Catatan harian seorang muslim

Ya Allah.. berilah kami ridlo-Mu

Masih Soal Mantan Kiai NU Menggugat

Ditulis oleh orgawam di/pada Maret 14, 2008

Jika buku itu tetap terbit, biarlah .. Itu hak penerbit dan pengarang. Kan jadi semakin laris manis… lumayan buat menambah ransum dapur.

Namun, jika AA Hamidy memang benar-benar mengakui bersalah, haruslah mencabut Kata Pengantar-nya, sehingga tidak ada lagi kata pengantar beliau di buku itu.

Anyway.. saya setuju komentar pak Said Agil di paragraf terakhir, “.……….. Cukup dibuat buku jawaban, …….. “. Ayo para gus, aa’, lora… latihan nulis buku.

SOAL BUKU ”MANTAN KIAI NU MENGGUGAT”
Penulis Kata Pengantar Akui Tak Kuasai Masalah
Kamis, 13 Maret 2008 17:51

Surabaya, NU Online
KH Muammal Hamidy, Penulis Kata Pengantar pada buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, hadir dalam debat terbuka yang digelar di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) kemarin. Namun, saat itu juga, ia mengakui jika dirinya tak paham dan tak menguasai masalah.

Muammal mengakui ada yang salah dalam menulis kata pengantar. Ia mencontohkan perihal ber-tawassul (berdoa melalui perantara) yang dinilai H Mahrus Ali (penulis buku tersebut) sebagai perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Padahal, para ulama ternama yang menjadi rujukan umat Islam dunia hingga sekarang, juga pernah melakukannya.

Alumus pertama Jami’ah Islamiyah, Madinah, Arab Saudi, itu, akhirnya mengakui jika dirinya salah. Tak hanya itu. Ia pun mencabut keterangan yang ada dalam buku itu dan menganggapnya tidak pernah ada serta menandatangani pernyataan kesalahan itu.

Kesalahan lain yang dilakukan Muammal adalah ia mengakui kalau belum membaca seluruh isi buku itu. Padahal, dalam keterangan sebelumnya, ia mengakui kalau sudah membaca semuanya.

Mengetahui hal itu, Abdul Basith, pemandu acara tersebut, akhirnya menghentikan debat terbuka yang tak berimbang itu.

Sebelumnya, pokok bahasan pada debat terbuka itu hanya difokuskan pada dua hal: tawassul dan istighosah. Hal itu dilakukan lantara Muammal memang diketahui tak terlalu menguasai masalah.

Hampir seluruh dasar-dasar yang disampaikan Muammal dibantah KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jatim. (sbh/rif)

.

Komentar KH Said Agil Siradj

Masih seputar kontroversi buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku kecewa atas ketidakhadiran H Mahrus Ali (penulis buku tersebut) pada debat terbuka yang digelar di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri, Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) lalu.

Kang Said—demikian panggilan akrabnya—menyebut Mahrus Ali berpikiran ‘kerdil’ karena tak berani mempertanggungjawabkan tulisan dalam bukunya. ”Dia itu berpikiran kerdil dan tidak yakin dengan kebenaran agama yang dijalaninya,” katanya kepada NU Online di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (13/3) kemarin.

Menurut Kang Said, orang yang yakin dengan kebenaran, dia pasti berani menghadapi debat model apa pun dan menghadapi siapa pun. Jika memang diyakini sebagai kebenaran, katanya, penulisnya pasti tak keberatan karyanya dinilai orang lain yang lebih mumpuni.

“Seharusnya, ia akan berani mempertanggungjawabkannya tanpa ada perasaan ragu. Bukan malah sembunyi saat diajak adu argumentasi. Itu penakut namanya,” tandas Kang Said yang juga alumnus Universitas Ummul Qurra’, Mekah, Arab Saudi.

Kang Said juga meragukan tingkat keilmuan Mahrus Ali. Pasalnya, menurut dia, orang yang berilmu tinggi akan bersikap lebih bijak dan santun. Tetapi, buku tersebut justru menebar caci-maki dan penulisnya merasa paling pintar.

Ia mencatat dua hal penting dari kejadian pro-kontra yang diterbitkan La Tasyuk! Press itu. Pertama, penulisnya telah salah niat dalam menulis buku. Kedua, Mahrus Ali tidak berani bertanggung jawab secara intelektual. ”Orang seperti itu tidak layak diajak dialog, jelas sekali kurang bacaan,” pungkasnya.

Hal yang dilakukan Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, dengan membuat buku bantahan berjudul Membongkar Kebohongan Buku: Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, kata Kang Said, merupakan tindakan yang benar.

Tidak perlu dilakukan tindak kekerasan semacam penggerebekan. Cukup dibuat buku jawaban, tapi yang menulis tidak usah para kiai. Cukup anak-anak madrasah tsanawiyah atau madrasah aliyah saja,” ujarnya. (sbh)

83 Tanggapan ke “Masih Soal Mantan Kiai NU Menggugat”

  1. Cabe Rawit berkata

    Assalaamu ‘alaikum. Ane kebetulan seorang nahdiyyin yang lagi tinggal di Bandung. Ane belom sempet baca bukunya, tafi secara sepintas sepertinya apa yang ditulis di buku tersebut lebih berbentuk perilaku hasud yang diakibatkan oleh sempitnya ilmu dan fanatisme buta dengan manhajnya. Kenafa pula harus bangga dengan menyebutkan dirinya sebagai “mantan kyai NU”.

    Sekedar menegaskan saja, Nu memiliki tradisi ilmiah dalam menyikapi sebuah persoalan. Tidak grasa-grusu apalagi leempar batu sembunyi tangan kayakna si penulis buku tersebut :twisted:

  2. berita bahwa KH. Muammal Hamidy Cabut Tuduhan ‘Musyrik’ untuk NU adalah berita yang lemah, bagaimana tidak, sebab tidak ada data-data yang mendukung, seperti transkrip pernyataan resmi yang bisa dilihat, tidak ada data-data yang mendukung pernyataan NU online yang bisa dijadikan alat bukti bahwa KH. Muammal Hamidy telah menyetujui prilaku bid’ah oknum NU.

    Bagaimana mau datang H Mahrus Ali jika disinyalir ada pihak2 yang ingin melakukan tindakan destruktif ???? contoh kecilnya ketika GUS DUR turun keprabon pohon2 ditebangi, Amin Raish halal darahnya, menurunkan Pasukan pembela gusdur yang membawa sajam dll

    –> Itulah mas .. kelemahan orang NU. Tidak/ kurang bisa mengekspos dakwah mereka, kecuali (biasanya) untuk kalangan sendiri.

    • Trisusanto berkata

      paling enak menjelekkan orang lain……kalo orang lain berbeda pandangan sebaiknya silahkan saja toh dia punya pertanggungjawaban…..kenapa ambil pusing…..apakah berani mengharamkan aktivitas para ulama yang mendukung empat mazhab?

  3. Rombongan Sarung berkata

    to mas Perdana Akhmad S.PSI

    Apakah klo kita memberikan prnyataan itu harus ada bukti ato pembukuan resmi? Kayaky g deh.

    Mengenai paragraf ke-2.

    Anda itu jangan su’udhon terhadap org2 NU y mas. Oknum2 yg DISINYALIR yg ingin melakukan melakukan tindakan deduktif, buktinya apa? jangan su’udhon lho.

    Paragraf ke-3

    Anda bilang kelemahan org NU, emangy Anda udah lebih hebat y? jgn mecah belah umat islam mas.

    –> mas .. yg ke-3 yang nulis saya. Maaf .. bukan merasa lebih hebat. Sekedar kritik saja. Bagaimana kalau transkrip itu dibukukan, CD-nya disertakan? Walaupun dijual dgn harga sekian, itu bukti nyata yg tersedia bagi masyarakat. Tapi susahkan.

    Ehh.. ehh .. barusan kutemukan di youtube (kalau tdk diblock), http://www.youtube.com/results?search_query=NU+wahabi&search_type=

    • Trisusanto berkata

      NU atau Muhammdiyah hanyalah simbol organisasi aja yang penting adalah jangan saling menjelekkan satu sama lain….masing2 sudah punya pendangan islamnya sendiri2. Menurut saya NU mengedepankan ajaran 4 Madzhab dan Muhammdiyah berpatokan pada hadist dan alqur’an saja……Lihat diri kita? Renungkan…..kita mencari Ridha Allah bukan mrasa diri paling benar dengan menjelekkan yang lainnya…..toh masing2 sudah ada patokannya…..Maaf kalo ini salah…..Seperti halnya melihat Ramadhan dan Hari Raya….Jelas hadistnya mengatakan LIhatlah Bulan…..apakah hadist ini Palsu? marilah kita bersatu untuk Islam……

  4. anam berkata

    Gitu aja kok repot.Saya kok belum pernah dengar Gus Dur menyikapi buku ini,apa masalah ini lebih sepeleh dibanding goyang Inul ratu ngebor?
    Bagi saya sih hak semua orang untuk menulis buku, yang penting ada rujukannya.Era Globalisasi membuat semua menjadi bebas, asal bertanggung jawab.
    Kalau gak mau baca bukunya H.Makhrus,baca aja yang lain, misalnya:
    Tawasssul Sunnah Vs Tawassul Bid’ah by Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz,isinya baik juga.Di buku itu kita bisa milih mau tawassul yang mana? monggo!
    Kalau saya semua buku saya baca, baik buku NU, LDII, Persis, MD, Wahabi,……
    Yang baik saya ambil, yang jelek saya tinggal. Beres…..

  5. Arief Sholeh berkata

    Saya warga NU sangat kecewa dengan pernyataan H. Machrus Ali, oleh karena saya mengharap buku yang beredar yang meresahkan kaum muslim mohon ditarik atau cepat diadakan debat buku supaya kaum muslimin yang mayoritas NU menjadi puas.
    Beramalah karena Allah bukan karena hasud, jangan cepat mengambil langkah sebelum melihat dasar kitab-kitab salafy

    –> Salam kenal mas .. Adalah sangat tidak mungkin menarik buku. Apalagi buku itu laris manis. Saya kira ini masalah dapur mengepul.

    Bukannya tak setuju debat, namun jauh lebih layak kalau buku dijawab dengan buku. Buku lebih monumental, sekali tulis dibaca sepanjang zaman. Buatlah buku yg berbobot untuk menangkisnya. Niscaya buku anda lebih laris lebih manis.

  6. Hamid berkata

    Menurut Kang Said, orang yang yakin dengan kebenaran, dia pasti berani menghadapi debat model apa pun dan menghadapi siapa pun

    Saat kaum muslimin di Mekkah sudah tidak asing lagi tiada perintah perang melawan rezim jahiliyah , bahkan tindakan anarchi terhadap kaum muslimin yang di lakukan oleh masarakat Mekkah tidak di balas , tapi kaum muslim berhijrah ke Habasyah , apakah mereka itu tidak berani melawan karena ajaran mereka itu salah . Saya pikir , ajaran benar bagaimanapun bila masih minoritas, sudah tentu pengikutnya tidak boleh melakukan perlawanan . dan ini bukan berarti sifat kerdil , tapi sekedar tehnis belaka yang nanti bisa di harapkan kemenangan . Lalu turunlah perintah perang sebagaimana ayat sbb:
    أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ(39)
    Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.
    Nabi musa di serbu Firaun dan bala tentaranya lalu beliau lari bersama pengikut – pengikutnya sampai ke tepi pantai , apakah Nabi Musa dan pengikutnya yang membawa kebenaran itu takut mati atau kerdil . Jelas Nabi Musa masih di katakan satria karena menyampaikan kebenaran yang berbeda dengan budaya rakyat Fir`aun .

    Tentang tudingan anda bahwa buku mantam kiyai NU yang pertama itu menebar fitnah , maka tidak tepat . dan penilaian tersebut terlalu emosional dan tidak berlandaskan intelektual yang sehat , ya`ni tidak ilmiyah lagi .
    Sebab banyak dari kalangan pengikut Muhammadiyah , persis , LDII , dan Al Irsyad yang menjadikan buku itu sebagai landasan hidup . Jadi buku itu dianggap rujukan . Bila di katakan penebar fitnah secara langsung menyatakan bahwa ulama Saudi arabia juga menebar fitnah karena dalam buku itu banyak mengutip dari pendapat ulama sana . Begitu juga akan bisa di katakan bahwa ilmu hadis dan al Quran penebar fitnah karena isinya selalu menggunakan dalil dari al Quran dan hadis .

  7. Abd rahman berkata

    Anda juga menyatakan :
    Hal yang dilakukan Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, dengan membuat buku bantahan berjudul Membongkar Kebohongan Buku: Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, kata Kang Said, merupakan tindakan yang benar.
    Dari sini kami tahu bahwa kang Said akil Siraj tidak punya wawasan yang tepat , dia membenar kan buku LBM Jember yang sebgian isinya adalah kesyirikan yaitu minta – minta pada mayat di perbolehkan . Pada hal ia jelas bersebrangan dengan ayat :
    وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللهِ مَنْ لاَ يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
    Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?
    Tiada satupun dalil yang memperkenankan minta – minta kepada orang mati , dan manakah tuntunannya bila hal itu di perkenankan , apakah bedanya dengan penduduk Jahiliyah yang minta – minta kepada berhala sebagai lambang figur idola yang saleh dengan minta – minta di kuburan seorang tokoh atau wali . Jelas sama .

  8. MUhajir berkata

    Menurut Kang Said, orang yang yakin dengan kebenaran, dia pasti berani menghadapi debat model apa pun dan menghadapi siapa pun

    Saat kaum muslimin di Mekkah sudah tidak asing lagi tiada perintah perang melawan rezim jahiliyah , bahkan tindakan anarchi terhadap kaum muslimin yang di lakukan oleh masarakat Mekkah tidak di balas , tapi kaum muslim berhijrah ke Habasyah , apakah mereka itu tidak berani melawan karena ajaran mereka itu salah . Saya pikir , ajaran benar bagaimanapun bila masih minoritas, sudah tentu pengikutnya tidak boleh melakukan perlawanan . dan ini bukan berarti sifat kerdil , tapi sekedar tehnis belaka yang nanti bisa di harapkan kemenangan . Lalu turunlah perintah perang sebagaimana ayat sbb:
    أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ(39)
    Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.
    Nabi musa di serbu Firaun dan bala tentaranya lalu beliau lari bersama pengikut – pengikutnya sampai ke tepi pantai , apakah Nabi Musa dan pengikutnya yang membawa kebenaran itu takut mati atau kerdil . Jelas Nabi Musa masih di katakan satria karena menyampaikan kebenaran yang berbeda dengan budaya rakyat Fir`aun .

    Tentang tudingan anda bahwa buku mantam kiyai NU yang pertama itu menebar fitnah , maka tidak tepat . dan penilaian tersebut terlalu emosional dan tidak berlandaskan intelektual yang sehat , ya`ni tidak ilmiyah lagi .
    Sebab banyak dari kalangan pengikut Muhammadiyah , persis , LDII , dan Al Irsyad yang menjadikan buku itu sebagai landasan hidup . Jadi buku itu dianggap rujukan . Bila di katakan penebar fitnah secara langsung menyatakan bahwa ulama Saudi arabia juga menebar fitnah karena dalam buku itu banyak mengutip dari pendapat ulama sana . Begitu juga akan bisa di katakan bahwa ilmu hadis dan al Quran penebar fitnah karena isinya selalu menggunakan dalil dari al Quran dan hadis .

    –> Mas Hamid atau Abd rahman atau MUhajir, .. anda tak perlu berganti-ganti nama. Tak papa kok.

    Ada beberapa tanggapan saya,
    1. Seandainya yakin bahwa pendapatnya benar, maka tak perlu takut diskusi. Diskusi yg sehat akan menambah wawasan baru.

    Mengenai kekhawatiran ttg keamanan, mungkin itu benar. Namun saya kira itu bukan alasan yg tepat. Tempat aman yg aman untuk unjuk argumen masih sangat luas dan banyak.

    2. Kata-kata anda, “Tiada satupun dalil yang memperkenankan minta – minta kepada orang mati”. Saya setuju. Namun .. siapakah yg meminta-minta kepada orang mati?

    Buku jawaban itu tidak menjelaskan tentang “minta-minta kepada orang mati”. Buku itu menjelaskan (antara lain) tentang tawasul. Jauh panggang dari api.

    3. Silakan saja para pengikut Muhammadiyah , persis , LDII , dan Al Irsyad menjadikan rujukan buku itu. Itu hak mereka. Tetapi kebenaran sebuah buku tidaklah disebabkan oleh karena buku itu dijadikan rujukan pengikut organisasi ini atau itu.

    Kalau saya .. perlulah juga merujuk kepada buku-buku lain dan juga ulama2 lain yg non saudi/ wahabi, agar supaya punya wawasan yang lebih luas. Sehingga akan bersikap lebih bijak dari pada sekedar menuduh musyrik, kafir, ahli bid’ah dll kepada saudara-nya.

    Mohon maaf kl tak berkenan atau ada salah. Wallahu a’lam

  9. Sukiran berkata

    Wahabi memang belajar dari Amerika (teman akrabnya, yang sebenarnya “MUSUH ALLAH” yang nyata). Mereka terinspirasi/mengikuti cara kristenisasi bangsa oleh misionarisnya ke seluruh bangsa di dunia. Amerika mengajari SAUDI (sarang wahabi) untuk melakukan WAHABISASI ummat Islam di seluruh dunia (bahkan di Indonesia sudah menyebar dengan gencar). Keuntungan yang diperoleh bagi Saudi adalah menyebarnya faham tersebut. Saudi lupa Amerika(Kafir Harby) mendapat keuntungan dengan adanya konflik antar muslimin/mukminin sehingga lupa terhadap MUSUH-nya yang NYATA. Hal ini karena disibukkan dengan membahas BID’AH dan khilafiyah yang sangat menghabiskan dana, waktu dan semua sumber daya. Sementara Israel anak KANDUNG Amerika aman dan terus memecah belah keutuhan Timur Tengah dengan pasti.
    Astagfirullah.

  10. abimanyu berkata

    apakah ente(muhajir cs)hidup di zamannya nabi.dari mana ente mengerti tentang agama islam pintar mana ente dg ulama2 nu.apakah antum berhak menghukumi apa yang dilakukan nu itu bid’ah,sirik.apakah antum merasa paling benar aqidahnya dan pasti di terima oleh alloh ibadahmu.antum belajar dulu ilmu tauhid pasti nanti ente mengerti bagaimana islam sebenarnya sudah pahamkah ente dengan maknanya dua kalimah sahadat.klo belum ente tanya sama guru2 ente.sukron

  11. MA Muhyiddin berkata

    Terbukanya wacana dan pemahaman wawasan keIslaman yang lebih luas sebenarnya merupakan hal yang sangat baik dan menguntungkan bagi perkembangan Islam itu sendiri, terlebih jika hal itu diangkat dan disajikan melalui forum dialog atau debat ilmiah yang terbuka dan bebas tentu saja di arena yang jauh dari anarkisme dan kekerasan. Hal yang menarik untuk dicermati adalah semakin sempitnya wilayah pengaruh NU bahkan di kantong-kantong pusat NU sendiri. Semakin merebaknya pengaruh Fundamentalisme Islam yang bermetamorfosis dalam beragam bentuk kegiatan lantas berkolaborasi secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi dengan berbagai macam organisasi-organisasi yang telah ada (yang memiliki kesamaan ataupun kemiripan ideologi), baik organisasi keagamaan, kemasyarakatan bahkan organisasi politik menjadi salah satu faktor dominan penyebab hal itu. Namun disamping itu kondisi komunitas NU sendiri yang kian hari kian kehilangan jati diri ke-NU-annya akibat tergerus oleh berbagai kepentingan yang jauh dari suri tauladan yang diberikan oleh para sesepuh terdahulu membuat proses infiltrasi tersebut berlangsung kian cepat. Tradisi tabarruk dan menghormati ulama dan orangtua terkikis habis oleh syahwat perut dan kekuasaan. Jika hal ini tak disadari maka dalam tempo singkat seluruh Nusantara akan menjadi sarang Fundamentalisme Islam dalam berbagai baju khususnya WAHABI. Camkan itu…………….. Wassalamu ‘alaikum Wr Wb

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Tambah lagi … kurangnya buku-buku yg ditulis oleh kyai2 NU.

  12. hamdan berkata

    kita janganlah saling membid’ah, kalau orang sudah bersyahadat berarti dia masuk islam dan menjadi bagian dari saudara sesama muslim.
    mari kita bersatu,adanya perbedaan pemikiran sesama umat islam adalah rahmat dan ini bukan alasan untuk memecah belah umat.mari dengan adanya perbedaan ini kita jadikan islam maju. karena perbedaan merupakan hal yang pasti ada dan akan terus ada.


    –> Setuju mas .. lebih tepat kalau imbauan ini anda tujukan ke pihak pengarang buku.

  13. Mhd. afandi berkata

    saya akui belum membaca buku ini, saya akui juga kalau saya dari kalangan Muhammadiyah di Medan, dan beberapa keluarga saya berasal dari kalangan Al-Washliyah (mirip dengan NU, bahkan mirip sekali). Setiap keluarga kami ada yang meninggal pasti keluarga lain yang berasal dari muhammadiyah ikut dalam acara talilan tersebut, karena apa salahnya mengikuti tahlilan, tokh isi dari tahlilan itu baik, bacaannya juga baik.namun niat pahala tidak kami sampaikan kepada arwah, namun kembali kepada diri sendiri.Tokh niat yang baik pasti hasilnya juga baik. Saya menanggapi resensi buku ini sangat krterlaluan, janganlah cepat-cepat membid’ahkan. memang tahlilan dan yang lainnya yang terdapat di buku sdr. Mahrus Ali diakui tidak ada sandaran dalam hadits. namun pantaskah kita mengolok-olok kepercayaan atau tradisi yang ada dalam ajaran NU???? Tidakkan.
    Sudahlah, baiknya bersatulah umat islam. jika ada kesalahan bisa di minimalisir atau di ingatkan, karena kita sama-sama bersyahadat.

    –> Inilah a.l. sandaran kalimat tahlil. Sabda baginda Nabi saw, “afdlalu dzikri laailaa ha illallah” (seutama-utama dzikir adalah kalimat laa ilaa ha illallah). Dan sebagaimana al-matsurat, ratib, dll, tidak ada kalimat dzikir di dalam majelis tahlilan yg tak ada sandaran di dalam al Qur’an atau hadits. Wallahu a’lam

  14. HandY berkata

    Sdr Mhd.afandi, dalam keluarga saya begitu. Papa saya ikut tahlilan warga lain walaupun keluarga saya Muhammadiyah, karena tidak enak sungkan kepada warga lain. Tidak ada niat apa-apa selain menyambung silaturahmi, karena kita ketahui bersama bahwa doa tahlilan tidak akan nyampe kepada mayit dan tidak juga kepada diri sendiri.

    –> Siapa bilang doa tak sampai kepada orang lain (si mati atau si hidup) atau diri sendiri. Allah Maha Kuasa menyampaikan segala sesuatu. Dalam al Qur’an bunyi doa adalah “kami” (bukan “saya”), artinya juga untuk sesama .. termasuk yg sudah meninggal. Bahkan salah satu doa mustajab adalah mendoakan orang lain tanpa sepengetahuanngya.

    • Trisusanto berkata

      Sebenernya masalah sampe atau tak sampe itu urusan Allah, itu Hak-Nya….tapi kita berharap bahwa setiap doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh-Nya….jangan terus langsung mengklaim pasti tidak sampe…yang penting usaha dulu….. kalo dilihat dari tata cara berdoa yang harus ini itu…kita pasti merasa diri kita kotor (baik fisik maupun bathin)…terus apa orang yang “kotor” gak berkwajiban berdoa? dan doanya tertolak? itu Hak-Nya Allah…karena Allah tahu hati2 kita semua….berniat baikkah, seriuskah, atau sekedar main2?………

  15. H. Muhammd Zaini berkata

    Aneh, ada seorang Kiyai (KH) yang telah meninggalkan kiyainya Menjadi (H) saja. Barangkali ini kasus seorang kiyai telah pesiun dari kiyainya. Astaghfirullah.

  16. siroj berkata

    wueeeeeeeeeeeeh….
    sambil makan sambil ngamati diskusi ini,…
    ….
    uaaaah, jaman ckrang ni kasihan ya orang-orangnya,…
    Lari dari mulut singa nyemplung ke mulut buaya,lari dari bid’ah tapi kok nyemplung ke sesat,…

    biar nggak kayak gitu, lebih baik kita ittiba’ aja sama ulama2 terdahulu yg ilmunya jaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuh lebih hebat dari pada kita,…

    yo ayo….

  17. Risas berkata

    Gw udh baca bukunya lbm nu,isinya keren banget,pokoknya wahabi pasti ga mungkin bisa ngebantah isi buku itu,biar tau tuh wahabi xxxxx,kalo tawasul jg dilakukan para salaf yaitu para imam 4 mazhab yg termasuk tabiut tabiin,baca sampai habis baru komentar!

  18. Risas berkata

    Org wahabi itu rata2 ilmunya msh cetek tp belagu,jangnkan nahwu shorf,disuruh baca arab gundul jg msh salah,baru bisa baca kitab2 trjemahan tp gayanya udh kaya mufti

    • uut berkata

      he.he berani sekali anda mengatakan demikian ada info aja bagi anda kitab-kitab yang bs anda ambil

      Silahkan ambil Maktabah
      Al Imaam Al Bukhaary
      Al Imaam An Nasaa`i
      Al Imaam Malik]
      Al Imaam Muslim
      http://salafiyunpad.wordpress.com/markaz-download/
      Maktabah Abul-Jauzaa’ Al-Atsary (pdf)
      1. التوسل أنواعه وأحكامه (karya : Asy-Syaikh Al-Albani).
      2. الفتوى الحموية الكبرى (karya : Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah; tahqiq : Hamd bin ‘Abdil-Muhsin At-Tuwaijiri).
      3. مسألة خلق القرآن وموقف علماء القيروان منها، ودورهم في الذبّ عن مذهب السلف فيها (karya : Prof. Dr. Fahd bin ‘Abdurrahman bin Sulaiman Ar-Ruumi; Maktabah At-Taubah, Riyadl; Cet. 1/1417). Bisa juga diunduh di sini.
      4. لا دفاعاً عن الألباني فحسب بل دفاعاً عن السلفية (النشرة الكامل (karya : ‘Amru bin ‘Abdil-Mun’im Salim; Maktabah Ash-Shahabah dan Maktabah At-Tabi’in; Cet.4).
      http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/07/maktabah-abul-jauzaa-al-atsary.html

  19. Mhd. afandi berkata

    Sebelumnya saya mohon maaf, memang “afdlalu dzikri laailaa ha illallah” (seutama-utama dzikir adalah kalimat laa ilaa ha illallah) itu benar. maksud saya tahlilan (berkumpul di rumah yang kemalangan untuk mengirim doa) itu memang tidak ada dalam islam karena tidak ada 1 hadits yg hasan, shahih maupun yang palsu menginstruksikan untuk bertahlilan (mengirim doa) jika ada yang meninggal. tetapi kita ketahui di dalam majelis itu ada sisi baiknya seperti membaca ayat2 suci, dzikir dan lainnya sudah pasti itu mendapatkan pahala tetapi bukan bagi mayat karena tidak ada istilah oper pahala (bacaan Al-qur’an) sesuai dengan Qs Al-Baqarah : 286, Haa Miim : 46, Al_Ankabut : 6, Al-Isra’ 15, An-Najm 39, An-Naba’ 41 dan masih banyak lagi. melafadzkan kalimat laa ilaa ha illallah itu memang dzikir yang paling afdhol. Oleh sebab itu marilah kita ambil sisi baiknya saja, dari golongan Islam modernis pun jangan cepat membid’ahkan praktek2 Golongan Islam Tradisional karena isi dari objek itu baik, hanya saja tahlil mayat itu memang tidak ada.

    –> Saya meragukan dan tak bertaqlid pada tafsir anda. Sangat tidak sahih. Tak ada tafsir (para ulama) muktabar yg mengatakan tidak sampainya hadiah pahala, sebagaimana anda katakan .

    Komentar anda ini tercover di dalam artikel kami yg berjudul, Tahlil dan tahlilan (maaf .. silakan cari sendiri). Ketika orang-orang ramai berdatangan ke keluarga si mati, berdzikir untuknya, menghibur keluarga-nya, itu semua adalah perbuatan baik. Jika yg anda maksud adalah berkumpul di rumah yang kemalangan untuk mengirim doa.. dst dst, mmg tak ada kejadian persis seperti di zaman Rasul saw. (Hampir) tak ada di zaman ini yg persis di zaman Rasul. Anda shalat pun pakai celana panjang. Di masjid yang beratap, beralaskan karpet. dll. Skr ada orang kerja sebagai sopir, programmer, kontraktor, pemain sepakbola, dsb. Semuanya ibadah, dan ke semuanya itu tak ada contoh Nabi. Sesatkah?

    Anyway … Bukankah kita diajarkan untuk menghibur saudara kita yg kesusahan.Jika org2 ramai menunjukkan simpatinya pd saat yg sama, otomatis pastilah berkumpul. Dan majelis dzikir adalah hiburan terbaik. Ini adalah ajaran islam. Saya tak tahu .. bagaimana mungkin amalan seperti ini diganjar sesat, sebgmana tuduhan sementara golongan.

    Mendoakan orang lain adalah ajaran Al Qur’an. Tentunya ini berlaku untuk saudara yg masih hidup ataupun yg sdh meninggal. Hadiah pahala adalah sampai, banyak dalil yg mendukung ini. Ada di artikel kami yg lain. Atau tanyakan kepada ulama yang mumpuni.

    Maaf kalau tak berkenan.

  20. Nanank berkata

    Aslkum….

    Subhanalloh….Ternyata Alloh masih memberikan pertolongan-Nya untuk Jam’iyyah kita tercinta ini…Semoga Alloh juga selalu mencintai pengikutnya.Amin….
    Shollu ‘alan Nabi Muhammad!!!

  21. abu abdillah berkata

    mank si penjawab dalam forum ini tahu siapa itu wahhabi???
    Tau ga’ pengarang kitab tauhid ushul ats-tsalasah itu capa???

    Sekedar info saja bahwasanya Alloh telah berfirman dalam al-Quran (QS.Al Maidah: 3), bukankah itu sudah menjadi dalil bahwa agama ini telah sempurna dan nabi kita muhammad telah selesai dalam menyampaikan risalah yang dibebankan kepadanya? Alangkah nistanya kita jika sampai menambahi risalah yang telah dibawa oleh nabi kita yang mulia! Bukankah ini merupakan tuduhan bahwa risalah dalam agama ini belum sempurna sehingga perlu ada risalah baru selain dari apa yang disampaikan oleh rasululloh? bukankah ini juga merupakan suatu tuduhan kepada nabi kita bahwa beliau gagal dalam mengemban misi dakwahnya?
    Mohon diperhatikan wahai saudaraku, bukanlah islam itu berasal dari panutan para kiai, juga bukan dari akal semata. Memang berat tatkala apa yang sudah menjadi kebiasaan kita tiba-tiba ada yang menggugatnya, tapi itulah islam semuanya berdasar dari dalil Al-Quran dan As-Sunnah.
    Semoga Alloh memberikan hidayah-Nya kepada kita

    –> Benar mas abu .. bukanlah islam itu semata-mata berasal dari panutan para kiai, juga bukan dari akal semata. Bukan pula dari para syaikh-syaikh ini itu, atau para ustadz ini itu saja.

    Islam itu bersumber dari dalil Al-Quran dan As-Sunnah. Namun siapakah yg membawa dalil-dalil itu di zaman ini? Itulah para ulama. Siapa yg menuliskan dalil2? Itulah para ulama.

    Memang berat menerima kenyataan. Bahwa penggugat ternyata lebih bodoh dan tak menguasai permasalahan. Tatkala amalan yg dikritik dan dituduh ahli bid’ah itu ternyata selaras dengan dalil-dalil Al Qur’an As sunnah, sesuai pemahaman sahabat, mengikut para salafus saleh. Duhh ..

    Amien atas doa-nya. Semoga Alloh memberikan hidayah-Nya kepada kita.

  22. fathul muin berkata

    buat Mhd. Affandi anda mengatakan tidak ada oper pahala,
    memang nya anda menafsirkan Qs Al-Baqarah : 286, Haa Miim : 46, Al_Ankabut : 6, Al-Isra’ 15, An-Najm 39, An-Naba’ 41 dan masih banyak lagi spt kata anda itu merujuk pada kitabnya ulama mana atau imam siapa? atau jangan2 cumaa tafsiran ustadz anda aja. karena dalam hadits imam bukhari kita boleh pergi haji yang hajinya untuk kedua orang tua yang telah wafat, dan inilah yang menjadi pegangan dalma mazhab syafi’iyah. makanya belajar tu jangan cuma ngikut katanya ustadz ente aja..

  23. Mhd. afandi berkata

    ada beberapa amalan yang sampai kepada mayat (selama amalan itu memang bersumber dari hadits/ di syari’atkan) seperti : mendoakan ampunan kepada mayit, bersekahmengganti puasa yang tertinggal/ hutang puasa (yang menganti itu harus yang ada ikatan darah langsung), menghajikan orang tua yang sudah uzur bahkan wafat (jika dia berwasiat ingin berhaji), umrah, dan berqurban untuknya. TETAPI tidak pernah ada dalil yang memperbolehkan oper ganjaran bacaan Al-Qur’an. Itu maksud saya….
    Tidak dapat disangkal lagi bahwa berbuat baik kepada sesame muslim terdapat dalam ajaran Islam, seorang berbuat baik itu sendiri termasuk amal shaleh. Oleh sebab itu apabila Allah menerima doa seorang untuk orang lain yang selalu berbuat baik pula, maka ganjarannya do’a itu untuk orang yang di do’akan, dengan pengertian bahwa dia memperoleh ganjaran itu karena hasil usaha yang pernah di lakukan sebelumnya. Yang demikian ini tidak berarti bahwa dia memperoleh hasil usaha orang lain. Karena kalau seandainya bukan hasil kebaikannya dahulu, tentu dia tidak akan didoakan dengan sangat oleh orang lain.
    Kemudian, sebaliknya apabila kita telah memberikan suatu garis ketentuan yang dapat diterima oleh semua pihak, bahwa orang yang mendoakan itu tidak akan menerima segala kebaikan dari orang yang didoakan, tentu akan timbul pertanyaan kalau demikian apa gunanya kita mendoakan segala kebaikan untuknya (termasuk sholat mayit). Jawabannya karena ikatan satu Aqidah Islamiyah. Jadi jelas jika bukan karena keIslaman dan keimanan tentu tidak akan ada yang mendoakannya karena itu dilarang (tidak boleh berdoa untuk orang kafir). Oleh sebab itu bila seorang muslim telah meninggal dunia kemudia didoakan oleh saudaranya sesame Muslim dan diterima Oleh Allas, maka dengan sendirinya kita akan berkata, berhasilnya dia memperoleh ganjaran tersebut karena hasil usahanya selama didunia, sedangkan ganjaran yang demikian disediakan Allah bagi org yang beriman.
    Semoga bermanfaat.
    Fastabiqul Khairat…

    –> Justru argumen anda (alenia terbawah) telah membantah sendiri tentang tidak sampainya transfer pahala.

    Jika mendoakan ampunan kepada mayit, bersedekah, mengganti hutang puasa, menghajikan orang tua, serta argumen anda (terbawah) adalah sampai/ bermanfaat bagi si mati, maka sungguh aneh pendapat anda yg menentang sampainya/ bermanfaatnya pahala al Qur’an bagi si mati. Selain bertentangan dengan ulama2 salaf, hal ini menunjukkan logika/ akal anda yg tak jalan.

    Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan. Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Al-Quran dan lainnya diQIYASkan dengan sampainya puasa, karena puasa adalah perbuatan menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Al-Quran yang berupa perbuatan dan niat.

    Demikian juga dengan pendapat2 ulama salafiyah. Ini salah satu di antaranya,

    Berkata Imam Nawawi pada kitab Al-Azkaar :

    ‘ Dan disunatkan bagi yang ziarah kubur itu memperbanyakkan daripada membaca Al-Quran dan zikir dan berdoa bagi demikian penghuni kubur dan sekelian yang telah mati dan sekelian orang Islam.’
    ( m.s. 135 )

    Dan tersebut pada kitab Majmu’ Imam Nawawi :

    ‘ Dan telah berjalan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan satu jama’ah dari kalangan ulamak dan satu jama’ah daripada Ashab As-Syaafi’e kepada bahawasanya pahala membaca Quran itu sampai ia. Dan yang mukhtar bahawa berkata yang ziarah itu selepas membaca Al-Quran : Ya Allah! Sampaikanlah akan pahala apa yang telah aku baca.’
    ( m.s. 509-510 juzuk 16 )

    Ada di blog ini juga. Simaklah. Wallahu a’lam.

  24. fathul muin berkata

    Mungkin dia mengklaim dirinya sebagai pengikut imam Ahmad rohimahullah, berarti insya Allah lebih kenal dengan kitab al-mughni karya Ibnu Qudamah al-hanbali (w 744 H). Beliau berkata dalam al-Mughni:

    “Boleh membaca al-Qur’an di sisi kuburan. Telah diriwayatkan dari Ahmad bahwa beliau berkata: “Apabila kamu mendatangi kuburan, maka bacalah Ayat al-Kursi, dan tiga kali Qul Huwallau ahad, kemudian katakan: Ya Allah, aku hadiahkan pahalanya bagi orang kuburan ini.” Al-Khallal berkata: Abu Ali al-Bazzar, guru kami yang tsiqah dan dipercaya, berkata: “Aku melihat Ahmad bin Hanbal menunaikan shalat bermakmum kepada seorang buta yang selalu membaca al-Qur’an di kuburan. Dan telah datang dalam sebuah hadits, bahwa barang siapa mendatangi kuburan lalu membaca surah Yasin di sisinya, maka Allah akan meringankan siksaan mereka, dan ia akan mendapatkan pahala sebanyak orang-orang yang ada di kuburan itu. Dan telah datang pula hadits: “Barang siapa mengunjungi kuburan kedua orang tuanya, lalu membaca Yasin di sisinya, maka Allah akan mengampuninya.” Ibadah apapun yang dilakukannya, lalu pahalanya dihadiahkan kepada mayat seorang Muslim, maka insya Allah akan bermanfaat baginya” (Ibnu Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, al-Mughni, 2/243)

    Kalau belum pernah buka kitabnya, mending buruan ajak ustadz ente baca bareng kitab itu, & bagi yang ingin mengatakan imam Ahmad, ibn al-Haitsam al-Bazzar, Al-Khallal, dan Ibn Qudamah rohimahumullah sebagai pelaku bid’ah monggo. Tapi tanggung sendiri nanti di akhirat kelak lho..

    –> Mas .. mohon lebih sopan sedikit. Dan kalau berdiskusi jangan lah berprasangka buruk, seperti dengan menggunakan kata “mungkin dia” .. dst. Sehingga lebih bisa diterima. Kalau prasangka anda salah, maka bisa saja argumen anda tak berlaku.

    Maaf kalau tak berkenan.

  25. fathul muin berkata

    duh maaf ya kang
    saking bersemangatnya nih
    sekali lagi maaf ya
    kullu bani aadama khothoun

    –> Tak pa mas .. Kadang orang menjadi lebih bijak karena kesalahan.

  26. Mhd. afandi berkata

    Maaf kalau jawaban saya tidak berkenan, sebelumnya saudara berkata “Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Al-Quran yang berupa perbuatan dan niat.”
    Jawaban saya hanya singkat, bahwa Nabi SAW tidak pernah memberi contoh untuk membaca Al-Qur’an di kuburan yang pahalanya untuk mayyit. Kalau transfer pahala dalm batas masih ada di contohkan Nabi ya silekan tidak masalah (mendoakan ampunan kepada mayit, bersedekah, mengganti puasa yang tertinggal/ hutang puasa, menghajikan orang tua yang sudah uzur bahkan wafat tetapi jika dia berwasiat ingin berhaji, tetapi saya akui juga bahwa ada 1 hadits yang di kenal dengan hadits Syubrumah dimana seorang kerabatpun boleh menghajikan kerabatnya yang di riwayatkan Abu Daud, kemudian umrah, dan berqurban untuk orang tua) namun yang melakukan itu semua harus anak-anaknya, mengapa??? Karena amalan yang di perbuat oleh anak-anaknya atau wali ashabah tersebut merupakan hasil usaha/didikan dari orang tuanye…
    Tetapi perlu diingat bahwa Nabi kita Muhammad SAW tidak ada memberi contoh untuk membaca Al-Qur’an di kuburan yang pahalanya untuk mayyit, meskipun itu merupakan niat yang baik dan yang melakukan itu anak-anaknya…
    Maaf jika saudara tidak berkenan, karean saya pun berargumen menurut hadits yang ada.
    Yang bersumber dari hadits shahih ya di jalankan, kalau tidak ada sumber ya jangan di jalankan. Ajaran Islam sudah sempurna.

    Untuk saudara Fathul Muin, Hadits yang berisi “Barang siapa mengunjungi kuburan kedua orang tuanya, lalu membaca Yasin di sisinya, maka Allah akan mengampuninya.”
    Saya rasa isi yang sebenarnya seperti ini “ Barang siapa yang ziarah qubur kedua orang tuanya, atau salah satu dari keduanya pada hari Jum’at lalu dia membacakan Surah Yaasiin (dosanya) diampunkan”
    Jika haditsnya seperti itu maka Abu Ahmad berkata : Hadits ini Bathil (tidak benar), dan tidak berasal. ‘Amar yang tersebut dalm periwayat Hadits ini di tuduh telah memalsukan hadits, dan dia termasuk rawi yang meriwayatkan sesuatu hadits bathil. Juga termasuk orang yang suka mencari hadits. Imam Daruquthniy berkata : ‘Amar adalah pemalsu hadits (Menurut Kitab Al-Maudluu’aat Juz: III halaman 239).
    Kiranya dialog ini bermanfaat bagi kita untuk kebenaran , dan menjadi media dakwah bagi kita…
    Fasthabiqul kHair….
    Amiiin..

    –> Maaf saya tidak sempat menjawab banyak-banyak. Rujukan jawaban saya ini dapat anda cari di blog ini juga. Maaf tak sempat me-link.

    Pendapat anda menyalahi jumhur ulama dan salafus shalih. Ada banyak contoh para ulama salafus saleh mendatangi kubur ulama sebelumnya dan membaca Al Qur’an untuk nya. Apakah para salafus saleh itu tak mengetahui hadits? Untuk ringkasnya, coba simak Ibnu Qudamah dalam al-Mughni di #24. Lalu .. pendapat siapa (ulama) yg anda ikuti?

    Ketika anda mengkoreksi kitab al Mughni (komentar #24 itu), apakah anda telah mencheck isi kitab itu? Bagaimana anda dapat mengkoreksi sebuah kitab hanya berdasar perkiraan saja, kemudian anda katakan “jika haditsnya seperti itu (menurut versi anda/ bukan versi ibnu qudamah)…. bla bla bla”. Apakah anda yakin hadits versi anda sama sanad dan matan-nya dengan yg di dalam kitab al-Mughni tsb? Jika tidak, maka hujah anda mentah sama sekali. Dan anda dapat menyesatkan (dlm arti mengkelirukan) banyak orang yg mengikuti pendapat anda ini. Berhati-hatilah dalam berfatwa.

    Ada baiknya anda simak riwayat berikut,

    Ibnu Qayyim menceritakan bahwa Al-Khallal mengkabarkan kepada kami Hasan bin Ahmad AL-Warraq menceritakan kepada kami Ali bin Musa Al-Haddad dan dia adalah seorang yang sangat jujur dia berkata,

    Pernah aku bersama Imam Ahmad bin Hambal dan Muhammad bin Qudomah Al-Jauhari menghadiri jenazah, maka ketika mayyit dimakamkan seseorang lelaki kurus membaca duduk disamping kubur sambil membaca Al-Qur’an. Melihat hal itu Imam Ahmad berkata, “Hai sesungguhnya membaca Al-Qur’an disamping kubur itu bid’ah”.

    Maka ketika kami keluar dari kubur berkatalah Muhammad bin Qudomah kepada Imam Ahmad bin Hambal, “Wahai Abu Abdillah bagaimana pendapatmu mengenai Mubassyar Al-Halabi?”

    Imam Ahmad menjawab : “Beliau orang yang Tsiqah, apakah engkau meriwayatkan sesuatu darinya?”

    Muhammad bin Qudomah menjawab : “Ya, mengabarkan kepadaku Mubassyar dari Abdurrahman bin Ala’ bin Lajlaj dari bapaknya bahwa ia berwasiat apabila telah dikuburkan agar dibacakan disamping kepalanya permulaan Surat Al-Baqarah dan akhirnya dan dia berkata : Aku telah mendengar Ibnu umar ra berwasiat dengan yang demikian”.

    Mendengar riwayat itu Imam Ahmad berkata : “Kembalilah dan katakan kepada lelaki itu agar meneruskan bacaan Al-Qur’annya.”

    ( Dari Kitab Al-Ruh oleh Ibnu Qayyim halaman 11-13 )

    Wallahu a’lam.

    • uut berkata

      KELEMAHAN DALIL MEMBACA QUR’AN DI KUBURAN.
      http://soaljawab.wordpress.com/2007/10/23/kelemahan-dalil-membaca-qur%E2%80%99an-di-kuburan/

      Fatwa Lajnah Ad Da’imah: Menghadiahkan Pahala Bacaan Al Qur’an untuk Mayit
      Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Iftah (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) no. 2232, pertanyaan ketiga
      Pertanyaan: Apakah pahala membaca Al Qur’an dan bentuk peribadahan lainnya sampai kepada mayit (orang yang sudah meninggal dunia), baik dari anak maupun selainnya?
      Jawaban:
      Tidak ada dalil -setahu kami- yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu [...]
      Hukum Selamatan Kematian (Tahlilan)

      Berikut akan dijelaskan mengenai hukum melakukan Tahlil untuk orang mati seperti yangbanyak dilakukan di masyarakat kita. Kegiatan tersebut biasanya dibarengkan denganselamatan 7, 40, 100 dan 1000 hari setelah seseorang meninggal dunia. Juga dilakukanpada haul (peringatan setiap tahun). Bagaimanakah hukumnya?SELAMATAN KEMATIAN (TAHLILAN) BAGAIMANA HUKUMNYA ? Sudah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia ketika salah [...]
      TAHLILAN DALAM TIMBANGAN SYARIAT
      Telah kita maklumi bersama bahwa acara tahlilan merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh keumuman masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian. Secara bersama-sama, berkumpul sanak keluarga, handai taulan, beserta masyarakat sekitarnya, membaca beberapa ayat Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan disertai do’a-do’a tertentu untuk dikirimkan kepada si mayit.
      TAHLILAN DALAM TIMBANGAN ISLAM
      Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Qur’an dan mengutus Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penjelas dan pembimbing untuk memahami Al Qur’an tersebut sehingga menjadi petunjuk bagi umat manusia. Semoga Allah subhanahu wata’ala mencurahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga dapat membuka mata hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran hakiki.
      Tahlilan (Selamatan Kematian) Adalah Bid’ah Munkar Dengan Ijma Para Shahabat Dan Seluruh Ulama Islam

      Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
      “Artinya : Dari Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata : ” Kami (yakni para shahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut madzhab kami para shahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan [...]
      http://abuyahya8211.wordpress.com/category/agama/bidah/tahlilan-selamatan-kematian/

      • insan berkata

        Assalamua alaikum…selamat hari raya idul fitri minal aidin walfaizin..maaf mz utut saya perhatikan rujukan dalil antum semuanya pake ulama saudi semua terutama kepada syekh ibnu taimiyyah dan pak wahab seakan-akan mengkultuskan mereka bahwa tidak ada yang lebih baik dari mereka dan seakan2 menganggap mereka orang2 suci seperti pendeta kaum ajaran agama lain padahal islam tidak mengajarkan demikian…dan lagi ulama yang menjadi rujukan antum itu berdomosili di negara yang di gelari the GOLDEN BOY nya amerika..ya semacam bonekalah.Dimana Raja Saudi dan ulama2 nya itu ketika palestina di bombardir,afganistan dihancurkan,ketika irak vs kuwait bukan menengahi tapi malah mendukung salah satunya,irak vs iran dll.. dimana rasa persaudaraan antar sesama muslim oleh Raja Saudi dan ulama Wahabi itu..dan malah orang2 Wahabi lah pelaku bid’ah paling besar sebagai contoh kasus bom bunuh diri diberbagai Negara pelakunya adalah dari golongan Pak Wahab/Wahabi. Padahal Islam tidak pernah mengajarkan demikian malah pelaku bunuh diri di golongkan orang2 yang kafir matinya pun kafir, dan diharamkan bagi kita untuk memandikan dan mensholatkannya. Ulama bukan hanya di saudi saja dinegara lain pun banyak Mesir,Irak,libya,Afrika dll. Allah SWT tidak pernah berfirman Ulama hanya di saudi arabia saja..sebaiknya antum membaca sejarah berdirinya Saudi, ah mungkin antum gak mau baca, saya yakin seyakin-yakin nya. kalo mau baca silakan baca dihttp://matengkol.multiply.com/journal/item/1185 sekali ladi minal aidin walfaizin maaf lahir en bathin

      • uut berkata

        insan yang saya hormati subhad anda telah banyak disitus terjawabkan demikiankah yang ada silahkan kunjungi di

        http://alqiyamah.wordpress.com/indeks/

  27. jaka pingit berkata

    baca dulu artikel di http;//jakapingit.blogpot.com baru nanti anda komentar sepuas hati. wasalam

  28. misbah berkata

    Saya ingin kasih opini dalam perspektif dakwah.

    Ada cara-cara berbuat baik kepada mayit yang tidak diperselisihkan legalitasnya: doa, istighfar, sedekah, kewajiban-kewajiban yang bisa digantikan. Semua ulama madzhab menyepakati hal ini.

    Hal-hal inilah yang harus ditonjolkan dengan disertai sikap tolerasi terhadap cara-cara yang diperselisihkan.

    Ada satu contoh bagus di tempat saya tinggal. Mayoritas di sini tidak tahlil, tetapi kalau ada orang ngundang tahlil, bisa jadi sangat ramai. Di masjid dekat rumah saya, shalat subuh tidak pakai qunut, tetapi pas ada jama’ah subuh gabungan, baru pakai qunut, dan tidak ada satu orang pun yang protes. Sip, kan?

  29. kangismet berkata

    Satu hal yang aneh, H. Mahrus Ali pernah belajar di Pesantren Langitan (kalu betul), hanya tujuh tahun. Dengan 7 tahun, cukupkah ia menjadi seorang kiai? (naudzubillah bukan menyepelekan ilmu H. mahrus Ali).
    Tujuh tahun, untuk tingkat pesantren masih di sebut santri, atau mungkin ustadz. Tapi dengan kesombongannya berani memproklamirkan diri sebagai KIAI.
    Sebagai contoh, Seorang mahasiswa kedokteran, pindah ke jurusan Psikologi, pantaskah dikatakan :SEORANG “DOKTER”, PINDAH JURUSAN PSIKOLOGI.
    Aneh bukan?
    Kesimpulan :
    H. MAHRUS ALI adalah “boneka” Wahhabi yang ingin memecah belah ummat.

    –> Mahrus Ali yang mana? Perlu konfirmasi ke pesantren yg bersangkutan.

  30. kangismet berkata

    Waduh, mas iki piye toh….. (niru2 jawa padahal ga bisa)..
    H. Mahrus Ali, padahal nama tersebut mas tulis berulang2.
    Itu tuh penulis buku “Mantan Kiai NU Menggugat” kan H. Mahrus Ali.
    Mahrus Ali yang mana lagi? ada lagi gitu? Nulisnya ga sekedar Copas aja kan? hehehehe…………..

    –> Belum ada konfirmasi mengenai hal ini. Saya kira ada banyak nama sama, termasuk nama Mahrus Ali. Apakah ada konfirmasi dari Langitan mengenai hal ini?

  31. nasywaa berkata

    emang di al umm- nya imam syafi’i ada penjelasan tentang tahlilan ya?

  32. Ahmad berkata

    Sebaiknya bagi para pengikut sekte Wahaby, silahkan anda baca Kitab karya Tim LBM PCNU Jember tersebut & tonton VCD-nya. Tidak perlu banyak bicara, banyak alasan, atau pun banyak berkilah. Jika anda punya cukup ‘ilmu & nyali’ maka silahkan anda hub: 0331333002. Mari bilangken kepada Syaikh Wahaby Ter’alim se Indonesia, mari kita adakan Debat secara Terbuka, Terhormat, & Bermartabat untuk mencari suatu kebenaran. Jangan hanya berani menda’wahi orang2 awam yang notabene ga tau baca Kitab, bisanya hanya baca terjemahan; itu pun terjemahan yang ditahrif oleh ustadz Wahaby. Kami tunggu….

  33. anang.p berkata

    Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

    –> Bener mas. Makanya .. janganlah bikin buku-buku yang bikin kontroversi.

  34. fairus alakadarnya asembagus situbondo berkata

    saya kasihan kepada penulis H. MAHRUS ALI yang sebelumnya KH. MAHRUS ALI (karena mantan jadi huruf “K”nya dibuang)
    Kenapa kok ga dipakai aja, apa dipikir karena hanya di NU aja ada Kiai. padahal gelar Kiai itu tidak ada sekolahnya. yang ngangkat dia itu kiai siapa?
    cari jalan lain aja untuk cari popularitas ya….

  35. ebnodarsyif berkata

    saya mau mencoba untuk berargumen mengenai pendapat abd rahman cs yang mengatakan bahwasanya tahlilan, bacaan sholawat, bacaan dzikir dan lain sebagainya yang biasa dilakukan dan bahkan sudah menjadi rutinitas warga nahdliyyin termasuk minta-minta kepada mayit dalam artian bertawassul adalah sesuatu yang diperbolehkan menurut saya warga nahdliyyin dan mungkin bagi warga nahdliyyin yang lainnya, atau bahkan warga non nahdliyyin pun ada yang berpendapat demikian. anda saudara abd rahman mengatakan bahwasanya
    kang Said akil Siraj tidak punya wawasan yang tepat , dia membenar kan buku LBM Jember yang sebagian isinya adalah kesyirikan yaitu minta – minta pada mayat di perbolehkan . Pada hal ia jelas bersebrangan dengan ayat :
    وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللهِ مَنْ لاَ يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
    Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?
    Tiada satupun dalil yang memperkenankan minta – minta kepada orang mati , dan manakah tuntunannya bila hal itu di perkenankan , apakah bedanya dengan penduduk Jahiliyah yang minta – minta kepada berhala sebagai lambang figur idola yang saleh dengan minta – minta di kuburan seorang tokoh atau wali . Jelas sama .
    jawaban saya sebagai seorang muslim muda yang baru mempunyai ilmu sedikit dibandingkan ilmu muslimin yang lainnya, karena saya bukan siapa-siapa, tidak bisa apa-apa dan tidak punya apa-apa.jadi jika ada kalimat atau argumen saya salah, tu murni dari diri saya sendiri, dan jika ada argument saya benar, itu murni dari Allah SWT. sekarang apakah anda, saudara abd rahman tau kalau tidak ada dalil yang memperkenankan berdo’a atau minta-minta kepada orang mati?hal yang biasa dilakukan oleh warga Nu ketika ziarah kubur atau tahlilan atau amaliah lain yang isinya berdoa kepada orang-orang yang telah meninggal dunia yang tidak lain maksudnya bukan meminta kepada mahluk Allah itu (orang yang telah mati), tetapi hakikatnya adalah meminta kepada Allah SWT, sedangkan pembacaan nama nabi ataupun ulama-ulama terdahulu yang telah meninggal dunia dalam sebuah do’a adalah sebagai perantara, dan itu di perbolehkan.dalam qa’idah fiqih dikatakan al umur bimaqosidiha, yang paling penting niat kita tidak menyekutukan Allah.
    sebagaimana dalam sebuah hadits dari Anas Rda beliau berkata:Pada suatu malam kaum muslimin mendengar Rasulullah menyeru dekat telaga badar:Hai Abu jahil bin Hisyam, hai Syaibah bin Rabiah, hai Umaiyah bin Khalaf! Adakah kamu menerima ganjaran siksa yang telah dijanjikan Tuhan kepadamu sekalian? Saya sudah menerima apa yang telah dijanjikan Tuhan kepada saya. Sahabat-sahabat ketika itu bertanya kepada Nabi : kenapakah Nabi memanggil orang-orang yang sudah menjadi bangkai?Maka Nabi menjawab:Mereka mendengar apa yang aku ucapkan melebihi dari pendengaran kamu, tetapi mereka tak kuasa menjawabnya” (Hadits Riwayat Nisai-Sunan Nisai juz 4 halaman 110)
    Insya Allah…
    jadi kalau kita terus menyalahkan dan menganggap salah atau bahkan menganggap sesat kaum muslim yang lain dalam menjalankan ibadah, apakah Allah juga menganggap sesat amal ibadah yang mereka lakukan?apakah hanya amal ibadah anda saja yang benar?apakah anda yakin orang lain itu salah dan anda yang paling benar?ingat di atas langit masih ada langit….Maha Besar Allah yang telah menciptakan manusia dengan berbagai macam pola fikir, dan ini merupaqkan suatu kebanggan tersendiri kalau ummat Islam berkembang pola fikirnya, jadikanlah perbedaan itu suatu jalan persaudaraan, bukan perpecahan. Ingat tujuan kita hidup di dunia hanyalah untuk beribadah kepada Nya….
    wallahu a’alam bis showab

  36. ebnodarsyif berkata

    assalamualaikum
    kepada yang punya blog ne, gw mo nanya, knp comment gw semalem ga di pasang?pa kata2 gw salah ato kasar?tolong bersikap bijak

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Komentar yg mana yaa mas? Perasaan saya nggak nyensor punya anda. Kalau telat tayang, mohon maaf .. memang waktu kami kadang terbatas mas.

    • Trisusanto berkata

      sebaiknya kalo mau debat pake nama asli ya…..jangan palsu2 gitu…gak gentle…tuh….kayak lempar batu sembunyi tangan…….

  37. Al BeTawi berkata

    Ia mencontohkan perihal ber-tawassul (berdoa melalui perantara) yang dinilai H Mahrus Ali (penulis buku tersebut) sebagai perbuatan syirik (menyekutukan Allah). Padahal, para ulama ternama yang menjadi rujukan umat Islam dunia hingga sekarang, juga pernah melakukannya.

    koq ke ulama seh??
    bukan ke nabi Muhammad??
    kan klo ulama belum tentu benar..

    –> Benar .. ulama sebagai manusia belum tentu benar. Tetapi mereka lah yang membawa sabda Nabi saw, mereka lah yang lebih mengetahui mengenai al Qur’an, dan hadits baginda Nabi saw.

    Kita belajar ttg Al Qur ‘an, akhlak, hadits, sirah Rasul saw adalah dari para ulama pewaris Nabi saw, karena kita telah tak menjumpai baginda Nabi saw. Kita hidup di era jauh sesudahnya.

  38. Abu Abdillah berkata

    bagi pemilik blog ini, pelajarilah dahulu dengan benar makna kalimat tauhid….

  39. ade berkata

    buat para wahabianers (istilah saya aja buat pengikut wahabi) yang gak ngerasa tidak berdaya dengan keringnya dalil, paling2 apologi “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani”.
    maunya ngikut nabi, bagus. tapi kalo cuma baru baca shahih bukhary-muslim trus ngerti terjemah qur’an ngaku ikutan nabi. dusta! itulah pemahaman keagamaan berdasarkan nafsu kehendaknya.

  40. abimanyu berkata

    assalamau’alaikum wr.wb
    mau ikut2an kasih komentar, bagi sodara2 muslim.sebenarnya menurut syar’i om kita harus tahlil itu setiap saat setiap detik setiap waktu dan setiap hari bahkan kalo ada orang yang anti tahlilan itu hukumnya kafir malah coba antum pikir pakai akal benar gak nich,kadang2 kita ini yang salah tahlil aja harus menunggu ada yang mati dulu baru kita tahlil, itu yang perlu kita benerin yo ra kang. awwalu wajibin ‘alal intsaani ma’rifati ilahi bistiqon: awale sing wajib kanggone wong muslim siang wis mukallaf itu mengerteni karo tuhane kelawan yakin/dalil. monggo mas di nadlor sik dari pada mempermasalahkan tahlilan mending ngaji dulu ilmu tauhid yang jelas2 merupakan fardlu ‘ain itu rosul lho mas muhajir sing dawuh. matur nuwun kang.kenalne aku wong jawa timur paling selatan pase ning sebelahe pondok termas pacitan.wassalam

  41. anwar berkata

    masukan/saran bagi pemilik blog ini,… pelajari dulu masalah dan makna kalimat tauhid…

    benar adanya, bid’ah itu memang memecah belah… mungkin inilah akibat dari amalan taqlid buta… yg biasa dilakukan oleh para pelaku bid’ah…

    saya heran, kenapa kalau ada orang yang mempermasalahkan tentang tradisi tahlilan (kenduri arwah).. maka orang2 yg mendukung atau pelaku tradisi tsb merasa terusik… padahal sangat banyak orang2 yg tidak sejutu dg hal tsb…

    “indonesia memang mayoritas islam… tetapi apakah kita tahu bahwa jenis islam yg mayoritas di indonesia tsb sebenarnya sangat minoritas di dunia…!!”

    kita harus ber-hati2 dg bid’ah,.. krn di indonesia bid’ah itu bersifat sangat halus tetapi sangat memaksa dan akan berakibat fatal bagi orang muslim yg mengkritik, menentang atau tdk mengamalkannya (tdk mengamalkan krn keyakinan muslim tsb dan orang pelaku bid’ah mengetahui alasan tsb), pasti para pelaku bid’ah akan marah.. dan terus menghantamnya… dg membeber keburukan muslim tsb…. sungguh keji akibat dari bid’ah..!!

    bahkan mereka akan mati2an lebih membela bid’ah2 mereka daripada membela sunnah dan islam itu sendiri…. ini bisa kita lihat pada penentuan tradisi tahlilan (kenduri2 arwah) yg selalu mereka lakukan…

    mari kita pelajari sunnah,… pelajari bid’ah,… dari berbagai buku/sumber… jangan hanya dari satu sumber saja (yg hanya mendukung bid’ah),….

    kebanyakan pelaku bid’ah akan menuduh/menuding/menghakimi para pengkritik/penentang bid’ah dengan sebutan2… misal; wahabi,.. antek amerika,.. dan sebagainya.. itu senjata yg biasa mereka gunakan… mereka menamakan jama’ah mereka ahlussunnah waljama’ah… sebenarnya banyak kalangan (ulama salaf) yg mempertanyakan/menertawakan sebutan itu atas jama’ah bid’ah tsb… termasuk saya meskipun saya bukan ulama (hanya seorang muslim biasa)…

    sekali lagi saran bagi pemilik blog ini…:

    pelajari tauhid,… pelajari sunnah,… pelajari bid’ah,… dari berbagai buku/sumber… jangan hanya dari satu sumber saja (yg hanya mendukung bid’ah),….

    karena ternyata sudah sangat banyak bid’ah2 yang selama ini dianggap sunnah…..

    –> Saran anda benar .. kami memang masih harus banyak belajar. Namun saran itu tentu saja berlaku umum. Para penuduh/pemvonis bid’ah pun harus banyak belajar juga.

    Pelajari dari berbagai buku/sumber… jangan hanya dari satu sumber saja (yg hanya memvonis bid’ah),…. Karena ternyata sudah sangat banyak tuduhan bid’ah2 selama ini, ternyata punya landasan yang kuat di dalam ajaran agama ini. Ada banyak tuduhan bid’ah yang ternyata bukan bid’ah.

    Wallahu a’lam.

    • Trisusanto berkata

      Sebenernya kita ini hidup di jaman bid’ah…sholat pake peci, sholat apke celana panjang, pak kemeja kadang pake koko….. terus kita mau mengikuti sholatnya Rasul….tapi kita hidup di jaman sekarang..lantas darimana kita belajar……mempelajari hadist dan menterjemahkan alquran dengan terjemahan dari depag? dengan asumsi sndiri….ingat di dalam Alquran dan Hadist bukan sekedar makna yang tersurat aja, tapi ada makna yan tersirat….harus tahu bahasa arab (nahwu-sharaf)tahu asbabunnuzul, tahu ilmu mempelajari hadist…..apa kita hanya berpatokan dengan hadist BUkhori-Muslim saja? lantas perawi lain yang shoheh dan hasan mau dikemanakan?…….. belajar harus safahi (dari mulut ke mulut) bukan belajar dari buku terus dipahami sendiri….seperti halnya dengan Qunut yang katanya Bid’ah…..apakah mereka berani mengklaim Imam Syafii adalah ahli bid’ah? padahal Imam Syafii belajar turun temurun dari Sayyidina Umar terus ke shohabat yang lain sampai tabiin dst….. Sayyidina Umar sendiri pernah bicara bahwa shalat Tarawih yang Beliau perintah untuk berjamaah adalah bid’ah (hasanah) apakah Sayyidina Umar ini ahli bid’ah? nah….sebaiknya belajar ada guru yang berpatokan secara safahi karena ada jalurnya….. bukan belajar sendiri dengan terjemahan..karena bisa2 dia menyekutukan Allah dengan pikirannnya sendiri….. Maaf kalo ini kurang berkenan…..

  42. Zaki berkata

    Gak datang debat bukan berarti penakut.tetapi percuma datang mana kala hati pikiran sama-sama tertutup. Jika memang Ust. Mahrus Ali datang di arena debat saya yakin teras NU gak mau membuka diri. pasti mempertahankan akidahnya, dengan demikian saya yakin tidak akan ada titik temu.Tokoh NU pasti matia-matian mempertahankan pendapatnya, jika tidak dapat mempertahankan berarti mengakui kebenaran K.H. Mahrus Ali..nah dengan demikian apa yang disampaikan selama ini kepada ummat salah dong…Tahilan salah, tawasul salah, istigitsah salah dll. malu kan jika harus meninggalkan itu semua. Makanya aku memahmi tindakan H. Mahrus Ali yg gak datang. itu tepat.

    –> Nggak datang itu yaa gak datang. Alasannya, hanya ybs yang tahu. Tak usahlah mengarang-ngarang cerita alasan ini itu. Kalau ttg amalan.. wajar saja masing-masing mempertahankan pendapatnya. Justru dari forum itu diharapkan diungkapkan dalil masing-masing. Tak tercapai titik temu tak masalah, karena forum itu memang bukan untuk mencapai titik temu.

    • uut berkata

      saya sependapat silahkan bantah toh dalam media seperti ini sudah banyak di diskusikan,silahkan kita merdeka menilai suatu perbedakaan pendapat tinggal kita lihat hujah mana yang ilmiah, enak kan,dan kita jangan merasa apa pendapat kita mutlak benar tanpa pertimbangan kelompok lain.

  43. Trisusanto berkata

    seharusnya kalo kasih komentar jangan pake nama samaran dong…..gak gentle tuh…. menanggapi buku mantan kyai NU menggugat…..harus diadakan forum debat di Jakarta aja…panggil penulisnya…. saya pengen lihat apakah dia berani mengharamkan keempat mazhab besar itu…….

    • uut berkata

      debat dengan cara demikian terkadang ada kebaikan namun juga beburukan begi penulis,mengapa bagi orang awam biasanya akan lebih menggunakan adab yang kurang sopan bahkan mungkin intimidasi terhadap penulis/teror,saya sependapat bantahan bs buku dengan buku,hujah dengan hujah dll mungkin sebagai contoh silahkan kunjungi bantahan?rudud

      http://abusalma.wordpress.com/maktabah-library/

  44. abu emka berkata

    Assalamualikum..
    OOOH ternyata banyak juga SALAPY yang nongkrong di blog ini..
    Bagi para Salapy yoon… (maaf kalo salah ketik..)

    Saya berfikir SalapY harus lebih intropeksi kedalam sebelom menengok keluar…
    Artnya benahi dulu da’wah Internal Salapy..
    Antar Syaikhnya saja saling menghujat (padahal sama-sama salapy)…
    Aapa lagi sesama Ustadnya… :-)
    Ironis sekali,,,

  45. uut berkata

    ini satu saran yang baik asal tidak katakan para ulama dahulu tidak berselisih,saling saling berperang karena islam ga benar.
    saudara ku,
    perselisihan pda umat ini tidak bisa dipungkiri selama perselisihan tersebut sebatas perselisihan yang di bolehkan,bukan imam yang empat pun saling berselisih?namun perlu diketaui perselisihan mereka tidak sampai mengeluarkan dari Ahlu Sunnah.

    selnjutnya pahami

    Benarkah As Salafiyun suka berpecah belah..?
    http://adiabdullah.wordpress.com/2007/11/01/benarkah-as-salafiyun-suka-berpecah-belah/

    atau anda bs kunjungi

    http://alqiyamah.wordpress.com

  46. al faqir berkata

    wah2, mas/mbk uut ni pembela wahabi sejati, saya acungi jempol,tapi begitu liat anda bw2 nama al albani sebagai rujukan, buat saya (saya lho!!!bkn org lain)sudah gugur prestige anda,sori lho ya,sdh terlalu banyak kontradiksi yang banyak dibahas ulama2 tentang al albani ini, hingga ratusan, bahkan dalam satu kitab ada sampai 1200, bahkan salah satu ulama wahabi sendiri pernah menyanggah keterangan albani tentang 2 adzan di hari Jumat. msh bisakah dibuat hujjah? cpk deeh…., o iya dalam salah satu pengantar ust.Mahrus Aly ada kalimat yg k lo di rangkum scr bebas jd “…amal2 bi`dah yg tidak pernah dilakukan warga Muhammadiyah, orang2 Mekkah-Madinah yang sdh jelas lebih dekat ke shohihan hadits nya….”, bagi anda yang setidaknya pernah membaca sejarah Islam, pertanyaan saya gampang, apa sekarang penguasa di Saudi Arabia murni merupakan penerus ke khalifahan dari rasul? bukannya pendukung utama wahabi adalah raja Ibnu Saud yang di dalam banyak buku sejarah merupakan sahabat Inggris ya?, CMIIW, janganlah dikit2 anda bilang “orang2 di Mekkah_Madinah gak pernah melakukan ini dan itu”,belajar sejarah bos!!!!

  47. Khoirur Rozi Orang NU TULEN berkata

    gak sa berdebat, ngomong sama orang wahabi si ga da perlunya malah nambah dosa, mending amalin saja amalan-amalan dari yang diajarin guru-guru kita yang sudah terbukti kesholehannya daripada orang2 wahabi tesebut, mereka terlalu memaksanakan kebenaran mereka dan tidak mau menghargai perbedaan, setiap amalan dan ritual ibadah orang NU juga punya pedoman dan pegangan dan tidak ngawur, malah yang saya kira ngawur ya orang wahabi tersebut. Apakah islam harus kaku seperti orang wahabi tersebut, apakah orang wahabi juga tidak melihat orang – orang islam di bagian dunia lain yang juga mempunyai perbedaan dengan mereka, apakah faham wahabi mutlak dan paling benar, sekarang yang penting adalah mari kita lestarikan TAHLILAN, YASIINAN, ISTIGHOSAHAN, MANAQIBAN, DIBA’AN, TADARUSSAN, QUNUT, dan amalan – amalan khas orang NU. jangan terpengaruh dengan propaganda dan hasutan mereka. semoga Allah meridhoi amalan-amalan KYAI-KYAI NU dan orang-orang NU semua. Amin.

    • uut berkata

      Khoirur Rozi ente ini salah faham,saya hanya kasih info aja terserah anda,dan saya sependapat dengan anda ga perlu berdebat meri tingkatkan keilmuan sehingga kita tidak hanya manut aja tanpa kroscek dari apa yang kita ilmui/taklid,dan saya bukan mba’ tapi mas tahu ilmu ghoib ya?he..he..,saya tulen orang yang dahulunya seperti anda selama di Jombang,namun saya baru sadari bs jadi kebenaran ada orang lain,kelompok lain ,selanjutnya info aja jangan menutup diri dari ilmu silahkan simak

      E-book gratis buat di download.

      1. SITTU DUROR

      2. ALWAJIZ FIL MANHAJ

      3. BULUGHUL MARAM

      4. RIYADUSH SHALIHIN BUKU 1

      5. RIYADUSH SHALIHIN BUKU 2

      6. FATHUL BAARI JILID 1

      7. FATHUL BAARI JILID 2

      8. FATHUL BAARI JILID 3

      9. AL BIDAYAH WAN NIHAYAH

      10. TAFSIR IBNU KATSIR JUZ 1

      11. TAFSIR IBNU KATSIR JUZ 2

      12. TAFSIR IBNU KATSIR JUZ 3

      13. AT TARGHIB WAT TARHIB
      http://bukuislamonline.wordpress.com/e-book-gratis/

  48. Khoirur Rozi Orang NU TULEN berkata

    saya juga heran sama perilaku orang-orang wahabi seperti mbak uut ni, fahamnya seolah-olah paling benar tapi perilakunya ya ……. sama saja. bos !! ga sa diurusin, mending kita amalin saja ajaran-ajaran dari guru – guru kita. di kasih dalil atau pendapat sampai mulut kita berbusa, kagak mempan. karena orang seperti mbak uut ni suka berdebat daripada beramal sholeh seperti yang kita lakukan, saya mau tanya sm mbak uut ni, mbak uut bisa memeluk agama Islam lantaran siapa ya ? mungkin mbak uut memeluk islam dari Nabi Muhammad langsung ya, nggak pakai pelantaran guru-guru n nggak pakai pelantaran wali-wali yang telah berjasa besar. CAPEXXXXX de !!!!!!, mending mbak uut berdakwah saja di wilayah yang belum ada orang islamnya, ingat mbak uut !! saya mau ikut faham mbak uut jika mbak uut bisa jamin amalan ibadah saya bisa diterima Allah dan saya masuk surga, bagaimana mbak uut ????

  49. Abu Abdillah berkata

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sekedar sharing saja, Saya jadi teringat ceramahnya Ust Zainal Abidin, beliau dulu mondok di pesantren tambak beras jombang, miliknya pamannya gusdur,

    Memang sebelum lulus itu sudah di doktrin, hati-hati terhadap
    Ibnu Taimiyah, beliau adalah tokoh khawarij
    Ibnul Jauzi, beliau tokoh syiah rafidhah
    Syaikh Muhammad ibnul Wahhab, beliau adalah tokoh Wahabi,

    Jadi kebencian kepada wahabi ini sudah ditanamkan oleh kyai-kyai mereka, padahal semua orang yang disebut tadi adalah tokoh-tokoh ulama ahlu sunnah, dengan memegang pemahaman para sahabat (salafus shalih)

    Jadi setinggi apapun dan selama apapun, kalau doktrin itu yang dipegang, ya tetep jadi NU tulen..

    sampai-sampai kalau mau berangkat ibadah haji sudah diwanti-wanti, awas, anda akan mendatangi negara wahabi, seakan-akan wahabi itu adalah momok yang harus ditakuti…

    Untuk mengenal wahabi lebih dekat, bisa klik link berikut:
    http://salafytaubat.wordpress.com/
    http://salafitobat.wordpress.com/
    http://salafitaubat.wordpress.com/

    Mudah-mudahan bermanfaat….

  50. Abu Abdillah berkata

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sekedar sharing saja, Saya jadi teringat ceramahnya Ust Zainal Abidin, beliau dulu mondok di pesantren tambak beras jombang, miliknya pamannya gusdur,

    Memang sebelum lulus itu sudah di doktrin, hati-hati terhadap
    Ibnu Taimiyah, beliau adalah tokoh khawarij
    Ibnul Jauzi, beliau tokoh syiah rafidhah
    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau adalah tokoh Wahabi,

    Jadi kebencian kepada wahabi ini sudah ditanamkan oleh kyai-kyai mereka, padahal semua orang yang disebut tadi adalah tokoh-tokoh ulama ahlu sunnah, dengan memegang pemahaman para sahabat (salafus shalih)

    Jadi setinggi apapun dan selama apapun, kalau doktrin itu yang dipegang, ya tetep jadi NU tulen..

    sampai-sampai kalau mau berangkat ibadah haji sudah diwanti-wanti, awas, anda akan mendatangi negara wahabi, seakan-akan wahabi itu adalah momok yang harus ditakuti…

    Untuk mengenal wahabi lebih dekat, bisa klik link berikut:
    http://salafytaubat.wordpress.com/
    http://salafitobat.wordpress.com/
    http://salafitaubat.wordpress.com/

    Mudah-mudahan bermanfaat….

  51. Abu Abdillah berkata

    maaf, bagi admin blog ini, yang bener adalah coment saya yang ini, yang sebelumnya tlg dihapus, ada salah tulis, yaitu pada kata Ibnul jauzi, yg benar adalah ibnul qayim aljauzi, terimakasih …..

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sekedar sharing saja, Saya jadi teringat ceramahnya Ust Zainal Abidin, beliau dulu mondok di pesantren tambak beras jombang, miliknya pamannya gusdur,

    Memang sebelum lulus itu sudah di doktrin, hati-hati terhadap
    Ibnu Taimiyah, beliau adalah tokoh khawarij
    Ibnul Qayim Aljauzi, beliau tokoh syiah rafidhah
    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau adalah tokoh Wahabi,

    Jadi kebencian kepada wahabi ini sudah ditanamkan oleh kyai-kyai mereka, padahal semua orang yang disebut tadi adalah tokoh-tokoh ulama ahlu sunnah, dengan memegang pemahaman para sahabat (salafus shalih)

    Jadi setinggi apapun dan selama apapun, kalau doktrin itu yang dipegang, ya tetep jadi NU tulen..

    sampai-sampai kalau mau berangkat ibadah haji sudah diwanti-wanti, awas, anda akan mendatangi negara wahabi, seakan-akan wahabi itu adalah momok yang harus ditakuti…

    Untuk mengenal wahabi lebih dekat, bisa klik link berikut:
    http://salafytaubat.wordpress.com/
    http://salafitobat.wordpress.com/
    http://salafitaubat.wordpress.com/

    Mudah-mudahan bermanfaat….

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Supaya tak dianggap sekedar taklid buta, tahukah anda siapakah Ibnul jauzi dan siapakah ibnul qayim aljauzi?

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>