’ dari kakeknya radliyallahu ‘anhum; dan kakeknya merupakan salah satu delegasi Abdul Qais (yang mendatangi Nabi). Kakeknya Ummu Aban berkata: Saat kita sampai di Madinah, kami berlarian dari kendaraan kita untuk mencium kedua tangan dan kaki Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR Bukhori).</p>
<p>“Dari Sayyidina Jabir radliyallahu ‘anhu bahwasanya Umar radliyallahu ‘anhu mencium tangan Nabi” (HR al-Hafizh Ibn al-Muqri)</p>
<p>“Dari Sayyidina al-Wazza’ bin ‘Amir radliyallahu ‘anhu berkata: sewaktu kita tiba (ke Madinah), maka dikatakan kepada kami bahwa dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kami mengambil kedua tangan dan kakinya lalu kami menciumnya” (HR Bukhori).</p>
<p>“Dari Sayyidina Hibban bin Wasi’ dari pembesar-pembesar kaumnya radliyallahu ‘anhum, bahwasanya sewaktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meluruskan barisan pada waktu perang Badar dan pada tangan beliau sebuah kendi, lalu beliau melewati Sawwad bin Ghuzayyah dan melukai perut Sawwad (tidak sengaja -red.-). Maka Sawwad berkata: Anda telah melukai saya maka berilah saya balasan! Kemudian Nabi membuka bajunya, lalu Sawwad memeluk Nabi dan mencium perutnya, lalu Nabi mendoakan bagi Sawwad agar mendapat kebaikan” (HR Ahmad).</p>
<p>“Dari Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari; bahwasanya Abi Lubabah dan Ka’b bin Malik dan kedua temannya radliyallahu ‘anhum mencium tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Allah memberikan taubat kepada mereka” (Fathul Bari 48/11).</p>
<p>“Dari Ibn Jud’an, Tsabit berkata kepada Anas: Apakah anda memegang Nabi dengan tangan anda? Anas berkata: Iya! Maka Tsabit mencium tangan Anas” (HR Bukhori)</p>
<p>“Dari asy-Sya’bi: Bahwasanya Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu menyalatkan jenazah, lalu mendekatlah kepada Zaid keledai miliknya untuk dinaikinya. Kemudian datanglah ‘Abdullah bin ‘Abbas radliyallahu ‘anhu sambil menuntun keledai Zaid. Berkatalah Zaid kepadanya: Lepaskanlah wahai sepupu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam! Ibn ‘Abbas malah menjawab: Beginilah kami diperintahkan untuk berbuat baik kepada para Ulama dan Pembesar (agama). Lalu tiba-tiba Zaid mencium tangan Ibn ‘Abbas dan berkilah: Beginilah kami diperintah untuk berbuat baik kepada Ahlul Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR Hakim).</p>
<p>“Dari Shuhaib berkata: Saya melihat Ali mencium tangan dan kedua kaki al-’Abbas” (HR Bukhori).</p>
<p><strong>Dalil Amalan para Salafus Salih</strong></p>
<p>“Al-’Asqalani berkata: Imam Nawawi berkata: mencium tangan seseorang karena zuhudnya, keshalehannya, ilmunya, kemuliaannya, ataupun semacamnya yang berhubungan dengan urusan agama; tidak dimakruhkan malah disunatkan. Tetapi apabila mencium tangan karena kekayaannya, kekuasaannya, pengaruhnya diantara ahli Dunia maka itu adalah makruh yang sangat-sangat makruh!” (Fathul Bari 48/11).</p>
<p>“Al-Safarini al-Hanbali berkata: Abul Ma’ali berkata di Syarhu Hidayah: Mencium tangan seorang ulama, yang mempunyai kemuliaan karena agamanya maka itu adalah boleh. Dan aku telah mengetahu bahwasanya para shahabat selalu mencium tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti yang telah disebutkan dalam Hadits Ibn Umar radliyallahu ‘anhum ketika beliau pulang dari perang Mu`tah” (Gidzaul Albab 287/1).</p>
<p>“Imam Malik Berkata: Apabila mencium tangan seseorang karena membesarkan dan mengagungkan maka itu adalah makruh. Tetapi apabila karena untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk agamanya, ilmunya, kemuliaannya maka itu adalah boleh” (Fathul Bari 84/11).</p>
<p>“Ibn ‘Abidin al-Hanafi berkata: Tidak apa-apa mencium tangan seseorang yang berilmu dan wara’ karena untuk mencari berkah, malahan itu adalah sunat” (Hasyiyah Ibn ‘Abidin 254/5).</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.<br />
Diambil dan diringkas dari:<br />
http://blog.its.ac.id/aguszacsitsacid/2009/09/10/kesunnahan-mencium-tangan/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1821&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/09/21/mencium-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simulasi Rukyatul Hilal 1 Syawal 1430 H</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/09/06/simulasi-rukyatul-hilal-1-syawal-1430-h/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/09/06/simulasi-rukyatul-hilal-1-syawal-1430-h/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 08:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[astronomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1813</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah simulasi rukyatul hilal – untuk bulan Syawal 1430 Hijriyah, sekaligus akhir bulan Ramadlan 1430 H.
Sebelumnya, awal bulan ramadlan telah diketahui 22 Agustus 2009. Sehingga 29 ramadlan 1430 H adalah 19 september 2009. Dengan demikian, rukyat oleh pemerintah mestinya akan dilakukan pada tanggal 19 sept 2009 ini, saat maghrib.
 
Dengan demikian, kamipun mensimulasikan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1813&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut adalah simulasi rukyatul hilal – untuk bulan Syawal 1430 Hijriyah, sekaligus akhir bulan Ramadlan 1430 H.</p>
<p>Sebelumnya, awal bulan ramadlan telah diketahui 22 Agustus 2009. Sehingga 29 ramadlan 1430 H adalah 19 september 2009. Dengan demikian, rukyat oleh pemerintah mestinya akan dilakukan pada tanggal 19 sept 2009 ini, saat maghrib.</p>
<p><span id="more-792"> </span></p>
<p>Dengan demikian, kamipun mensimulasikan pada hari yang sama, 19 Sept 2009, untuk penentuan 1 syawal 1430 H. Lokasi adalah Sleman Jogjakarta (6° 28′ S, 108° 18′ E) saat maghrib 17.43 wib.</p>
<p><span id="more-1813"></span></p>
<p>Berikut adalah gambarnya,</p>
<p><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/19sep2009_5_43pm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1814" title="19Sep2009_5_43pm" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/19sep2009_5_43pm.jpg?w=389&#038;h=113" alt="19Sep2009_5_43pm" width="389" height="113" /></a></p>
<p>Lokasi : Sleman Indonesia, Latitude: 6° 28&#8242; S, Longitude:    108° 18&#8242; E. Waktu:   9/19/2009 5:43:19 PM</p>
<p>Terlihat posisi bulan sudah tampak di ufuk barat, mengikut matahari tenggelam. Berikut adalah keterangan posisi bulan,</p>
<blockquote><p>Name:    The Moon<br />
Age of Moon:    Waxing Crescent, 0.73 days old<br />
Object type:    Moon<br />
Rises:    9/19/2009 at 5:40:56 AM<br />
Transit:    9/19/2009 at 11:54:20 AM<br />
Sets:    9/19/2009 at 6:09:03 PM<br />
Constellation name:    Virgo<br />
Constellation common name:    The Maiden<br />
Constellation possessive form:    Virginis<br />
<strong>Azimuth:    264° 8.700&#8242;<br />
Altitude:    5° 22.448</strong></p></blockquote>
<p>Dari sini, jika hilal berhasil dilihat maka 1 syawal 1430 H jatuh pada tanggal 20 Sept 2009, dan jika tidak maka jatuh pada 21 Sept 2009. Menyimak tinggi bulan yang <strong>5° 22.448</strong> dari ufuk, hal ini kurang tinggi untuk kriteria Danjon (&lt; 7 der). Menurut kriteria Danjon ada kemungkinan hilal tak kan terlihat. Namun dengan kriteria mabins (&gt; 2 der),  maka ada kemungkinan hilal akan terlihat. Kriteria Danjon berlaku untuk pelaksanaan rukyat dengan mata telanjang atau alat-alat yang sederhana, sedangkan mabins ditentukan lebih belakangan saat teleskop-teleskop canggih mulai dipakai untuk pelaksanaan rukyat.</p>
<p>Lebih detail lagi, ada kriteria Odeh dengan grafik tertanggal 19 Sept 2009 sebagai berikut (diambil dari icopraject.org),</p>
<p><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/19sep2009_odeh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1819" title="19Sep2009_odeh" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/19sep2009_odeh.jpg?w=500&#038;h=310" alt="19Sep2009_odeh" width="500" height="310" /></a></p>
<p>Dari grafik di atas, secara umum wilayah indonesia berada di grafik biru yang artinya bulan sabit hanya dapat dirukyat dengan bantuan alat-alat teleskop yang canggih. Dengan lebih dekatnya ke grafik putih maka ada kemungkinan bulan lebih sulit dirukyat.</p>
<p>Dari grafik di atas terlihat pula bahwa negara-negara afrika utara, wilayah teluk , dan Asia pada umumnya, masuk dalam kategori putih, yang artinya walaupun bulan di atas ufuk saat maghrib, namun tak bisa di-rukyat. Di Riyadh Saudi Arabia bulan setinggi 2,.. der saat sunset, yang tak mungkin dirukyat menurut kriteria Odeh ini (not possible).</p>
<p>Jika Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1430 yang akan datang ini ada perbedaan, hal ini karena alasan sbb,</p>
<p>1. Kalangan Hisab murni (Muhammadiyah dll) jauh hari telah menetapkan bulan baru jatuh keesokan harinya (20 september 2009 ) jauh hari sebelumnya. Dan itu kemungkinan besar tak diubah.</p>
<p>2. Rukyah dengan mata telanjang dan teleskop sederhana kemungkinan tak melihatnya. Namun perukyah dengan alat-alat canggih ada kemungkinan bisa melihat bulan baru. Dan tampaknya para perukyah tradisional akan mengikuti hasil perukyah modern.</p>
<p>Jika perukyah berhasil melihat hilal (bulan sabit) pada 19 Sept 2009 itu, maka tidak akan ada perbedaan dalam penetapan awal Syawal 1430 H. Namun jika bulan baru tak berhasil dilihat, maka hari raya akan jatuh pada 21 Sept 2009. Dengan demikian akan ada perbedaan hari raya idul fitri . Wallahu a&#8217;lam</p>
<p><strong>PERHATIAN:</strong></p>
<p>Ini semua hanyalah simulasi.  Bisa benar..bisa juga salah. Perhitungan/ hisab ini hanya berhitung dengan posisi bulan dan benda2 langit lainnya. Namun belum memperhitungkan keadaan cuaca secara keseluruhan, awan horizon, debu astronomis, dll, yang dapat menghalangi terlihatnya hilal.</p>
<p>Dengan demikian, masih dimungkinkan hasil yang berbeda.</p>
<p>Pemerintah insya Allah akan melakukan rukyatul hilal pada tanggal 19 September 2009. Dalam hati sebenarnya tak ingin ada perbedaan. Namun <strong><span style="color:#ff0000;">untuk penentuan hari raya Idul Fitri  1 Syawal 1430 H ini, penulis tetap menunggu keputusan pemerintah berdasarkan rukyatul hilal yang sebenarnya</span>. </strong><a title="http://orgawam.wordpress.com/2007/10/14/penentuan-ramadan-dan-lebaran-hak-pemerintah/" href="../2007/10/14/penentuan-ramadan-dan-lebaran-hak-pemerintah/" target="_blank">Inilah madzab yang ku ikuti.</a><strong><br />
</strong></p>
<p>.</p>
<p>Semoga manfaat.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p>.</p>
<p>Tambahan: Tak sempat dan peralatan yang tak memadai untuk melihat hilal menjelang idul fitri, kami berusaha untuk melihat hilal di malam ke dua. Dengan segala keterbatasan, inilah hasil potret hilal tanggal 20 Sept 2009  saat maghrib (2 Syawal 1430 H, bukan 1 syawal malam Idul Fitri).</p>
<p>Canon 450D, lens Canon EF-S 55-250 4-5.6 IS, F/5.6, speed 1/10 sec, ISO 800, 9/20/2009 6:02 pm.</p>
<p><a href="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/bulan_20sept2009_02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1823" title="bulan_20Sept2009_02" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/bulan_20sept2009_02.jpg?w=450&#038;h=300" alt="bulan_20Sept2009_02" width="450" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#808000;">Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1430 H</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#808000;">Mohon maaf lahir batin </span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#808000;">Semoga kita senantiasa mendapatkan ridlo-Nya. Amien </span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1813/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1813&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/09/06/simulasi-rukyatul-hilal-1-syawal-1430-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/19sep2009_5_43pm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">19Sep2009_5_43pm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/19sep2009_odeh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">19Sep2009_odeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/09/bulan_20sept2009_02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bulan_20Sept2009_02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibn Athailah al Sakandari</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/08/19/ibn-athailah-al-sakandari/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/08/19/ibn-athailah-al-sakandari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 02:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1802</guid>
		<description><![CDATA[AL-HIKAM IMAM IBNU ‘ATA’ILLAH AL- SAKANDARI
Kegemilangan sesebuah tamadun adalah disebabkan oleh beberapa faktor, antaranya keupayaan memaksimumkan pembangunan insan. Pembangunan intelek adalah sebahagian daripadanya. Dengan keupayaan intelek yang tinggi di kalangan masyarakat sudah tentu ia akan menyumbang kepada pembangunan ketamadunan yang tinggi kepada masyarakat tersebut khasnya dan kepada dunia amnya. Oleh yang demikian tujuan kertas kerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1802&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>AL-HIKAM IMAM IBNU ‘ATA’ILLAH AL- SAKANDARI</p>
<p>Kegemilangan sesebuah tamadun adalah disebabkan oleh beberapa faktor, antaranya keupayaan memaksimumkan pembangunan insan. Pembangunan intelek adalah sebahagian daripadanya. Dengan keupayaan intelek yang tinggi di kalangan masyarakat sudah tentu ia akan menyumbang kepada pembangunan ketamadunan yang tinggi kepada masyarakat tersebut khasnya dan kepada dunia amnya. Oleh yang demikian tujuan kertas kerja ini ditulis adalah untuk mengimbas kecemerlangan Ibn ‘Ata’illah al-Sakandari dalam dunia intelektual, kebudayaan dan kesusasteraan. Kecemerlangan beliau tidak mengenal batas sempadan geografi dan tidak dibatasi oleh lingkungan masa yang tertentu.</p>
<p><span id="more-1802"></span></p>
<p>PENDAHULUAN</p>
<p>Ibn ‘Ata’illah al-Sakandari yang hidup pada zaman Dinasti Mameluk itu dapat merasai keadaan dan suasana kesetabilan politik pada ketika itu. Oleh yang demikian tidak hairan jika beliau dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mencapai cita-cita beliau dalam bidang ilmu pengetahuan, khasnya ilmu pengetahuan agama seperti yang wujud pada zaman tersebut. Lebih-lebih lagi hidupnya adalah antara pertengahan abad ketujuh hijrah hingga awal abad kelapan hijrah, yang bermakna umat Islam dan tamadunnya telah selanjut itu usianya.</p>
<p>Kebudayaan dan tamadun Islam yang telah dibina pada zaman Rasulullah s.a.w. berkembang dengan pesatnya pada zaman Kerajaan Bani Umayyah dan Kerajaan Bani ‘Abasiyyah itu bukan sekadar mempengaruhi kehidupan umat Islam seluruh pelusuk dunia malahan orang Kristian di Benua Eropah juga telah bangun kerana kejutan kebudayaan dan tamadun Islam tersebut.</p>
<p>Situasi ini disebabkan pada abad ketujuh Hijrah atau ketiga belas Masehi bangsa Eropah telah terlibat secara khusus dengan peperangan Salib. Hubungan mereka dengan tentera-tentera Islam dalam peperangan tersebut telah meninggalkan impak yang besar terhadap ketamadunan bangsa Eropah.</p>
<p>Di Mesir sendiri pada akhir abad ketujuh Hijrah, tidak dapat dinafikan ia telah menjadi sebuah pusat kebudayaan dan tamadun Islam yang standing pada ketika itu dengan kota Kota Baghdad dan beberapa kota yang lain di Sepanyol. Beberapa kota besar di Mesir seperti Kaherah, Iskandariyyah dan lain-lainya telah menjadi pusat perkembangan kebudayaan dan tamadun Islam pada masa itu. Lebih-lebih lagi apabila kita menyemak fakta sejarah bahawa banyak warisan kebudayaan dan tamadun Islam yang telah ditinggalkan oleh Kerajaan Fatimiyyah (297H-566H/909M-1171M begitu juga dengan peninggalan Kerajaan al-Ayubiyyah.</p>
<p>PENDIDIKAN IBN ’ATA’ILLAH</p>
<p>Walaupun para sarjana yang pernah membuat kajian tentang biografinya menegaskan bahawa maklumat perkembangan awal hidupnya terlalu sedikit yang diperolehi, namun secara logiknya dapat kita mengandaikan bahawa beliau pada peringkat awalnya adalah mendapat didikan dan asuhan agama seperti juga kanak-kanak lain pada masa itu.</p>
<p>Berdasarkan kepada satu petunjuk bahawa kelurga beliau adalah ahli agama yang bijak dan terkenal pada masa itu. Sebagai seorang kanak-kanak yang terdedah dengan pengajian tradisional Islam, tentulah beliau mempelajari ilmu yang berkait dengan fardu ’ain, membaca, menulis, menghafaz al-Quran dan sebagainya lagi. Apabila umurnya meningkat remaja, beliau telah mempelajari berbagai cabang ilmu Islam yang pada lazimnya dipelajari oleh para pemuda pada masa itu.</p>
<p>Sesuai dengan zaman tersebut Kota Iskandariyyah merupakan salah sebuah pusat kegiatan ilmu pengetahuan yang penting di Mesir sehingga menjadi tumpuan para ilmuan pada ketika itu. Antara bidang ilmu yang berkembang pesat di Kota Iskandariyyah pada ketika itu ialah ilmu fiqh, ilmu hadis, ilmu usuluddin dan tidak ketinggalan juga dengan ilmu tasawuf .</p>
<p>Ibn ’Ata’illah mepelajari ilmu-ilmu zahir seperti feqah, tafsir, hadis, falsafah dan lainnya dari sebuah madrasah fiqh mazhab Maliki yang terkenal di Iskandariyyah pada masa itu. Madrasah ini di asaskan oleh oleh seorang ulama yang terkenal dalam Mazhab Maliki Syeikh Abu Hassan al-Ibyari. Beliau wafat pada pada tahun 618 H.</p>
<p>Ibn ’Ata’illah sangat bertuah kerana dapat berguru dengan para ulama yang berbagai. Dalam ilmu fiqh, beliau berguru dengan seorang ahli fiqh terkenal bernama Syeikh Nasir al-Din Ibn Munir. Manakala dalam bidang ilmu hadis pula beliau berguru dengan Syeikh Shihab al-Din Abu Ma’ali yang terkenal dengan gelaran Syeikh al-Abraquhi.</p>
<p>Dalam bidang nahu dan tata bahasa Arab beliau berguru dengan Syeikh al-Muhyi al-Mazuni seorang ulama yang setaraf dengan Syeikh Ibn al-Nuhas terkenal di Mesir pada ketika itu yang wafat pada698 H. Ibn ’Ata’illah al-Sakandari juga pernah berguru dengan al-Syeikh al-Imam al-Syaraf al-Din al-Dimyati yang hidup antara tahun 613-705 H. Manakala dalam bidang usul fiqh, tauhid, falsafah, dan mantiq pula pernah berguru dengan Syeikh Muhammad Ibn Mahmud yang terkenal dengan gelaran Shamsuddin al-Isbahaniy.</p>
<p>ULAMA FIQH MAZHAB MALIKIY</p>
<p>Berdasarkan kepada beberapa fakta yang berkaitan dengan kegiatan beliau seperti yang telah dihuraikan di atas, maka tidak menghairankan kita bahawa Ibn ’Ata’illah al-Sakandari semasa mudanya sudah menjadi seorang ahli feqah yang terkenal dalam mazhab Maliki.</p>
<p>Sebelum menceburkan diri alam ilmu dan amalan tasawuf. Semasa bergiat aktif dalam bidang fiqh, beliau banyak memberikan fatwa tentang hukum hakam kepada orang ramai. Seperti ulama-ulama lain dalam bidang fiqh, Ibn ’Ata’illah al-Sakandari sering meragui kebenaran ilmu dan amalan tasawuf.</p>
<p>Tidak ketinggalan beliau sering mempertikaikan kedudukan ulama tasawuf dan para pengamalnya. Tidak salah jika dikatakan Ibn ’Ata’illah al-Sakandari adalah salah seorang yang lantang menentang ilmu tasawuf, khasnya ilmu tasawuf yang dipelopori oleh Tariqah al-Syadhiliyyah.</p>
<p>ULAMA TASAWUF</p>
<p>Allah S.W.T. telah menentukan bahawa Ibn ’Ata’illah al-Sakandari menjadi seorang tokoh ilmu tasawuf yang tersohor. Keraguannya terhadap kebenaran ilmu tasawuf amnya dan terhadap Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi khasnya telah bertukar menjadi keyakinan yang teguh dan kental.</p>
<p>Perubahan tersebut adalah disebabkan oleh desakan batinnya yang sentiasa ingin mengetahui kemungkinan perkara yang ditentang selama ini dan dianggap sebagai salah itu adalah benar.  Sejak pertemuan pertama tersebut, beliau terus mendapat didikan serta asuhan dari gurunya al-Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi dalam ilmu dan amalan tasawuf khasnya Tariqat al-Syadhiliyyah.</p>
<p>Beliau adalah murid kesayangan Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi. Hubungan mereka berdua sentiasa rapat sesuai dengan syarat dan prinsip-prinsip tariqah. Beliau mendapat didikan serta asuhan dari Syeikhnya selama kira-kira 12 tahun. Dalam masa yang singkat Ibn ’Ata’illah telah berupaya mengarang kitabnya yang tersohor dalam ilmu tasawuf iaitu al-Hikam semasa gurunya al-Syeikh Abu al-’Abbas masih hidup dan al-Hikam mendapat pengesahan dari Syeikhnya.</p>
<p>Satu babak baru dan mencabar dalam sejarah kehidupan Ibn ’Ata’illah al-Sakandari bermula apabila beliau berpindah ke Kaherah. Di sini beliau menyebarkan ilmu pengetahuanya, baik yang zahir mahu pun ilmu batin iaitu ilmu tasawuf. Tentunya beliau menjadi orang penting (mursyid) dalam Tariqat Syadhiliyyah, terutamanya setelah kewafatan gurunya Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi.</p>
<p>Beliau bukan sahaja menyibarkan ilmu tersebut kepada orang ramai di tempat-tempat awam tetapi berkesempatan menjadi pensyarah di Universiti al-Azhar dan di Madrasah al-Mansuriyyah.</p>
<p>PENGAJARAN DAN ASUHAN</p>
<p>Pengajaran dan asuhanya mendapat sambutan yang baik dari semua lapisan masyarakat Mesir, khasnya di Kota Kaherah. Beberapa tokoh terkenal merekodkan bagaimana keadaan dan suasana sambutan orang ramai terhadap pengajaran dan asuhan beliau itu.</p>
<p>Antaranya ialah Ibn Hajar al-’Asqalaniy menyebutkan: ”Ibn ’Ata’illah al-Sakandari itu bersyarah dengan kata-kata yang melunakkan hati, di atas sebuah kerusi, di Universiti al-Azhar. Beliau menyulamkan ajaran ahli tasawuf dengan ajaran angkatan salaf dan kehalusan ilmu Islam, maka ramailah para pengikutnya”  Ibn ’Ata’illah al-Sakandari berperanan penting meneruskan kesinambungan pengajaran dan penyebaran, asuhan dan didikan Islam khasnya dalam ilmu dan amalan tasawuf Tariqah al-Syadhiliyyah.</p>
<p>Malahan menurut cacatan Dr al-Taftazaniy beliau sebenarnya berperanan penting mempopularkan gerakan tariqah-tariqah pada zamannya. Berperanan mengajak orang ramai mengikuti Tariqah al-Syadhiliyyah selepas ketiadaan syeikhnya. .</p>
<p>Malahan lebih jauh dari itu Dr. Al-Taftazaniy berpendapat bahawa Ibn ’Ata’illah al-Sakandari adalah sebagai contoh yang ulung dalam bidang tasawuf di Negara Mesir di akhir kurun ketujuh Hijrah dan pemimpin yang penting dalam pembentukan tariqat dan tasawuf aliran Syadhiliyyah.Dengan ketokohan tersebut beliau dapat mempertahankan dan menangkis tohmahan yang ditujukan oleh golongan yang mempertikaikan ajaran tasawuf ke atas pengamal tariqat tasawuf khasnya Tariqat al-Syadhiliyyah.</p>
<p>Hasil kesungguhan dan penat lelah Ibn ’Ata’illah al-Sakandari, dalam usaha mendidik dan mengasuh murid-muridnya selama kira-kira 23 atau 24 tahun di Kota Kaherah, maka lahirlah beberapa orang muridnya yang terkenal dalam usaha menyambung dan menyebar, mendidik dan mengasuh orang ramai dalam ilmu dan amalan Tariqah al-Syadhiliyyah. Antara murid-muridnya yang terkenal ialah Syeikh Taqiy al-Din al-Subkiy (w.756H), ayah kepada Taj al-Din al-Subkiy, pengarang kitab Tabaqat al-Shafi’iyyah al-Kubra (w.771H), Syeikh Daud Ibn ’Umar Ibn Ibrahim al-Syadhiliy terkenal dengan gelaran Ibn Bakhula, pengarang kitab al-Lata’if al-Mardiyyah dan al Syeikh Abu al-Abbas Ahmad Ibn Milaq al-Iskandari al-Usuliy (w.749 H).</p>
<p>HASIL KARYA</p>
<p>Pengajaran dan asuhan yang dilakuan oleh Ibn ’Ata’illahal-Sakandari bukan sekadar lisan dan hal semata-mata, tetapi usaha tersebut meliputi juga dalam bidang penulisan. Selain dari murid-murid yang ramai, beliau juga meniggalkan kepada genarasi kemudian di Mesir khasnya dan bagi rakyat Malaysia amnya karya-karya berharga dalam bidang ilmu pengetahuan khasnya dalam ilmu dan amalan tasawuf. Antara hasil karya Ibn ’Ata’illah al-Sakandari yang berupa kitab dan risalah adalah seperti berikut:</p>
<p>1- al-Hikam. Kitab yang mengandungi adab-adab dalam ilmu tariqah dan tasawuf, ibadah, tawhid, zikrullah, maqamat, dan ahwal dan sebagainya.</p>
<p>2- Al-Munajat. Sebuah risalah kecil yang mengandugi doa-doa. Risalah ini menurut Dr. al-Taftazaniy disusun oleh Ibn ’Ata’illah al-Sakandari ketika beliau mengarang dan menyusun kitabnya al-Hikam.</p>
<p>3- Al-Wasiyyah. Sebuah risalah kecil mengandungi nasihat-nasihat yang ditujukan kepada para sahabat dan anak muridnya di Iskandariyyah. al-Wasiyyah boleh didapati pada akhir kitab Lata’if al-Minan.</p>
<p>4- Al-Tanwer fi Isqat al-Tadbir. Kitab ini mengandungi ajaran yang berkait dengan Tawhid Rububiyyah.</p>
<p>5- Lata’if al-Minan. Kitab ini mengandungi biografi atau manaqib gurunya, Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi.</p>
<p>6- Taj al-’Arus al-Hawi li Tahdhib al-Nufus. Kitab ini mengandungi nasihat dan panduan bagi ahli tasawuf, khasnya menganai cara-cara mendapatkan tazkiyyat al-nafs.</p>
<p>7- Al-Quds al-Mujarrad fi Ma’rifat al-Ism al-Mufarrad. Kitab ini mebicarakan tentang zat Allah S.W.T., sifat-sifat-Nya, nama-nama-Nya dan af’al-Nya dari sudut ilmu kalam dan pengalaman dhauqiyyah sufi.</p>
<p>8- Miftah al-Falah wa Misbah al-Arwah. Membicarakan cara-cara riyadat al-nafs, seperti zikir,’uzlah dan suluk.</p>
<p>9- ’Unwan al-Tawfiq fi Adab al-Tariq. Kitab yang menghurai dan mensyarahkan qasidah Syeikh Abu Madyan al-Tilmisaniy (w.594H) menyentuh adab bersahabat.</p>
<p>10- Sebuah Risalah kecil yang menghuraikan makna dan tafsiran ayat 54 surah al-An’am.</p>
<p>11- Qasa’id. Terdapat dua buah qasidah. Sebuah didapati pada akhir kitab Lata’if al-Minan yang berjumlah 62 bait. Sebuah lagi di dapati dalam kitabnya al-Tanwer berjumlah 22 bait. Keseluruhan qasidah ini menyentuh persoalan adab, hati, perasaan, kesedaran, muraqabah ahli tasawuf.</p>
<p>12- Al-Muraqqi ila al-Quds al-Abqa. Kitab ini tidak dapat dikesan sihingga ke hari ini. Tetapi ia disebut oleh Syeikh al-Suyutiy di dalam kitabnya Husn al-Muhadarah.</p>
<p>13- Mukhtasar Tahdhib al-Mudawwanah. Sebuah kitab fiqh yang diringkaskan dari sebuah kitab fiqh Mazhab Maliki berjudul Tahdhib Mudawwanah karangan Syeikh Ibn Habib al-Tanuhiy (w.169-204H)</p>
<p>14- Al-Qawa’id al-Diniyyah. Sebuah kitab kecil yang mengandungi ilmu tentang hati, nafsu syahwat, sifat-sifat tercela dan bagaiman hendak membuangnya.</p>
<p>15- Mawa’iz. Mengandungi nasihat dan panduan kepada ahli tasawuf.</p>
<p>16- Hizb al-Najah. Mengandungi doa-doa hizb.</p>
<p>17- Risalah al-Tasawwuf.</p>
<p>18- Tanbih fi Tariq al-Qawam.</p>
<p>19- Risalah fi al-Suluk.</p>
<p>20- Hizb al-Nur wa Tamam al-Surur.</p>
<p>21- Tuhfah al-Khulan fi Syarh Nasihah al-Akhwan.</p>
<p>22- Al-Du’a.</p>
<p>KESIMPULAN</p>
<p>Dari perbincangan yang telah dikemukakan di atas dapat dibuat kesimpulan bahawa Ibn ’Ata’illah al-Sakandari adalah seorang tokoh yang tersohor pada zamannya. Pengorbanan yang dilakukan dalam bidang pengajaran dan asuhan telah melahirkan ramai golongan ulama terkemuka yang meneruskan kesinambungan dudaya intelektual pada zaman berikutnya. Tidak ketinggalan juga dengan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh beliau dalam berkarya khasnya dalam ilmu dan amalan tasawuf telah memberikan kesan yang sangat mendalam dalam hubungan dua hala dari sudut budaya dan keintelektualan di kalangan rakyat Malaysia sejak sekian lama. Kita berdoa agar segala usaha yang telah beliau lakukan akan tergolong ke dalam amal soleh di hari akhirat kelak. Amin.</p>
<p>.</p>
<p>Sumber: <a title="http://othmannapiah.blogspot.com/2009/03/al-hikam-imam-ibnu-ataillah-al.html" href="http://othmannapiah.blogspot.com/2009/03/al-hikam-imam-ibnu-ataillah-al.html" target="_blank">http://othmannapiah.blogspot.com/2009/03/al-hikam-imam-ibnu-ataillah-al.html</a></p>
<p>dengan sedikit editing.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1802&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/08/19/ibn-athailah-al-sakandari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simulasi Rukyatul Hilal 1 Ramadlan 1430 H</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/08/02/simulasi-rukyatul-hilal-1-ramadlan-1430-h/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/08/02/simulasi-rukyatul-hilal-1-ramadlan-1430-h/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 05:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[astronomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1794</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah Simulasi Software tentang Rukyatul Hilal – awal Ramadlan 1430 Hijriyah. Ini adalah sekaligus akhir bulan sya’ban 1430 H.
Dari hasil simulasi, 1 Ramadlan 1430 H insya Allah jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009.
Simulasi rukyatul hilal 1 ramadlan 1430 H diambil pada tanggal 21 Agustus 2009, saat maghrib (sunset terjadwal pukul 17.48 wib), lokasi Sleman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1794&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut adalah Simulasi Software tentang Rukyatul Hilal – awal Ramadlan 1430 Hijriyah. Ini adalah sekaligus akhir bulan sya’ban 1430 H.</p>
<p>Dari hasil simulasi, 1 Ramadlan 1430 H insya Allah jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009.</p>
<p>Simulasi rukyatul hilal 1 ramadlan 1430 H diambil pada tanggal 21 Agustus 2009, saat maghrib (sunset terjadwal pukul 17.48 wib), lokasi Sleman Jogjakarta (6° 28′ S, 108° 18′ E). Pada saat itu posisi bulan sudah sangat dimungkinkan untuk di-rukyat, yaitu dengan posisi <strong>Azimuth:    274° 57.228&#8242;, dan Altitude:    11° 3.735&#8242;</strong></p>
<p>Berikut adalah hasil gambarnya,</p>
<p><span id="more-1794"></span></p>
<p>Sehari sebelumnya, 20 Agustus 2009 saat maghrib (sunset) 17.48 wib. Terlihat gambar sebagai berikut,</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1799" title="20Ags2009_5_48pm" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/08/20ags2009_5_48pm.jpg?w=490&#038;h=131" alt="20Ags2009_5_48pm" width="490" height="131" /></p>
<p>Pada saat ini bulan masih di bawah ufuk saat sunset, Azimuth:	279° 48.658&#8242;, Altitude:	<strong>-1° 59.037&#8242;</strong>. Artinya kecil kemungkinan (hampir tak mungkin) dapat di-rukyat, yang berarti keesokan harinya masih sya&#8217;ban.</p>
<p>Gambar di bawah adalah 21 Agustus 2009 saat maghrib (sunset) 17.48 wib. Terlihat gambar sebagai berikut,</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1796" title="21Ags2009_5_48pm" src="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/08/21ags2009_5_48pm.jpg?w=543&#038;h=124" alt="21Ags2009_5_48pm" width="543" height="124" /></p>
<p>Local Time:    8/21/2009 5:48:00 PM, Location:    Sleman, Indonesia, Latitude:    6° 28&#8242; S, Longitude:    108° 18&#8242; E</p>
<p><strong>Keterangan posisi bulan,</strong></p>
<p>Name:    The Moon<br />
Age of Moon:    Waxing Crescent, 1.17 days old<br />
Object type:    Moon<br />
Rises:    8/21/2009 at 6:18:29 AM<br />
Transit:    8/21/2009 at 12:28:27 PM<br />
Sets:    8/21/2009 at 6:38:06 PM</p>
<p><strong>Azimuth:    274° 57.228&#8242;<br />
Altitude:    11° 3.735&#8242;</strong></p>
<p>Dari hasil simulasi ini, 1 Ramadlan 1430 H insya Allah jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009.</p>
<p>.</p>
<p>PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1430 H jatuh bertepatan tanggal 22 Agustus 2009. Diprediksi penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah tidak berbeda dengan penetapan pemerintah nanti.</p>
<p><strong>PERHATIAN:</strong></p>
<p>Ini semua hanyalah simulasi, ketepatannya tidak 100%. Bisa benar..bisa juga salah.</p>
<p>Pemerintah insya Allah akan melakukan rukyatul hilal pada tanggal 20 atau 21 Agustus 2009. Untuk penentuan 1 Ramadlan 1430 H, penulis tetap menunggu keputusan pemerintah berdasarkan rukyatul hilal yang sebenarnya. Inilah madzab yang ku ikuti.</p>
<p>.</p>
<p>Semoga manfaat.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1794&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/08/02/simulasi-rukyatul-hilal-1-ramadlan-1430-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/08/20ags2009_5_48pm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20Ags2009_5_48pm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://orgawam.files.wordpress.com/2009/08/21ags2009_5_48pm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">21Ags2009_5_48pm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah KITAB SIRAJUT THALIBIN</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/26/kisah-kitab-sirajut-thalibin/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/26/kisah-kitab-sirajut-thalibin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 02:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syafiiyah]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1789</guid>
		<description><![CDATA[KITAB SIRAJUT THALIBIN dengan pengarang asli adalah Syekh KH Ihsan bin Dahlan dari Jampes Kediri, diganti syekh Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani Al-Hasyimi Al-Maki.
Keduanya, baik pengarang asli dan pengarang terpampang dua-duanya sudah meninggal. Mungkin ini kekeliruan editor, atau salah mengidentifikasi orang.
Namun jika ada perubahan isi .. sekecil apapun, maka pemutilasian/pembajakan kitab telah terjadi.
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;
PEMBAJAKAN KITAB SIRAJUT THALIBIN
Editor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1789&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>KITAB SIRAJUT THALIBIN dengan pengarang asli adalah Syekh KH Ihsan bin Dahlan dari Jampes Kediri, diganti syekh Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani Al-Hasyimi Al-Maki.</p>
<p>Keduanya, baik pengarang asli dan pengarang terpampang dua-duanya sudah meninggal. Mungkin ini kekeliruan editor, atau salah mengidentifikasi orang.</p>
<p>Namun jika ada perubahan isi .. sekecil apapun, maka pemutilasian/pembajakan kitab telah terjadi.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>PEMBAJAKAN KITAB SIRAJUT THALIBIN<br />
Editor Darul Kutub Al-Ilmiyah Paling Bertanggungjawab<br />
Ahad, 26 Juli 2009 06:22<br />
Jakarta, NU Online<br />
Abdul-Warit Muhammad Ali, editor Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, Lebanon dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus pembajakan karya ulama Nusantara, Sirajut Thalilibin.</p>
<p><span id="more-1789"></span><br />
Nama Syekh KH Ihsan bin Dahlan dari Jampes Kediri, atau dikalangan pesantren dikenal dengan Kiai Ihsan Jampes diganti syekh Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani Al-Hasyimi Al-Maki. Abdul-Warit juga melakukan perubahan lainnya dalam kitab itu.</p>
<p>”Selain penerbit Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, Lebanon, editornya paling bertanggungjawab atas pembajakan ini. Kita sudah melakukan upaya menghubungi pihak penerbit dan editornya,” kata Ketua PP LTN Abdul Mun’im DZ di Jakarta, Sabtu (25/7).</p>
<p>Editor dinilai melakukan kesalahan besar karena telah mengganti nama pengarang kitab. ”Apapun alasannya, ini tetap tidak dibenarkan. Apalagi syekh Ihsan Dahlan dan Syekh Ahmad Zaini Dahlan adalah dua ulama besar yang produktif dalam menulis kitab-kitab keislaman. Penggantian ini sangat tidak menghargai mereka,” kata ketua lajnah di NU yang membidangi penelitian, penerbitan dan infomedia itu.</p>
<p>Wakil Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sadid Djauhari mengatakan, menjadi editor penerbitan kembali kitab-kitab klasik di Timur Tengah merupakan profesi yang menjanjikan. ”Banyak sekarang yang ingin menjadi editor atau semacam pen-tahkiq,” katanya.</p>
<p>”Mungkin saja ini kesalahan. Mungkin Abdul-Warit Muhammad Ali tidak tahu daerah Kediri dalam nama Syekh Ihsan bin Dahlan Al-Kadiri itu dimana, jadi lalu dikarang saja. Nah karena sama ada Dahlan-nya jadi dianggap Syekh Ahmad Zaini Dahlan,” kata pengasuh Pondok Pesantren As-Sunniyah, Kencong, Jember ini.</p>
<p>Menurut Ahmad Zaini Dahlan sendiri yang dicatutkan namanya sebagai pengarang sirajut Thalibin adalah seorang ulama besar di Makkah. Ia juga adalah guru beberapa ulama terkemuka di Indonesia. (nam)</p>
<p>.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=18634" target="_blank">http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=18634</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1789/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1789&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/26/kisah-kitab-sirajut-thalibin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Jama&#8217; dan Qashar</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/23/shalat-jama-dan-qashar/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/23/shalat-jama-dan-qashar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 06:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikih Syafi'y]]></category>
		<category><![CDATA[Syafiiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1785</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu MUSAFIR

Musafir secara umum adalah orang yang sedang dalam perjalanan/bepergian. Namun ada batas waktunya. Tentang batas waktu musafir, sebagian para Ulama menyatakaq tiga hari tiga_malam saja. Setelah itu dianggap sudah menjadi muqim (bukan musafir lagi).
Dari Al-Ula bin Hadrami r.a. ia berkata : Nabi Muhammad s.a.w. bersabda : &#8220;Telah tinggal kaum Muhajirin di Mekkah selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1785&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Apa itu MUSAFIR<br />
</strong></p>
<p>Musafir secara umum adalah orang yang sedang dalam perjalanan/bepergian. Namun ada batas waktunya. Tentang batas waktu musafir, sebagian para Ulama menyatakaq tiga hari tiga_malam saja. Setelah itu dianggap sudah menjadi muqim (bukan musafir lagi).</p>
<blockquote><p>Dari Al-Ula bin Hadrami r.a. ia berkata : Nabi Muhammad s.a.w. bersabda : &#8220;Telah tinggal kaum Muhajirin di Mekkah selama tiga hari setelah menunaikan<br />
rukun hajinya&#8221;. ( HR Bukhari dan Mustim)</p>
<p>Dari Umar r.a. bahwasanya ia pernah membawa orang-orang Yahudi dari Hijaz, lalu diijinkan orang yang datang di antara meieka, untuk berdiam selama tiga hari (H.R. Malik dalam Kitab Muwatha&#8217;).</p></blockquote>
<p>Dari hadits tersetut di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa orang musafir yang tinggal selama tiga hari itu belumlah dinamakan muqiim, tetapi masih disebut musafir, sehingga mereka masih boleh mengerjakan shalatnya dengan qashar. Jika telah tinggal lebih dari tiga hari, maka bukan musafir lagi. Demikian menurut hadits tersebut</p>
<p>Orang yang bepergian (musafir) ada keringanan dalam melakukan shalat, yaitu dengan</p>
<ol>
<li>Jama&#8217;</li>
<li>Qashar</li>
<li>Keduanya (Jama’ + Qashar sekaligus)</li>
</ol>
<p>Masing-masing mempunyai syarat-syarat tersendiri. Berikut adalah ketentuan dari keringanan shalat tersebut,</p>
<p><span id="more-1785"></span></p>
<p>.</p>
<p><strong>SHALAT JAMA&#8217;</strong><strong> </strong></p>
<p>Berikut dikutip <a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=8&amp;id=23550#23550" target="_blank">dari MR</a>,</p>
<blockquote><p>Shalat jama&#8217; terikat dg wilayah dan bukan jarak, jika sudah keluar wilayah maka sudah boleh jama&#8217;, misalnya rumah anda hanya berjarak dekat bahkan puluhan meter saja dari batas wilayah, misalnya antara bekasi dan jakarta, anda sudah boleh jama&#8217;.</p>
<p>Jakarta termasuk satu wilayah, walau mempunyai 5 bagian perkotaan, namun selama masih disebut Jakarta, maka terhitung satu wilayah, walaupun saya pernah dengar pendapat bahwa antara wilayah jakarta selatan, utara atau lainnya sudah boleh jama&#8217; karena berbeda wilayah, namun saya tidak berani memastikan pendapat itu.</p>
<p>Maka jika wilayah anda sudah berbeda wilayah (jika selain Jakarta) maka sudah boleh jama&#8217; walau dekat.</p></blockquote>
<p>Shalat Jama&#8217; ialah shalat yang dikumpulkan. Seorang musafir diperbolehkan menjama&#8217; /mengumpulkan dua shalat (Dhuhur dengan &#8216;Ashar dan/atau Maghrib dengan &#8216;Isya) di dalam satu waktu.</p>
<p><strong>Cara Shalat Jama&#8217; </strong></p>
<p>Caranya ada dua macam :</p>
<p>a. Jika Shalat Dhuhur dengan &#8216;Ashar dikerjakan pada waktu zhuhur, atau Maghrib dengan &#8216;Isya dilakukan pada waktu Maghrib, maka jama&#8217;semacam itu dinamakan Jama&#8217; Taqdim.</p>
<p>b. Jika dilakukan sebaliknya, zhuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu ashar, dan maghrib dengan &#8216;Isya dikerjakan pada waktu isya. disebut Jama&#8217; Ta&#8217;khir (mengakhirkan),</p>
<p><strong>Syarat Jama&#8217; Taqdim<br />
</strong></p>
<p>1. Dikerjakan dengan tertib; yakni dengan shalat yang pertama misalnya zhuhur dahulu, kemudian ashar. Dan maghrib dahulu kemudian isya.</p>
<p>2. Niat jama&#8217; dilakukan (dilahirkan) pada shalat pertama.</p>
<p>3. Berurutan antara keduanya; yakni tidak boleh disela dengan shalat sunat atau lain-lain.</p>
<p>Jika hendak mengerjakan Dzuhur dan &#8216;Ashar dengan jama&#8217; ta&#8217;dzim, lebih dahulu mengerjakan shalat Dzuhur seperti biasa sampai selesai. Setelah memberi salam dari shalat dhuhur, terus berdiri lagi untuk shalat &#8216;Ashar. Demikian pula untuk Maghrib dan &#8216;Isya, terlebih dahulu mengerjakan Maghrib seperti biasa. Sesudah salam dari shalat Maghrib terus berdiri lagi untuk mengerjakan &#8216;Isya.</p>
<p>Shalat jama&#8217; taqdim dikerjakan secara beriringan (tanpa jeda). Ketika hendak memulai shalat yang kedua disunatkan iqamah.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Syarat Jama’ Ta&#8217;khir.<br />
</strong></p>
<p>1) Niat jama&#8217;ta&#8217;khir dilakukan pada shalat yang pertama.</p>
<p>2) Masih dalam perjalanan tempat datangnya waktu yang kedua.</p>
<p>Cara mengerjakan jama&#8217; ta&#8217;khir tidak berbeda dengan jama&#8217; taqdim, kecuali waktunya, yaitu Jama&#8217; ta&#8217;khir dikerjakan pada waktu &#8216;Ashar dan/atau &#8216;Isya.</p>
<p>Jika jama&#8217; ta&#8217;dim wajib mendahulukan Dzuhur daripada &#8216;Ashar, Maghrib dari &#8216;Isya, maka pada jama&#8217; ta&#8217;khir boleh mana saja yang hendak didahulukan tetapi mendahulukan shalat pada waktu itu adalah sunat.</p>
<p>.</p>
<p><strong>QASHAR</strong></p>
<p>Shalat qashar ialah shal at yang dipendekkan (diringkas), yaitu shalat fardlu yang empat raka&#8217;at (dhuhur, ashar dan isya’) diringkas menjadi dua raka’at. Sedangkan shalat maghrib (3 raka&#8217;at) dan shubuh (2 raka&#8217;at) tidak ada keringanan, tetap sebagaimana biasa, tidak boleh diqashar.</p>
<p>Hukum meng-qashar itu boleh (mubah), sebagaimana firman Allah swt. :</p>
<blockquote><p>&#8220;Apabila kamu mengadakan perjalanan di muka bumi (di darat maupun di laut) maka tidak ada halangan bagimu untuk hemendekkan shalat&#8221; (An-Nisa&#8217;, 101)</p></blockquote>
<p>Menurut madzab Syafi&#8217; i dinyatakan lebih baik meng-qashar shalat bagi orang yang.musafir yang cukup syaratnya, berdasarkan hadits sebagai berikut :</p>
<blockquote><p>Dari Ibn Umar, Rasulullah saw bersabda : &#8220;Sesungguhnya Allah Ta’ala suka (senang) apabila segala kelonggarannya diterima (dilaksanakan oleh kamu), sebagaimana Ia sangat benci apabila segala kemaksiatannya dikerjakan oleh kamu&#8221;. (H.R. Ahmad)</p></blockquote>
<p><strong>Syarat-syarat syah-nya shalat qashar<br />
</strong><br />
1). Jarak perjalanan sekurang-kurangnya dua hari perjalanan kaki, atau dua marhalah (yaitu sama dengan 16 farsah).</p>
<blockquote><p>&#8220;Pernah Ibn Umar dan Ibnu Abbas r.a. mengqashar dan berbuka dalam perjalanan sejauh empat burud, yaitu enam belas farsakh&#8221;. (H.R. Bukhari).</p>
<p>Dari Ibn &#8216;Abbas ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : &#8220;Janganlah kamu mengqashar shalat dalam perjalanan yang kurang dari empat barid, yaitu dari<br />
Mekkah ke &#8216;Usfan&#8221;. (HR. Ad Daruquthni dengan sanad Dha&#8217;if)</p>
<p>Dari &#8216;Atha r.a. sesungguhnya ia pernah berkata : Bertanya seseorang kepada Ibnu Abas ra. &#8220;Apakah aku boleh mengqashar (dalam perjalanan sejauh) ke Arafah?” Maka Ibnu Abas menjawab: &#8220;Tidak&#8221;. Maka orang itu bertanya pula : “Ke Mina ?”.  Ibnu Abas menjawab: “Tidak, tetapi ke Jiddah dan ke ‘Usfan dan ke Thaif&#8217; (H.R. Asy-Syafi&#8217;i dan Baihaqi)</p></blockquote>
<p>Tentang jarak ini, Syekh Abdur Rahman Al-IJazairi dalam Kitabul Fiqih ‘alaa Madzaahibil Arba&#8217;ah, jilid I halaman 472, dinyatakan 16 farsakh = 80.640 km. (dibulatkan menjadi 81 km). Kebanyakan para Ulama di Indonesia menerangkan bahwa 16 farsakh itu = 138 km. Menurut K.H. Ma&#8217;shum bin Ali Jombang, 16 farsakh = 8.992.992 m (dibulatkan menjadi 90 km.).</p>
<p>2). Bepergian bukan untuk maksiat.<br />
3). Shalat yang boleh diqashar hanya shalat yang empat raka&#8217;at saja, dan bukan shalat shalat qadla. Shalat yang empat raka&#8217;at ialah shalat dhuhur, &#8216;ashar dan &#8216;isya.</p>
<p><strong>Cara shalat qashar</strong></p>
<p>Cara mengqashar ialah supaya shalat yang empat raka&#8217;at itu dikerjakan (dijadikan) dua raka&#8217;at saja.</p>
<blockquote><p>Dari Anas r.a. ia berkata : &#8220;Pernah kami pergi keluar bersama Nabi saw ke Mekkah, maka ia mengerjakan shalat dua-dua raka&#8217;at, hingga kami kembali ke Madinah. (H.R. Bukhari dan Muslim)</p></blockquote>
<p>Adapun shalat shubuh dan maghrib tidak boleh diqashar.</p>
<p>4). Niat mengqashar pada waktu takbiratul ihram.<br />
5). Tidak ma&#8217;mum kepada orang shalat yang bukan musafir.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Pendapat tentang jarak 3 mil boleh QASHAR<br />
</strong></p>
<p>Ada sebagian ulama berpendapat, bahwa mengqashar shalat dibolehkan dalam  perjalanan tiga mil, sebagaimana dinyatakan dalam hadits berikut</p>
<blockquote><p>Saya bertanya kepada Anast bin Malik tentang mengqashar shalat. Ujarnya : &#8220;Rasulullah &#8217;s.a.w. mengerjakan shalat dua raka&#8217;at kalau sudah keluar dari-rumah sejauh tiga&#8217;mil atau&#8217; tiga farsakh&#8221;. (H.R. Muslim)</p></blockquote>
<p>.</p>
<p><strong>JAMA&#8217;  QASHAR<br />
</strong><br />
Musafir yang memenuhi syarat-syarat (syarata shalat jama’ dan syarat shalat qashar) yang telah disebutkan di atas, boleh mengerjakan shalat jama&#8217; dan qashar sekaligus, yaitu mengumpulkan shalat dan memendekkannya.</p>
<p><strong>Caranya,</strong></p>
<p>Mengerjakan jama&#8217; qashar tidaklah berbeda seperti halnya mengerjakan jama&#8217;, kecuali berbeda raka&#8217;atnya saja, yaitu dhuhur ashar dan isya&#8217; pada shalat qashar dikerjakan dua raka&#8217;at.</p>
<blockquote><p>Dari Ibn Abbas r.a. berkata ia : Aku akan beritahukan kepadamu tentang shalat Rasulullah s.a.w. yaitu : &#8220;Jika matahari telah condong, sedang beliau masih di rumahnya, beliau menjama, shalat Ashar dengan jama’ taqdim pada waktu zhuhur, dan dijama&#8217;kannya keduanya ketika matahari telah condong (HR Baihaqi)</p></blockquote>
<p>.</p>
<p><strong>SHALAT JAMA&#8217;  yang tak bisa di-QASHAR</strong></p>
<p>Yaitu apabila seorang musafir telah memenuhi syarat-syarat untuk menjama&#8217; shalat, namun belum memenuhi syarat untuk meng-qashar shalat. Dalam hal ini dia telah bepergian keluar dari wilayahnya, namun belum memenuhi jarak yang disyaratkan untuk melakukan meng-qashar shalat.</p>
<p>.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Sumber: Fiqih Islam Lengkap, Drs H. Moh Rifai</p>
<p>Semoga manfaat.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1785&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/23/shalat-jama-dan-qashar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengharaman Puasa Rajab -&gt; Contoh Kejahatan Sebagian Muslimin</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/01/pengharaman-puasa-rajab-contoh-kejahatan-sebagian-muslimin/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/01/pengharaman-puasa-rajab-contoh-kejahatan-sebagian-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 04:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1776</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Rasulullah saw :
“Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin adalah yg bertanya tentang sesuatu yg tidak diharamkan, menjadi diharamkannya hal itu sebab pertanyaannya” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah. Matahari kebahagiaan yang selalu menumpahkan kebahagiaan bagi hamba – hambaNya di dunia dan di akhirat dan menyisakan sebagian dari kesulitan terjadi kepada hamba-Nya di dunia agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1776&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin adalah yg bertanya tentang sesuatu yg tidak diharamkan, menjadi diharamkannya hal itu sebab pertanyaannya” (Shahih Bukhari)</p>
<p><span id="more-1776"></span></p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah. Matahari kebahagiaan yang selalu menumpahkan kebahagiaan bagi hamba – hambaNya di dunia dan di akhirat dan menyisakan sebagian dari kesulitan terjadi kepada hamba-Nya di dunia agar mereka meminta kebahagiaan kepada Allah. Sang pemilik kebahagiaan dunia dan akhirat, Maha Melimpahkan kepada hamba – hambaNya kebahagiaan sebelum mereka meminta dan menjadikan sebagian kesulitan muncul dalam kehidupan agar mereka mau meminta. Maha Suci Allah yang menyenangi doa dan munajat kepada hamba –hambaNya, Dialah (Allah) Maha Sempurna dan Maha Melihat dan Maha Melimpahkan Kasih Sayang-Nya sehingga satu – satunya Dzat yang berbeda dengan segenap makhluk yang selalu semakin gembira dengan banyaknya permohonan, Dialah (Allah).</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Maha Suci Allah, Maha Tunggal dan Maha Abadi. Matahari yang selalu terang – benderang sepanjang waktu dan zaman, sepanjang terbit dan terbenamnya matahari dan bulan, namun Cahaya Allah tiada pernah sirna sepanjang waktu dan zaman. Cahaya yang terus terang – benderang bukan hanya menerangi mata tapi menerangi jiwa sehingga mereka yang tidak melihat pun mendapatkan Cahaya Keindahan Allah Swt. Berupa limpahan Kasih Sayang-Nya, berupa limpahan Kelembutan-Nya, berupa limpahan kebahagiaan yang dari-Nya dicipta-Nya sumber – sumber kebahagiaan dari ayah dan bunda, dari anak, dari suami atau istri, dari tetangga, dari hujan, dari matahari, dari bulan dan dari segala apa yang ada di alam.Yang kesemuanya diciptakan oleh Allah, agar manusia mendapatkan kebahagiaan. Namun, Allah tidak jadikan kebahagiaan di dunia ini sempurna agar manusia tidak terlena dengan kebahagiaan yang sementara karena masih ada kebahagiaan yang abadi.</p>
<p>Maka Allah Swt menjadikan setiap kenikmatan di dunia pasti ada akhirnya, setiap kesehatan akan muncul padanya sakit, pada ucapan, pada lisan, pada penglihatan, pada pendengaran, pada semua panca indera. Pasti ada saat – saat dimana Allah mencabut kenikmatannya dan terasalah bagi manusia betapa berharganya kenikmatan itu. Yang hal itu hakikatnya merupakan seruan Ilahi untuk mengenal kenikmatan-Nya. Agar sang hamba bersyukur kepada Sang Pemilk Kenikmatan dan berbahagialah mereka yang memahami Kasih Sayang Ilahi yang selalu ada dan selalu ditawarkan lebih kepada mereka yang mau meminta. Mereka yang banyak bermunajat tentunya berbeda dengan mereka yang jarang berdoa.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Allah Swt berfirman “wallaili idza yaghsyaa” Demi malam ketika telah gelap gulita; QS. Al-Lail : 1. Malam yang dhahir dan malam yang bathin. Malam yang dhahir adalah gelapnya sebagian permukaan bumi dan mereka di dalam kesibukan yang berbeda dari siang harinya. Namun malam yang bathin adalah kegelapan jiwa dari gelapnya kesedihan, dari gelapnya kegundahan dan kerisauan membuat cahaya yang terang – benderang pun seakan tiada karena jiwanya penuh kerisauan dan kegundahan.</p>
<p>“Wannahaari idza tajallaa” Demi siang hari apabila telah terang – benderang; QS. Al-Lail : 2. Siang yang dhahir dan siang yang bathin. Siang yang dhahir adalah saat siang dimana aktifitas pada puncaknya. Masing – masing di waktu siang dan malam itu ada takdir dan khodrat Illahi yang selalu terjadi. Sedemikian banyak kenikmatan yang terjadi dan sedemikian banyak musibah terjadi. Dalam setiap musibah tersimpan penghapusan dosa dan pengangkatan derajat. Dalam kenikmatan terdapat tawaran untuk mendapat lebih lagi jika ia bersyukur dan terdapat teguran akan berubah kenikmatan itu menjadi kesusahan jika ia tidak bersyukur kepada Allah. Maha Suci Allah yang membimbing dengan kenikmatan untuk mencapai kenikmatan. Dengan kenikmatan, ia bisa menggapai kenikmatan yang lebih.</p>
<p>“La insyakartum la aziidannakum wa la inkafartum inna a’dzabii lasyadiid” Maha Suci Allah yang menjadikan perbuatan syukur dalam kenikmatan membuat kenikmatan bertambah lagi, bukan berkurang. Hadirin – hadirat, demikian Allah membimbing kita untuk selalu berbuat luhur dan bersyukur. Bersyukurlah atas kenikmatanmu saat ini maka Allah akan menambahnya. Jika kita merasa banyak dari kesusahan yang menimpa kita, ingatlah dalam kesusahan kita itu masih ada banyak kenikmatan. Masih ada kenikmatan melihat, mendengar, bicara, bergerak dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal itu semua yang jika kita syukuri akan memupus dan menghapus musibah yang muncul pada kehidupan kita. Kita merasa kenikmatan kita sudah 80%, 20% kesusahan misalnya. Bagaimana supaya kesusahan ini sirna? Banyak bersyukur, maka Allah akan memupus dan mengikis kesusahan itu. Inilah janji Rabbul Alamin.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
“Wamaa khalaqadzdzakara wal untsa” Dan demi penciptaan pria dan wanita; QS. Al-Lail : 3. Bahwa pada setiap pria dan wanita itu kelak Allah tentukan bentuk jasadnya dan Allah tentukan ketentuan-Nya akan muncul dari pria dan wanita ketika berpasang – pasangan. Akan muncul keturunan dan keturunan. Barangkali dari 1 nama akan muncul beribu – ribu nama dari keturunannya. Dan keturunannya itu tergantung pula kepada doa ayah dan bundanya. Jika ia menaungi anak – anaknya dengan doa dan munajat maka Allah pula yang melindungi anak – anaknya dengan Kasih Sayang-Nya. Apakah ia ada di dunia atau meninggalkannya karena wafat.</p>
<p>Dialah Allah Yang Maha Memelihara dan Maha Mengayomi alam semesta, Maha Mengayomi hamba –hambaNya dengan doa dan munajat mereka. Ketika mereka meminta kepada Allah penjagaan atas dirinya, penjagaan atas hartanya, penjagaan atas keluarganya, penjagaan Allah atas keturunannya, Sang Maha Mengayomi akan mengayomi berkat doa dan munajat kita. Demikian indahnya Allah, Maha Raja yang paling berhak untuk dimuliakan dan diagungkan. Namun seakan – akan Allah berkhidmah kepada kita lebih dari semua yang berkhidmah kepada kita. Sungguh Allah Maha Mulia. Namun Kasih Sayang dan Kelembutan-Nya seakan Allah Swt itu yang paling berkhidmah kepada kita lebih dari semua yang berbakti kepada kita. Karena jawabnya adalah samudera Kasih Sayang Rabbul Alamin.</p>
<p>“Inna sa’yakum lasyattaa” Sungguh perbuatan kalian itu berbeda – beda; QS. Al- Lail : 4. Ada maksiat dan ada taat, ada dosa ada pahala. Setiap manusia selain Nabi dan Rasul melewati hari – harinya dalam pahala dan dosa. Mereka lepas dari sifat ma’shum (terjaga dari perbuatan dosa) maka hari – harinya dilewati dengan pahala dan dosa. Dan setiap dosa itu akan pupus dengan istighfar dan taubat. Beruntunglah mereka yang banyak bertaubat dalam hari – harinya dari segala dosa – dosanya. Semoga aku dan kalian diberi kelezatan taubat hingga selalu asyik bertaubat.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
“Fa amma man a’thaa wattaqaa; wa shaddaqa bil husnaa; fasanuyassiruhu lil yusraa; wa amma mam bakhila wastaghnaa; wakadzdzaba bil husna; fasanuyassiruhu lil ‘usra; wamaa yughni ‘anhu maluhu idza taraddaa” QS. Al-Lail : 5-11. Allah meneruskan firman-Nya ketika seseorang itu beriman dan bertaqwa dalam memperbanyak amalnya kepada Allah, mengikuti dosa – dosanya dengan penyesalan dan istighfar, memohon maaf kepada Rabbul Alamin. Melewati hari – harinya dengan penuh harapan kepada Allah untuk membenahi harinya lebih baik dari hari yang lalu, penuh harapan dan munajat serta memperbanyak shadaqah kepada para fuqara. Shadaqah yang ketahuan dan shadaqah yang tidak ketahuan. Shadaqah yang ketahuan sunnah dan shadaqah yang diam – diam juga sunnah</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, “Wa shaddaqa bil husnaa” dan membenarkan semua apa yang baik yaitu yang dibawa oleh Nabiyyuna Muhammad Saw; QS. Al-Lail : 6. “Fasanuyassiruhu lil yusraa” perbuatan baik itu, ketaqwaannya itu, ketaatannya itu dan shadaqahnya itu adalah perbuatan baik semua; QS. Al-Lail : 7. Allah berkata “Aku akan memudahkannya kepadanya jalan yang lebih mudah”. Jalan kemudahan itu di dunia dan akhirat akan terbuka dengan semakin banyak kita beramal dan taat kepada Allah. Apapun yang kita usahakan dan kita perjuangkan akan dilimpahi kemudahan jika diwarnai dengan ketaatan kepada Allah. Ketaatan seakan membenarkan apa – apa yang dibawa oleh Nabiyyuna Muhammad Saw. Dan beramal menurut kadar kemampuannya.</p>
<p>“Wa amma mam bakhila wastaghnaa” Mereka yang kikir dan menahan diri dari banyak beramal, apakah berupa shadaqah atau berupa ibadah; QS. Al-Lail : 8. “Wakadzdzaba bil husna” Ia mendustakan apa yang dibawa oleh Sang Nabi Saw; QS. Al-Lail : 9. “Fasanuyassiruhu lil ‘usra” Kami akan mudahkan ia ke jalan yang lebih sulit; QS. Al-Lail : 10. Semakin kita berpaling dari hal – hal yang luhur maka kehidupan kita akan semakin sulit, jika sulit itu niat. Jika ia tidak dapat kesulitan di dunia maka ia dapat kesulitan di yaumul qiyamah. Hadirin – hadirat, perbuatan taat, perbuatan baik, perbuatan mulia membawa kemudahan di dunia dan puncaknya di akhirat. Dan perbuatan yang buruk akan membawa kesusahan di dunia dan puncaknya d akhirat.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, “Wamaa yughni ‘anhu maluhu idza taraddaa” Apalagi gunanya hartanya apabila ia sudah sampai ke tempat orang – orang yang dimurkai Allah; QS. Al-Lail : 11. “Inna a’laina lal hudaa; wa inna lanaa lal aakhirata wal u’laa&#8221; bahwa segala jalan petunjuk itu, adalah milik Allah dan dari Allah; QS. Al-Lail : 12-13. Sungguh milik-Ku lah semua kehidupan di dunia dan akhirat. Demikian firman Allah, milik Allah semua kehidupan dunia dan akhirat. Maka perbanyaklah doa dan munajat kepada Sang Pemilik dunia dan akhirat agar keadaanmu diperindah di dunia dan akhirat karena Dialah pemiliknya.</p>
<p>“Fa andzartukum naaran taladhdhaa; layashlaahaa ilal asyqa; alladzi kaddzaba watawallaa” Maka berhati – hatilah, Ku-nasehati kalian daripada api neraka yang mengerikan dan tidak akan masuk kedalamnya kecuali orang – orang yang jahat; QS. Al-Lail : 14-16. Hadirin – hadirat, demikian indahnya Rabbul Alamin yang selalu menyampaikan ayat – ayatNya dan seruan Kelembutan-Nya kepada kita dan hindarilah perbuatan yang bukan semampunya karena Dia (Allah) Maha Indah dan selalu ingin menerima yang indah – indah. Bila kita terjebak dalam hal yang hina disisi Allah, perindahlah dengan taubat dan istighfar, niscaya Allah mengganti itu semua menjadi pahala dan keluhuran.</p>
<p>Mereka yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, Ku-perbaiki dirinya dengan hal yang mulia semampunya. Allah gantikan dosa – dosa mereka menjadi pahala. Wahai Yang Maha Baik dan Maha Indah melebihi segenap kebaikan dan keindahan, terimalah segala kekurangan kami dan ketidaktaatan kami, gantikan dengan ketaatan dan keindahan kehadirat-Mu Ya Rabb.</p>
<p>Rasul saw bersabda memberikan peringatan kepada kita untuk tidak memperbesar dan mempertanyakan hal – hal yang sudah dihalalkan. Sebagaimana sabda beliau, riwayat Shahih Bukhari yang baru saja kita baca bersama tadi.</p>
<p>“Inna a’dzamalmuslimin jurman man sa-ala’an syai-in lam yuharram fahurrima min ajli mas’alatihi” sungguh dosa terbesar diantara muslim pd muslim lainnya mereka yang bertanya orang yang paling besar dosa muslim terhadap muslim lainnya yaitu yang paling jahat. Siapa? mereka adalah yang mempertanyakan sesuatu yang tidak diharamkan menjadi diharamkan sebab ia mempertanyakannya.</p>
<p>Bagaimana contohnya? Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari mensyarhkan makna hadits ini adalah orang – orang yang terus menggali dan terus mencari tahu pertanyaan – pertanyaan mengenai hal – hal yang sudah dihalalkan oleh Allah. Muncul dari kedangkalan pemikiran, dari kesombongan terhadap dirinya dan terhadap saudara &#8211; saudaranya yang lain. Sebagaimana mempertanyakan hal – hal yang telah diperbolehkan oleh Allah.</p>
<p>Contohnya: beberapa hari lagi kita memasuki bulan Rajab, ada 1 Rajab, 2 Rajab, 3 Rajab. Bagaimana hukumnya puasa di bulan Rajab?. Puasa di semua hari adalah sunnah kecuali puasa di hari Idul Fitri dan Idul Adha. Di bulan ramadhan hukumnya fardhu selain itu sunnah. Mau bulan Syawal, Jumadil Akhir, Jumadil Awwal, Rajab, kapanpun puasa itu sunnah. Muncul orang – orang di masa sekarang yang mengharamkan puasa Rajab. Lalu bagaimana dengan puasa di hari lain? Hari lain diperbolehkan sedangkan Rajab tidak boleh puasa. Hujjatul Islam wa barakatul anam Al Imam Nawawi alaihi rahmatullah didalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim mensyarhkan bahwa memang tidak pernah ada satu dalil yang shahih tentang puasa di bulan Rajab. Akan tetapi diriwayatkan oleh Abi Daud didalam Sunannya didalam riwayat yang shahih bahwa Rasul saw suka berpuasa di bulan haram. Bulan haram itu ada 4 yaitu Muharram, Dzulqaidah, Djulhijjah, dan Rajab. Al Imam Nawawi mengatakan, bulan Rajab salah satu dari bulan haram. Jadi puasa di bulan Rajab itu sunnah dengan dalil yang shahih. Puasa di bulan Rajab adalah hal yang sunnah yang sangat kuat dalilnya karena dijelaskan Rasul saw berpuasa di bulan haram. Maka mengingkari puasa bulan Rajab, terkena kepada hadits yang kita sebut tadi yaitu orang yang mempertanyakan dalil tentang berpuasa di bulan Rajab. Akhirnya muncul fatwa pengharaman puasa di bulan Rajab, padahal hal itu yang sunnah. Mereka itu mencari – cari hadits yang mengatakan sunnah puasa di bulan Rajab tidak ditemukan, maka mereka langsung mengharamkannya dan mengatakan puasa di bulan Rajab adalah bid’ah. Padahal Rasul saw berpuasa di bulan Rajab. Mereka tidak menemukan puasa di bulan Rajab, ada dalil shahihnya. Ternyata ada dalil shahihnya yang lebih umum dari bulan Rajab. Hadirin – hadirat, Al Imam Nawawi mengatakan hadits itu menjadi dalil sunnahnya puasa di bualn Rajab, karena tidak ada larangan puasa di bulan Rajab.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Inilah salah satu makna daripada hadits mengenai orang yang mempertanyakan suatu masalah yang tidak diharamkan menjadi diharamkan sebab pertanyaannya itu. Hadirin – hadirat, ketika mempermasalahkan 1 masalah dari kedangkalannya memahami syari’ah membuat munculnya fatwa – fatwa baru yang keluar dari ajaran yang benar. Seperti membid’ahkan maulid, mengatakan istighatsah syirik. Hal – hal seperti ini adalah mempertanyakan dan mempermasalahkan hal yang sudah dibolehkan sampai diharamkan karena ucapannya. Hati – hati dari hal yang seperti ini. Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari mensyarhkan bahwa bukan berarti orang tidak boleh bertanya. Karena banyak bertanya adalah hal yang sangat dilimpahi pahala yang banyak. Demi kejelasan agamanya, demi kejelasan pemahamannya terhadap ilmu, tapi memperjuangkan hal yang halal agar menjadi haram adalah terkena hadits ini.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Ketika kita tidak tahu hukum suatu hal, jangan sesekali menghukuminya apalagi mengharamkannya. Kalau belum tahu dalilnya, ya sudah saya tidak tahu dalilnya entah itu sunnah atau bid’ah. Tapi jangan segera cepat – cepat diharamkan apalagi dikatakan bid’ah dan syirik. Ternyata hal itu adalah sunnah dan diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Saw, hanya mungkin tidak sampai ilmunya kepada kita. Muncul sebagian saudara – saudara kita yang berbuat demikian. Semoga Allah membenahi aqidah kita dengan melimpahi kemuliaan aqidah.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Rasul saw bersabda diriwayatkan didalam Shahih Muslim “Barangsiapa yang mengajarkan 1 hal yang baru selama itu berupa kebaikan didalam Islam maka baginya pahala dan pahala bagi orang yang mengikutinya, barangsiapa yang mengajarkan hal – hal yang baru berupa keburukan didalam Islam maka baginya dosa dan dosa bagi orang yang mengikutinya tanpa dikurangkan sedikit pun”.</p>
<p>Jadi hal yang baru selama baik dan tidak bertentangan dengan syari’ah telah ada dalilnya riwayat Shahih Muslim. Sebagaimana hal – hal yang baru dilakukan setelah wafatnya Sang Nabi saw dan tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah saw. Namun selama itu baik, hal itu telah diperintah oleh Allah sebagaimana Al Imam Ibn Rajab menjelaskan bahwa berkata Al Hasan pada ayat “innallah ya’murukum bil adli wal ihsan, &#8230;..(hingga akhir ayat) (QS Annahl 90)”. Al Imam Ibn Rajab menjelaskan ayat itu tidak menyisakan suatu perbuatan baik kecuali sudah diperintah oleh Allah dan tidak menyisakan satu perbuatan buruk kecuali sudah diperintah oleh Allah. Apakah sudah ada di masa Nabi atau belum ada di masa Nabi? Zaman sekarang hadirin – hadirat, tentunya kita memakai lampu, memakai karpet di masjid. Zaman dulu tidak dipakai, tapi selama itu bermanfaat dan tidak bertentangan dengan syari’ah boleh &#8211; boleh saja. Namun menambah syari’ah hukum yang fardhu, itulah yang dinamakan kemungkaran dan bid’ah dhalalah (bid’ah yang sesat).</p>
<p>Mengenai hadits Rasul saw yang ada “kullu bid’ah dhalalah wa kullu dhalalah finnaar” Semua bid’ah itu sesat dan semua yang sesat itu di neraka. Telah dijelaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi alaihi rahmatullah didalam kitabnya Syarh Nawawi ala Shahih Muslim bahwa makna hadits ini aamuun makhshush (umum tapi ada kekhususannya). Sebagaimana firman Allah Swt “akan Ku-penuhi neraka jahannam itu dengan seluruh jin dan manusia kesemuanya”. Buktinya tidak semua yang masuk ke dalam neraka jahannam, ada yang masuk ke dalam surga. Namun Allah berkata “kesemuanya”, maksudnya ke semua yang bathil, ke semua yang dhalim, ke semua yang jahat. Demikian hadirin makna hadits tersebut juga. Dikatakan oleh Imam Nawawi “kullu bid’ah dhalalah wa kullu dhalalah finnaar” Semua bid’ah itu sesat dan semua yang sesat itu di neraka. Hal ini adalah umum tapi ada pengecualiannya, tidak semua bid’ah itu sesat. Bid’ah yang &#8230;. adalah bid’ah yang sesat karena diperjelas oleh hadits tadi. Barangsiapa yang mengajarkan hal yang baru, yang baik dan tidak bertentangan dengan syari’ah Islam kita maka akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang mengikutinya.</p>
<p>Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhu sebagaimana riwayat Shahih Bukhari bahwa di masa ia menjabat sebagai khalifah. Ia didatangi oleh Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhum. Sayyidina Umar ra mengadukan pembunuhan banyak para sahabat pada kejadian ahlul yamamah (yg terbunuh banyak para penghafal Alqur’an). Banyak sahabat yang hafal Alqur’an dibunuh, maka berkata Sayyidina Umar ra “wahai Amirul Mukminin, wahai khalifah sebaiknya Alqur’an ini kita tuliskan (jilidkan dalam satu buku)”. Karena sebelumnya belum dibukukan. Ada yang menulisnya beberapa halaman, ada yang menghafalnya. Ini kalau tidak dikumpulkan dalam 1 buku, nanti generasi setelah kita tidak bisa mengenal Alqur’an lagi karena banyak para sahabat yanghafal Alqur’an dibunuh maka segera kita bukukan sebelum lupa dari hafalan Alqur’an. Nanti orang – orang yang hafal Alqur’an wafat, habis sudah. Mumpung yang hafal Alqur’an masih banyak di masa itu. Abu Bakar Ashshiddiq berkata “kaifa af’al syaiy’ lam yaf’aluhu Rasulullah?” bagaimana aku berbuat yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?. Rasul saw tidak memerintahkan untuk membukukan Alqur’an, bagaimana aku membukukannya? Sayyidina Umar berkata “Lakinna wallahi fiihi khair” tapi dalam perbuatan itu ada kebaikan dan kebaikan sudah diperintah oleh Nabi saw. Maka Abu Bakar Asshiddiq setuju dan Alqur’an dibukukan. Selesai pada masa khalifah Sayyidina Utsman bin Affan radiyallahu anhu hingga saat ini disebut dengan “Mushaf Utsmani” dan disetujui oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw hingga diteruskan oleh beliau karamallahu wajhah hingga saat ini.</p>
<p>Itu bid’ah hasanah, hal yang tidak pernah diperintah oleh Rasul saw. Maka jika hal yang baru tidak diperbolehkan maka jangan sentuh Alqur’anulkarim karena hal itu dibukukan setelah wafatnya Sang Nabi saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Demikian makna dari hal – hal yang baik. Jika diadakan selama tidak bertentangan dengan syari’ah maka hal itu merupakan kebaikan. Dan kebaikan itu mendapatkan pahala dan pahala bagi orang yang mengikutinya. Namun jika hal itu buruk maka hal itu akan membawa dosa baginya dan dosa bagi orang yang mnegikutinya.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Semakin kita mendekat dan memahami kemuliaan tuntunan Sang Nabi saw akan semakin indah hari – hari kita. Dan Allah Swt menjadikan pada setiap perbuatan baik kemuliaannya. Allah jadikan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Dan semakin seseorang itu berbuat baik kepada makhluknya Allah maka semakin ia dimuliakan di dunia dan akhirat. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika orang yang banyak membantu kepada saudara muslimnya, saudara – saudaranya maupun ia dari kelompok muslim ataupun diluar Islam bahkan hewan. Berbuat baik kepada semua yang hidup dari makhluknya Allah, ada pahalanya.</p>
<p>Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang sampai kepada Allah kehabisan amal pahala. Ia banyak berbuat pahala tapi banyak juga berbuat dosa maka ketika ia sudah diperintahkan masuk kedalam neraka karena amalnya sedikit, habis tergadaikan oleh dosa – dosanya. Allah ditanya oleh hamba itu “Rabbiy, aku dimasa hidupku banyak membantu orang yang susah”. wahai Allah aku dulu sering membantu orang yang susah sedangkan Kau lebih berhak untuk membantu dan melimpahkan kemudahan atas kesusahan. Maka sekarang shadaqahlah padaku, maka Allah berkata “beri kemudahan kepada hamba-Ku karena ia sering membantu orang yang susah”. Demikian Allah menghargai perbuatan baik itu, padahal perbuatan baik itu sudah dicatat dalam pahala, padahal pahalanya sudah tergadai oleh dosa. Namun sifat baik tidak dilupakan oleh Allah Swt. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, ketika seorang yang menjebak seekor kucing dalam sebuah kamar, tidak diberi makan dan minum sampai mati kehausan dan lapar. Allah masukkan ia ke dalam neraka. Allah tidak mengasihani hamba yang sulit mengasihani makhluk-Nya. Semakin besar seseorang mengasihani makhluk-Nya walaupun hewan maka Allah Swt mengasihaninya.</p>
<p>Hadirin, sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika seorang wanita yang banyak berbuat dosa melihat seekor anjing yang kehausan sampai menjilat tanah karena hausnya. Wanita itu mengambilkan air dengan sepatunya, karena di sumur anjing tidak bisa mencapai air di sumur. Ia memberinya minum maka Allah Swt berterimakasih kepadanya dan mengampuni dosanya. Hewan tidak bisa berterimakasih kepada manusia tapi Allah berterimakasih untuknya.</p>
<p>Hadirin, terjadi beberapa waktu yang silam saat itu saya masih di Tarim, Hadramaut. Tinggal beberapa lama di kota syihir, wilayah.. Mukalla disitu ada seorang wanita tua wafat, suatu hari saya melihat jenazah diusung. Tapi ada 1 hal yang ganjil. Apa yang ganjil? Ketika jenazahnya diusung, banyak orang yang mengusungnya dan ratusan ekor kucing ikut mengantarkan jenazah. Ini ganjil, saya fikir ada jenazah diikuti ratusan ekor kucing dan baru ini saya melihatnya. Ketika saya bertanya – tanya, kenapa ini? Mereka memuji wanita tua yang wafat itu alaiha rahmatullah. Di masa hidupnya nafkahnya dicukupi oleh anak – anaknya, kerjanya tiap pagi masuk ke pasar mengambil bekas kepala – kepala ikan yang terbuang dan ditaruh di sebuah gerobak dan ia melemparnya kepada semua kucing yang ada di jalanan. Bertahun – tahun itu terjadi sampai setiap pagi, ratusan kucing sudah berjajar di jalanan menunggu bagian yang diberikan dari wanita tua itu. Ketika ia wafat, ratusan ekor kucing itu mengantarkan jenazahnya. Berhari – hari puluhan ekor kucing tidak meninggalkan kuburnya.</p>
<p>Demikian hadirin – hadirat, Allah jadikan Ibrah (contoh) bahwa setiap hewan itu mempunyai perasaan terimakasih kepada yang memberinya. Bagaimana aku dan kalian yang selalu diberi oleh Allah, adakah perasaan terimakasih terlintas untuk selalu berbakti kepada Allah.</p>
<p>Semoga Allah menghiasi jiwa kita dengan keindahan, mewarisi jiwa kita dengan sifat syukur. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali Wal Ikram Wahai Yang Maha Menerbitkan matahari kebahagiaan, terbitkan matahari kebahagiaan dalam hari – hari kami di dunia dan di akhirat, dhahiran wa bathinan. Jadikan jiwa kami selalu terang – benderang dengan cahaya kesejukan Nama-Mu, jadikan jiwa kami selalu tenang dalam cahaya kenikmatan dan kesejukan Nama-Mu, jadikan hari – hari kami selalu dalam kebahagiaan dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahim pada-Mu kami bermunajat atas segala doa dan harapan, dari segala hajat kami yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, jauhkan kami dari segala musibah dan kesulitan yang kami ketahui dan tidak kami ketahui. Limpahkan untuk kami segala kemudahan dan anugerah yang kami ketahui dan belum kami ketahui.</p>
<p>Hadirin – hadirat, hari ini adalah hari jadinya kota Jakarta hampir mencapai abad yang ke 5. Kita berdoa semoga Allah mengembalikan keadaan Jakarta dengan yang sebaik – baiknya. Kota yang penuh kedamaian, kota yang penuh keluhuran, kota yang penuh iman. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali Wal Ikram Ya Dzaththauli wal In’am. Kita lanjutkan dengan doa bersama kita mendoakan seluruh muslimin – muslimat dan semoga Allah memunculkan pemimpin yang terbaik bagi kita bangsa Indonesia ini diberikan pemimpin yang membawa Rahmat dan Kedamaian Allah Swt.</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim<br />
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah</p>
<p>Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam<br />
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Sumber: <a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=220&amp;Itemid=1">http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=220&amp;Itemid=1</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1776&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/07/01/pengharaman-puasa-rajab-contoh-kejahatan-sebagian-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak Ulama Nusantara di Timur Tengah</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/30/jejak-ulama-nusantara-di-timur-tengah/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/30/jejak-ulama-nusantara-di-timur-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 01:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1771</guid>
		<description><![CDATA[Penulis benar-benar terkesiap ketika melihat mata rantai (sanad, silsilah) mufti agung Mesir, Dr. Ali Gum&#8217;ah, yang meriwayatkan kitab Hâsyiah Jawharah al-Tawhîd (karangan Syaikh Ibrahim al-Bayjuri) dari seorang ulama Nusantara asal Padang, yaitu Syaikh Muhammad Yasin ibn &#8216;Isa al-Fadani (Yasin Padang).
Semasa belajar di pesantren dulu, mata rantai beberapa kitab yang di &#8216;aos&#8217; oleh penulis juga menyambung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1771&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis benar-benar terkesiap ketika melihat mata rantai (sanad, silsilah) mufti agung Mesir, Dr. Ali Gum&#8217;ah, yang meriwayatkan kitab Hâsyiah Jawharah al-Tawhîd (karangan Syaikh Ibrahim al-Bayjuri) dari seorang ulama Nusantara asal Padang, yaitu Syaikh Muhammad Yasin ibn &#8216;Isa al-Fadani (Yasin Padang).</p>
<p>Semasa belajar di pesantren dulu, mata rantai beberapa kitab yang di &#8216;aos&#8217; oleh penulis juga menyambung kepada Syaikh Yasin Padang. Urutannya demikian: penulis; KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (murabbi penulis);KH. Mahrus &#8216;Ali Lirboyo;Syaikh Yasin Padang. Berangkat dari pertemuan mata rantai inilah, jejaring dan jejak ulama Nusantara di Timur Tengah serta pengaruhnya di Tanah Air menjadi menarik untuk dianalisa dan dikaji lebih jauh.</p>
<p><span id="more-1771"></span></p>
<p>Sejatinya, jejak gerakan ulama Nusantara di Timur Tengah (utamanya Hijâz dan Mesir) dapat dilacak sejak abad ke-17 M. Di antara nama-nama ulama yang populer adalah Abd al-Raûf al-Jâwi (w. 1693), Nûruddîn al-Raniri (w. 1658), Arsyad al-Banjari (1710), dan lain-lain.</p>
<p>Dulu, perkumpulan ulama-ulama tersebut dikenal dengan komunitas Jawi, atau Jamâ’ah al-Jâwiyyîn. Nisbat ini tidak sekedar meliputi teritorial ulama yang datang dari Jawa Dwipa saja, tetapi dari seluruh Nusantara (termasuk Melayu, Pattani, dan Philipina Selatan). Kita bisa melacak nisbat ini di salah ruangan masjid al-Azhar (ruwwâq jâwah).</p>
<p>Abad ke-19 M (dan awal abad 20) adalah puncak dari geliat intelektual ulama Nusantara di Timur Tengah. Mereka bukan sekadar berkiprah dan memberi kontribusi untuk Tanah Air saja, tetapi juga mempunyai peran besar di ranah internasional, khususnya di Timur Tengah. Beberapa ulama Nusantara menjadi sosok intelektual berkampium dunia. Mereka mengarang kitab-kitab yang dijadikan rujukan penting.</p>
<p>Di antara nama-nama ulama Nusantara yang populer adalah Syaikh Muhammad Nawawi ibn &#8216;Umar al-Bantani (Tanara, Serang, Banten, w. 1879), yang mengarang beberapa kitab dalam berbagai cawangan ilmu agama, semisal Tîjân al-Durarî (tawhid), Sullam al-Najât, Kâsyifah al-Sajâ, Sullam al-Tawfîq, al-Tsamrah al-Yâni&#8217;ah &#8216;ala Riyâdh al-Badî&#8217;ah, Tawsyîkh &#8216;alâ Fath al-Qarîb, Nihâyah al-Zain (fikih), Qatr al-Ghayts, Tanqîh al-Qawl (hadits), Minhâj al-&#8217;Ibâd (tasawuf), &#8216;Uqûd al-Lujayn (psikologi rumah tangga), Murâh Labîd aw al-Tafsîr al-Munîr (tafsir) dan lain-lain. Syaikh Nawawi menjadi pengajar di salah satu pintu Masjid al-Haram dan di perguruan Dâr al-‘Ulûm, Mekkah, selain pernah memberikan pengajian di masjid al-Azhar, Mesir, atas undangan Syaikh Ibrahim al-Bayjuri, mufti agung Mesir kala itu.</p>
<p>Selain Syaikh Nawawi Banten, dikenal juga Syaikh Mahfuzh al-Turmusi (Tremas, Pacitan, Jawa Timur), pengarang beberapa hâsyiah (komentar atas komentar, atau great comment) atas beberapa kitab fikih induk mazhab Syafi&#8217;iy, semisal al-Minhâj, Fath al-Wahhâb, al-Iqnâ&#8217;, dan lain-lain. Beberapa hâsyiah karangan beliau kelak dikenal dengan Hâsyiah al-Turmusî yang ditulis berjilid-jilid. Beliau juga menulis al-Siqâyah al-Mardhiyyah fî Asmâ al-Kutub al-Fiqhiyyah li Ashhâb al-Syâfi&#8217;iyyah (ensiklopedi kitab-kitab fikih mazhab Syafi&#8217;iy), Manhaj Dzaw al-Nazhar fi Manzhûmah Ahl al-Âtsâr (metodologi hadits), al-Fawâid al-Turmusiyyah fi Asmâ al-Qirâ&#8217;ah al-&#8217;Asyriyyah (tajwid-qira&#8217;ah sepuluh).</p>
<p>Dua Syaikh di atas tercatat yang paling berpengaruh dan melahirkan beberapa murid yang juga menjadi ulama besar, semisal Syaikh Ihsan Dahlan al-Jamfasi al-Kadiri (Jampes, Kediri, Jawa Timur), penulis kitab Sirâj al-Thalibîn &#8216;alâ Minhâj al-&#8217;Âbidîn (kitab dua jilid berisi komentar atas karya tasawuf Imam al-Ghazali)—konon kitab ini pernah dijadikan salah satu muqarrar di Universitas al-Azhar, dan Manâhij al-Amdâd (tasawuf). Atau Syaikh Muhammad Yasin ibn &#8216;Isa al-Fadani (Padang), guru besar hadits dan ushul fikih di perguruan Dâr al-‘Ulûm Mekkah, penulis kitab al-Fawâid al-Janniyyah &#8216;alâ al-Farâ&#8217;id al-Bahiyyah fî al-Qawâ&#8217;id al-Fiqhiyyah, Hâsyiah &#8216;alâ al-Asybâh wa al-Nazhâ&#8217;ir fi al-Furû&#8217; al-Fiqhiyyah (ushul dan kaidah fikih), Fath al-&#8217;Allâm Syarh Bulûgh al-Marâm (hadits fikih setebal empat jilid), dan al-Durr al-Mandhûd fî Syarh Sunan Abî Dâwud (setebal dua puluh jilid).</p>
<p>Istimewanya, para masyâyikh di atas mempunyai genealogi keilmuan berupa silsilah yang dapat dipertanggungjawabkan ketsiqqah-annya. Mereka rata-rata belajar kepada Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, seorang ulama besar mazhab Sunni di Hijâz, yang silsilahnya menyambung kepada Syaikh Ibrahim al-Bayjuri (Mesir), Muhammad al-Sanusi, al-Iji, Fakhr al-Din al-Razi, al-Ghazali, al-Juwayni (imam Haramayn), Abu Bakar al-Baqilani, Abu Abdillah al-Bahili, Abu Hasan al-Asy’ari, dan seterusnya.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang: dimana dan bagaimanakah nasib manuskrip (makhthûthât) kitab-kitab yang telah mereka tulis itu? Jawabannya mungkin sedikit menjadikan hati kita merasa miris: mayoritas manuskrip karya ulama Nusantara tempo doeloe tersimpan dan terawat dengan baik di beberapa museum dan universitas Barat, seperti Leiden (Belanda), Oxford (Inggris), Bonn (Jerman), ANU (Australia), dan lain-lain. Pun, yang lebih intens mengkaji sejarah ulama Nusantara adalah beberapa sarjana Barat, bukan sarjana Muslim. Sejarah ulama Nusantara yang hebat dan agung itu seolah dilupakan dan disia-siakan oleh anak bangsanya sendiri. Barangkali, inilah salah satu akibat terfatal dari keengganan sebagain orang Muslim untuk belajar sejarah.</p>
<p>Beruntung, para masyâyikh di atas mempunyai beberapa murid yang boyong dan mengabdi di Nusantara. Di antara murid-murid mereka yang populer adalah KH. Muhammad Kholil (Bangkalan), KH. Hasyim Asy&#8217;ari (Jombang), KH. As&#8217;ad Syamsul &#8216;Arifin (Situbondo), KH. Abbas dan Anas (Cirebon), dan lain-lain. Para kyai tersebut kelak mempunyai beberapa murid semisal KH. Abdul Karim, KH. Marzuqi Dahlan, KH. Mahrus Ali (Lirboyo, Kediri), KH. Jazuli Utsman (Ploso, Kediri), KH. Wahhab Hasbullah (Jombang), KH. Zubair (Sarang, Rembang), KH. &#8216;Alwi (Senori, Tuban), KH. Faqih (Langitan, Tuban), KH. &#8216;Aqil Siraj, KH. Sanusi (Ciwaringin, Cirebon), KH. Dimyathi (Banten), KH. Mukhtar Bogor, KH. Rukhiyat (Cipasung, Tasikmalaya), KH. Abdul Halim (Leuwimunding, Majalengka) dan beberapa rama kyai lain.</p>
<p>Dulu, para ajengan-kyai mendirikan beberapa pesantren sebagai sarana untuk mengajarkan dan menyebarkan (ilmu-ilmu) Islam. Beberapa kitab yang telah dianggit oleh masyâyikh di atas pun dijadikan pegangan wajib—khususnya bagi kalangan pemula (mubtadi&#8217;în), dan banyak dijadikan bahan rujukan. Pesantren (khususnya pesantren tradisional-salaf NU) mempunyai jasa besar, sebab telah menjaga, melestarikan, dan mengajarkan kitab-kitab karangan ulama Nusantara yang tak ternilai harganya itu, sekalipun pesantren kurang dapat mengembangkan semangat produktivitas dan geliat keilmuan yang telah diwariskan oleh ulama Nusantara tersebut, bahkan tak sedikit yang jatuh kedalam kubangan taqlid dan taqdis di hadapan kitab-kitab tersebut.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan peran pelajar Nusantara di (atau lulusan) Timur Tengah sekarang ini? Apakah mereka bisa melampaui apa yang telah dicapai oleh para ulama Nusantara di atas? Atau justeru sebaliknya?</p>
<p>Oleh : Ahmad Ginandjar Sya&#8217;ban, (Mhs. Universitas Al-Azhar)</p>
<p>Sumber: <a href="http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/jejak-langkah-ulama-nusantara-di-timur-tengah.htm" target="_blank">http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/jejak-langkah-ulama-nusantara-di-timur-tengah.htm<br />
</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1771/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1771&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/30/jejak-ulama-nusantara-di-timur-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdzikir dengan alat bantu (tasbih)</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/24/berdzikir-dengan-alat-bantu-tasbih/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/24/berdzikir-dengan-alat-bantu-tasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:51:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[dzikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/2009/06/24/berdzikir-dengan-alat-bantu-tasbih/</guid>
		<description><![CDATA[Tasbih yang dalam bahasa Arab disebut subhah atau misbahah, dalam bentuknya yang sekarang (untaian manik-manik), memang merupakan produk &#8220;baru&#8221;. Sesuai namanya, tasbih digunakan untuk menghitung bacaan tasbih (Subhaanallah), tahlil (Laa ilaaha illallaah), dan sebagainya.
Pada zaman Rasulullah Saw. untuk menghitung bacaan dalam berdzikir digunakan jari-jari tangan , kerikil-kerikil, biji-biji kurma, atau tali-tali yang disimpul-simpul. Seperti diriwayatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1769&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tasbih yang dalam bahasa Arab disebut subhah atau misbahah, dalam bentuknya yang sekarang (untaian manik-manik), memang merupakan produk &#8220;baru&#8221;. Sesuai namanya, tasbih digunakan untuk menghitung bacaan tasbih (Subhaanallah), tahlil (Laa ilaaha illallaah), dan sebagainya.</p>
<p>Pada zaman Rasulullah Saw. untuk menghitung bacaan dalam berdzikir digunakan jari-jari tangan , kerikil-kerikil, biji-biji kurma, atau tali-tali yang disimpul-simpul. Seperti diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah, Abu Daud, at-Turmudzi, an-Nasai, shahabat Ibn Umar berkata:</p>
<p><span id="more-1769"></span></p>
<p>&#8220;Pernah kulihat Nabi Saw. menghitung bacaan tasbih dengan tangan kanannya&#8221;</p>
<p>Rasulullah Saw. juga pernah menganjurkan para wanita untuk bertasbih dan bertahlil serta menghitungnya dengan jari-jari, sebagaimana hadis dikeluarkan oleh Ibn Syaibah, Abu Daud, at-Turmudzi, dan al-Hakim sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Wajib atas kalian untuk membaca tasbih, tahlil, dan tahdis. Dan ikatlah (hitunglah bacaan-bacaan itu) dengan jari-jemari, karena sesungguhnya jari-jari itu akan ditanya untuk diperiksa. Janganlah kalian lalai, (jikalau kalian lalai) pasti dilupakan dari rahmat (Allah).&#8221;</p>
<p>Shahabat Abu Hurairah r.a. bila bertasbih menggunakan tali yang disimpul-simpul konon sampai seribu simpul. Shahabat Sa&#8217;d bin Abi Waqqaash r.a. diriwayatkan kalau bertasbih menggunakan kerikil-kerikil atau biji-biji kurma. Demikian pula Shahabat Abu Dzarr dan beberapa shahabat lainnya.</p>
<p>Sedangkan tasbih dalam bentuknya yang sekarang hanyalah merupakan perkembangan alat-alat bantu tersebut.</p>
<p>Memang ada sementara ulama yang berpendapat bahwa menggunakan jari-jemari lebih utama daripada menggunakan tasbih. Pendapat ini didasarkan atas hadis Ibn Umar yang sudah disebutkan di atas.</p>
<p>Namun dari segi maknanya (untuk sarana menghitung), saya pikir kedua cara itu tidak berbeda. Dari sisi lain, selain untuk menghitung tasbih dan tahlil, sebenarnya tasbih mempunyai manfaat utamanya bagi kita yang sibuk di zaman sibuk ini. Dengan membawa tasbih, seperti kebiasaan orang-orang Timur Tengah (di sana tasbih merupakan asesori macam cincin dan kacamata saja), sebenarnya kita bisa selalu atau sewaktu-waktu diingatkan untuk berdzikir mengingat Allah.</p>
<p>Artinya, setiap kali kita diingatkan bahwa yang ada di tangan kita adalah alat untuk berdzikir, maka besar kemungkinan kita pun lalu berdzikir.</p>
<p>Wallaahu A&#8217;lam. Dan selamat berzikir.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.pesantrenvirtual.com/fk/016.shtml">http://www.pesantrenvirtual.com/fk/016.shtml</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1769&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/24/berdzikir-dengan-alat-bantu-tasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdzikir sambil membayangkan sesuatu</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/17/berdzikir-sambil-membayangkan-sesuatu/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/17/berdzikir-sambil-membayangkan-sesuatu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 02:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[dzikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1765</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
mohon maaf sebelumnya habib guru saya bertanya..
Habib Munzir semoga selalu dimuliakan dan dirahmati ALLOH S.W.T
saya mau bertanya apakah boleh dalam berdzikir membayangkan wajah ataupun wujud guru ataupun sambil melihat foto guru?
kalau boleh mohon penjelasannya, dan sebaiknya motifasi apa yg harus saya tanamkan dalam hati.
terima kasih sebelumnya habib guru yang saya hormati.


Jawab:
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1765&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>mohon maaf sebelumnya habib guru saya bertanya..</p>
<p>Habib Munzir semoga selalu dimuliakan dan dirahmati ALLOH S.W.T<br />
saya mau bertanya apakah boleh dalam berdzikir membayangkan wajah ataupun wujud guru ataupun sambil melihat foto guru?<br />
kalau boleh mohon penjelasannya, dan sebaiknya motifasi apa yg harus saya tanamkan dalam hati.<br />
terima kasih sebelumnya habib guru yang saya hormati.</p>
<p><span id="more-1765"></span><br />
<strong><br />
Jawab:</strong></p>
<p>Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,</p>
<p>kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,</p>
<p>Saudaraku yg kumuliakan, hal itu diperbolehkan selama tujuannya adalah mencapai kekhusyuan pada Allah swt, sebagaimana kita melihat gunung, laut, langit dan ciptaan Allah swt yg membuat kita bisa makin khusyu pada Allah swt.</p>
<p>Rasul saw bersabda : Maukah kuberitahukan pada kalian orang orang termulia diantara kalian?, mereka adalah yg jika dipandang wajahnya membuat kalian ingat pada Allah. (HR Imam Bukhari pada adabul mufrad).</p>
<p>jelas sudah wajah para shalihin dapat membuat kita ingat pada Allah, maka boleh mengingat wajah mereka, atau melihat fotonya, selama yg kita inginkan adalah dekat pada Allah swt dan khusyu, sebagaimana kita juga boleh membayangkan ombak dilautan, atau langit yg penuh bintang, atau kuburan dll agar kita khusyu pada Allah swt.</p>
<p>Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=7&amp;id=21952#21952</p>
<p>.</p>
<p>Sebuah catatan,</p>
<p>Rasul saw menemui seorang wanita yg sedang bertasbih dengan batu batu, maka Rasul saw berkata : sedang apa engkau?, maka wanita itu berkata : aku menggunakan batu batu ini untuk bertasbih, maka Rasul saw bersabda : maukah kau kuajari hal yg lebih baik daripada itu dan lebih mudah?, bacalah ?subhanallah adada khalaqa fissamaa?, subhanallah adada maa fil ardhi, ?.dst (HR Imam Hakim dalam Almustadrak alasshahihain, Tirmidzi, Abu Dawud dll).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1765/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1765/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1765/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1765&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/17/berdzikir-sambil-membayangkan-sesuatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konvoi Moge Pukuli Pengendara Mobil</title>
		<link>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/17/konvoi-moge-pukuli-pengendara-mobil/</link>
		<comments>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/17/konvoi-moge-pukuli-pengendara-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 02:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>orgawam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://orgawam.wordpress.com/?p=1761</guid>
		<description><![CDATA[Sejak lama, mungkin sedari kecil .. ketika ada arak-arakan motor besar (motor gedhe=moge), ada perasaan takut. Terkesan arogan, mau menang sendiri dalam hal menggunakan jalan. Padahal kita sama-sama pengguna jalan, memiliki hak yang sama. Kami juga bayar pajak motor dan kendaraan.
Ketika jumpa mereka .. cepat-cepat menyingkir sajalah. Dari pada terkena urusan tak perlu. Rung..ruunng.. rruuunnnngg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1761&subd=orgawam&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sejak lama, mungkin sedari kecil .. ketika ada arak-arakan motor besar (motor gedhe=moge), ada perasaan takut. Terkesan arogan, mau menang sendiri dalam hal menggunakan jalan. Padahal kita sama-sama pengguna jalan, memiliki hak yang sama. Kami juga bayar pajak motor dan kendaraan.</p>
<p>Ketika jumpa mereka .. cepat-cepat menyingkir sajalah. Dari pada terkena urusan tak perlu. Rung..ruunng.. rruuunnnngg .. sampai arak-arakan berakhir. Menepi atau malah masuk gang.</p>
<p>Ini hanya kesan, tak ada bukti real sejak dahulu kala. Namun berita di bawah ini adalah saksi/ bukti real.</p>
<p><span id="more-1761"></span></p>
<p><strong>Mimpi Buruk Moge pada Hari Ulang Tahun Si Bungsu Radit<br />
</strong><br />
Rabu, 17 Juni 2009 | 07:08 WIB<br />
KOMPAS.com — Motor gede yang gagah dan mahal pasti bernilai sekali bagi pemiliknya. Deru suara mesinnya saja bisa mendatangkan kebahagiaan dan kebanggaan di benak penggemar moge. Namun, sebandingkah hal itu ketika sosok moge meninggalkan trauma menakutkan di benak bocah-bocah ini?</p>
<p>Hari itu, Minggu, 24 Mei 2009, Raditya Fajar Adinawari genap berusia empat tahun. Kedua orangtua, kedua kakak laki-lakinya, dan sang kakek membawa Radit ke Puncak, Bogor, untuk berekreasi sekaligus merayakan hari ulang tahun bocah manis itu.</p>
<p>Mereka pun bersama-sama makan siang di restoran Rindu Alam, lalu singgah di kebun teh untuk mengajak Radit naik kuda. Hari itu semua anggota keluarga turut serta, sang ayah, Darmawan Edwin Sudibyo (51); ibu Radit, Dian Fara Oktarina (39) yang tengah hamil lima bulan; kedua kakak Radit, Geraldino Krisna Akbar (15) dan Muhammad Athaa (7); serta sang kakek, Syahrul Malik (75).</p>
<p>”Kami senang sekali sebenarnya hari itu,” kata Edwin.</p>
<p>Menjelang pukul 16.00, Edwin dan keluarga pulang kembali ke Jakarta melalui Jalan Raya Puncak. Seperti biasa, setiap hari Minggu, tepat pukul 16.00, polisi membuka jalan tersebut menjadi satu arah dari Puncak ke Jakarta.</p>
<p>Edwin pun melajukan mobilnya, Nissan X-Trail, di lajur kanan. Kondisi lalu lintas seperti biasa, macet. Tak berapa lama, dari arah belakang terdengar bunyi sirene vorrijder yang membawa konvoi moge di lajur kanan. Edwin pun berusaha mengarahkan mobilnya ke lajur kiri untuk memberi ruang lebih bagi konvoi. Setelah vorrijder dan konvoi lewat dan tak muncul lagi moge lainnya, mobil-mobil yang semula agak masuk ke lajur kiri kembali ke lajur kanan, begitu juga mobil Edwin.</p>
<p>Namun, rupanya masih ada rombongan moge yang tertinggal. Edwin bercerita, rombongan itu tertahan mobilnya. Namun, Edwin tak bisa pindah lagi ke lajur kiri karena kondisi jalan amat padat. Sejumlah peserta konvoi langsung memukuli mobilnya. Ketika Edwin membuka jendela mobil untuk bertanya mengapa mobilnya dipukul, sebuah bogem malah mendarat di pipi kanannya. Edwin dimaki dan diludahi. Pipi kanannya pun lebam.</p>
<p>”Ayah dipukul, diludahi. Pintu mobil ditahan, jadi enggak bisa keluar. Kita semua di dalam cuma bisa nangis. Adik-adik menjerit ketakutan banget,” cerita Akbar (15), putra sulung Edwin, Senin (15/6). Kemarin, kedua orangtuanya tengah ke Singapura dan baru kembali hari Rabu. Ketiga anak mereka yang tengah libur sekolah sementara tinggal bersama sang kakek di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.</p>
<p>Trauma</p>
<p>Sang kakek, ayah mertua Edwin, Syahrul Malik, pun mengaku masih terbayang-bayang peristiwa itu. ”Saya cuma bisa istigfar. Sesak dada rasanya. Kasihan cucu-cucu saya semua ketakutan, nangis. Anak saya (istri Edwin) yang sedang hamil juga ketakutan sekali,” cerita Syahrul.</p>
<p>Menurut Syahrul, para peserta konvoi itu bisa melihat isi mobil, ada anak-anak dan perempuan hamil. Meski hanya berlangsung sekitar lima menit, kejadian menakutkan itu bak teror mental yang demikian membekas di benak anak-anak Edwin.</p>
<p>Edwin sendiri ketika itu langsung melapor ke Polsek Cisarua dan menjalani visum di klinik terdekat. Laporan itu pun langsung teregistrasi resmi di polsek. ”Saya sangat mengapresiasi sikap polisi yang sangat responsif menangani kasus saya. Menurut mereka, kejadian seperti itu sudah sering di Puncak,” tutur Edwin.</p>
<p>Akbar mengaku sangat geram sang ayah diperlakukan demikian kasar dan tak adil. ”Mereka, kan, terpelajar, tapi kok seperti itu. Kita (anak remaja) aja kalau berantem satu lawan satu,” ujar Akbar.</p>
<p>Edwin bercerita, peristiwa itu masih tampak membekas di benak kedua anaknya yang masih kecil. Jika tengah bermain di jalan di depan rumah dan mendengar deru suara motor yang keras, mereka langsung lari menjauh.</p>
<p>Akbar pun mengaku, dia dan adik-adiknya merasa kapok ke Puncak. ”Ke Puncak jadi ingat kejadian itu lagi. Mendingan enggak,” ujar Akbar masygul.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Suntana, Selasa, mengatakan, tim penyidiknya akan melaksanakan rekonstruksi perkara dugaan pemukulan oleh anggota konvoi moge tersebut. Tidak tertutup kemungkinan polisi pun akan mengonfrontasi saksi korban dan anggota konvoi moge.</p>
<p>Baik Edwin maupun Akbar mengaku masih bisa mengingat anggota konvoi jika dipertemukan kembali.</p>
<p>”Saya ingin rekonstruksi tersebut secepatnya. Saat ini anggota saya sedang berkoordinasi dengan saksi pelapor untuk mencari waktu yang sesuai,” kata Suntana.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Polsek Cisarua Ajun Komisaris Hepi Hanafi mengatakan, sebelumnya polisi telah memeriksa tujuh anggota konvoi dari klub moge Harley Davidson di Bogor. Ketua rombongan yang diperiksa adalah Anto Nasution. Ketujuh anggota diperiksa sebagai saksi.</p>
<p>Menurut Hepi, konvoi tersebut diikuti berbagai klub moge Harley Davidson dari sejumlah kota, selain Bogor. Hepi mengatakan, mereka usai konvoi dari Yogyakarta. (SF/RTS)</p>
<p>.</p>
<p>http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/17/07085460/Mimpi.Buruk.Moge.pada.Hari.Ulang.Tahun.Si.Bungsu.Radit</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>Arogan! Konvoi Moge Pukuli Pengendara Mobil</p>
<p>Senin, 15 Juni 2009 | 07:59 WIB<br />
Laporan wartawan KOMPAS Sarie Febriane</p>
<p>JAKARTA, KOMPAS.com — Polsek Cisarua telah memeriksa delapan anggota konvoi motor gede (moge) sebagai saksi atas pelaporan pengendara mobil Darmawan Edwin Sudibyo (51) terkait pemukulan yang dilakukan oleh pengendara moge di kawasan Puncak terhadap dirinya.</p>
<p>Kepala Polsek Cisarua Ajun Komisaris Hepi Hanafi, yang dihubungi pada Minggu (14/6) kemarin mengatakan, sejauh ini belum ada pengakuan dari pihak rombongan moge. ”Meski begitu, penyidikan polisi tidak hanya akan berdasarkan pengakuan. Kami masih terus mendalami kasus ini,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Harian Harley Davidson Club Indonesia Inspektur Jenderal Nanan Soekarna menegaskan, pihaknya mendukung penuh proses hukum tersebut. ”Harus ditindak tegas pidananya, organisasi juga akan mencabut keanggotaan anggota yang arogan seperti itu. Mereka akan dikucilkan dari komunitas,” kata Nanan.</p>
<p>Kronologi</p>
<p>Peristiwa itu terjadi pada 24 Mei lalu di kawasan Puncak sekitar pukul 16.00. Edwin mengendarai mobil Nissan X-Trail dari arah Cisarua menuju Jakarta. Bersama Edwin, ikut pula istrinya, Dian Fara (39), yang tengah hamil lima bulan; ketiga anaknya, yaitu Akbar (14), Athaa (7), dan Raditya (4); serta ayah mertua, Syahrul Malik (70).</p>
<p>Menurut Edwin, ketika itu kondisi jalan tengah macet. Lalu, muncul konvoi moge yang melaju di jalur kanan menuju Jakarta. Konvoi yang dibimbing oleh vorrijder itu rupanya terputus karena padatnya lalu lintas. Rombongan moge yang tertinggal rupanya menganggap mobil yang dikendarai Edwin menghalangi laju konvoi.</p>
<p>”Mobil saya sudah tidak bisa minggir ke kiri karena sangat padat. Mereka lalu menggebrak-gebrak dan mengepung mobil saya. Saya buka jendela mobil dan tanya kenapa mobil saya dipukul. Tetapi, mereka rupanya marah, memaki-maki, dan meludahi. Tiba-tiba ada yang pukul muka saya dan beberapa yang lain mencoba memukul juga, tetapi saya menghindar,” tutur Edwin seusai melengkapi pemeriksaan polisi di Polsek Cisarua, Bogor.</p>
<p>Selain dipukul, mobil Edwin yang digebrak dan ditendangi juga mengalami rusak, dua kaca spion terlepas, washer lampu rusak, dan lecet pada badan mobil.</p>
<p>Menurut Edwin, seusai kejadian, dirinya langsung melapor ke Polsek Cisarua dan menjalani visum di klinik terdekat. ”Istri dan anak-anak menangis histeris ketakutan melihat kami dikepung dan bapaknya dipukul seperti itu oleh mereka. Sampai sekarang kalau mendengar kata &#8216;Puncak&#8217;, mereka trauma. Saya melapor ke polisi, berharap ada efek jera dan hal ini tidak terjadi lagi kepada siapa pun,” kata Edwin.</p>
<p>.</p>
<p>http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/15/07592436/arogan.konvoi.moge.pukuli.pengendara.mobil</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/orgawam.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/orgawam.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/orgawam.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/orgawam.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/orgawam.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/orgawam.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/orgawam.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/orgawam.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/orgawam.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/orgawam.wordpress.com/1761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=orgawam.wordpress.com&blog=1433458&post=1761&subd=orgawam&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://orgawam.wordpress.com/2009/06/17/konvoi-moge-pukuli-pengendara-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f5ee6f41c6e1621192fcd583ffae8d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">orgawam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>