Ketika ada berita bahwa ada seorang berhasil mengubah air menjadi energi seperti BBM, saya ragu berat. Sesuatu yang luar biasa pasti dihasilkan dari sesuatu yang luar biasa pula. Atau kalau tidak … dia bohong besar. Ini seperti menjanjikan surga tanpa perlu berbuat amal apapun.
Seharusnyalah kita hanya percaya pada informasi-informasi yg akurat. Dikeluarkan oleh orang-orang yg kompeten di bidangnya. Mempercayai mas Joko, tanpa konfirmasi ke lembaga riset BPPT, LIPI, dll, serta perguruan tinggi yg melakukan penelitian di bidang yg sama, adalah hal yang sangat naif. Ehm .. agaknya banyak yg melupakan hal seperti ini .. termasuk staff presiden. Percaya pada hal-hal yang bombastis .. ruaarrr biasa, tanpa chek ke ahlinya.
Mas joko itu melakukan percobaan di rumahnya. Padahal mengubah air menjadi BBM adalah sesuatu yg besar. Ini butuh lab yang besar. Jepang n Eropa pun belum berhasil. Kalau berhasil, maka mereka tak perlu nuklir. Kenyataannya sampai sekarang Jepang memakai nuklir sebagai (sebagian) sumber energi-nya. Sedangkan kita .. setahu saya .. sangat garang berdemo dalam hal anti nuklir.
Ok-lah .. kita tak hendak bicara tentang energi nuklir. Kita sedang membahas tentang mas Joko dengan energi airnya. Akhirnya ku temukan jawabnya.

