Liqo’, Kaderisasi PKS

Kaderisasi yang berkelanjutan dalam tubuh partai yang cukup baik adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Akar kekuatan pengkaderannya yang bertumpu pada kekuatan anggotanya di dalam lingkaran-lingkaran pengajian (baik kecil maupun besar) dan dibina secara berkesinambungan, yang disebut dengan Liqo’. Di dalam liqo’, mereka memiliki tingkatan-tingkatan, dan untuk masuk tiap tingkatan itu juga melalui suatu ujian atau pelatihan. Kata liqo itu sendiri berasal dari bahasa arab, artinya pertemuan. Liqo dalam hal ini berarti pengajian dengan anggota sedikit (sekitar 5 -10 org), membentuk lingkaran. Kalau anggota berlebih maka dibagi dua atau lebih.

Jauh sebelum berdirinya PKS, aktifis dakwah penggerak PKS membentuk sebuah jaringan dakwah. Salah satu kegiatannya adalah liqo’, yang membahas agenda2 dakwah dalam satu kelompok halaqoh itu, dan yang paling banyak tentang materi2 keislaman yang disampaikan secara bertahap.

Perekrutan kader dilakukan antara lain melalui acara kegiatan kerohanian sekolah (SMA) atau kerohanian kemahasiswaan. Hampir dapat dipastikan kegiatan ekstra rohis di SMA adalah perekrutan kader baru untuk siswa. Di perguruan tinggi, kegiatan ekstra kerohanian atau asistensi kuliah agama, boleh dikatakan merupakan proses pembinaan kader baru. Kader-kader baru ini dibina oleh seniornya/murrobi dengan liqo’ itu.

Liqo’ dilaksanakan berjenjang dan membentuk sel-sel, seperti jaringan telepon seluler atau bisnis MLM. Ada mad’u (murid/yunior) dan murabbi (guru/senior), setiap mad’u menjadi murabbi pada Liqa lain level bawahnya. Alumni punya mad’u beberapa mahasiswa, mahasiswa tingkat 3 punya mad’u bbrp mhs tingkat 1, mahasiswa tingkat 1 punya mad’u beberapa siswa ditempat SMA dia. Dan setiap anggota “Liqa” tidak di perkenankan pindah2 “Liqa” tempat “Liqa” lain tanpa ijin.

Liqo itu sendiri tidak bertujuan mencetak ahli syariah, tetapi lebih kepada membentuk wawasan dan kepribadian yang Islami, dengan visi dan pemahaman (madzab) agama sesuai dengan si empunya kader (dalam hal ini PKS).

Pengajian Liqo pada dasarnya sama dengan pengajian lainnya, bedanya adalah di liqo ada acara share, bicara keakraban. Juga muatan materi dan misi yang dibawa dari pengajian tersebut. Muatan liqo bisa dikatakan syumul (menyeluruh), bukan hanya kajian2 tentang syariah, akidah, akhlak, tapi juga muamalah, politik bahkan ekonomi jadi agenda juga. Materi dibuat terstruktur berjenjang. (Materi2 dapat dilihat diberbagai halaman web site)

Dalam liqo aktifitas murid (ibadah, akhlak) itu menjadi pantauan dari ustadz. Murid tidak dilepas begitu saja. Sepekan sekali amalan2 yg dikerjakan murid jadi bahan renungan dan evaluasi bersama bagi para peserta liqo yg lainnya. Dengan demikian ikatan batin antar para peserta dalam satu liqo lebih dekat, demikian juga antara murrobi dan mutarabi. Ukhuwah sangat terasa. Inilah yang membedakan dengan pengajian. Pengajian biasa tidak ada acara share atau curhat.

Tambahan, sistem Liqo ini tidak membedakan jenis kelamin, cuma tempat liqo laki-laki berbeda dengan perempuan. Sistem sel menyebabkan kadang antar kader yunior tidak kenal sama lain, karena waktu atau tempat liqonya berbeda.

Kemudian selain itu, dalam masalah keilmuan, PKS mengasah kadernya melalui program2 tatsqif, yaitu taklim umum yang biasanya diisi oleh ustadz yang punya keilmuan yang dalam. Inilah untuk para murrobi, dan kader yang lebih senior. Program tatsqif ini pun dilakukan 2 minggu sekali, sebulan sekali, tergantung penyelenggara. Dengan demikian para murobbi pun ditingkatkan untuk menimba ilmu lebih luas lagi seperti mengikut tatsqif, mabit, dll.

Wallahu a’lam.

Dari berbagai sumber.

Ada kesan2 pribadi tentang Liqo’ ini, di sini

About these ads

95 gagasan untuk “Liqo’, Kaderisasi PKS

  1. sayangnya kegiatan ini dikotori oleh oknum2 murabbi yg menjelekkan sebagian umat yg lain. ada yg bangga sudah ‘tobat’ dari kaum sarungan lah, ada yg kecewa (belajar agama) kuliah di IAIN lah.

  2. setuju ma mas jim..
    dulu di ipb juga gitu..pas tingkat pertama khan mahasiswa wajib ngikuti asistensi agama..
    nah para asisten tu emang temen2 tarbiyah..
    q juga sempet nangis mereka tu kok suka menjelekkan khususnya tokoh nu..nangisnya tu krn asistennya tu baru mendalami agama pas masuk kuliah, ee br jd asisten sudah berdakwah sprti tu..

    wallahu a`lam

  3. wah..ternyata apa yang terjadi di UGM juga terjadi di IPB yah?
    ini memang fenomena terANEH tapi nyata,oarng yang ilmunya masih sangat dangkal sudah berani menyalahkan pahan lain, bahkan serungkali mereka mencela, menghasut bahkan membid’ahkan paham/firqoh/madzhab lain…

    saya juga kaget bgt pas tau kalo ternyata ngaji mereka masih terbata-bata,tajwid masih amburadul,fiqih kurang sempurna,bahkan kadang ttg aqidah pun mereka kurang paham… eh tapi mereka malah berani berkomentar banyak tentang paham orang lain bahkan mereka menyebut diri mereka sebagai DA’I KAMPUS! aneh kan?
    ya saya sgt menghargai niat nereka untuk fastabikul khoirot…tapi mbok yo diimbangi dengan ilmu pengetahuan agama yang mantap dulu dan di iringi dengan iwa yang penuh rendah hati gitu luoh… *_*

    xxxxxxxxxxxxxxxxx

    salam kebangkitan ISLAM…kebangkitan ULAMA dan kebangkitan UMMAT.

    Buat Hadi IPB. maju terus kawanku…
    saatnya kaum muda NU untuk lebih merapatkan barisannya.
    Allahu AKBAR!!!

    –> Maaf yaa.. mas.. komentar anda sebagian saya delete, karena tidak kondusif.

    Anyway.. jangan pukul rata dhong. Ada juga kok org2 PKS yang pinter ngaji. Cuma (dari yg saya baca) sistem liqo’ ini memang bukan untuk mencetak ahli agama. Mungkin bisa dikatakan mencetak kader/simpatisan sesuai pemahaman mereka.

    Dari sini marilah kita ibrah.. hal-hal yang baik dicontoh, hal-hal yang buruk dibuang.

  4. saya merasa bangga bisa berinteraksi dengan teman2 tarbiyah, walaupun saat awal kuliah di sospol unair aku kurang mengerti siapa mereka bahkan sempat menganggap aliran sesat.
    tapi alhamdullillah ditengah derasnya arus hedonisme,pertarungan ideologi dikampus. saya mendapat ‘pegangan’ setelah mentoring agama islam dengan mereka.
    walaupun sebenarnya saya juga keluaran pesantren, tapi saya sangat tersentuh dengan kesungguhan mereka dalam mengamalkan islam dengan pemahaman dangkal yang kadang mereka miliki
    tapi saya selalu berdo’a semoga mereka bisa istiqomah
    Daripada ilmu agama setumpuk tapi hanya di lidah dan otak

  5. no body’s perfect. itu sih udah kodrat manusia.

    tapi sebaik-baik manusia adalah yang terus mencari ilmu, meng’amalkan, dan mensyiarkannya pada manusia lainnya. walaupun hanya sebuah kebaikan.

    stuju mas. jangan pukul rata semua kader PKS seperti itu…
    mreka juga sama kok. manusia.
    tergantung pribadinya masing2 kan…

    ada juga yang liqo’ cuma biar dapet label ‘ikhwah’
    trus siapa yang salah?
    trus apa yang seperti itu langsung dikeluarin dari liqo’ an??
    ya itu jelas salah pribadinya. dan ga akan dikeluarin pula dr liqo’ an.
    perbaikan diri itu kan bertahap.

    mau komen mas, yang sudah liqo’ ga menutup kemungkinan mreka untuk liqo’ di tempat lain kok. mau liqo’ di Hizbut Tahrir (HT), kajiannya salafi,dll, knapa engga? slama yang dicari adalah ilmu agama yang benar.

    –> salam kenal mas (mbak ?) kyza. Setahu saya ada yg lebih tepat mengenai sebaik-baik manusia,

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih merekalah sebaik-baik manusia”. (Al Bayyinah : 7)

    “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Terima kasih info tambahannya… Berarti bisa juga ikut istigotsah-an yaa mas.

  6. wah mas, hati2 ama ideologi pks.. ntar jangan2 kayak di Mesir yang udah sampe ngebom2.. klo dilihat sih skrg pks di indonesia masih moderate tapi ideologi pks itu bahaya soalnya ideologinya persis ama ikhwanul muslimin yg Mesir.. klo di Malaysia ada jg ikhwanul muslimin di sana.. udah parah jg tuh.. sampe mengkafir2kan kelompok yg laen

    • hmmmmm….apakah tau ilmunya…saya mau tahu di buku apa dan bab brapa…tolong data2 yg jelas disertakan siapa tokoh yang berpendapat seperti itu…atau apakah ini hanya pendapat mas saja…hati2 mas…bisa menyebabkan perpecahan

      • selama mengikuti liqo ini…hati nurani saya…liqo ini berpedoman Al-Quran dan sunnah.karena..dengan liqo..saya lebih dekat dengan yang namanya KEBENARAN, KEDAMAIAN, KETENANGAN, indahnya hidup dalam cahaya ISLAM, dan naungan berjamaah ini…..kloyakin dengan liqo ini ayo bergabung, tapi klo masih ragu2…PELAJARI LIQO ini,klo berpandangan buruk…kami tetap mendoakan untuk islam…

    • maaf mas amri,ni menurut saya pandangan orang umum yang kurang tau tentang liqo-liqo.
      saya pikir stetment mas harus dibuktikan secara otentik atau berdasarkan sumber telaah yg dpt dipercaya.Jika mas berstetment begini tanpa ada rujukan yg benar bisa bahaya,sama saja mas seperti org2 yg mas pikirkan dalam tulisan mas tersebut.suka mengeCAP(menilai) orang tanpa bukti yg kongkrit.
      Intinya yg baik2 diambil,dan yg buruk2 ditinggalin aja mas….

    • hati2 mas amri,
      memvonis2 tanpa bukti itu tanda2/trademark temen2 kelompok “waw” (huruf waw-nya ditulis latin aja ya)..
      habis memvonis2, nanti merembet pada membid’ahkan/mengkafirkan..

      kalo trademarknya diambil sama mas amri, kasian mereka

  7. Sepertinya tepat sekali dengan praduga saya… sudah banyak cara yang dilakukan dengan seperti itu… saya pengein agar teman2 mengerti tentang Pendidikan Politik, Bukan Politik Pendidikan.
    Saya Mahasiswa UGM sangat sepakat bahwa Liqo’ adalah kaderisasi PKS. untuk itu sampai hal ini AAI dimasukkan dalam kurikulum, perasaan saya hanya satu …LXXXN….Bxxxxxxn…..Sxxxxg!!!!

    –> Aduh mas… jangan gitu. Maaf kata2 anda terakhir saya sensor. Seperti-nya .. aspirasi anda tersumbat yaach..

    –> Saya barusan baca AAI di UGM. Memang indikasi warna PKS-nya kental. Mungkin tidak ada ruang untuk islam tradisional (NU dkk). Wallahu a’lam.

    Saran saya, kemukakan aspirasi anda beserta teman2 seluruh UGM (atau perwakilan per fakultas) secara resmi dengan elegant dan sopan ke pengurus-nya. Bapak2 dosen pengelola pastilah bijak. Insya Allah..semoga dituruti suara anda.

  8. salam kenal buat oesta_adi..
    kita sama2 mahasiswa ugm coey.. dan i.Allah kita juga saling kenal..
    saya dan kawan2 KMNU UGM memang telah membicarakan banyak trerkait AAI UGM yang sudai mulai berorientasi pada kaderisasi salah satu pergerakan islam kampus, yang kita yakin pergerakan tersebut adalah underbow dari PKS. sisitem AAI UGM pun copy paste dari sistem liqo’ yang notabene menjadi sarana kaderisasi dari PKS.. ini merupakan salah satu indikasi bahwa AAI UGM (dan I.Allah kampus lainnya di Indonesia) telah ditunggangi dan di politisasi oleh ormas dan parpol tertentu.. tentunya ini sudah tidak sehat lagi!!!
    (maaf kalo komentar saya tidak mengena dg tema, tp saya ingin publik tahu akan hal ini. syukron…)

    –> Mas .. saran tetap sama. Rasan-rasan thok-thok tanpa perbuatan nyata tidak akan membuahkan hasil. Kemukakan aspirasi anda beserta teman2 seluruh UGM (atau perwakilan per fakultas) secara resmi dengan elegant dan sopan ke pengurus-nya. Insya Allah .. dituruti suara anda.

    • Weleh? Iyo po kang? Setahu gwa malah liko… (aplh nmny$%&#) itu ngadopsi dari micro teaching.. (eh? iya kagak ya?). Kalo gw baca di majalah n buku itu, memang ngaji2 yang bentuknya kyk gt dah umum bgt di daerah arab sana (yang notabene quran tuh turun di sana), ngaji apapun lho, yang fikih, latihan baca quran (sejenis TPA ato iqro gt lah), de el el. Lagian sejarah bentuk ngaji yg kayak gt tuh dapet dari rosululloh pas ngasih materi ke para sahabatnya.
      Hmm.. nek menurut gw bentuk kayak apapun ga masalah, mau AAI, tutorial, mentoring, apa lagi kek. Yang penting isinya kang, sesuai dengan quran n sunah ga? kalo sesuai dan ga ada yg melenceng sih oke-oke aje.
      Kalo kaderisasi kyk gt sih menurut pandangan gw, mereka tuh ngader buat masukin ke islam kafah kang, bikin partai buat ngembaliin paradigma masyarakat ke islam.

  9. trimakasih atas sarannya… kami sebenarnya sudah beberapakali mengusahan hak tersebut. tapi karena birokrasi yang rumit dn karena sistem ini sudah mengakar kuat..maka kami selalu saja gagal. dan mereka tetap saja tidak menghiraukan kritikan dari kami.
    tapi yang pasti i.Allah kami akan terus berikhtiar…
    thnk’s a lot…

    –> Sm2.. Usaha tdk hanya 1x 2x. Kumpulkan data akurat yg menyebabkan anda (man-teman) keberatan (Keberatan tidak bisa hanya berdasar opini n prasangka tanpa data). Sampaikan resmi, tertulis, elegant, sopan. Tembuskan ke pejabat2 terkait.. ke rektor jika dipandang perlu.

  10. Saya dan istri sudah hampir 5 tahun ikut program LIQO di Timika.Dan sejauh ini saya setuju karena materi bahasan mengenai tauhid dan keislaman.Memang sangat disayangkan tidak semua Murabbi sesuai dengan konsep Liqo tsb, ada yang berusaha untuk mengajak menjadi anggota Partai serta ada juga menjelekkan metode dakwah kelompok lain. Kebetulan saya juga aktif di JT, dan teman-2 JT juga menyarankan untuk ikut Liqo tsb.
    Ada usul agar Liqo lebih terasa nikmat yaitu masing-2 jama’ahnya di ikutkan dalam kegiatan praktikal seperti saat keluar 3 hari di JT, karena semua materi bersifat Theory.karena ilmu tanpa amal tidak berguna.

    salam Damai untuk umat Islam dunia.

  11. Assalaamu’alaikum,

    Saran saya, lita jangan CAPE Ngopeni hal2 yang bertujuan baik, ingin mengibarkan dakwah. Mau apapun caranya yg penting yg dibawa sesuai syariat gak menyimpang dari cara2 yang ada.

    Klo ada yg kurang2 bo sama2 maklumi dan diperbaiki.
    Sekedar sharing aja, waktu dulu jamannya gerakan ISLAM dikekang (ORBA) harakah islam di Indonesia ini begitu padu dan sangat toleran. Energinya tidak dihabiskan buat saling NGOPENI dan Prasangka, tpi untuk bahu membahu menegakkan syariat Islam.

    Klo nt pade punya energi mending yg diopeni orang2 hedon ajalaah yg ngerusak moral.

    Sy paling gak suka klo energi kita HABIS untuk urusan antara kita orang Islam yg sebenernya sepele.

    • setuju banget, kita semua saudara bro, lebih baik energi kita habiskan untuk perjuangkan saudara2 kita di ambon, maluku, papua dll sampai palestina, keep husnuzon berbeda warna tapi tetap 1 tujuan Allah, tetap 1 teladan Rasulullah Saw, tetap 1 pedoman al quran , tetap 1 jalan juang yaitu jihad, tetap 1 cita-cita yaitu syahid di jalannya, salam ukhuwah ^_^

  12. AAI UGM underbow PKS? isu yang menarik, utk diskusi. Tp beneran apa G? atw cuma tuduhan tanpa bukti? Setau saya AAI dah ada SK Rektornya trus materi yang disampekan sudah melalui lokakarya dengan perwakilan dosen PAI, rektorat dan pengelola (kata pemandu saya-red)
    Tapi saya senang selaku maba tentang diwajibkannya AAI kanapa ?
    - Sistem pembelajarannya dalam kelompok kecil jd bs dua arah komunikasinya, beda dgn kuliah agama Islam yang dosennya bikin ngantuk.
    - Pemandu terbuka tidak hanya masalah Agama, masalah yang lain pun bisa diajak diskusi
    - Waktunya fleksibel sesuai dengan kesepakatan anggota kelompok, tempat pun menyesuaikan, tidak harus di kampus.kadang pemandunya bawa snack, pernah ntraktir kita jg.
    - gak pernah menyuruh aktif di parpol tertentu, gerakan tertentu ataupun menjelek-jelekkan mahzab tertentu.

  13. mudah2an pa yang disampein mas kojel benar..
    tapi beda dgn pa yang aq rasain di ipb dulu..
    za itu kadang suka menjelekkan yang laen, padahal dia sendiri ngakunya baru dalem agamanya pas masuk kuliah..
    mgk itu aja dari buku2 terjemahan…

    klo mau terbuka, alangkah baeknya klo yang jadi murobbi mbok yaa juga dari golongan laen kayak mahasiswa nahdhiyyin, gak hanya murabbinya dipilih-pilih yang dari ikhwan2 aja…
    khan saat ini pendaftaran jadi murobbi asistensi itu gak pake daftar terbuka khan.. yang akan jadi murobbi dipilih2 banget..yang bukan ikhwan dijamin susah jadi murobbi, meski ilmu agama mereka banyak yg hebat,,,

    klo kita2 boleh daftar, kita2 nahdliyyin mo ngadain acara taraweh 20 rakaat, istighosah, yasinan..ato ngaji kitab kuning karangan ulama2 besar dulu gitu..jadi liqo`nya gak hanya bersumber dari buku2 terjemahan aja..
    khan rame tuch…

    –> mas.. kalimat terakhir ku delete.. ga papa yaa.

  14. lam kenal mas kojel,,,
    mmg benar mas kalo AAI itu sdh ada SK rektornya. dan kurikulumnya pun sudah di godok lewat lokakarya… tapi dalam teknisnya..masih banyak hal yang sangat janggal. seperti halnya pengurus AAI ditataran mahasiswa yang bersifat tertutup, kalo pun open maka yang ada hanya untuk pemandu saja, sedangkan untuk pengururus pusat atau petinggi2nya ga ada yang bersifat terbuka (setau saya). ini adalah indikasi bahwa di dalam AAI UGM itu sendiri ada misi terselubung yang ingin di capai oleh oknum2 tertentu, selain untuk dakwah (wallau a’lam).
    selain itu, di dalam website AAI UGM , sangat kental sekali nuansa wabahabisme. padahal UGM ini adalah kampus umum. gak cuma mahasiswa dengan paham wahabi yang kuliah di UGM!!! jadi ini sangat jelas bahwa AAI UGM tidak toleran terhadap mahasiswa yang berpaham/bermadzhab,karena setau saya wahabi tidak setuju dengan madzhab. sekedar ingin kasih tau bahwa, seringkali saya dan kawan2 Nahdliyyin kasih saran kepada pihak admint di website AAI UGM untuk menambahkan nuansa yang lebih bersahabat dan toleran terhadap golongan yang lain, namun yang terjadi masukan dari kami malah dihapus tanpa ada komentar apapun.lalu dimanakah adab mereka jika sepeeri itu???
    dan yang lebih menggelitik lagi, saya seringkali menjumpai beberapa pemandu AAI UGM yang secara kapisitas dia belum saatnya jadi pemandu, karena Ngaji aja mereka terbatah-batah, tajwid semerawut, fiqih kocar-kacir, tauhid masih baru belajar. so,,, mau dibawa kemena mahasiswa muslim UGM ini kawanku???

    pesanku bagi peserta AAI UGM : beta malangnya di kau….

  15. Assalamu’alaikum wr. wb
    Islam, saya analogikan sebagai sebuah pohon. Aqidah adalah akarnya, ibadah adalah batangnya, muamalah adalah rantingnya. Kita sama – sama Islam. Sama sama bersyahadat, sama sama menjalankan Al Qur’an dan As Sunnah, Ketika manusia beragama Islam, mereka adalah saudara kita. Alangkah baiknya jangan saling menjelek – jelekkan.
    Waktu semester pertama asistensi diwajibkan. Mau gak mau saya mengikutinya. Banyak yang bisa saya temukan dan saya pelajari dari program tersebut. Dari pertemuan pertama sampai terakhir, tak ada satupun kata pemandu saya, yang saya rasa menjelekkan atau menghakimi golongan manapun.
    Sampai sekarang pun, saya masih rutin ikut liqo, dan sayapun aktif dalam lembaga dakwah kampus. Bukannya membela atau bagaimana, menurut saya, tak ada gunanya mencari – cari kejelekan orang atau golongan. Setiap orang atau kelompok, mempunyai sistem dakwah yang berbeda, termasuk temen – temen tarbiyah.
    Ketika masih amar ma’ruf nahi mungkar, kenapa tidak? Justru yang harus kita waspadai sekarang adalahgejala – gejala perpecahan umat Islam. Baik yang ditimbulkan dari dalam, maupun dari luar. Jangan sampai, tulisan Anda dalam blog ini, yang awaknya bertujuan baik, malah menjadi kontributor dalam perpecahan Umat. Ingatlah dalam Surat As Shaff dikatakan bahwa Allah menyukai orang – orang yang berperang di jalan – Nya dengan barisan yang rapi, seakan – akan berisan tersebut membentuk sebuah bangunan yang kokoh.

  16. salam ukhuwah islamiyah wahai tuandiktator (semoga anda bukan dikator beneran)….
    saya sekarang duduk di semster 8,saya juga giat mengitkuti kepemanduan AAI waktu smstr 1 dulu. jadi insyaAllah saya juga paham metode, kurikulum, dan isi lain dari AAI UGM.
    saya sangat kagum dengan pernyataan anda,,,dan semoga itu benar dan berlaku untuk semua kepemanduan AAI UGM…
    nyatapi ada pertanyaa yang menggelitik dibenak saya (semoga anda tdk tersinggung). sebelum ANDA KULAIH di UGM, APAKAH anda PERNAH NYANTRI ATO minimal sekoloah di MADRASAH (MI,MTs,Aliyah)??? seberapa paham anda tentang ISLAM dan PERSOALAN IHKTILAF ULAMA YANG ADA DIDALAMNYA???
    jika anda sudah memahami itu, insyaAllah anda akan melihat AAI secara objektif. tapi jika tidak, lalu bagaimana anda bisa paham jika apa yang diajarkan oleh pemandu anda itu sebenarnya tidaklah objektif (hanya memandang dari satu sisi pendapat ulama’ saja dan tidak memaparkan pendapat ulama yang lain).apakah pemandunya juga ga kurang kapasitasnya dibidang itu??lantas,kenapa dia bisa terpilih jadi pemandu AAI??apa anak pandunya mau dijadikan objek dakwah karnitan??? (wah,kasian sekali kalo gitu!!!)
    pemandu mungkin saja tidak mengklaim dan menghakimi paham lain, tapi apa yang pemandu ajarkan secara implisit sudah mendiskriminasi paham lain. apalagi jika kapasitas pemandunya belum mumpuni (spt yang dipaparkan oleh saudara cak_yud). Bagi anak pandu yang notabene dia tidak paham dengan masalah ikhtilaf, bila mereka dipaparkan tentang hal2 seputar fiqih maka dia hanya akan nurut2 saja dan menganggap itu adalah sesuatu yang mutlak dalam ajaran islam. inilah yang saya kritisi!!!
    Jangan anda bawa isu perpecahan ummat untuk menutupi visi terselubung dari AAI UGM!!!! ingat yac tuan diktator, UGM adalah kampus umum…jadi sangat tidak tepat jika AAI hanya diwarnai dengan satu paham saja.oke!!!

  17. walah kok ribet….
    yang banyak diperlukan saat ini adalah aksi …..
    ribet ah…bosen komentar2 doang kaya pengamat

  18. Maaf ya .. Banyak komentar2 di sini hanya karena interaksi pribadi saja,dengan orang-orang tertentu, lalu menilai secara general. Itu tidak adil …, selain tidak ilmiah. Saya NU, tetapi saya dekat dengan orang Tarbiyah, mereka sangat moderat (tawasuth) bahkan Yusuf al Qaradhawy, tokoh mashdar ilmu-nya PKS, pernah kunjungan ke NU, dan mengatakan seandainya dia lahir di Indonesia mungkin dia adalah orang NU. Lebih baik kita baca visi misi mereka, di antaranya sebagai perekat umat, maka lihatlah nilainya dan jangan lihatlah prilaku satu dua orangnya, kalau begitu cara pandangnya, NU juga jelek dong, ‘kan di Nu juga ada oknum, karena yang namanya ‘oknum’ selalu ada di organisasi apapun ..

    Apalagi yang pakai nuduh segala kalau PKS menang maka akan ada pengeboman segala .. tidak usah separanoid itulah .. berpikirlah ilmiah, ingat pemuda NU harus ilmiah bukan emosional ..

    Justru yang sedang saya pikirkan saat ini adalah bagaimana menyelamatkan perahu NU dari dua kutub ekstrim, yakni paham liberal, dan paham wahabi salafi .. yang sangat keras tehadap seluruh komponen umat Islam

  19. numpang komentar…

    menurut saya sistem yang dah diterapkan saudara-saudara kita di PKS sangat bagus. sudah terbukti mereka mampu mencetak kader-kader militan yang telah menunjukkan produktivitasnya dalam masyarakat dalam kegiatan baksos dan sejenisnya serta yang lainnya.

    Mungkin salah satu kelemahannya adalah masih kurang banyak kader – kader yang mempunyai kemampuan syariah yang mendalam…..
    tapi saya salut dengan mereka.

    berbeda dengan saudara-saudara saya di nadhliyin banyak diantara mereka yang sudah mengenal ilmu syariah mendalam tapi belum banyak melakukan aksi buat masyarakat.

    saya pikir ini adalah kombinasi yang unik /jika mampu di kombinasikan/
    saya pikir sinergi antara NU dan PKS mampu membangkitkan umat yang tertidur dengan lelap.
    dan saya pikir ketika hanya gontok-gontokan serta salaing menghujat itu tidak akan memberikan solusi bagi Ummat malahan akan menambah beban yang semakin menumpuk…

    BRAVO NU….!
    BRAVO PKS….!
    BRAVO ISLAM….!

    :)

    • bravo NU…!!!!
      bravo Muhammadiyah…!!!!
      bravo HTI, HMI, Salafy, Tarbiyah…!!!

      kasian, umat islam saling menjatuhkan, menghabiskan energi!!!
      musuh islam gencar membombardir islam, eh yang d bombardir malah sibuk saling menghina, menghujat, dll… huh!!

  20. buat mas andaru..
    mmm…yang dikombinasikan apanya?tolong lebih di jelakan lagi,jangan ambigu..
    saolnya NU itu bukan organisasi politik, tapi organisasi sossial keagaamaan. sedangkan PKS itu adalah PARPOL.
    untuk masalah aksi dalam masyarakat, coba dech anda perhatikan dan baca kembali sejarah bangsa ini sahabatku… dalam periode mana yang disana tiada peran aktif NU (Nahdliyyin)?baik dari segi sosial,politik,ekonomi, apalagi masalah agama?
    so, jangan asal komentar kawan…! apa anda mau dikatakan tukang fitnah???

  21. nimbrung,

    wah, maaf saya agak telat nimbrung
    Kita ini Ummat Islam, kata Rasulullah ummat Islam itu ibarat satu tubuh, jika ada bagian yang sakit maka bagian yang lain ikut sakit semua. Jadi kita ummat islam itu semuanya sodara, haram untuk memfitnah dan menjelek jelekkan, ada konsep tabayun( islah) dalam islam. karena itu mari kita saling membela bukan saling memfitnah

  22. askm, inilah yang terjadi ktika qita lebih gandrung terhadap harokah (organisasi ) di banding islam sendiri,saya rasa saat ini yang paling di perlukan adalah sikap husnuzhon terhadap saudara – saudara qita seiman.

  23. Assalamu’alaikum,

    Kita lagi bicara tentang sarana perjuangan ummat Islam, kan? Ini menarik. Nah, liqo’ atau halaqah menurut saya memang bisa jadi salah satu jawabannya. Paling tidak sebuah ikhtiar, ini sejalan dengan thesis doktoral yang telah mendapatkan predikat setara cum laude di Univ. Madinah. Hasan Al Banna sendiri, pencetusnya, telah lama merintisnya lewat gerakan Ikhwanul Muslimin di negeri Mesir.

    Liqo’ dijalankan dengan efisien oleh Partai Keadilan/PKS di negeri kita. Ormas-ormas lain seperti HTI juga punya semacam sarana yang sama. Tak luput pula sempalan-sempalan Islam sesat juga mengambil manfaatnya. Bisa dikatakan, ber-Islam-nya seseorang memang peluang yang paling tepat dalam mengorganisir kekuatan.

    Prediksi saya, PKS akan pula dengan mudah (seperti FIS dulu di Aljazair, IM di Mesir) merebut hati para pemilih kaum muslimin lewat basis-basis liqo’ pemuda/pemudi yang dibangun dan dirangkai sedemikian apiknya sehubungan dengan sistim demokrasi yang dianut negara. Ada pula link antara halaqah-halaqah yang telah didirikan. Demikian pula struktur organisasinya, sudah mapan.

    Kemenangan PKS dalam pilkada-pilkada di daerah terus akan membuktikan hal ini. Kalau sekarang masih harus menggandeng artis kerean, begitu saatnya datang nanti, mereka akan berdiri sendiri. Kita juga akan melihat pergeseran posisi-posisi eksekutif/legislatif yang bakal diramaikan oleh figur-figur Ustadz suatu saat nanti. Kita simpan dulu pertanyaan apakah mereka memang orang yang tepat (ahlinya/berilmu) dalam forum ini.

    Seperti apakah format Islam di Indonesia ke depan? Prediksi saya, Islam Indonesia akan bergeser sedikit ke format ‘militan’. Itu begitu PKS sukses besar dalam dua-tiga kali lagi Pemilu, ditandai dengan lahirnya eksekutif muda kota-kota besar hasil binaan Liqo’ yang punya perhatian besar thdp. majunya Islam, meski pokok perhatian mereka berbeda-beda sebenarnya ketika ditanyakan mengenai suatu perihal yang bahkan sangat mendasar misalnya. Namaun, dalam konteks menilai hasil suatu perjuangan, ini sudah suatu prestasi besar yang ternyata bisa dicapai Islam dengan sangat cepat dan modal yang minim.

    Nah, kalau berbicara tentang dakwah Islam yang sesungguhnya, liqo’ yang menjamur sekarang itu tentu saja bukanlah jawaban tuntasnya.

    Direkomendasikan Hasan Al Banna, liqo’ tak lain adalah metoda dakwah yang bermula tatkala dakwah yang sesungguhnya belum mungkin berjalan sebagaimana mestinya seperti karena kondisi politik suatu masyarakat/bangsa (liqo’ awalnya bergerak sembunyi-sembunyi, bukan di masjid justru rumah ke rumah atau kampus, dan harus dalam suatu kelompok-kelompok kecil dengan kurikulum yang katakanlah akseleratif). Karenanya ada plus dan minusnya, dan juga karena dengan terdapatnya agenda yang memberikan pemahaman untuk mengutamakan menyatukan kekuatan segenap kaum muslimin terlebih dahulu, persis sebagaimana yang diamanatkan Hassan Al Banna dalam mencapai suatu jami’atul muslimin. Tarbiyah atau pembinaan, inilah yang menjadi fokus utama gerakan. Resikonya, tasfiyah atau ikhtiar yang terus menerus dalam menjaga kemurnian pemahaman agama agak kurang mendapat tempat.

    Adapun dakwah yang sesungguhnya, kalau mau berhasil, mesti dengan sabar mengikuti manhaj yang benar yaitu manhaj rasulullah (manhaj salafus shalih). Bolah-boleh saja ada kelas-kelas bahkan dibarengi dengan kultur menyetor hafalan Qur’an, namun tasfiyah harus terus berjalan bersamaan dengan tarbiyah. Majelis-majelis ilmu haruslah terbuka untuk umum, diadakan di masjid-masjid atau public area lainnya serta diisi oleh narasumber yang diakui berkualitas kadar keilmuannya, membahas kitab-kitab yang banyak jadi rujukan ummat, terutama kitab-kitab hadits dengan mengutamakan pembenahan (koreksi) aqidah di atas pembahasan-pembahasan lainnya.
    Ironi sekiranya aktivis harakah sibuk membahas situasi politik melupakan peningkatan pengetahuan dirinya, atau anggota keluarganya.

    Terakhir, patut kita bersyukur, di Indonesia tidak ada halangan untuk dakwah Islam. Sejarah harus kita jadikan pelajaran. Bagaimana FIS di Aljazair setelah menang telak dalam Pemilu yang berarti tinggal selangkah lagi yang diidam-idamkan rakyat Aljazair bakal terkabul, malah pecah berantakan di tengah jalan. Militer bukan sistem khilafah yang mengambil alih akhirnya. Bagaimana pula partai IM Ikhwanul Muslimin di Mesir tak kunjung sukses membawa perubahan besar dalam negeri Mesir. Apa sebenarnya yang jadi permasalahan? FIS dan IM terlalu cepat membesar, dan itu pun saja rapuh. Yang didapat selama ini justru Persatuan Islam yang semu, akibat kurang mendapat tempatnya unsur tasfiyah dalam dakwah yang merupakan dasar dari persatuan kaum muslimin.

    Saya kira, meski dalam perspektif yang lain, komentar saya ini (saya harap) lebih proporsional. Silakan komentar balik buat yang berkenan.

    Sekian,
    Wassalam

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Thanks info & komentarnya dan salam kenal.

    Memang liqo’ bukan monopoli PKS. Banyak kelompok-kelompok lain yang mengadopsinya juga.

    Any way .. Baru2 ni, saya lihat2 web n blog saudara seiman. Saya jadi sedikit agak bingung dengan PKS ni. Jika menilik akarnya yg sangat erat dengan Ikhwanul Muslimin (IM) yang dirintis oleh as-Syahid Hasan Al Banna, adalah hal yg aneh bahwa mereka membid’ah2kan amalan tradisional, sufi, dll. Dan lebih dekat ke paham salafi/wahabi. Maaf jika salah, mohon koreksi.

    Yang saya tahu orang2 PKS tidak suka majelis tahlil. Anti Maulid. dsb. Lihat keluhan Habib Munzir di Majelis Rasulullah. Demikian juga keluhan tetangga lingkungan sekitar kami. Kritik (teriakan) saudara2 kita mhs ugm dari akar NU thd AAI di atas, saya kira jelas.

    Ini sungguh berbeda dgn pengikut/ pengagum/ aktivis ikhwanul muslimin di luar negeri. Di Malaysia, mas Alexanderwathern misalnya, sangat anti thd salafi/wahabi. Moderat. Akrab dengan habaib, membela paham ahlu sunnah wal jamaah.

    Kalau baca riwayatnya, Hasan al Banna sendiri juga pengikut tarekah sufi. Syaikh Yusuf Qaradlawi, dulu aktifis IM, sangat moderat dan tidak anti Maulid. Syaikh Ramadhan al Bouthi, seorang profesor dan ulama syafi’iyah dari Syiria, dulu aktivis IM juga, bahkan sekr jadi rujukan santri2 NU yg belajar di LN.

    Ternyata .. mereka (para aktivis PKS) juga memegang al ma’tsurat sebagai dzikir pagi sorenya. Isinya kurang lebih 75% sama dengan kitab tahlilan. Maklum, gubahan ulama Mesir. Kl kita sering ikut majelis tahlil, dijamin lancar baca al matsurat ini. Namun yg aneh .. Kenapa pada saat yg sama banyak pula aktivis2 PKS ini yg membid’ahkan tahlilan?

    Apakah mungkin instruksi dari atas tidak sampai ke bawah? Atau kami yang salah baca? Ada yg mau klarifikasi?

    Mohon maaf sebelumnya dan terima kasih info-nya.
    Wallahu a’lam.

    • saya rasa gak ada hubungannya antara pks dan tahlilan, di kelompok liqo sy macem2 tuh, mau tahlilan, mau qunut, mau telunjuk gerak2 semua ada, kematangan beragama dicerminkan dari sikap kita menghormati kaidah2 fiqih yang diyakini seseorang,

      bukan waktunya lagi saling mengomentari, sekarang saatnya membangun peradaban

  24. Akh Orgawam,

    Berikut beberapa sisi negatif dari praktek pergerakan dalam liqo-liqo’ (PKS) yang saya amati sendiri terjadi di lingkungan saya bertempat tinggal, antara lain:

    - binaan terbawa-bawa taklid thdp Murabbi, atau kebetulan karena sang Ustadz pembina liqo’ yg bicara dalam taklim. Entah kenapa, kekritisan terhadap materi taklim yang kebetulan dibawakan Murabbi mereka di Masjid kami, hilang begitu saja. Mereka harus tahu bahwa Ustadz bisa saja salah. Eeeh, kami malah pernah terbawa bid’ah mengikuti shalat ghaib tepatnya sebelum imam maju memimpin shalat shubuh berjama’ah suatu hari. Anggota liqo’ yg kebetulan tokoh DKM memaksa-maksa prosesi ini, itu karena anjuran Ustadz sang Murabbi sehari sebelumnya. Entah kenapa, Ustadz tsb. tak kunjung mengoreksinya meski sudah ada yg mengungkapkan ke-bid’ah-an amalan ini. Yang mempertanyakan juga Ustadz kok, meski cuma dari kalangan lain.

    - binaan terkesan lancang berbicara tanpa latar belakang ilmu. Ini sebagai efek samping dari dipacunya setiap binaan mahir memberikan taushiyah. Saya sempat pula kaget ketika seorang yang berderajat Murabbi mengimami shalat kami, bacaannya jauh dari standar tajwid dan makhrajnya huruf. Kekagetan lain, binaan bersusah payah mengorbankan apa yg dia punya [demi kemajuan partai, apalagi menjelang Pilkada] mengalokasikan dana buat ini-itu, pulang rapat ini-itu sampai larut malam, dsb-nya. Belum lagi ada ajakan ikut aksi ber-demo ke bunderan HI di hari-hari tertentu, eeeh … ada yang sampai mau bawa bayi dalam kereta dorong segala. Saya tidak paham, apa ini pamrih bernilai pahala atau tidak. Mau pula rasanya menyindir teman-teman PKS yang sampai saat ini [ma’af] masih belum punya mobil sementara sang Murabbi yang berangkat dari Ustadz kemudian jadi anggota DPRD telah berhasil memarkir Nissan Serena di depan rumahnya, tapi tak perlu saya lakukan.

    - fanatisme berlebihan thdp. keberadaan suatu liqo’. Sikap kritis thdp liqo’ dari jama’ah lain yang lebih mengerti agama [ini saya kira], kok direspons secara negatif.

    - orang awwam ditarik-tarik sedemikian rupa untuk ikut liqo’, dan kemudian tidak disarankan untuk ikut pengajian lain. Melirik pengajian lain pun tak boleh. Malah stereotype thdp pengajian di luar liqo’ yang dikembangkan. Ini sangat aneh.

    - eksklusivisme. Ini bahaya lainnya kalau kita tinggal di suatu kompleks perumahan sementara ada kelompok-kelompok.

    - ghuluw atau berlebih-lebihan dalam menyanjung tokoh-tokoh IM. Mereka menggelari Hassan Al Banna dgn berbagai macam gelar ‘asy syahid’, ‘al imam’, dsb-nya. Apakah dunia Islam sudah menerimanya? Padahal beliau ini tidaklah maksum, dan tidak pula kapasitasnya melebihi figur ulama-ulama ahli hadits lainnya [ini penilaian berdasar kitab-kitab produk mereka]. Tahukah mereka bahwa malah ada literatur2 yang mengungkap latar belakang Al Banna yang pengikut thariqat sebenarnya? Tokoh lain yang juga disanjung-sanjung berlebihan ialah Sayyid Quthb dan Yusuf Al Qordhawi. Yang terakhir ini masih hidup saat ini dan tetap saja ada pro-kontra thdp fatwa2nya di Timur Tengah sana.

    - terlalu mengedepankan kitab Al Ma’tsurat dalam tarbiyah, padahal kita ummat Islam sudah punya Al Qur’an & Hadits yang teramat kaya dgn ramuan do’a2 yang shaheh warisan Rasulullah SAW. Sadarkah mereka di dalam kitab bikinan Hasan Al Banna itu malah terdapat wirid rabithah [bukan warisan Rasulullah ataupun para shahabat] yang lazim digunakan kelompok-kelompok thariqat? Sepanjang yang saya tahu, wirid rabithah ini masih terus dipraktekkan dalam liqo’-liqo. Seperti yang kita ketahui, keberadaan thariqat sendiri lebih banyak kontra-nya dalam mainstream Islam. Setahu kami pula, tak ada berita Nabi Muhammad SAW melafadzkan wirid begituan, dan juga wirid itu kok harus dibarengi dgn praktek mem-visual-kan muka-muka saudara se-Liqo’?

    Akhirnya perlu saya garis bawahi, di kalangan yang konsisten mengikuti taklim kitab-kitab masyhur, atau di masjid sekitar mereka sudah ada kajian rutin yang lebih bermutu, liqo’ tidak lagi mendapat tempat. Aktivis2 praktis harus mencari ‘ladang’ merka yang lain. Sebenarnya, hasrat ummat guna mendapatkan pengetahuan Islam yang bersih jernih, cukup besar.

    Nah, seperti yang saya utarakan, mereka adalah bahagian dari kita juga, ummat Islam Indonesia. Namun mereka harus menyadari kekurangan2 pemahaman mereka dan penyimpangan praktek-praktek mereka spt. di atas. Dalam kancah Islam, liqo’ yang sekalian menumpangi PKS ini, takkan terelakkan.

    Wallahua’lam

    –> Saudariku .. terima kasih sekali atas informasinya. Semoga bermanfaat bagi kita dan pembaca lainnya.

    Ada beberapa pendapat saya agak berbeda:

    Gelar as-Syahid untuk Hasan al Banna saya kira pantas. Umat islam menyaksikan sendiri gugurnya beliau. Beliau pernah mengikuti tarekah, itu adalah kenyataan. Demikian yg pernah saya baca. Ttg gelar2 yg lain thd ulama pujaannya (al Imam, al muhadits dll).. maka biarlah yg kompeten yg mengoreksinya.

    Setuju kita sudah punya Al Qur’an n Hadits yang kaya dgn ramuan do’a2. Saya kira al ma’tsurat mencoba meramunya menjadi kitab yg ringkas, mudah di bawa dan selalu diingat. Demikian juga dgn kitab tahlil, ratib al hadad, dzikrul ghofilin, dlsb. No problem, malah bagus.

    Ini seperti kalau mbak punya murid2 liqo’ misalnya, terus ada dzikir n doa yg berdasar ayat Qur’an n hadits yg anda tahu, ditulis untuk dibaca di rumah masing2. Atau anda menjelaskannya dan murid2 anda mencatatnya dan mengamalkannya di rumah. Murid2 anda besar kemungkinan akan menamakannya “wirid murrobi Aisyah“. (Keren kan..). Jika semakin banyak murid anda mengamalkannya, bukankah anda memperoleh pahalanya juga.

    Yang saya heran adalah jika ada orang memegang al ma’tsurat sambil membid’ahkan majelis tahlil. Itu sangat naif. Atau saya yg salah lihat.

    Ttg wirid atau doa yg bukan dari Qur’an atau hadits, saya kira boleh2 saja diamalkan, asal tidak melanggar syariat. Namun sepakat lebih utama mengamalkan dzikir yg dari warisan kanjeng Nabi saw. Bukankah boleh kita berdoa memohon minta lulus kuliah tahun ini. Namun pasti lebih utama berdoa robbana atinaa fidun-ya hasanah, wa fil aakhiraati hasanah, waqina ‘adzabannar.

    ohh yaa .. saya sama sekali tidak setuju jika dikatakan tarekah itu sesat. Mungkin ada sebagian oknum, namun tidak secara umum. Setahu saya, tarekah adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Selama itu memenuhi syariat, maka sah-sah saja. Ini seperti murid2 anda yg sangat tekun memegang “wirid murrobi Aisyah” di atas (maaf). Begitu yg saya tahu.

    Any way .. Terima kasih pencerahannya. Semoga kita selalu dalam kebenaran. Amien.

    Wallahu a’lam.

  25. semua harus sabar, perkuat diri dengan amal nyata, tidak perlu kita saling menjelekkan pihak-pihak lain, jaga ukhuwah islamiah, setuju kannn………………..

    .–> Setuju masss …

  26. To Mas Hadi IPB.
    Saya juga mahasiswa IPB, alhamdulillah yang saya tahu tidak seperti yang diutarakan mas Hadi. Tapi kalaupun ada yang seperti itu, mohon diklarifikasi apakah asisten tersebut menjelekkan ‘ORANG’ atau sekedar menunjukkan kesalahan ‘PENDAPAT’ beberapa oknum orang yang di anggap besar di NU,

    xxxxxxxxxxx cut xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Semoga kita terhindar dari sifat ghuluw, pengkultusan yang membutakan diri dari pembenaran akan ajaran Allah SWT dan Rasulnya.

    To Bung Amri.
    Hati-hati apanya mas? Ideologi PKS memang bagaimana mas? Dari mana tahunya? Mohon disertakan data yang ada.

    To Cak_yud
    Mbok yao Cak_yud ikut andil menjadi mentor alias pemandunya toh…kan dah ahli. Nggak usah minder.

    To Ibnu Hasan
    Setuju mas. Saya juga resah. Lebih parah lagi kalau yang diresahkan merasa diri benar. Padahal Imam Syafi’i (madzhab NU) berpendapat, bahwasanya beliau mengambil nash-nash yang sahih dalam berpendapat. Apabila dikemudian hari nash tersebut ternyata syak, dan ada yang lebih sahih Imam Syafi’i akan mengikuti yang sahih. Apabila tlah jelas mana yang haq dan bathil, kenapa harus dipermasalahkan? Gitu aja koq repot…

    To All,
    Islam is Islam, nggak ada Islam nahdliyin, Islam PKS, ataupun Islam Salafy. Kadang kita terjebak pada kerangka, namun melalaikan substansi. Ingatlah saudaraku, apabila ada ikhtilaf di antara kamu…kembalikanlah kepada Al Qur’an. Yang salah ya legowo dan back to as-sholah, yang menang nggak usah takabur…

    –> Maaf berat yaa mas .. komentar anda sebagian saya sensor. Sudah menyebut nama orang yang berpotensi ke ghibah, bukan membahas ttg liqo’ lagi. Untuk mencegah komentar semakin tak kondusif.

  27. Jazakallah…
    Hanya sekedar klarifikasi. Tapi kalo mas orgawam memandang seperti itu, itu hak dan tafadhol. Akhir-akhir ini memang sulit mengatakan yang hak dan ber-nahi munkar daripada amar ma’ruf ya mas…

    –> Terima kasih pengertiannya. Semoga klarifikasi anda telah cukup tertulis (dgn tanpa menyebut nama).

    Liqo’ adalah usaha dakwah yang baik. Saya kira perlu ditiru organisasi lain sebagai dakwah thd pelajar mhs. Namun yang namanya manusia, kesalahan n kekurangan itu selalu ada.

    Usaha meminimalisasi kekurangan sangat baik dilakukan. Aspirasi kawan2 yg notabene dari kalangan tradisional perlu diakomodasi. Klarifikasi pun perlu didengarkan.

    Agama ini punya kaidah-kaidah keilmuan yg kuat. Kita bisa berdebat untuk mencari kebenaran dengan hujah-hujah yg dpt dipertanggung jawabkan. Dengan tetap ber-ukhuwah dengan baik. Kadang (bahkan sering) beda pendapat tak terhindarkan. Maka .. Tirulah akhlak para ulama. Tirulah cara diskusi dosen2 anda.

    Semoga kejayaan islam dapat dimulai dari generasi anda2 ini.

  28. saya mau tanya ma kalian yang ikut liqo2an,
    1. apakah orng yang diluar kalian anda sangka tak patut bersama kalian, ini terbukti teman saya di kos basis liqo2an dikelurkan gara2 milih ikut liqo2an HTI? tidak pantskan sama2 orang islam hidup bersama kalian pengikut liqo2an? wallahul musta’an. na’udzubillah suma na’udzubillah.
    2.kepada mas admin, sadar mas islam itu rahmat bagi sekalian alam


    –> salam kenal mbak. Maaf .. saya bukan admin, tapi pemilik kost. Artikel ttg liqo’ ini saya tampilkan supaya man-teman yg lain yg penasaran bisa mengetahuinya. Juga yg pernah ikut atau mengetahuinya bersedia sharing di sini.

    Jika diskusi/ komentar berkembang jauh.. ada aspirasi tak sampai, ada bantahan, dll, justru saya tidak menduganya. Namun selama masih kondusif, komentar tak kan saya sensor.

    • Asslm.wr.wb.
      Untuk ‘mba pertanyaan ke-1 to the point saja, jawabannya sangatlah patut untuk ikut liqo, mau liqoatnya 2, 3, 4 dan lebih banyak lagi menurut saya tdk apa-apa. Hanya berbagi pengalaman, saat itu saya masih berstatus mahasiswa dan saat itu pula saya di amanahi untuk memegang binaan. Dari sekian binaan saya, ada 1 binaan yg liqonya di tempat lain atau lebih spesifiknya dia liqo juga di HTI. Saya pun tidak melarang dia untuk keluar dari liqoan saya atau disuruh memilih satu dari beberapa liqoan yg dia ikuti. Selama dia berniat untuk mencari ilmu why not…

  29. karakter, latar belakang, n pemahaman tiap orng tu beda2, jadi bisa jadi saat ia dapet pengalmaan tertentu diBAHASAKAN dgn cara yg beragam, dn ternyata malah ada yg nggAk PAS ama diri qt.. Yah kalo yg bijak mah disukai… Walloh a’lam. Mudah2an semua khilaf kita Alloh maafkn..
    Wassalamualaikum wr.eb

  30. salam buat akhi duniabaru..
    saya pikir mgk gk semua mentor bakal seperti itu, menjelekkan tokoh nu..
    yg q heran n gk terima tuh, mentorny slalu menyampaikan pendapat ustadz2 PKS..
    n knapa hrs menjelekkan tokoh yg bkn PKS..
    spakat jgn mengkultuskan tokoh tertentu, pun juga mentor tausiyah yg disampaikan jgn dr ustadz PKS saja? gimana?

    klo kajiannya mengakomodasi islam tradisionalis dr dulu pun saya akan ikut trs..tapi mau n terima gak?

    imam syafii berkata spt tu justru menunjukkan betapa tingginya kealiman beliau shg mmpunyai kerendahan hati spt tuh..
    sayangnya nie dijadiin hujjah bt mendebat para penganut imam syafii..
    padahal pendapat dr hadis yg disampaikan golongan itu jg blm tentu dalem..
    n justru jg sebenarnya lbh byk ngambil pendapat dr ibnu taimiyah, aljauzi..

    saran buat mentoring di ipb..mentornya jgn hanya ngambil bahan bacaan dr buku2 PKS aja, buku2 sayyid qutb, hasan albanna..

    klo bisa rekrutmen mentor jgn intern tapi juga coba dr kalangan lain spt nahdliyin ato lainnya diakomodasi, katanya islam tu satu gk da pks gak nu khan?
    wallahu a`lam..


    –> Maaf mas hadi .. saya ikutan nimbrung. Telah diklarifikasi bahwa yang dikritik adalah amalnya, bukan orangnya. Kenyataan di lapangan, biarlah Allah yg menjadi saksi. Harap masing-masing bersabar.

    Boeat mas hadi, ada beberapa pertanyaan saya. Jika anda tersumbat aspirasinya .. kenapa tak keluar saja? Bikin “partai” (pengajian, pen.) sendiri, semacam liqo’ juga dengan ustadz pilihan sendiri. Apakah liqo’an di sana sudah ditentukan wajib adanya? Dalam arti berpengaruh pada nilai kelulusan? Jika yaa .. siapa yg mewajibkan? Adakah sanksi jika tak mengikutinya?

    Maaf yaach .. ini pertanyaan orang awam bener.

  31. alhamdulillah qt sudah bikin kajian sendiri..
    justru adek2 angkatan q telah menggagas mengkaji kitab kuning lagi..

    stau saya dulu liqo`an PAI di ipb itu wajib satu semester pd tahun pertama, ada absensinya dan ada nilainya..
    jadi nilai tersebut berkontribusi thdp nilai total..
    jika seandainya dulu gak wajib tentu saya pribadi gk akan ikut liqo`an itu..

    sbenarnya kritikan mendasar saya adalh bahwa IPB itu kampus umum..knapa konsepnya yg dipakai dan para mentor2nya dipilih ikhwan2 Tarbiyah, knapa gk da kesempatan dari golongan lain kyk dr NU, Muhammadiyah gt..
    bukankah mereka juga berhak??
    apalagi mahasiswa dr background organisasi islam itu banyak..
    smoga ini jadi pertimbangan akhi duniabaruku…
    salam..

  32. Assalamu’alaikum,

    Sebelum menilai..baca dulu pahami dulu gerakan apapun, buku Platform PKS sudah muncul harga murah. mahasiswa ilmiah baca dulu dan sekali lagi pahami..perjuangan itu panjang. Seandainya Ibnu Taimiyah dulu ketika melawan tartar sehingga mengeluarkan fatwa boleh tdk puasa ketika ramadan sudah barang tentu kalau saat ini akan dikafir-kafirkan..Ijtihad bisa salah bisa benar. Ijtihad yg diambil gerakan dakwah bisa salah bisa benar tetapi ketika ketika mereka yakin berjuang krn Allah dan hasilnya yg mungkin kecil utk dilihat sudah menunjukkan kerapian mereka bgkn bangunan yag kokoh. Saya yakin barakah Allah akan berikan kepada mereka yg pantas Allah berikan…dikita banyak ulama ulama dan organisasi masa yg sudah hampir seabad. sama dengan usia umat islam yg punya kemerdekaan ditanah air kita cuma belum ada pencapaian yg benar benar memakmurkan rakyat. Kalau saya melihat saya sangat beraharp sekali dgn NU dan Muhammadiyah yg sudah lama malang melintang di belantra nusatntara yg sudah tahu tentunya permasalahan bangsa yg mendasar tapi saya kecewa belum banyak perubahan yg ada. Masing organisasi ini punya kaderisasi..seandianya anda mengaku sbg kader organisasi apa yg sudah anda lalui sehingga anda bisa disebut kader dan memajukan visi misi org masa dan yg jauh lebih penting utk dakwah yg syamil dan mutakamil.
    wassalam,

  33. kita ini sama-sama muslim. apakah pantas saling menjelek-jelekkan saudara semuslim. kita sama-sama hamba Allah. yang tahu mana yang terbaik dan mana yang benar hanyalah Allah.
    mengapa tidak minta Allah saja menunjukkan pada kita jalan yang lurus yang diridhoinya yang buat hati kita tentram. islam yang sebenarnya islam yang indah yang tidak saling meremehkan saudara semuslim.
    mengapa tidak mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah saw dan para sahabatnya. mereka berdakwah karena Allah dan islam yang mereka dakwahkan sangat indah. kalau baca kisah-kisah mereka, alangkah rindunya dengan keindahan islam yang dibawa rasulullah saw.
    saudara yang kita remehkan belum tentu lebih buruk dari kita. bisa jadi mereka lebih baik dari diri kita di hadapan Allah. apakah kita yakin kita sudah menjadi muslim yang baik? apakah kita yakin pasti masuk surga? lebih baik kita introspeksi sudahkah kita menjadi muslim yang baik seperti yang diinginkan Allah ataukah hanya baru di ucapan saja.

    –> Mas .. perasaan tulisan tidak ada menjelekkan sesama muslim. Jika dalam perkembangannya ada komentar-komentar yg agak “panas”, mohon disikapi dengan jernih. Berawal dari protes-protes saudara kita yg kayaknya tak terakomodasi, justru dikomunitasnya sendiri.

    Saya biarkan mereka berdiskusi di sini .. selama suasana masih kondusif.

    Maaf kalau tak berkenan.

  34. Assalamualaikum wahai ikhwanul muslimin!!!!!!!!!!!!!

    Buat Cak Yud : Tidak perlu mengorek-ngorek kekurangan orang lain untuk memperbesar kekurangan diri sendiri. Sebaiknya anda memberikan koreksi dan masukan yang membangun buat PKS dan Liqo’nya.

    Siapa yang tidak menghormati Tokoh pencetus NU KH. Hasyim Azhari, siapa yang tidak menghormati Tokoh pencetus Muhammadiyah, Masyumi dll yang tidak sesat tentunya.

    Jawabannya adalah orang yang mengaku NU, mengaku Muhammadiyyah,Masyumi dll, tetapi tidak membangun Islam dengan dasar Iman dan tidak beramal Soleh serta tentunya tidak membawa kebaikan pada saudara muslimnya yang lain. xxxxxxxxx xxxx.

    Buat Mas Orgawam : Saya termasuk telat ikut forum ini, namun yang terpenting bagi saya adalah Anda telah memaparkan sistem Liqo’ dan hubungannya dengan PKS dengan begitu arif dan Netral. Saya berani bilang begini karena saya mengikuti juga ta’lim di Salafy dan Jamah Tabligh yang menganut liqo’ tapi sengaja tidak dinamakan sama supaya terkesan ekslusive.

    Semoga Allah memberikan petunjuk buat kita2 yang melenceng dalam ber amar ma’ruf nahi munkar. semoga kita termaasuk golongan Umat Terbaik.
    Amin.
    Wa Allahua’lam bisawab.

    –> Maaf .. komentar anda saya sensor dikit. Untuk menghindari debat kusir. Menunjuk jidat orang itu sangat menyakitkan. Sekali lagi maaf ..

  35. Kaum muslim memang ditakdirkan “ingin” berpecah-pecah, dan mungkin masalah itu yg sebaiknya lbih kita utamakan u/ diselesaikan.
    Terlepas liqo benar/salah, terlepas mahzab apa yg kita ikuti, saya rasa kita tidak akan pernah pny kompetensi u/ mengatakan “kita benar & yg lain salah”.
    Sesungguhnya kebenaran itu jelas,malamya seperti siangnya,jadi yg perlu kita lakukan cukup mencari ilmu & mengamalkan tanpa harus “TERBATASI oleh mahzab,manhaj,harokah,organisasi,partai,dll”.
    Jika benar menurut ilmu yg anda miliki maka amalkanlah,jika salah menurut ilmu yg anda miliki tinggalkanlah,jika ternyata ilmu yg kita miliki salah insya Allah, Allah akan memaafkan kita, dengan catatan kita tidak berhenti u/ selalu belajar & mengkaji.
    Satu hal yg pasti dari Qur’an & Hadits bahwa umat muslim harus bersatu u/ menghadapi kaum2 kafir nasrani, kafir yahudi & munafiqun.

  36. PKSsekarang suda cenderung wahabi
    ini kenyataan,dalam hati mereka jelas2
    mereka membid’ah kan amalan2 kaum sunni indonesia.
    mereka juga menyatakan lebih baik meninggalkan baju mazhab.
    sekarang malah jelas sekali dalam tulisan2 mereka sering merujuk
    ke syaikh al-albani,utsaimin,bin baz. dalam aqidah asma’ was shifat mereka menolak sifat 20 dan berpandangan wahabi yang mujassimah.

    –> Mungkin penglihatan saya salah. PKS itu partai obar-abir kelompok2 islam. Kelompok utama adalah salafi/wahabi (lihat peta situs islam indonesia). Ditambah salafi mesir (ada artikel di blog ini), kader2 muda muhammadiyah, (sedikit sekali) aswaja (habaib/ NU), dll.

    Wallahu a’lam.

  37. Pertama, saya mau menyapa Hadiipb. saya juga dari IPB, dapat asistensi agama di tahun 90-an. Buat saya asistensi agama (itu Liqo ya? :D) saat itu lebih seperti formalitas. Saya beberapa kali bolos tapi Alhamdulillah lulus-lulus saja di mata kuliah Agama Islam. “cuma” 2 sks kan Mas?, jadi walaupun saya dapat C (ini sih krn pas ujian males belajar sebetulnya, saya tidak yakin juga krn bolos itu hehehe) tapi Alhamdulillah IPK saya tidak lantas jeblok.

    Mentor saya waktu itu akhwat lemah lembut, tidak pernah keluar satu pun perkataan menjelek-jelekkan orang lain atau sebaliknya memuji-muji orang lain. Jadi mungkin kebetulan Mas Hadi dapat yang “tidak pas”. Kalu ada yang merasa berhak juga atas mentoring itu, perjuangkan! Speak it out! Orang kampus harus kritis, iya kan?

    Saat ini saya tinggal di Eropa, di negara tempat saya tinggal banyak aktivis partai tertentu dengan pengajian sistem selnya. Saya ikut dengan niat belajar saja, dan saya tetap mencari di tempat lain. termasuk sampai “tersasar” di blog ini. Soal apakah saya berafiliasi pada parpol mereka itu urusan saya, dan sebagai orang dewasa, saya tidak mau orang lain mempengaruhi begitu saja.

    Ya, saya pikir daripada sibuk menilai kebaikan-keburukan yang seringkali subyektif, lebih baik kita belajar masing-masing jangan menutup diri dan merasa paling benar. Ambil yang baik menurut keyakinan masing-masing, amalkan… serahkan pada Pemilik Ilmu untuk selalu menuntun kita di jalan yang diridhoi. Masalah siapa yang paling benar di mata-Nya bukan urusan kita saat ini.

    Yanyan, dalam hal ini kita sepaham! (tapi gak mau bikin aliran baru ahhh… pissss ^^v)

    Maaf kalau saya terdengar naif…

  38. saya senang dengan program PKS yang begitu semangat dalam ikut mendakwahkan syiar Islam dengan mengadakan liqo. namun yang terkadang membuat saya bingung adalah terkadang liqo’ yang awalnya untuk dakwah islamiyah menjadi dakwah siasah (politik) yaitu liqo digunakan sebagai ajang rekrutmen kader dengan kedok dakwah. sehingga kadang liqo yang diadakan oleh lembaga dakwah kampus yang buak bagian dari PKS juga disusupi program politik (bukankan politik praktis tidak boleh masuk kampus)…
    terkadang juga menganggap kalo belajar agama itu harus lewat liqo dengan murobi. padahal kajian seperti liqo sudah ada sejak jaman dulu, dalam lingkunag Pesantren NU. di pesantren NU pengajian disamping dengan bandungan juga ada sorogan, selain itu juga ada diskusi yang mungkin kita kenal dengan bahsul masail, ato kadangan kita kenal dengan musyawarah.
    Apalagi dalam hal pernikahan, banyak murobi yang menhedaki muridnya kalo mau menikah harus dengan orang yang juga mengikuti liqo (dalam hal ini juga kader PKS)
    marilah kita bersama-sama koreksi diri…
    Politik memang bagian dari cara berdakwah
    tapi Dakwah bukan bagian dari Politik Praktis

    –> Mengenai menikah antar kader .. ada yg bisa cerita lebih lanjut? Menarik nihh …

  39. asslmkm. sy cm mau curhat… dulu sebelum nikah saya liqo(cukup lm 12 thnan). tp krn ksibukan stelah menikah & punya 2 org anak + kerja + tdk satu wilayah, sy jarang dateng tp ga pernah ada yg nanya. sampai ganti MR saya tdk diberitahu. ketika sy hubungi terkesan sy diperlakukan sperti sorang yg murtad, yg ditanya kmn aja lah? mslh komitmen lah dsb. Itu sy yg mnghubungi…kalo tdk berarti emang pd EGP. setau sy liqo tdk sperti itu…ukhuwah sgt diutamakan. saya cb mnghubungi liqo d wilayah sy, tp jwbnya ga jelas..yg hrs ada srt rekomendasilah..dsb..sy kecewa..dulu dakwah tdk seperti ini..sangat mudah utk diikuti..atau krn orientasinya sdh ke partai sehingga menghilangkan nilai2 ukhuwah + kebersamaan. saya sebenernya sangat haus + rindu liqo. apakah sy terlalu brsalah sehingga smua ikhwah menjauh. jadi sedih…Btw sy org cibubur jaktim.

    • ya akhi mala…kita tidak mengatakan liqo tidak bagus…dan kita tidak kekurangan majelis – majelis talim yang memang murni hanya mengajarkan ilmu….ukhuwah islamiyah tidak disandarakan oleh kepentingan diatas kepentingan din ini, tetaplah berbaik sangka kepada saudara kita, walaupun mereka tidak lagi menyapa kita,.. teruslah belajar, dengan ilmu lah kita akan terhindar dari fitnah dunia.

  40. Salam Sejahtera untuk Mba Mala, saya turut prihatin kalau niatan baik untuk ‘mengaji’ kembali belum mendapatkan tempat di kelompok dimaksud, hemat saya cari kelompok lain saja mba. Bagaimanapun tiap anggota liqo punya kepentingan dan niatan/ agenda yang ditampung oleh kelompoknya. Masih banyak kebun-kebun surga lain yang bisa diambil sayur dan buahnya selama kita mau mencarinya di ‘hutan belantara jakarta’ khan mba.

    Wassalam.

  41. ngomongin liqo, kaderisasi PKS, dll. saya bingung dengan temen2(hanya beberapa sich..) tarbiyah d UNEJ. g mau di bilang ashobiyah tp aplikasinya ttp aja ashobiyah. saya juga sempat merasa asing ketika saya fokus d wajihah yang g sepaham dengan mereka dan saya beberapa kali meninggalkan liqo. ya, memang realisasinya ketika ada yang keluar dari komunitas kita dibilang futur. bukankah ilmu bisa di cari d mn2? bisa saja yang g liqo malah jauuuh lebih baik dari mereka dalam.

  42. Assalamualaikum…
    jadi tambah bingung …
    padahal saat ini ada yang mengajak saya untuk liqo…
    tapi liqo seperti apa ya?? jadi penasaran juga, apa memang smua liqo berhubunngan dhn PKS? kan ga juga ya??
    trs nanya deh..bagi yg tau…
    memang saat kita memulai liqo kita harus mengisi formulir khusus?
    trs liqo itu dikelompokkan berdasarkan apa ya (dalam hal bukan di kampus)?
    >>> maaf ya malah jadi nanya (^_^)
    Wass

  43. Ana dulu juga pernah liqo’ semua mad’u senang apabila materinya soal politik, demonstrasi, jemaah-jemaah di luar kader, de el el….apabila materinya soal “panah-panah” rata2 pada manyun kabeh. Ngumpulin amal yaumi tiap hari, kadang2 dibandingakan dengan punya teman yang lain(waduuuh riya’ donk)….kata murrobi-nya A maka mad’u-nya A, apabila dewan syuro B maka mau g mau murrobi harus B maka mad’u nya B…layaknya paduan suara(koor githu lho)…ana sering kali “brontax” kadang2 yang sunnah aja di kadalin bahkan di kebiri termasuk soal HIJAB dan IKHTILAT..dalil bukan dipakai untuk kebenaran tapi mencari dalil untuk pembenaran…yaa akhol islam sadarlah bahwa dalil/sunnah adalah aturan dari Allah dan Rasul janganlah di Khotomi bahkan di kebiri
    8 tahun ana liqoat tapi hanya kekecewaan yang di dapat..no ilmu…haus ilmu…bahkan teman ana sesama liqoat ketika hendak menikah dengan akhwat tambatan hatinya sang MR tidak memperbolehkannya dengan alasan belum cukup umur walaupun MR akhwatnya setuju, tapi ia tetap saja melangsungkan pernikahan…kawan ana sungguh heubat…berani…karema kami sama sama orang lapangan yang di tugaskan di garis depan perjuangan dakwah (katanya)..namun banyak dari kawan ana yang di depan garis tersebut bernasib sama dengan ana…dahaga dengan ilmu…kami keluar dari kungkungan taqlid buta..kami keluar…kami rindu dengan “qolaLLah…qolarrosul”.Kami dianggap keluar dari jamaah, diteror, hingga di jauhi…na’udzubillah min dzalik…Bahkan ana dulu yang dianggap sebagai UMAR BIN KHOTOB-nya kampus di jauhi, bahkan mereka membalik badan, dan cepat cepat menjauh ketika berpapasan dan ketika ketemu dengan teman2 keputrian mereka memaki maki ana. Tapi sudahlah ana tetap berdoa mudah2n mereka tetap dalam lindungan Alloh dan berharap agar Alloh membuka pintu Hidayahnya untuk mereka dalam ilmu…”Qolallah…qolarosul”
    Barrakallahufikum

    –> Terima kasih .. menarik info tentang pernikahan intern kader. Sampai sedemikian kah?

  44. Wa Allahi… antum g percaya?..biarlah Allah sebagai saksi. Walaupun teman ana masih ikut liqo’ (wa Allahu ‘alam, sekarang) bahkan ia sendiri yang menganjurkan ke ana agar mencari ‘ilmu manhaj salaf agar tidak senasib dengannya seperti halnya teman teman seperjuangan kami..”al ‘ilmu faridhotul ‘ala kulli muslim (al hadits)” menuntut ‘ilmu kewajiban bagi setiap muslim

  45. Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Salam kenal untuk saudaraku semua…saya belum pernah ikutan yg namannya Liqo(mungkin julukannya Amma’), mohon pencerahannya ya :

    - Gimana sih awalan untuk mengikuti suatu pengajian Liqo?

    - Apa saja yang harus di persiapkan untuk mengikuti suatu
    pengajian Liqo?

    - Aturan apa saja yang wajib di laksanakan saat mengikuti Liqo?

    - Apakah Liqo itu suatu yg mengikat?

    maafkan atas ktidak tahuan saya, semoga dengan niat baik,tujuan baik dan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Amin3x…

    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

  46. Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Salam kenal untuk saudaraku semua…saya belum pernah ikutan yg namannya Liqo, mohon infonya ya :

    - Saya pengen banget untuk ikutan liqo, dimana saja yach tempatnya, ada gak yang dekat daerah slipi

    - Gimana sih awalan untuk mengikuti suatu pengajian Liqo?

    - Apa saja yang harus di persiapkan untuk mengikuti suatu
    pengajian Liqo?

    - Apa ada persyaratan tertentu untuk ikut ke pengajian liqo?

    - Apakah Liqo itu suatu yg mengikat?

    Maaf jika ada kata yang tidak berkenan, dan mohon dimaafkan atas ketidak tauan ini.

    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

  47. assalamu’alaiku..
    afwan buat para pecinta halaqoah semua.
    disini banyak pemuda yang ikut liqo’ atas nama pengkaderan partai tersebut, namun disayangkan mereka seperti kebablasan, seperti menomorsatukan liqo itu diatas segalanya, mis: rela meninggalkan kegiatan kemakmuran masjid seperti acara santunan yatim, hari-hari besar islam dll. dengan liqo tersebut karna waktu yang kebetulan berbenturan. padahal kegiatan mereka rutin tiap pekan, masih bisa diadakan pekan berikutnya lagi, seistimewa itukah liqo…??!!
    afwan, bahkan memandang “sebelah mata” pemuda-pemuda lain yang tidak pernah ikut liqo tersebut…
    mungkin saya “buta” soal halaqoh atau tarbiyah, tapi jangan jadikan keistimewaan ilmu tersebut justru menjadi titik lemah bagi musuh untuk memecah belah mu’min semua.
    na’uzubillaah..
    astaghfirullah..
    wallaahu a’lam..

  48. aslm.wr.wb
    saya sangat setuju dengan komentator sebelumnya, LIQO adalah kegiatan yang sangt identik dengan Partai PKS, ingat satu hal Ilmu tidak diperoleh hanya dari LIQO semata.kebanyakn para kader yg ikut liqo memandang sebelah mata umat muslim yang lain.PKS dan semua atribut kegiatannya hanyalah FATAMORGANA semata.
    contoh nyata KEtika Palestine di hancurkan oleh ISRAEL Seluruh umat islam didunia juga merasakannya bukan hanya PKS saja, contoh nyata yang sangat salah di lakukan mengapa PKS tidak bisa Mengumpulkan dana seperti waktu pengumpulan dana di bunderan HI untuk Palestine dilakukan buat menolong sesama Uamat yg ada di dalam negeri, hal itu juga sering terjadi di lingkungan masyarakat kecil.banyak yg kelaparan,putus sekolah tapi para kelompok LIQO yg berada disekitar Hanya tutp Mata.Mereka menolong hanya sesama Kelompoknya saja.Xxxxxxx LAh kalian Org2 yg berkedok agama hanya untuk golongan nya saja.

    • maf bukan mau riya tapi sedikit terenyuh dengan kata2 golongan dari penulis
      Palestine terluka PKS mengumpulkan dana….
      jogja gempa PKS mengumpulkan dana..
      banjir bandang dmana2 PKS mengumpulkan dana..
      Aceh tsunami,,PKS turun mengumpulkan dana,,bahkan banyak dari kader yg turun mengevakuasi mayit…sampai ada yg meninggal karena lelah…itu bagian muamalah pak alfakir
      smua kalau ada kejadian bencana PKS sigap membantu..lalu dmana ada kata untuk golongan sendiri…

      LIQO adalah sarana pembinaan…btul kbanyakan yg terlibat adalah orang2 dari kader PKS…tapi ada juga yg bukan…karena mereka tertarik untuk mengkaji alquran dan sunnah…saya bukan orang struktur PKS tapi saya kagum dengan meraka…adakah partai yg sebelum turun membenahi bangsa harus diberi pamahaman yang cukup tentang syariat menurut al-quran dan sunnah…
      SESEORANG TIDAK AKAN DAPAT MEMBENAHI BANGSA YANG BESAR KALAU DIRINYA SAJA TIDAK DAPAT DIBENAHI>>

      Agama kita sama Islam…jadi tidak ada golongan…
      dan tidak ada yg menggolong-golongkan spt apa yg bpk sampaikan

      suatu saat kebenaran akan menang…

  49. Friends, ketika masing-masing kita mendapatkan satu kelompok/geng atau semacamnya kemudian kita bisa share and feel free to talk and discuss everything tanpa harus merasa tertekan, terintimidasi bahkan terancam maka pada saat itu kita memperoleh suatu berkah kelompok sahabat yang luar biasa sulit utk didapatkan. but Don’t forget sulit bukan berarti tidak bisa atau tidak ada ya … ,
    Istilah Liqo memang sangat kuat menempel pada partai PKS sebagai upaya pengkaderan. Misi dari tiap Liqo akan tampak dalam setiap pertemuan, sehingga penilaian sesuai tidak suatu liqo bagi diri kita masing-masing sangat ditentukan dari keterlibatan kita diawal pertemuan. Jika tidak ada kecocokan maka memutuskan untuk pindah liqo sedini mungkin merupakan keputusan terbaik buat Antum
    Saran saya jika Antum memerlukan kelompok yang bisa dijadikan tempat untuk berbagi ilmu Agama, sharing pengalaman dsb. Liqo adalah SALAH SATU alternatifnya.

  50. aku sih bukan orang terpelajar tapi saya punya mata, telinga yang cukup untuk sekedar melihat mendengar kenyataan yang ada.saya sebagai tukang becak/cukup rendah kan menurut anda semua…? aku yakin orang-orang seperti anda semua akan mencibir dengan profesi saya….tapi ada segolongan orang yang tetap bergaul dengan baik, sopan, ramah, dan itu adalah orang2 PKS……..yang lainya belum ada ….apalagi mahasiswa UGM yang sombong-sombong….meskipun santri hafal di luar kepala tapi akhlaqnya banyak yang enoooool…..asli saya pernah ikut bakti sosialnya santri-santri …..wuuuh aklaknya booook jelek sekali…….

  51. assalamu’alaikum

    yg komen disini tergantung pd niatan hatinya mau sharing atau menilai scr obyektif atau menjelek-jelekkan pihak yg bkn dianggap kelompoknya.
    sy dl jg ikut AAI UGM, justru jd pembuka wawasan dan memberikan pemahaman islam yg orisinil dan komprehensif. sy spt br mengenal islam yg sblmnya tau mjd paham. bg yg tdk puas dg pemandu kan bs disampaikan kpd pengelola AAI. bedakan antara materi, sistem/kurikulum AAI maupun org yg terlibat dlm AAI spt pemandu. kalo mau mengkritisi kurikulum/materi silakan kumpulkan permasalahannya apa dan saran apa. kalau hanya memprotes dg cara yg tdk bijak misalnya emosional atau bersikap oposisi (bkn didasari niat ukhuwah tp permusuhan) sy kira komunikasi akan buntu.

    ttg liqo, sy termasuk yg putus nyambung. tp sll ada kejadian yg sy rasakan spt teguran Allah krn sy meninggalkan majelis ilmu. mmg majelis ilmu tdk hanya di liqo, tp sungguh ukhuwah islamiyah lbh mudah sy rasakan dlm liqo. kt belajar dekat dr hati ke hati, shg bljr agama dan menjaga keimanan lbh kokoh drpd kt “sendiri”. maksud “sendiri” adl sy tetap mengaji di majelis2 besar, dpt ilmu dan ketemu saudara sesama muslim. tp intensitas ukhuwah dg teman liqo beda, krn kt kenal pribadinya, terbuka dg permasalahan msg2, slg menasehati, dan bljr mengelola hati (tentu ada perbedaan yg banyak antar-pribadi di liqo). dari jaman sahabat rasulullah segala perbedaan cr berpikir, karakter misal abu bakar dan umar, cr beribadah sudah muncul krn perbedaan adl rahmat ASAL TIDAK MENYIMPANG DARI AQIDAH YG LURUS. penyimpangan aqidah misal menyembah Allah dan selain Allah(syirik), ada nabi baru stlh Rasulullah, tidak percaya akhirat dll.
    semua kembali kpd seberapa bagus akhlak dan kedewasaan kt dlm menyikapi perbedaan, diskusi bkn debat kusir, menasehati bukan memojokkan,mengkritisi yg membangun dg cr baik, jgn mengkafirkan muslim yg satu aqidah. naudzubillahi min dzalik. manusia butuh keseimbangan ‘asupan gizi’ utk hati, akal, jasad.
    ttg perjodohan internal sy pikir hanya sarana bkn keharusan, sy sendiri tdk berjodoh melalui internal dan begitu pula sebagian tmn2 sy(dan tdk dimusuhi…bedakan sistem dan pelaku). jgn menilai bbrp hal dr tarbiyah yg pernah ditemui kmd menjustifikasi seperti itulah tarbiyah. dan ganjil sekali yg mengidentikkan tarbiyah dg WAHHABI/SALAFY ..berbeda lah semuanya kembali kpd keimanan msg2. anda yg mengambil suatu keputusan atas hidup anda sendiri. smg kt dipilihkan Allah jln keselamatan dunia akhirat. amin. kebenaran milik Allah, kesalahan datangnya dr diri sy sendiri.
    wassalamu’alaikum.

  52. Assalamu’alykum Wr Wb

    Salam kenal nama saya Dimaz Hanif dari Jakarta International Freight Forwarder,
    sblmnya blehkah saya ikt brgabung dlm forum ini,

    saya hnya ingin mengklarifikasi Bwd yang mengatakan PKS itu Persis, Wahabi, Cabang Ikhwanul Muslimin di mesir dll sebaiknya dalami dulu ttg PKS itu sendiri,

    saya jg kader PKS wlwpn jrg2 ikut mentor(he…he…) krn sdg mengurusi persiapan perusahaan yang akan di audit oleh akuntan publik,
    sthu saya tdk smwanya PKS itu bgtu, saya PKS tetapi saya Membaca Barzanji, Ratib Al Haddad, Wirdhul latif , Al ma’tsurat,
    saya melaksanakan shalat shubuh dgn Membaca Do’a Qunut,shalat tarawih 23 rakaat Di Bulan Ramadhan, shalat jum’at di masjid yang azannya 2 kali,
    sering berziarah ke maqam para Waliyullah di Seantero Jakarta, dll
    dan semua kegiatan itu tidak pernah di larang oleh kaka mentor saya,WALAWPUN…memang sih ADA BEBERAPA org kaka mentor yang bilang “ngapain SIH ikut2 begituan(Ziarah Qubur Shalihin), buang2 bensin aja antum, mendingan jg qta muhassabah”

    Mngkin kawan2 blm bnyk tw bahwa sebenarnya tokoh2 PKS itu adalah kaum Nahdyin, Seperti :
    1.DR.Hidayat Nur Wahid MA,beliau adalah lulusan Pesantren Gontor ponorogo yang notabene para syaikhnya adalah Ulama NU bertariqah Ahlu sunnah wal jama’ah.
    2. Al Habibunal Mahbub Al ‘Allamah Al Habib DR. Salim bin Seggaf bin Idrus Al Jufri yang sekarang menjabat sebagai Duta besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi dan Oman beliau adalah cucu dari Ulama Besar di Pulau Sulawesi yaitu As Syaikh Al ‘Allamah Al Habibunal Mahbub AlHabib Idrus Al jufri(Guru Tua Al Jufri)
    3. Al Fdhilatus Sayyid Ad Da’i ilallah Al Habibunal Mahbub Al Habib Ir. Nabil bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali Al Musawa M.Si yang sekarang sedang mencalonkan diri menjadi caleg PKS di DPR Kalimantan Timur(semoga Allah memenangkan beliau) beliau adalah kakak kandung dari Al ‘Allamah Al Habibunal Mahbub Al Habib Munzir bin Fuad Al Muusawa Khadim Majelis Rasulullah SAW Jakarta,yang dimana Habib Munzir ini adalah murid dari Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alwi bin ‘Abbas bin ‘Abdul Aziz Al Maliki Rektor Ummul Qurra University Makkah Al Muakarramah dan jg murid dari Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Hafidz bin Syaikh Abu Bakar bin Salim pengasuh Pondok pesantren Darul Musthafa,Hadramaut ,Yaman

    Walaupun di dlu d SMA, saya memiliki gaya yang sedikit berbeda dari teman2 ROHIS kebanyakan,akan tetapi mereka tidak ada yang komentar(ada sih klo satu dua orang. tp, sy angap angin lalu ajah), yang pasti saya hanya berniat ingi mencari ridhanya Allah melalui keberkahan cucu2 rasulullah(Para Habaib),jika saya belum mampu untuk berziarah ke maqam Nabi SAW tetapi saya bergembira telah berziarah ke makam cucu2 nya di Indonesia(para Habaib),SAYA JG INGIN membantu menegakan syariah di negara ini (tentunya semampu saya)dengan cara memilih caleg yang benar,presiden yang benar dan pemimpin negeri ini yang benar yang tentunya menurut saya hanya saya dapatkan kriteria semua itu di PKS,

    Skli lg kuatkanlah Ukhuwah Islamiyyah kita, Hargai perbedaan dalam islam, Jika Qta bisa berteman bercengkrama dengan sahabat kita yang non muslim, mengapa kpd sahabat kita yang sama2 muslim kita harus bersinggung2an tau diam2an hny krn,Dy membaca Maulid,membaca Ratib, Tarawih 23 Rakaat, Shalat jumat azannya 2 kali, celananya tidak stngah betis(cungkrang),dsb.

    Akhi wa Ukhti kini Islam sedang di kepung jangan sampai hany dengan masalah sepele ini qta terpecah belah, rapatkan barisan di belakang panji Sayyidina Muhamad SAW dan di bawah bendera “laa ilaaha illallah Muhammadun rasulullah SAW”

    ilaa liqa!
    Wassalamu’alykum Wr Wb

    My FB : hanif_secretadmirer@yahoo.co.id

  53. aduh2…mas Hadi yang di IPB trus2 ngasih pendapat yg negatif tentang pengajian di IPB…mungkin mas dapet murobbi yg kurang fahim,,knapa ga mas ingatkan saja pada saat pertemuan…kita ga boleh saling menyalahkan..tapi kewajiban kita saling mengingatkan…bukan begitu mas??begitu juga pas liqo..makanya ada sesi tanya jawab..sharing..kasihan untuk mereka yang blum fahm,apalagi mereka yang baru tertarik untuk ikut pengajian..

    pengalaman saya selama saya ikut liqo sejak dari SMP dan sampai sekarang masih berjalan alhamdulillah..materi yg diajarkan mencakup fiqh,mamalah,tajwid,tauhid dan masih banyak lagi,,

    dan alhamdulillah saya masih tetap terjaga walaupun saya kadang salah(melakukan dosa)itu wajar karena saya manusia..dan yg peling saya kagum..setiap hari saudara saya trus ngigetin “antum sudah shalat dhuha, Brapa lembar akh tilawahnya, shoum ya akh besok” subhanallah tiada persaudaraan yg indah selain mengingatkan untuk dekat dgn Allah…

    dan yg paling harus diingat untuk mas Hadi kita manusia yg salah jd jgn saling menyalahkan,,ingatkan saja itu kwajiban qt…oke..salam persaudaraan untuk mas hadi

  54. AWW..BENAR BGD MAS..SEBENARNYA LIQO BAGUS.TAPI BAHASNYA HAL-HAL IDEOLOGIS.FUNDAMENTALIS.PRAKTIS SEMUA KEROHANIAN DI KAMPUS DAN SEKOLAH UMUM SUDAH DIKUASAI.CUMA CARANYA ITU LHO,CARI2 KESALAHAN YANG LAIN,DAN MENGGIRING MENGIKUTI IDEOLOG MEREKA.SAYA JADI ENGAN BERGABUNG DENGAN ROHIS2 SEKARANG

  55. saya pingin bener di mata Allah SWT> dan saya benar benar tidak mengerti dari tahun 2000 hingga sekarang 2009 pengajian liqo masih di perdebatkan sesama islam saling menghujat,bahkan kata kata binatang pun keluar dengan mudah tampa sedikitpun ada rasa malu, aneh atau mauneh?? semua orang selalu ingin merasa dirinya benar. padahal hanya Allah yang Maha Tahu siapa yang benar… what ever lah garing oge euy!!! sekarang tergantung niat manusia itu sendiri, saya yang merasa miskin akan pengetahuan agama islam. saya yang merasa miskin akan pengetahuan tentang Allah SWT, saya yang merasa miskin pengetahuan akan AL-Qur’an,saya yang merasa miskin pengetahuan tentang Rasulullah SAW dan pendidikan saya yang hanya tamatan SMP, ingin bertanya apakah ada orang di luar sana yang bisa diajak bicara baik baik untuk mendapatkan solusi? karena saat ini saya ingin pergi mengaji dengan sistim LIQO??? saya ingin memastikan segala galanya agar usaha ini tidak sia sia di mata Allah SWT.

  56. Baginda Rasulullah Saw pernah perkata bahwa dalam agama akan muncul fitnah, Jadi Meskipun Ikwanul Muslimin, NU, Muhammadiyah, Persis, PKS, PPP, dll ber mahzab sama, sama baiknya, sama ngetopnya, sama benarnya….dipastikan tetap muncul fitnah, pertentangan, saling menyesatkan, benci dendam pada ustad /guru….Itu semua memang kerjaan syaitan yang menghembuskan ke dalam hati, dengan pelaksana jin ifrit, dan disutradarai dajjal…

  57. banyak Fitnah yg keluar waktu Liqo’ saya alami sendiri.

    bahkan di fakultas saya kaderisasi terselubung itu sudah masuk kurikulum resmi. dan karena itu walaupun saya mendapat nilai A utk matkul PAI dr universitas. tp krn saya dianggap beda dlam matkul agama bikinan itu akhirnya yg keluar nilai D!!

    –> anda di universitas mana mas/mbak?

  58. liqo yang aq kenal tidak pernah menjelekan orang atw golongan,justru aq salut pada mereka (murob’i) walaupun hujan ttp bersemangat memberikan ilmu dan pencerahan ttg islam.Smoga liqo dapat tumbuh berkembang di NKRI memberikan pencerahan kepada umat diterima dimasyarakat.Dan smoga kader yang telah duduk menjadi anggota dewan sebagai wakil rakyat selalu berjuang untuk meningkatkan kemakmuran & kesejahteraan rakyat BUKTIKAN!!

  59. Assalamu’alaykum,

    Terima kasih atas artikelnya. Saya pribadi sangat tertarik untuk bisa ikut liqo seperti ini, untuk memperluas wawasan dan memiliki kepribadian Islami sbgmana dituliskan diatas.
    Saya mau tanya:
    1. apakah liqo PKS ini hanya untuk kalangan anak muda atau untuk semua umur?
    2. Jika memang untuk semua umur, dimana atau kemana saya bisa menghubungi untuk bisa diikutsertakan.

    Jazakallahu khairan

  60. Yang menjadi tujuan utama liqo bukan untuk mencari kader PKS

    Tapi ya untuk ISLAM itu sendiri, dan yang pastinya untuk mencari RIdho Allah semata

  61. pesan buat anggota liqo’…..

    “klo ngaji, lurusin dulu ALIFnya!!!”

    maaf klo dari sebagian kurang mengerti dengan kata2 ini…..

    • bukan orang lain yang ga ngerti, cuman ente aja yang jahil, dimana2 mana ALIF itu lurus, kalo bengkok itu otaknya smpean
      kecuali ente DUKUN,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  62. assalamualaikum
    kita memandang sudut suatu permasalahan berdasarkan kebiasaan kita, yg diluar kebiasaan kita itu kurang baik, maka akan terjadi benturan2 yg tidak menyenangkan orang lain karna berbeda,
    maka ini ga bakalan selesai,,,
    intinya sekarang adalah kebijaksanaan hidup, kapan kita melangkah dan kapan kita mundur, kapan kita naik dan kapan kita turun,
    eh, ngomong2 bahasa inggrissnya ONCOM apa ya???????

  63. assalamu’alaikum semua…
    liqo’ bagi saya…
    a. salah satu tempat mendekatkan diri pada Allah, al nya di lq saya diingatkan dan mengingatkan.
    b. ajang mencari ilmu, bisa juga untuk membanding-bandingkan…, maksudnya membanding-bandingkan ilmu di lq dan ilmu yang didapat melalui sarana lain…, dalam rangka memperluas pengetahuan dan mampu memilah sendiri mana yang benar…
    c. sumber kekuatan buat saya, soalnya terkadang ibadah itu jadi enggan kalau g dilingkungan yang kondusif, coba aja…, mis: segan kan baca Al-Qur’an pas lagi nongkrong di cafe, berhubung sama kawan2 liqoan yang semangat banget…, saya juga ketularan (bukannya yang g liqoan g semangat ya…, tapi yang saya alami waktu itu kebetulan dengan teman-teman lq gitu lho)
    d. tempat saya bisa terlibat dalam dakwah yaitu lewat lq…, bukannya sendirian g bisa dakwah, tapi InsyaAllah akan tertinggal lho kalo g ikutan…, soalnya saya jadi merasa hidup saya terasa biasa bila tidak dalam sebuah kelompok yang bergerak, rasanya hidup saya jadi biasa-biasa saja, setidaknya kalau ikutan lq atau dll yang sejenisnya, ada acara amal or aksi dakwah, saya bisa ikut nimbrung n terlibat
    e. 5 tahun lq, saya g merasa jadi kader PKS kok…, soalnya niat saya dari awal yaitu nuntut ilmu dan ikut dalam barisan dakwah, saya mendukung semua usaha dakwah baik yang dilakukan NU, Muhammadiyah, Masyumi dll… karena saya yakin tujuannya sama, yaitu menegakkan syariat Islam di Indonesia. dan saya selalu kagum dengan individu2 yang selalu berusaha berdakwah dengan melakukan hal sekecil apapun itu walaupun mis nya menyuarakan suara rakyat disiang bolong (demo nya tepat dan benar) walaupun kadang g terlalu berdampak buat perubahan. ha5x, tapi semua hal harus dimulai dari yang terkecil kan?
    yah…, ini semua hal yang saya pribadi rasakan, dan setiap orang punya pandangan sendiri, jadi saya hanya bisa berdoa agar segala kekurangan dan kesalahan bisa kita perbaiki bersama-sama, dan perlahan semoga semuanya bisa bersatu demi Islam…
    Allahu Akbar!

  64. Try berkata
    assalamu’alaikum semua………
    “liqo adalah sarana untuk mempelajari islam secara benar, ups! tapi jangan pernah mencari alasan untuk tidak datang LQ tapi carilah 1000 alasan saya bisa datang LQ gitu donk! semangat terus para kader Dakwah, Harapan itu masih ada, jalan itu masih panjang berjuanglah sampai ti2k darah penghabisan. Allahuakbar……………………………………………

  65. saya rasa kalo musuh-musuh islam membaca perdebatan ini mungkin mereka akan tertawa, kita itu (umat islam) kehabisan tenaga untuk mendebat sodara sendiri. beda pendapat sedikit saja langsung debat kalo tujuannya untuk meluruskan sih gpp tapi kebanyakan dari debat tujuannya untuk cari pembenaran bukan kebenaran menyikapi perbedaan ada baiknya kita mencontoh sikap rosul dan sahabat..dalam segala hal semoga kita selalu bisa mentauladani rosul dan sahabat. wallahu a’lam

  66. dalam hidup ini ada yang pro dan kontra, yang pro harus memperbaiki/mengevaluasi apa yang dikatakan oleh yang kontra tidak salahnya kita mendengar untuk kemajuan umat. begitupun yang kontra kalau berpendapat tolong jangan sampai menghujah beda pendapat adalah baik sehingga dalam rangka wa tawaa showbil haqq wa tawaa showbish shobr tapi dengan hati yang bersih. wassalam

  67. Saya sendiri bukan kader PKS tapi hanya pemilih tetap sejak partai ini masih bernama Partai Keadilan. Dan kebetulan saya juga kenal dengan sejumlah kadernya.

    Kalau dibilang PKS adalah wahabi,hal ini tentu saja tidak benar karena jauh sekali perbedaannya. Kalau dibilang PKS anti terhadap amalan amalan yang sering dianggap bid’ah, juga tidak benar, karena ada cabang PKS yang menyelenggarakan Maulid.

    Tapi kalau dikatakan ada kader-kader PKS (tidak semua) yang menganggap amalan-amalan yang dilakukan kaum Nadhliyin sebagai bid’ah,……ya bisa dipahami. Terkadang saya sholat berjamaah bersama dengan kader-kader PKS yang saya kenal, dan yang saya lihat, hampir semua dari mereka meletakkan tangannya di dada sewaktu sholat.

    Paham maksud saya, bukan ?.

    • aswb. dari sekian banyak komentar, saya hanya ingin mengatakan nahwa saya pernah liqo dan sekarang tidak. tapi bukan krn saya ngga mau liqo….tapi krn murabbinya ngga lagi ngeliko dan ngga sempat mindahin ke MR yg lain. dan buat Nahdiyin, masa sih di saat kehidupan di dunia ini memperlihatkan manusia semakin jauh kita tak berbuat…LIQO bukanlah untuk kepentingan tertentu suatu organisasi, tetapi pembentukan karakter seorang muslim. krn untuk membentuk pribadi muslim butuh waktu, harus bertahap dan jawabannya hanya di LIQO atau semacamnya sesuai dgn organisasi yg mewadahi apakah itu JT, HT, wahda, pks, dll. janganlah mengetahui sesuatu untuk diri sendiri tapi ngga ngebagi ke orang lain, tidak hanya dalam satu kali pertemuan tetapi bertahap sampai engkau melihat adanya perubahan sikap, perilaku yg islami pada diri seseorang yang engkau berikan pemahaman. ada yg lebih penting untuk dilakukan oleh umat islam dewasa ini,dan tidak hanya diam tapi harus membentengi dan membuat strategi untuk menghadapi…..bukan saling menuduh. menghabiskan energi untuk saling mencari kelemahan, toh tujuan dari setiap gerakan adalah satu hanya untuk mengejar janji ALLAH.

  68. Mohon bantuannya..
    Gimana caranya klu mau Liqo lagi..
    Saya dulu udah pernah ikut, namun karena ada beberapa kendala
    maka liqo saya terputus..
    Siapa ya yg bisa dihubungi..saya saat ini tinggal di daerah pancoran Jakarta Selatan..
    Jazakallah…

    –> coba hubungi habib munzir al musawa.

  69. aswb. dari sekian banyak komentar, saya hanya ingin mengatakan nahwa saya pernah liqo dan sekarang tidak. tapi bukan krn saya ngga mau liqo….tapi krn murabbinya ngga lagi ngeliko dan ngga sempat mindahin ke MR yg lain. dan buat Nahdiyin, masa sih di saat kehidupan di dunia ini memperlihatkan manusia semakin jauh kita tak berbuat…LIQO bukanlah untuk kepentingan tertentu suatu organisasi, tetapi pembentukan karakter seorang muslim. krn untuk membentuk pribadi muslim butuh waktu, harus bertahap dan jawabannya hanya di LIQO atau semacamnya sesuai dgn organisasi yg mewadahi apakah itu JT, HT, wahda, dll. janganlah mengetahui sesuatu untuk diri sendiri tapi bagi ke orang lain, tidak hanya dalam satu kali pertemuan tetapi bertahap sampai engkau melihat adanya perubahan sikap, perilaku yg islami pada diri seseorang yang engkau berikan pemahaman. ada yg lebih penting untuk dilakukan oleh umat islam dewasa ini,dan tidak hanya diam tapi harus membentengi dan membuat strategi untuk menghadapi…..bukan saling menuduh.

  70. assalamu’alaiku..
    Buat para pecinta halaqoah semua.
    disini banyak pemuda yang ikut liqo’ atas nama pengkaderan partai tertentu, namun disayangkan mereka seperti kebablasan, seperti menomor satukan liqo itu diatas segalanya, misalnya: rela meninggalkan kegiatan kemakmuran masjid seperti acara santunan yatim piatu, hari-hari besar islam dll. dengan liqo tersebut karna waktu yang kebetulan berbenturan. padahal kegiatan mereka rutin tiap pekan, masih bisa diadakan pekan berikutnya lagi, seistimewa itukah liqo…??!!
    Bahkan sampai2 memandang “sebelah mata” terhadap pemuda-pemudi lain yang tidak pernah ikut liqo tersebut…
    mungkin saya “buta” soal halaqoh atau tarbiyah, tapi jangan jadikan keistimewaan ilmu tersebut justru menjadi titik lemah bagi musuh untuk memecah belah mu’min semua.
    na’uzubillaah..
    astaghfirullah..
    wallaahu a’lam..

  71. Sungguh saya tertarik utk bisa ikut liqo, tp kesibukan saya menjadi masalah klasik yg selalu menghalangi. Adakah kira2 waktu liqo yg agak sedikit malam diatas jam 9 malam??
    Mohon info’ny, kebetulan saya tinggal di daerah jombang,ciputat.
    Syukron sebelumnya kak… ^_^

  72. Begitu byk komen ttg liqo baik yang positif & ‘negatif’. Bagi sy pribadi liqo merupakan ajang untuk belajar secara berkelompok.(terlepas siapapun yang mempelopori kajian liqo, PKS atau bukan.Ga masalah tokh.Mari berlomba-lomba dalam kebaikan.Teladani contoh yang baik, jauhi contoh yang tidak baik.)Agar kita tidak bagaikan seekor domba yang siap diterkam(dari kiri-kanan-depan-belakang)oleh propaganda hidup yang caruk-maruk ini. Marilah qta sebagai sesama muslim saling berhusnudzon……Marilah mulai membenahi mulai dari diri sendiri dan perlahan membina umat Islam Indonesia, yang secara kuantitas sangat luar biasa, tapi secara kualitas masih harus berbenah disana-sini.Sudah bukan zamannya umat Islam Indonesia saling hina, caci-mencaci.(menghabiskan energi).Panduan hidup sdh jelas: AlQuran dan Alhadist.(…… apa kata baginda Rasul melihat umatnya sibuk meng’underestimate’ sesama muslim.Yang penting sesuai syariat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s