Ya’juj dan Ma’juj adalah Mongol ?

A. Ya’juj dan Ma’juj Dalam Al Qur’an

Al Qur’an dua kali menyebutkan kata “Ya’juj dan Ma’juj”. Pertama, di surat Al Kahfi ayat 94, yang berbunyi:

“Mereka berkata: Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya membuat dinding antara kami dan mereka?”

Kedua, surat Al Anbiya ayat 96-97, berbunyi:

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh penjuru yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari Kiamat)… .”

Itulah dua ayat Qur’an yang menyebutkan tentang Ya’juj dan Majuj. Ayat 94 surat Al Kahfi berbicara perihal Ya’juj dan Ma’juj di masa lalu. Tentang sifat mereka yang suka membuat kerusakan di dunia, sampai kemudian Dzulqarnain membuat benteng yang menghalangi mereka, dan mereka tidak mampu bangkit lagi semenjak zaman Dzulqarnain itu, juga zaman-zaman setelahnya. Sementara surat Al Anbiya berbicara dengan jelas tentang Ya’juj dan Ma’juj di masa depan dan perihal kebangkitannya ketika mendekati hari Kiamat.

Kata “dibukakan” atau dalam bahasa Arab “futiha” menurut DR. Shalah Abdul Fatah Al Khalidi penulis buku “Kisah-Kisah Orang Dahulu dalam Qur’an”, yaitu diartikan secara makna bukan sebenarnya. Menurutnya, itu merupakan kehendak Allah atas mereka untuk keluar dari negerinya, dan dibiarkannya melakukan kerusakan di atas dunia dan negeri-negeri yang mereka kehendaki. Ini merupakan kebangkitan mereka terbesar dan terakhir sepanjang sejarah, menjelang hari Kiamat.

Kalimat pada ayat surat Al Anbiya yang berbunyi, “dan mereka turun dengan cepat dari seluruh penjuru yang tinggi.” Menunjukkan besarnya kekuatan, jumlah personel yang mereka miliki, dan kerasnya ekspansi yang mereka lakukan.

B. Apakah Nama Ya’juj dan Ma’juj dari Bahasa Arab?

Para ahli bahasa Arab berbeda pendapat tentang asal kalimat Ya’juj dan Ma’juj ini. Ada yang mengatakan keduanya berasal dari bahasa Arab, dan ada juga yang menolak pendapat itu kemudian berpendapat Ya’juj dan Ma’juj berasal dari bahasa Asing kemudian diarabkan. Pendapat kedua ini adalah pendapat yang paling benar. Karena kabilah atau kelompok Ya’juj dan Ma’juj ini sudah ada sebelum peradaban Arab lahir dan sebelum diletakkannya tata bahasa Arab.

Kata Ya’juj dan Ma’juj sama halnya dengan kata Iblis, Adam, Hawa, Ibrahim, Musa, Harun, Taurat dan Injil, yang kesemua itu bukan berasal dari bahasa Arab. Menurut Abu Kalam Azadi, seorang ulama besar dari India, kata Ya’juj dan Ma’juj adalah kata asing yang berbentuk Ibrani (Bahasa Yahudi). Ya’juj dan Ma’juj dalam bahasa Yunani dikenal dengan nama “Gag” dan “Magag”. Bentuk kata Gag dan Magag ini, digunakan juga dalam tujuh terjemahan kitab Taurat (Perjanjian Lama) dan banyak ditemukan dalam bahasa-bahasa Eropa.

C. Mongolia Tempat Ya’juj dan Ma’juj

Sebenarnya para ulama berbeda pendapat dengan tempat asal Ya’juj dan Ma’juj dan di negeri mana tempat mereka pertamakali muncul. Tetapi para ulama yang telah meneliti secara detail menemukan bahwa tempat Ya’juj dan Ma’juj ini berasal dari satu tempat di Timur laut wilayah Mongolia. Penduduknya beretnis Mongol dengan kehidupan nomad. Yang pasti, menurut para peneliti kata “Mongolia” dan “Mongol” sendiri terkait erat dengan kata “Ma’juj”, bahkan berhubungan langsung. Terkadang, kata Ya’juj dan Ma’juj juga dipakai dengan sebutan “Mongol” dan “Tartar”.

D. Tujuh Kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj Sepanjang Sejarah.

Untuk kesekian kalinya DR. Shalah Abdul Fatah Al Khalidi menegaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah mereka yang mendiami wilayah Mongolia. Mereka juga termasuk daerah Turkistan, Russia dan China. Tetapi yang menjadi pertanyaan penting, apakah Ya’juj dan Ma’juj tidak pernah keluar kecuali nanti saat menjelang Kiamat?

Para ilmuwan yang meneliti mengatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj telah bangkit dan keluar berkali-kali. Kebangkitan terakhir adalah ketika menjelang Kiamat, sebagaimana disebutkan juga dalam beberapa hadist Shahih. Para ilmuwan sejarah menyebutkan bahwa mereka terhitung sudah Tujuh kali keluar dari persembunyiannya.

Pertama, zaman prasejarah Mongol, atau sekitar tahun 5000 S.M. Ketika itu mereka sanggup merubah dan menghancurkan peradaban China kuno, lewat serangan mereka dengan melewati gurun Ghabi.

Kedua, awal dimulainya sejarah, atau sekitar tahun 1500 S.M – 1000 S.M, gelombang kedatangan mereka sebagian muncul dari Timur laut. Mereka berniat menempati sebagian wilayah China, Asia Tengah, daerah Mongolia dan Turkistan. Akan tetapi ekspansi mereka ke daerah-daerah itu dengan perdamaian bukan dengan penyerangan. Mereka hidup di sana dengan bekerja sebagai petani.

Ketiga, kemunculan Ya’juj dan Ma’juj kali ini di akhir tahun 1000 S.M. Dimana mereka menguasai wilayah pesisir laut Qazween, laut Hitam, utara Kaukasus, aliran sungai Danube dan Puljaa. Pada kebangkitannya yang ketiga ini, sejarah mencatat mereka telah melewati lorong sempit “Deriyal” di celah pegunungan Kaukasus untuk menyerang peradaban Nenoy, pada akhir tahun 700 S.M. Penyerangan mereka kepada Nenoy memberi pengaruh langsung pada jatuhnya peradaban Asyuria. Hal ini juga dibenarkan oleh Herodotus, bapak sejarah Yunani.

Keempat, di akhir tahun 500 S.M, Ya’juj dan Ma’juj bergerak untuk menguasai daerah-daerah Asia Barat, dengan melalui lorong sempit Deriyal di celah pegunungan Kaukasus. Saat itulah Dzulqarnain atas permintaan penduduk di sana mendirikan benteng menutupi lorong sempit itu. Dengan adanya benteng itu, penyerangan mereka terhalang dan batal menguasai negeri-negeri yang sudah mereka rencanakan. Negeri-negeri itu pun aman sampai beberapa waktu.

Kelima, akhir tahun 300 S.M, waktu itu kabilah Ya’juj dan Ma’juj mengarahkan ekspansinya ke wilayah Timur. Lalu tak lama kemudian mereka menyerang kekaisaran China. Para sejarawah China menyebut kabilah Ya’juj dan Ma’juj ini dengan sebutan “Hyung Hu”. Pada zaman itu kekaisaran China dipimpin oleh Kaisar Qin Shi Huang atau nama gelarnya “Shih Huang Ti” yang maknanya “Kaisar pertama”. Di era pemerintahannya ia berhasil membangun tembok agung China (The Great Wall). Pembangunan tembok ini dimulai dari tahun 264 SM. dan selesai dalam jangka waktu sepuluh tahun. Tembok inilah yang merupakan benteng dari serangan Ya’juj dan Ma’juj.

Keenam, kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj kali ini pada abad keempat Masehi. Ketika mereka melakukan ekspansi ke Eropa, dengan dipimpin oleh panglima perangnya bernama “Attila”. Ekspansi dan penyerangan tergolong sukses, mereka menaklukkan kerajaan Romawi lalu menguasai ibukotanya Roma, yang kemudian kota ini mereka hancurkan. Mereka pun menguasai kerajaan Romawi sampai beberapa abad kemudian.

Ketujuh, pada abad ke 12 Masehi atau abad ke 7 Hijriyah dibawah kepemimpinan Jenkis khan, mereka menyerang kerajaan-kerajaan Islam sebelah Barat, kemudian berkuasa dan menghancurkannya. Dan cucu Genghis Khan bernama “Hulago” berhasil memasuki Bagdad yang merupakan ibukota pada zaman Khilafah Abbasiyyah dan menghancurkannya pada tahun 656 Hijriyah.

E. Genghis Khan dan Hulago Pemimpin Ya’juj dan Ma’juj

Sebagian sejarawan dan ahli tafsir berpendapat bahwa Mongol dan Tartar merekalah Ya’juj dan Ma’juj. Mereka yang disebutkan di atas telah bangkit dan melakukan ekspansi tujuh kali sepanjang sejarahnya. Dan keluarnya Genghis Khan serta Hulago pada kebangkitan ketujuh Ya’juj dan Ma’juj, menurut para ilmuwan merupakan pendapat yang boleh-boleh saja. Bukan pendapat yang mesti ditolak dan bukan pendapat yang aneh.

Karena ekspansi Mongol atau Tartar selalu dalam jumlah yang besar dan menakutkan. Sementara itu bukti-bukti menyatakan bahwa serangan Mongol dan Tartar pada negeri-negeri Islam sangat besar dan merusak. Jejak penghancurannya terdapat bukti-bukti yang kuat.

F. Jatuhnya Bagdad dan Terbunuhnya Khalifah

Genghis Khan wafat pada tahun 624 Hijriyah. Namun peperangan antara umat Islam melawan bangsa Mongol dan Tartar tetap berlanjut. Sampailah kemudian kepemimpinan Mongol ditangan cucu Genghis Khan, yaitu Hulago. Hulago pun tak kalah bencinya kepada Islam dan berniat terus memeranginya. Ia telah menyiapkan pasukan berjumlah 200 ribu orang untuk menyerang Bagdad.

Mereka menduduki Bagdad dengan mudah pada akhir bulan Muharram tahun 656 Hijriyah. Saat itu pasukan Islam berjumlah kurang dari sepuluh ribu orang. Dengan jumlah sedikit itu menjadikan pasukan Islam mudah dikalahkan. Ditambah lagi pengkhianatan dari para pejabat khalifah, sehingga pasukan Mongol mudah menguasai Bagdad. Di kota Bagdad Hulago menumpahkan kebenciannya pada Islam, ia memerintahkan untuk membunuh seluruh penduduk Bagdad. Tak terkecuali khalifah yang berkuasa saat itu Al Mu’tashim Billah, yang merupakan khalifah terakhir Dinasti Abbasiyyah. Beberapa sejarawan berbeda pendapat tentang jumlah umat Islam yang terbunuh di Bagdad. Sebagian mengatakan 800.000 ribu orang, 1.800.000 ribu orang dan bahkan ada yang mengatakan 2 juta orang terbunuh di Bagdad. Wajar jika yang meninggal dalam jumlah sangat besar, karena pedang-pedang prajurit Hulago tidak berhenti selama 40 hari menebas leher orang-orang Islam, hingga diberitakan saat itu Bagdad banjir darah!

G. Perang ‘Ain Jalut Serta Kalahkannya Ya’juj dan Ma’juj

Pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulago merubah arah ekspansinya dari Bagdad menuju Syiria. Dengan didukung kekuatan yang lengkap mereka dengan mudah menaklukkan wilayah Haleb dan membunuh penduduknya.

Di Timur jauh wilayah Mongolia, terjadi perpecahan antara para pejabat dan panglima perang Mongol dalam masalah kekuasaan. Oleh karena itulah Hulago panglima besar Mongol kembali ke negerinya untuk melihat langsung pertikaian itu. Ia menyerahkan tapuk kepemimpinan di wilayah Syiria kepada “Kitbuqa”. Pasukan Islam saat itu dipimpin oleh Al Mudzaffar Saifuddin Qutuz dan Dzahir Pepris. Dua pasukan itu bertemu di suatu tempat yang dikenal dengan ‘Ain Jalut. Perang itu sendiri pecah pada hari Jum’at, 25 Ramadhan tahun 658 H, dua tahun setelah Hulago membumihanguskan Bagdad. Pada perang di ‘Ain Jalut ini pasukan Islam memperoleh kemenangan dan berhasil menghancurkan tentara Mongol. Bahkan pangeran Jamaluddin Aqusyi mampu menerobos kejantung pertahanan musuh dan membunuh panglima perang Mongol Kitbuqa.

Kekalahan di ‘Ain Jalut merupakan kekalahan pertama Mongol. Ini merupakan akhir kisah dari kebangkitan ketujuh kaum yang disebut Ya’juj dan Ma’juj itu. Setelah kekalahan ini tentara Mongol kembali ke negerinya, mereka mendirikan kerajaan-kerajaan di wilayah India, Khurasan, Turkistan dan lainnya.

H. Kebangkitan Terakhir Ya’juj dan Ma’juj

Para peneliti kembali menyimpulkan bahwa Ya’juj dan Ma’juj mereka adalah orang-orang yang berkulit kuning. Mendiami wilayah China, Korea, Tibet, Mongolia, Rusia, Turkistan dan lainnya. Lalu apa hubungan mereka dengan kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj menjelang hari Kiamat?

China disinyalir merupakan bahaya yang dahsyat bagi Eropa, Amerika, Arab dan lainnya. Sedikit informasi ekonomi Mesir hari ini mulai dikuasai oleh bangsa pendatang (China). Bahaya di masa depan utamanya adalah terkait dengan jumlah penduduknya. Penduduk China merupakan seperempat jumlah penduduk bumi. Jumlah itu terus bertambah dengan cepat. Memang belum jelas apa yang akan terjadi di masa depan, dengan terus bertambahnya jumlah penduduk bukan tidak mungkin mereka melakukan ekspansi besar-besaran. Ekspansi itu mungkin dengan cara damai atau bahkan dengan pendudukan secara paksa. Akan tetapi sumber sejarah membenarkan keadaan ini, dan mewanti-wanti akan bahaya China di masa depan. Seorang Kaisar Jerman pernah berkata, “akan celaka Eropa dari China!”

Keberadaan Rusia juga tidak bisa dikesampingkan, mungkin saja mantan negara adidaya itu bangkit kembali dan berkuasa. Karena sejarah dan sunatullah mencatat ada pengulangan dari setiap kejayaan.
Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa Ya’juj dan Ma’juj bukan ditujukan kepada kelompok atau etnis tertentu, tetapi lebih menekankan kepada sifat secara umum bagi semua kelompok, etnis dan bangsa yang suka membuat kerusakan dan membunuh manusia. Tetapi pendapat ini dibantah, karena bukti-bukti sejarah dan dalil-dalil agama menunjuk kepada kelompok tertentu (baca: pengkhususan).

Kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj menjelang hari Kiamat merupakan suatu kepastian. Mereka akan bangkit dari sebelah Timur dalam jumlah yang sangat besar, mereka menghabiskan ‘sumber-sumber air’ di negeri-negeri yang mereka lewati. Bahkan saking rakusnya, sebagian kelompok Yajuj dan Ma’juj yang terakhir tidak mendapatkan air itu. Ini semua tidak akan terjadi kecuali menjelang hari Kiamat. Wallahu ‘alam [Abu Nahidh]

.

Sumber: http://dzulqarnaindanyajujmajuj.blogspot.com/2008/03/apa-dan-siapa-yajuj-majuj-dari-awal.html

.

Wallahu a’lam.

About these ads

23 thoughts on “Ya’juj dan Ma’juj adalah Mongol ?

  1. Setahu saya, secara historis kisah tentang dua makhluk ini ada dalam berbagai literatur budaya dan agama berbagai bangsa, bukan cuma Islam. Mereka juga ada di kitab Yahudi dan Nasrani, bahkan kini patung mereka ada di London! Interpretasi Ya’juj dan Ma’juj sebagai Mongol hanya satu dari sekian banyak pemaknaan simbolis terhadap mereka. Ada juga yang menganggap mereka sebagai simbol Yahudi dan Zionisme, Rusia (Soviet?) dan Komunisme, dan lain-lain, tergantung sudut pandang masing-masing…

    Informasi terkait: http://en.wikipedia.org/wiki/Gog_and_Magog

    –> Benar .. artikel di atas adalah salah satu sudut pandang/ penafsiran. Yang menarik adalah, paparan sejarah saat Dzulkarnain diminta bantuan untuk membuat tembok besi (ada di al Qur’an) bertepatan dengan serangan Mongol di daerah itu pada 500 SM. Wallahu a’lam.

  2. bukankah ya,jud ma,jud itu sekelompok binatang? yg telinganya panjang sampai2 bisa utk alas tdurnya? sungguh mengerikan!aku berlindung allah swt. jgn sampai ketemu sama makhluk mengerikan itu1

    –> Ada macam-macam penafsiran mengenai hal ini. Artikel di atas adalah salah satu di antaranya. Saya pun masih menggali tahu mengenai hal ini.

    Menariknya artikel di atas adalah, adanya pengungkapan sejarah mengenai sejarah mongol dan apa yg dilakukan Raja Dzulkarnain waktu itu. Wallahu a’lam.

  3. Saya tertarik dengan artikel diatas dan saya mulai mencoba mencari tahu lewat cerita2 islam dan tentunya punya dasar yang kuat, yang didasari hadits dan Qur’an, trims atas artikelnya, dan itu pengetahuan untuk saya.

  4. Ass.wr.wb,
    Saya juga yakin bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah mongol.
    Ya’juj= berasal dari Ya.
    Ma’juj=berasal dari Ma.
    Ya+Ma=YaMa adalah tuhan kematian atas bangsa bangsa mongol,cina,tibet dll.

    Wassalam.

  5. Ada literatur, ya’juj ma’juj yang di ‘bentengi’ oleh dzulkarnain yang beriman pada Allah itu bukan tahun 500 SM, tetapi 1500 SM, karena Dzulkarnain itu bukan Alexander the Great penyembah berhala dari Macedonia itu. Saya tertarik melihat hubungan ini dengan kenyataan adanya cikal-bakal muslim di china mainland. Bisa jadi Dzulkarnain membawa tauhid ke tanah itu. Melihat sejarah tiongkok yang ‘kenyang’ dengan peperangan dan saling serang (bukan cuma mongol, karena ada literatur yang mengatakan, temujin sebelum jadi khan, bangsa mongol adalah ‘jajahan’ bangsa tiongkok, setelah jadi khan, konsekuensinya mereka harus melawan tiongkok, karena bangsa tiongkok yang modern dan powerful saat itu tidak suka melihat bangsa mongol bersatu di bawah khan), bukan tidak mungkin ya’juj memang ada di dataran tiongkok itu. Apalagi yang digambarkan Qur’an, selain bengis, jumlah mereka amat banyak,dilambangkan dengan orang terakhir dari pasukan ya’juj ma’juj tidak kebagian air danau. Perlambang lain adalah rakus, serakah, dan vulgar. Bisa kita lihat dari segi bisnis dan diplomatik, orang2 dari dataran itu memang memiliki sifat2 demikian. Berbeda dengan dajjal yang dilambangkan dengan tipu muslihat, ya’juj ma’juj dilambangkan dengan keserakahan dan makan apa saja. Ini nampak dari sifat2 bangsa tiongkok yang suka makan segala (omnivora sejati). Jika kita bandingkan dengan bule yang juga makan babi, mereka gak hanya makan babi, tetapi anjing, kadal, ular, biawak, dan hal2 yang tidak akan terpikir oleh manusia, bahkan di Taiwan ada restauran yang menyajikan janin sebagai makanan (ini perlu diklarifikasi, karena saya dapat data ini dari internet, entah benar atau gak). Benar2 omnivora. Kalau dajjal berbisnis dengan tipuan halus, model sistem finansial dll, bangsa tiongkok menggunakan jalur mafia. Hasilnya sama tetapi metode beda. Pernah di koran New York tertangkap kapal kargo yang ternyata dalam petikemas berisi ratusan imigran gelap dari china, yang ternyata mereka dipampatkan dalam peti kemas elama 3 minggu. Rasanya gak ada manusia yang sanggup seperti itu, dan lagi2 dibelakangnya mafia (Triad?) perdagangan manusia. Biadab, bahkan pada bangsanya sendiri.

  6. Assalamu’alaikum, misteri Ya’juj dan ma’juj pada hakikatnya hanya ALLAH SWT yang Tahu…
    Karena ada sebuah hadis yang diriwayatkan Istri Beliau (saya lupa namanya), hadis yang saya tulis ini pernah saya baca tetapi lupa teksnya, maknanya kira2 seperi ini : “bahwa pada suatu ketika Rasulullah seperti cemas akan sesuatu, kemudian di tanya oleh Istri beliau, kemudian beliau menjawab bahwa tembok ya’juj dan ma’juj telah terbuka sebesar lingkaran jempol dan telunjuk… jika mereka keluar tidak ada seorang pun yang mampu menahan penyerangan mereka…”
    jadi kemungkinn besar mereka sedang terkurung disuatu tempat entah dimana, hingga mereka beranak pinak, jumlahnya banyak hingga ALLAH mentakdirkan tembok itu hancur dan mereka adalah manusia yang sangat sadis bangsa perusak…

    • waalaikumsalam.. Benar mas , saya sependapat dengan anda. bahkan Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri dari Nabi saw bersabda, Allah Taala berfirman, Wahai Adam. Adam menjawab, Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita dan kebaikan berada di tanganMu. Allah Taala berfirman, Keluarkan rombongan neraka. Adam bertanya, Apa rombongan neraka?Allah berfirman, Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari tiap-tiap seribu. Pada saat itu anak kecil beruban, wanita hamil meletakkan kehamilannya dan kamu melihat manusia mabuk dan mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah sangat keras.
      Mereka bertanya, Ya Rasulullah, siapa dari kami yang menjadi satu itu? Nabi saw menjawab, Bergembiralah kalian, karena satu orang dari kalian, sementara seribu dari Ya`juj dan Ma`juj

  7. bisa jadi di ibaratkan bahwa ya’juj ya ma’juj adalah korea selatan dan korea utara..demi aning tah abimah..hek ciah kiamat..

  8. ya’jud & ma’jud adlh mahluk asing(luar angkasa)because apabila pintu telah terbuka maka mereka akan turun dgn cepat dari tempat2 yg tinggi…??? hanya ALLAH yg tau segalanya…

  9. Assalam wr wb

    Maaf apabila saya kurang setuju dgn pernyataan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol.

    Ada beberapa item yg mungkin bisa saya koreksi :
    1. Mengenai point Kebangkitan yang kelima, bahwa Tembok Besar China yg dibangun oleh Kaisar Shih Huang Ti, tidaklah selesai dalam waktu 10 tahun, akan tetapi Tembok Besar China tersebut baru selesai setelah dilanjutkan oleh Kaisar2 penerus Kaisar Shih Huang Ti, hingga akhirnya diselesaikan secara keseluruhan dari Timur didekat Beijing sampe dengan Barat di dekat provinsi An Hui saat ini.

    Jadi pembangunan Tembok Besar China itu memakan waktu berabad-abad lamanya, kurang lebih dari tahun 300an SM sampai dengan tahun 1400an M.

    2. Mengenai point Kebangkitan keenam, bahwa bangsa Hun yg dipimpin Attilla dapat menaklukan dan menguasai kota Roma, faktanya itu tidaklah benar, karena Attilla dan tentara Hun nya, hanya dapat sampai wilayah Gaul (Prancis saat ini), dimana mereka juga tidak dapat bertahan lama karena dikalahkan oleh aliansi tentara Kekaisaran Roma dengan tentara bangsa Gaul.

    Jadi mereka bangsa Hun (atau Ya’juj dan Ma’juj menurut saudara) tidak pernah menaklukan Kekaisaran Roma, apalagi sampe menjajah lama.

    3. Mengenai point Kebangkitan ketujuh, memang bangsa Mongol banyak melakukan perusakan yg luar biasa pada saat menyerang wilayah kerajaan2 Muslim, tetapi perlu diingat kembali bahwa tidak sedikit keturunan mereka (bangsa Mongol) yang masuk Islam dan sangat berjasa dalam Peradaban Islam.

    Termasuk diantaranya adalah Babur Khan dan keturunannya yg mendirikan Daulah Mughal di Anak Benua India, merupakan keturunan Mongol.
    Dimana Daulah Mughal banyak berjasa dalam memajukan peradaban Islam terutama di Asia Selatan, bahkan pada masa itu Daulah Mughal dapat dianggap sebagai salah satu negara adi daya di dunia.

    Selain itu Golden Horde yang merupakan kerajaan Mongol yang menguasai wilayah Rusia dan Eropa Timur, juga menjadi Muslim dan tidak sedikit perannya dalam menyebarkan Islam diwilayah kekuasaannya.

    Tidak lupa kita juga mesti mengingat lagi bahwa sebenarnya bangsa Turki merupakan saudara serumpun bangsa Mongol, dmana menurut para Sejarahwan sebenarnya Hun yang melakukan ekspansi ke Tiongkok, Asia Barat, dan Eropa pada tahun 500 SM s/d 300 SM merupakan nenek moyang bangsa Turki karena kedekatan bahasa dan budayanya dibandingkan banda Mongol.

    Dan bangsa Turki ini, sebagaimana kita telah ketahui bersama merupakan salah satu bangsa yang banyak sekali memberikan sumbangsih terhadap peradapan Islam, selain bangsa Arab dan Persia. Salah satu yg paling menonjol adalah Kekaisaran Usmaniah yang luar biasa kekuasaan dan pengaruhnya, yang bahkan sampai saat ini masih terasa, juga Kerajaan Mamluk, baik di Mesir dan di India, yang hampir semuanya merupakan para Jenderal dan Prajurit berdarah Turki.

    Jadi itu beberapa alasan mengapa analisa bahwa Ya’juj dan Ma’juj itu bangsa Mongol sangat perlu dipertimbangkan lagi.

    –> terima kasih masukannya. Artikel sengaja disimpan di sini sebagai catatan.

  10. ini kisah sejarah yg harus menjadi pelajaran untuk kita agar berhati-hati terhadap kejahatan Ya’Juj dan Ma’Juj

  11. kata ya jud-ma jud.ada dalam bahasa cina.ya jou-ma jou.berbeda ejaan.mungkin karna di sebutkan oleh orang arab,jadi berbunyi:ya jud-ma jud.arti ya jou-ma jou:benua asia dan benua kuda.cocok dengan bangsa mongol.saya pernah dengar suatu hadist rossul,menceritakan ciri2 wajah bangsa tersebut.maaf kalau tidak salah beliau mengatakan: memiliki mata yang sudut2nya kecil,berwajah bulat,menyerupai permukaan palu,mempunyai tulang pipi yang menonjol.mohon maaf kalau salah.di karnakan saya lupa rincinya hadist tersebut.

  12. :-/ kalau dibilang yajuj-majuj = mongol,lalu mongol=cina atau yajuj-majuj=rusia (seperti ciri2 yang di hadist),entah kenapa saya kok kurang sreg, mengingat RRC dan rusia sekarang,percaya atau tidak,memiliki komunitas muslim yang bisa dibilang salah satu terbesar di dunia,waktu eid fitr aja beberapa jalan besar di moscow ditutup untuk tempat umat muslim shalat eid,sedangkan kalau di RRC,ada kota Yunan yang mayoritas penduduknya muslim,dan kota lainya…

    tapi ya wallahu a’lam,masa depan siapa yang tahu kalau bukan Allah SWT sendiri…

  13. kok kelakuan jayus & mayus mirip teroris n CT ya, sudut mata sempit n muka mirip palu itu topengnya, apa emang mukanya ya yng mirip palu, cb bayangin th gmana muka orang yg mirip palu, tulang pipi menonjol,kan kurus tuh, gerilya mlulu. n plus menebarkan ketakutan n kerusakan(bom dll yg bikin hancur lebur), kali… n satu lg..yg namanya teroris th nomaden, pindah2 mlulu..n dmana ada teroris pasti ada CT, kayak d counter strike th tepatnya…

  14. yajud majud manusia serakah,mengeruk gunung untuk mineralnya,gunung penguat bumi habis,krisis ekonomi terjadi karena manusia bersaing untuk tinggal ditempat sejuk ber-ac karena pemanasan bumi terjadi akibat panas bumi dari bawah naik dan panas dari langit tembus ke bumi.kekacauan di masyarakat seluruh manusia pada umumnya terjadi.semua bersaing ingin hidup nyaman menghalalkan segala cara haram halal tidak diperdulikan.dan bla bla seterusnya hingga turun penyelamat bumi untuk memperbaiki moral bukan memperbaiki bumi.dan kiamat tak terhindarkan lagi.

  15. Mengenai kisah ya’jud dan ma’jud ini Anda bisa liat di you tube kajian oleh SYEH IMRAN HOSEIN beliau mengupas tuntas materi ini

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s