Sultan Hamengku Buwono VIII
Dibanding dengan tokoh dari dinasti Mataram yang lain, nama Sultan Hamengku Buwono ke VIII memang kurang terasa bergaung di nusantara ini. Bahkan bagi masyarakat yang tinggal di Yogyakarta sekalipun. Popularitas Sultan HB VIII memang tidak seperti Panembahan Senapati, Sultan Agung, Pangeran Mangkubumi ( Sultan Hamengkubuwono I ), Pangeran Diponegoro dan Sultan Hamengkubuwono IX. Namun, jika kita mau mencermati sejarah Yogyakarta menjelang masa-masa terakhir penjajahan Belanda di Nusantara ini, peran HB VIII laksana sepercik api lentera di kegelapan malam yang bias cahayanya mampu menembus dinding siti hinggil dan benteng keraton hingga menjangkau sudut – sudut dunia. Visi global telah berkembang di lingkungan istana Mataram meski tanpa perumusan yang rumit, yang memusingkan kepala.

