Catatan harian seorang muslim

Ya Allah.. berilah kami ridlo-Mu

Berdzikir dengan alat bantu (tasbih)

Ditulis oleh orgawam di/pada Juni 24, 2009

Tasbih yang dalam bahasa Arab disebut subhah atau misbahah, dalam bentuknya yang sekarang (untaian manik-manik), memang merupakan produk “baru”. Sesuai namanya, tasbih digunakan untuk menghitung bacaan tasbih (Subhaanallah), tahlil (Laa ilaaha illallaah), dan sebagainya.

Pada zaman Rasulullah Saw. untuk menghitung bacaan dalam berdzikir digunakan jari-jari tangan , kerikil-kerikil, biji-biji kurma, atau tali-tali yang disimpul-simpul. Seperti diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah, Abu Daud, at-Turmudzi, an-Nasai, shahabat Ibn Umar berkata:

“Pernah kulihat Nabi Saw. menghitung bacaan tasbih dengan tangan kanannya”

Rasulullah Saw. juga pernah menganjurkan para wanita untuk bertasbih dan bertahlil serta menghitungnya dengan jari-jari, sebagaimana hadis dikeluarkan oleh Ibn Syaibah, Abu Daud, at-Turmudzi, dan al-Hakim sebagai berikut:

“Wajib atas kalian untuk membaca tasbih, tahlil, dan tahdis. Dan ikatlah (hitunglah bacaan-bacaan itu) dengan jari-jemari, karena sesungguhnya jari-jari itu akan ditanya untuk diperiksa. Janganlah kalian lalai, (jikalau kalian lalai) pasti dilupakan dari rahmat (Allah).”

Shahabat Abu Hurairah r.a. bila bertasbih menggunakan tali yang disimpul-simpul konon sampai seribu simpul. Shahabat Sa’d bin Abi Waqqaash r.a. diriwayatkan kalau bertasbih menggunakan kerikil-kerikil atau biji-biji kurma. Demikian pula Shahabat Abu Dzarr dan beberapa shahabat lainnya.

Sedangkan tasbih dalam bentuknya yang sekarang hanyalah merupakan perkembangan alat-alat bantu tersebut.

Memang ada sementara ulama yang berpendapat bahwa menggunakan jari-jemari lebih utama daripada menggunakan tasbih. Pendapat ini didasarkan atas hadis Ibn Umar yang sudah disebutkan di atas.

Namun dari segi maknanya (untuk sarana menghitung), saya pikir kedua cara itu tidak berbeda. Dari sisi lain, selain untuk menghitung tasbih dan tahlil, sebenarnya tasbih mempunyai manfaat utamanya bagi kita yang sibuk di zaman sibuk ini. Dengan membawa tasbih, seperti kebiasaan orang-orang Timur Tengah (di sana tasbih merupakan asesori macam cincin dan kacamata saja), sebenarnya kita bisa selalu atau sewaktu-waktu diingatkan untuk berdzikir mengingat Allah.

Artinya, setiap kali kita diingatkan bahwa yang ada di tangan kita adalah alat untuk berdzikir, maka besar kemungkinan kita pun lalu berdzikir.

Wallaahu A’lam. Dan selamat berzikir.

Sumber: http://www.pesantrenvirtual.com/fk/016.shtml

Satu Tanggapan ke “Berdzikir dengan alat bantu (tasbih)”

  1. Dewallovic berkata

    mengapa Anda tidak menyertakan kisah sahabat yang melarang sekumpulan sahabat lain tatkala berdzikir dengan alat bantu batu kerikil ??
    dan akhirnya sekumpulan sahabat tadi ruju’ kepada kepada sahabat pertama ??

    –> Silakan anda tampilkan yang anda maksud. Saya justru mendapatkan ini yang indikasi bahwa kanjeng Rasul saw membolehkannya,

    Rasul saw menemui seorang wanita yg sedang bertasbih dengan batu batu, maka Rasul saw berkata : sedang apa engkau?, maka wanita itu berkata : aku menggunakan batu batu ini untuk bertasbih, maka Rasul saw bersabda : maukah kau kuajari hal yg lebih baik daripada itu dan lebih mudah?, bacalah ?subhanallah adada khalaqa fissamaa?, subhanallah adada maa fil ardhi, ?.dst (HR Imam Hakim dalam Almustadrak alasshahihain, Tirmidzi, Abu Dawud dll)

    Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>