Catatan harian seorang muslim

Ya Allah.. berilah kami ridlo-Mu

Matahari Mengelilingi Bumi?

Ditulis oleh orgawam di/pada Agustus 24, 2007

Ada fatwa aneh (dari ulama wahaby), bahwa Mataharilah yang mengelilingi Bumi (MMB). Bahwa matahari itulah yang berputar mengelilingi bumi. Dengan putarannya itu terjadinya terbit dan terbenam (siang dan malam).

Beberapa blog sudah membahasnya. Bahkan ada bukunya segala. Terjadi debat panjang dan melelahkan. Yang memprihatinkan adalah cap kafir dan sesat kepada yang tidak meyakini MMB. Wah wah wah…. ini fatwa pembodohan. Beginilah kalau orang bukan ahlinya bicara. .. ngawur.

Diskusi panjang kami lihat di sini, http://harry.sufehmi.com , http://abusalafy.wordpress.com/ , http://abdurrahman.wordpress.com

Tidak perlu panjang lebar. Video simulasi berikut mencoba mengungkapkan yang sebenarnya. Di sini, matahari sebagai fokus, semua benda langit .. termasuk bumi .. bergerak mengelilinginya. Tampak adanya keteraturan di sana. Pada kenyataan yang sebenarnya adalah matahari-pun beredar (berjalan), sesuai dengan garis edarnya.

Bumi yang mengelilingi matahari di video ini adalah putaran tahunan. Satu kali lingkaran memakan waktu satu tahun. Selain itu bumi berputar pada porosnya, yang satu kali putaran adalah sehari semalam (24 jam), dan inilah yang menimbulkan terjadinya siang dan malam.

Jika perhitungan (simulasi) dipaksakan diubah ke MMB,.. yaa bisa saja. Tetapi itu merupakan pemaksaan kehendak yang luar biasa. Dengan demikian benda langit yang putarannya teratur hanyalah matahari saja. Yang lain-lain, entahlah.

Ini belum lagi dengan fatwa (anggapan) bahwa bumi itu menetap..siap grakk, diam .. tidak berputar pada porosnya. Tambah kenceng matahari larinya, dan tambah heboh gerakan benda-benda langit lainnya. Yang jelas .. tambah susah mikirnya.

86 Tanggapan ke “Matahari Mengelilingi Bumi?”

  1. Kopral Geddoe berkata

    “Offering reason to the ones that had shunned it is like offering medicine to the dead.”

    Tom Paine

  2. Sebenarnya sudah cukup basi lho… :?

    –> Iyaa ..mungkin. Habis tahunya juga barusan sihh.. telat.
    Tapi ga papa. Semoga ilustrasi itu “menyadarkan” mereka/kita, untuk tidak ngawur dalam berteori, berhujah, atau berfatwa.

    Terima kasih kunjungannya

  3. Amd berkata

    Eh… eh.. yang nulis posting ini juga siap-siap dicap kafir™ yaa…

    –> Salam kenal n terima kasih…
    He he .. ga papa mas.. Bagaimanapun, kebenaran harus diungkapkan walaupun pahit rasanya.:-)

  4. abumaulid berkata

    Terima kasih kunjungan dan komentar di blog saya. Namun, hal seperti ini saya lebih percaya dan yakin kepada apa yang dibawakan oleh dalil Alquran dan hadits shohih, seperti yang telah ditulis oleh syaikh muhammad shalih al utsaimin. Adapun yang antum tulis di atas masih sebatas simulasi (tiruan) dan belum menerangkan yang sebenarnya dengan argumen yang bisa menyanggah dalil dari Alquran dan hadits shahih karena masih mengandalkan sains. Padahal ilmu sains itu berkembang dan bisa berubah. Dan sebagai seorang muslim, saya mengedepankan Alquran dan hadits shahih. Adapun penemuan sains atau teknologi baru jika itu bertentangan dengan Alquran dan hadits shahih maka akan saya tolak (seperti kasus BMM di atas).

    –>Terima kasih kembali.. maaf terlambat. Ehh .. tahu2 sdh banyak yg reply.

    Ada beberapa hal yang perlu ditanggapi,
    1. Tidak ada dalam dalil (Quran n hadits) yang mengatakan bahwa MMB. Sehingga tidak salah kami meyakini BMM. Dan tidak beralasan men-cap sesat (atau kafir) kepada muslimin yang tidak meyakini MMB.
    2. Memang simulasi di atas adalah tiruan. Tapi simulasi itu adalah miniatur dari kenyataan alam jagad raya ini, dibuat berdasar perhitungan dan konsep-konsep data-data ilmiah ilmu pengetahuan yang ada.
    3. Walaupun anda mengingkari adanya konsep BMM, tetapi adalah suatu kenyataan bahwa kita saat ini hidup dan menggunakan teknologi yang dikembangkan dari konsep BMM. Apakah akan diingkari juga kenyataan ini?

    wallahu a’lam

  5. abumaulid berkata

    info penting: salah satu blog yang antum link di atas, yaitu blog abusalafy.wp itu bukan orang salafy, saya pernah mendebatnya di blog dia dan ternyata gak tahu apa-apa tentang manhaj salaf. Justru dia menanamkan permusuhan kepada ulama salafy dan salafiyun di Indonesia khususnya serta menebarkan perpecahan di antara kaum muslimin. wal’iyadzubillah

    –> Oh yaa..??
    Pakai nama alias apa njenengan di sana mas abu?

  6. Amd berkata

    Taqlid buta terhadap fatwa pembodohan.. wakakak!

  7. abumaulid berkata

    @ Amd

    Begitu pun engkau, taklid buta terhadap sains.

    Sebetulnya saya tidak mengingkari penemuan ilmu teknologi, namun seperti yang telah saya katakan di atas bahwa

    Adapun penemuan sains atau teknologi baru jika itu bertentangan dengan Alquran dan hadits shahih maka akan saya tolak .

    Maka saya nasihatkan kepada Saudara Amd untuk bersikap dewasa, bijaksana, dan adillah dalam bersikap.

    –> sudah sudah… nggak usah bertengkar..
    Sekali lagi .. sains yang ada sekarang berkembang dengan konsep BMM, dan konsep bumi bulat bundar. Itu sudah terbukti secara nyata. Gak usah panjang lebar…buka saja google earth.

    Dan konsep BMM inipun tidak bertentangan dengan Alquran dan hadits. Sekali lagi,tidak ada dalil Alquran dan hadits shahih yang menyatakan MMB. Jadi mas abu… anda tak perlu bersikeras menolak konsep BMM..:-)

    Jelas kan.

  8. Kopral Geddoe berkata

    Saya bersaksi bahwa matahari mengelilingui bumi.
    Hidup Syaikh Utsaimin. Semoga panjang umur dan masuk surga tanpa hisab.

    *injak-injak globe*

    –> Syaikh Utsaimin sudah meninggal mas.. ga dikasih layatan toh..:-(

  9. Amd berkata

    Dan konsep BMM inipun tidak bertentangan dengan Alquran dan hadits. Sekali lagi …. tidak ada dalil Alquran dan hadits yang menyatakan MMB.

    Setuju Mas, malah justru fatwa pembodohan itu yang jelas-jelas bertentangan dengan Al-Qur’an. Mengenai hal ini ada pertanyaan yang oleh mereka yang mengaku-ngaku salafi belum dijawab-jawab: Apa padanan kata dalam bahasa Arab/ bahasa Al-Qur’an untuk “mengelilingi”?
    Apakah QS Al-Baqoroh: 258, Al-An’am: 78, Al-Kahfi: 17, Al-Anbiya’: 33, Al-A’rof: 54, Az-Zumar: 5, Asy-Syams: 1-2, dan Yaasiin: 37-40 ada menyebutkan secara gamblang kata dengan arti “mengelilingi” tersebut?

    Maka saya juga nasihatkan kepada Saudara Antosalafy untuk bersikap dewasa, bijaksana, dan adillah dalam bersikap.™ Salah satunya dengan tidak kabur dari diskusi (lalu muncul lagi setelah sepi), tidak meng-ad-hominem orang lain, dan tidak memutilasi pendapat orang lain dalam mengutip. BISA? Kalau sudah bisa, baru saya anggap Saudara sebagai orang yang mampu bersikap dewasa, bijaksana dan adil.

  10. Heri Setiawan berkata

    ilustrasi itu memang tidak membuka apapun ya karena memang itu cuma ilustrasi. Masalah ini memang membingungkan… kalau memang ada video “asli” yang menunjukkan bahwa bumi itu berputar atau matahari itu yang mengelilingi bumi tentunya akan sangat bagus.

    Kalau ada bukti bahwa bumi itu berputar tolong di-share dunk agar masalah semakin jelas.

    Saya meyakini bumi berputar karena beberapa pertimbangah:
    1. memang ahlinya bilang seperti itu
    2. ternjadinya angin
    3. “asumsi” huru-hara ketika kiamat dimana diceritakan guning2 beterbangan dan saya kira itu ada hubungannya dengan rotasi bumi yg dihentikan secara mendadak
    4. adanya satelit yang diluncurkan ke angkasa dimana dikatakan bahwa gerak satelit disesuaikan dengan pergerakan rotasi bumi sehingga satelit tetab berada pada orbitnya.

    –> salam kenal mas heri..
    Sangat pesimis untuk mendapatkan video asli. Mungkin butuh waktu ratusan (bahkan ribuan) tahun untuk mengirim kamera hanya untuk merekam gerakan tata surya dari jauh seperti di atas. Ilustrasi di atas memang hanya ilustrasi. Tetapi menurut kami, itu sudah mewakili dan membuka kemudahan bagi kita untuk memahami konsep gerakan tata surya kita.

    Dan ahlinya memang berkata demikian (BMM dan bumi berputar pada porosnya). (Salah satu dari) ahlinya ini pulalah yang membuat ilustrasi ini dalam bentuk software. Software yang sama meramalkan terjadinya Gerhana Bulan kemarin, adanya komet Mc Naught (bener gak nihh tulisannya) beberapa waktu yg lalu, dll, yang terbukti (hampir) selalu tepat.

    Saya setuju .. ilustrasi (atau software) ini bukan segala-galanya. Tapi menolak sama sekali adalah sesuatu yang Naif.

    wallahu a’lam.

  11. abumaulid berkata

    Anda juga tak perlu bersikeras menolak konsep MMB. Silakan baca ulang penjelasan MMB dlm artikel yg ada di link di atas. Jelas kan! Kita sudahi saja oke!

    –> Ehm.. justru video (ilustrasi) ini dibuat sebagai reaksi atas adanya artikel tersebut. Kami ingin meluruskan konsep yang salah berdasarkan ilmu dari ahli-nya.

    Dan artikel (Fatwa Syaikh Bin Baz, dan Syaikh Utsaimin) itupun kalau dicermati, tidak ada dalil Alquran dan hadits yang secara jelas-jelas menyatakan MMB.

  12. Amd berkata

    See? Kabur dari diskusi kan?

    Jelas saya bersikeras mempertahankan untuk menolak kosep MMB, karena fatwa pembodohan itu dibuat oleh orang yang sama sekali tidak mengerti ilmu astronomi.

    Dan dua pertanyaan saya juga belum dijawab kan? Atau Saudara ndak bisa menjawabnya? Kalau gitu silakan summon rekan-rekan Wahabi, eh, Salafy Saudara untuk menjawabnya. Saya butuh jawaban yang ABC: Accurate, Balanced dan Clear.

    *Padahal kan katanya kalau sesuatu hal diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggu saja kehancurannya? Masih ingat kan siapa yang bersabda demikian?*

    –> Maaf saya bold mas Amd… itu Hadits Riwayat Imam Bukhari

  13. abumaulid berkata

    @orgawam
    soal cap kafir saya tidak tahu asalnya dari mana. dan kamu perlu tahu bahwa tidak sembarangan dalam mencap kafir. Awalnya saya hanya merespon kunjungan sampeyan, tapi ada ada yang muncul dan membuat acara semakin seru. Seru kalau bagus nggak apa2, tapi saya lihat tidak demikian. Pemahaman yang berbeda tidak akan bis bertemu. Maka ya sudahi saja perselisihan2 seperti ini. Sebaiknya kita lebih sibukkan diri untuk belajar yang lebih penting, seperti akidah, tauhid, dan manhaj. Memahami dasar2 agama yang paling utama dulu harus lebih diutamakan daripada memperdebatkan masalah seperti BMM atau MMB. Kita berputar2 di sini saja, tapi ketika ditanya bagaimana cara wudhu yang sesuai sunnah kita gelagapan jawabnya atau berkaca diri kepada amalan shaleh yang kita lakukan, sudah bereskah shalat kita, sudah tahukan kita akan wajibnya shalat wajib berjamaah di masjid/mushala.

    @Amd
    Alhamdulillah saya masih sehat dan saya nggak kabur, masih di sini, tenang aja sampeyan nggak usah merasa kehilangan saya. Sudah…sudah ya. Nggak perlu dilanjutkan topik bantah2an ini. Kalau saya mau mudah saja mematahkan semua argumen sampeyan, tapi saya tahu bukan itu kok yang saya cari dan yang baik untuk dakwah.


    –> Cap kafir itu diberikan oleh Syaikh Bin Baaz. Demikian menurut yang kami baca di sini.

    Anyway.. mohon maaf mas abu kalau diskusi ini tidak menyenangkan anda. Melalui web ini, kami hanya berusaha mengungkapkan tentang benarnya konsep/teori BMM.

    Wallahu a’lam.

  14. Kopral Geddoe berkata

    Moral of the story
    Taklid buta jangan ke sains, taklid butalah kepada ulama.
    Sains tidak bisa bikin fatwa pengkafiran, ulama bisa.

    See who’s the biatch now! 8)

  15. Amd berkata

    @ Abumaulid

    Kalau saya mau mudah saja mematahkan semua argumen sampeyan, tapi saya tahu bukan itu kok yang saya cari dan yang baik untuk dakwah.

    Kalau anda mau atau kalau anda mampu?
    Justru saya menginginkan melihat semua argumen saya bisa anda patahkan! Tidak perlu dengan mudah, tapi dengan baik dan benar. Menjawab 2 pertanyaan saya yang sudah sebegitu gamblangnya saya tanyakan adalah hal yang paling saya harapkan anda lakukan, agar kita bisa melihat masalah ini dengan clear.

    Tapi apa yang anda lakukan? Kabur dari diskusi tanpa secuil-pun menjawab pertanyaan saya kan? Lalu bagaimana anda bisa membuktikan kalau anda bisa dengan mudah mematahkan argumen saya?

    Apa yang anda lakukan? Hanya ad hominem nggak jelas, mengaburkan isi posting ini dengan berbicara di luar konteks, lalu berusaha menyudahi diskusi tanpa memberi pencerahan apa-apa?

    Saya tidak merasa kehilangan anda, jangan ge-er deh. Saya hanya masih penasaran dengan pertanyaan saya yang belum dijawab. Jawablah, lalu saya tidak akan mengusik anda lagi di posting ini. Tentunya kalau benar anda sedang sehat, terutama akalnya.

  16. orgawam berkata

    Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (Ar Rahmaan,33)

    Telah banyak kosmonot/astronot yang berhasil mencapai angkasa langit. Semua melihat dan membuktikan bahwa bumi bulat bundar. Juga foto-foto satelite terhadap bumi. Nggak percaya… buka saja Google Earth. Kita akan bisa melihat bahwa bumi itu memang bundar. Dan kalau kita zoom… rumah kita bisa terlihat dari atas langit. Bahkan kalau anda sedang duduk-duduk di halaman pun bisa terfoto. Itu semua adalah hasil foto satelit.

    Dan satelite-satelite geo-stasioner, seperti satelite palapa yang dimiliki Indonesia, adalah satelite yang posisinya selalu tetap terhadap bumi. Satelite2 Palapa A, B, dan C kedudukannya selalu berada di atas Indonesia, tidak boleh posisinya bergeser sedikitpun di atas kita.

    Tahukah,.. bahwa satelite2 itu diberi roket pendorong, yang mendorong satelite tersebut agar supaya mengikuti putaran (rotasi) bumi. Tidak percaya… datanglah ke indosat. Konfirm ke sana. Ini merupakan bukti bahwa bumi berputar pada porosnya.

    Lalu.. tahukah anda mengapa anak lahir februari dikatakan berbintang aquarius. JIka lahir agustus, berbintang leo, dsb. Apa artinya ini.

    Itu adalah jika kita dari bumi memandang matahari dalam bulan tertentu, maka latar belakang (di belakang) matahari adalah rasi yang disebut itu. Jika bulan februari..tgl sekian sampai sekian.. maka dari bumi, di belakang matahari adalah rasi aquarius, dan jika bulan agustus adalah rasi Leo. Bulan sekian tgl sekian adalah libra, dst. Setiap tahun selalu teratur demikian selama berabad-abad. Ini dapat diterangkan dengan mudah jika kita memakai konsep BMM. Dan ini menunjukkan kebenaran konsep BMM tersebut.

    Saya tidak tahu bagaimana menerangkan kehadiran rasi2 tersebut dengan konsep MMB, sedangkan jarak matahari dengan rasi2 tersebut adalah ribuan tahun cahaya. Sedangkan 1 detik cahaya berjarak 300 000 km.

    Dengan konsep MMB, Bumi yang siap grakk, diam tidak berputar pada porosnya, maka rasi2 tersebut juga ikut mengelilingi bumi. Aduh…seberapa kecepatan lari benda-benda langit itu….?????

    Wallahu a’lam.

  17. Qomar berkata

    Masya Allah, kalau taqlid sudah mendarah daging, ternyata mampu mebutakan mata hati orang-orang berakal. Ummat islam akan dipandang rendah dan seperti hidup di jaman batu. Ilmu pengetahuan tentang astronomy adalah bagian dari sunnatullah. Ingat ketika pertama kalinya ditemukannya mesin kendaraan di eropah ? para pimpinan gereja menolak dengan mengatakan itu adalah kendaraan setan. Hal ini disebabakan banyak orang mati tertabrak kendaraan tersebut.

    Hendaknya kebodohan itu tidak terulang. Syeikh bin Baz dipandang sebagai ulama dibidang agama, dan kita menghormati keyakinan ini. Tapi beliau bukanlah seorang ilmuwan yang mengerti ilmu astronomy. Bahwa beliu berilmu agama kami percaya, walaupun dalam nuansa kontroversi, tapi bahwa fatwa beliau tentang astronomy harus dibela mati-matian, dengan berbagai cara, melabrak etika, logika, dan fakta empiris adalah suatu taqlid buta yang dilarang.

    Bin Baz adalah juga manusia biasa yang berusaha mencari kebenaran yang bisa khilaf, dan tidak mungkin mengetahui seluruh ilmu , dan tidak selalu benar. kalau pendapat beliau tentang MMB tetap dipertahankan, dan pengkafiran kepada yang menolak pendapatnya masih diberlakukan, hal ini akan menjadikan para pengikut beliau degradasi secara akademik. Kita tidak dapat menolak kebenaran yang datang dari musuh sekalipun, dan tidak boleh mempertahankan sesuatu yang keliru.

    Maaf, saya awan agama islam, tapi memahami serba sedikit tentang astronomy

    –> Terima kasih n salam kenal mas Qomar..

  18. rakhman berkata

    Assalamu’alaikum,

    Ikut berkomentar ya….,
    Seru nih kayaknya Sains VS AlQuran, Klo nash2 AlQuran menurut saya sih mmg menjelaskan dengan gamblang bahwa Matahari yg berputar bukan Bumi-nya, wallahu a’lam.
    Inget ga waktu kita SD pernah diajari bahwa sebelum teori BMM atau teori MMB juga yg dimunculkan oleh Galileo apa ya…? (sdh lupa) dan ternyata setelah beberapa tahun setelahnya dg bukti2 SAINS dimunculkan teori yg berlawanan (waktu itu belum ada astronot). Jadi menurut saya sah2 saja org berpendapat MMB, apalagi patokannya AlQuran. Adapun SAINS masih terus berkembang.
    Satu lagi nih SAINS yg mulai menggoyang teori BMM, teori relatifitas (Stephen Hawking apa ya?). Selama ini org mengamati pergerakan Bumi, Matahri dan Planet dari sudut pandang satu galaksi, bagaimana jika kita melihat pergerakan tsb dari galaksi lain? Analogi sederhana, kita melihat Matahari mengelilingi Bumi jika kita ada di Bumi, tapi jika kita melihat dr angkasa Bumi yg mengelilingi Matahari, terus bagaimana jika dilihat dari luar galaksi?

    Satu lagi, masalah Bumi bulat dan Bumi datar, ada fatwa juga dari Syaikh Arab Saudi yg mengatakan Bumi adalah Bulat adapun penyebutan ayat Bumi datar adalah dijadikan datar (seolah2 datar). Wallahu a’alam

    –> Wa’alaikum salam.
    Salam kenal mas rakhman… Tapi kayaknya judulnya nggak tepat dehh .. kalau Sains VS Al-Quran. Justru di dalam al Quran kita disuruh berpikir, mengamati langit, bumi, dan seisinya. Maka jadilah sains yg sekarang berkembang.

  19. Amed berkata

    Mas Rakhman, kalau dibilang gamblang, gamblangnya sebelah mana? Ayat yang mana yang secara gamblang menyebutkan “matahari mengelilingi bumi”?

    Dan soal judulnya, saya setuju nggak tepat tuh, yang benar Sains VS Ulama :D

    –> Kayaknya juga ga tepat dehh.. ulama kan banyak. Mendhing sains vs syaikh …
    Ohh iyaa nihh mas rakhman .. tolong beberkan di sini, karena setahu saya tidak ada dalil Quran maupun hadits yang menyatakan bahwa MMB.

  20. abumaulid berkata

    #Pengumuman

    Perlu diketahui oleh pembaca bahwa terdapat blog yang masih tergolong baru yang menamakan dirinya sebagai “abusalafy.wp”, namun tulisan-tulisan dan ucapan-ucapan orang ini di blognya justru menikam manhaj salaf, merendahkan, dan mencela ulama salafy, dan membuat kisruh suasana sehingga yang diinginkannya adalah perpecahan di barisan kaum muslimin, terkhusus salafiyyin. Orang ini tidak ada apa-apanya, tidak mengerti waqi’, tidak paham manhaj salaf, bahkan tidak mengerti agama sama sekali. Wal’iyadzubillah. Oleh karena itu, pembaca jangan tertipu dengannya!

  21. Amed berkata

    Bikin pengumuman yang menjelek-jelekkan orang lain masih sempat, kok menjawab pertanyaan saya yang cuma 2 kok ndak sempat ya?

  22. abu huda al atsary berkata

    saya akan membantah teori BMM, dari segi logis biar bisa diterima oleh umum…
    kalo bumi mengelilingi matahari, berarti tanda2 kiamat yang matahari terbit dari barat itu salah…(padahal itu disepakati dalam hadits yang shahih. ) berarti tanda2 itu sudah terjadi kiamat seharusnya, padahal oleh rosul disebut sebagai tanda2 bukan kiamat itu sendiri. padahal menurut penelitian sains bila terjadi matahari terbit dari barat maka bumi akan berhenti secara instan sehingga kiamat akan terjadi. lalu kita lihat dalam alquran yang mana gunung2 adalah sebagai pasak untuk menahan goncangan, itu membuktikan bahwa bumi itu tidak berputar. jadi mataharilah yang mengelilingi bumu mas…gitu aja kok repot

    –> Terima kasih n salam kenal..mas abu huda .
    Dengan konsep BMM, maka peristiwa matahari terbit dari barat itu sangat mudah diterangkan. Itu peristiwa besar, namun masih bagian dari tanda2 kiamat. Berarti .. kiamatnya sendiri jauh lebih dahsyat dari itu.

    Jika anda ngotot dengan MMB, bagaimana dengan gerakan benda-benda langit yang lain? Apa logis bahwa mercury, venus, mars, jupiter, ceres, dll, turut mengitari bumi dengan zig-zag? Trs bgmn dgn benda2 langit yg lain yg nun jaaauuuuuuuuuh sekali. Coba baca lagi dehh keterangan kami di atas.

  23. abu huda al atsary berkata

    masalah data2 dari astronot dan foto2nya justru dibantah sendiri oleh rekan yang lain, karena selama ini gak ada alat yang canggih yang bisa memotret bumi secara keseluruhan, karena ada indikasi manipulasi foto maka banyak dari kalangan mereka yang dicabut dari gelar2 ilmiyahnya, kamu gak tau kan seperti teori evolusi, penemu manusia kera, padahal tengkorak gorila dsb.kamu dibohongi orang2 kafir kok manut

    –> Coba dehh mas buka google earth. Install programnya (seperti anda menginstall yahoo messenger). Itu foto seluruh bumi ….asli mas. Coba di zoom, rumah anda pun bisa kelihatan, lengkap dengan baju-baju anda yang dijemur di halaman. Ini foto-foto dari satelite Amrik.. sudah free. Semua orang bisa lihat.

  24. aphieph berkata

    apusi
    katrox
    ra ono matahari mengelilingi bumi
    ????? ?????? ????? ???? ?? ????????? ?????

    –> Maaf .. umpatan anda terakhir sangat kasar. Saya hapus.

  25. Oknum Juga berkata

    Ooo… ini to. Sayang saya sudah ga ngeblog lagi. seandainya saya masih buat blog. akan hadir postingan berjudul “(ALIRAN) AGAMA! Mematikan daya pikir dan rasional”
    :D

  26. arogan berkata

    Ngak segarusnya kita berdebatkan masalah yang sudah ada pakarnya.
    kalo menurut saya semua itu kuasa Allah SWT

  27. Anti Geosentris berkata

    Tidak semua salafy setuju dengan teori geosentris, dibawah ini beliau tampaknya familiar dengan astronomi, sehingga tidak latah ikut2an seperti rekan-rekannya yang lain:

    http://faidzin.wordpress.com/2007/05/15/benarkan-bumi-ber-rotasi-dan-ber-revolusi/

    LIhat juga berikut, salafy yang lebih cerah pemikirannya, sehingga tidak jumud ke pemikiran yang tidak maju:

    http://salafyitb.wordpress.com/2007/09/07/teorifakta-ilmiah-vs-ucapan-ulama-salaf/

    –> Terima kasih info-nya…. salam kenal.

  28. guskacung berkata

    kelompok salafy kok jadi model2 manhajnya…

  29. faidzin berkata

    Setahu saya tidak ada teman saya yang latah-latahan mengikuti MMB. Mereka semua punya dasar dan saya hargai itu.
    Jika memang mereka mengikuti pendapat MMB dengan metodologi pemahaman agama yang benar sebagaimana yang diajarkan para ulama, maka tidak ada cela pada mereka. Yang tercela adalah orang-orang yang mencela para ulama sebagai orang-orang yang jumud.
    Saya menulis bukti-bukti BMM di atas bukan dalam kapasitas sebagai pendukung heliosentrisme. Saya bukan pendukung geosentrisme maupun heliosentrisme. Saya hanyalah orang bodoh yang sedang dalam proses menuntut ilmu.
    (semoga tidak ada orang yang memakai tulisan saya untuk mencela salafiyyin)

    –> Terima kasih konfirmasinya.. Dalam hal ini, tidak ada maksud untuk mencela siapapun. Mengungkap kebenaranlah yang kami usahakan, seiring dengan hujah yang (kami anggap) kuat. Maka saya anggap wajar ketika seseorang berkomentar dengan merujuk ke situs tertentu (termasuk tulisan anda), sebagai bukti (dalil) pendukung. Bukan untuk mencela.

  30. antosalafy berkata

    @ Faidzin
    Barakallahu fiikum.

    @orgawam
    Semoga tanggapan ke al akh faidzin benar adanya?

  31. Amed berkata

    @ Antosalafy
    Tanggapan buat saya? Pertanyaan saya kan belum dijawab-jawab??

  32. ayenk_blackgreen berkata

    Bismilah…
    Ya Allah, kenapa sekarang banyak umat islam yang menjadikan agama sebagai ‘hoby’?
    Bukankah teori BMM adalah fatwa para Ulama yang berkompeten dalam bidangnya (astronomi). coba lihat (duh saya lupa lagi ayat tersebut, tolong dibantu) yang menceritakan bahwa ulama itu adalah merka yang mengerti tentang hukum alam (tentang hujan, tanam-tanaman (biologi)) bukan yang fasih dalam bidang fikh saja. coba tanyakan pd mereka yang ngotot bahwa MMB, apa mereka mengerti bahwa elektron berputar mengelilingi inti atom?, maksud saya, jika hal seperti ini saja mereka tak paham bagaimana memahami tentang alam makrokosmos sedangkn yang mikrokosmos saja nilai mereka masih ‘nol’. yang kecil saja mereka tak tahu bagaimana sesuatu yang lebih besar ukurannya?, apa Syeikh bin Baz tahu juga bahwa sekarang ada benda yang jauh lebih kecil (dan hampir disebut energi kaerna bentuknya mirip pilinan) dan oleh para Ulama sains disebut sebagai Quark?, saya yakin seratus persen beliau tidak tahu karena yang ada dalam ‘kamus’nya hanya zarrah sebagai benda terkecil, padahal ada yang lebih kecil tuch..

    Saya tidak habis fikir, sekiranya saikh tersebut berkata bumi kita ini datar hanya karena salah fatwa, masa kita akan jadi kambing congek yang hanya bisa menurut saja?, dia manusia bukan tuhan, yang tahu segala-galanya. apalagi dia tak pernah diajak tebang keluar angkasa untuk melihat realita yang sesungguhnya. (ato ne jangan-jangan hanya sekedar bentuk ekecewaan beliau kaerna gak pernah bisa menaiki pesawat untuk melihat alam semesta dengan sesungguhnya? he2… sorry.

    Al Qur’an = Sains. Al Qur’an informasi terdepan, sedangkan sains adalah pembuktiannya. gimana seh!!!.

    Ayat tersebut (yang digunakan sebagai rujukan) hanya menceritakan tetang gerakan sinar matahari yang berputar mengelilingi bumi, bukan matahari yang mengelilingi bumi, tolong dibedakan sekli lagi SINARNYA, dan itupun dilihat dari sudut pandang manusia. Ya Allah sadarlah umat islam, kita ini sudah terpuruk jangan dubuat terpuruk lagi…, kenapa kita jadi bego gini…??????

    Ketahuuilah…
    Alam (makrokosmos – mokrokosmos) ini ternyata memiliki gambaran yang sama,
    coba perhatikan

    elektron berputar mengelilingi inti elektron (jumlah elektron yang berputar tergantung jumlah elektron valensinya)

    bumi beserta tata surya lainnya berputar mengelilingi mataharai

    miliaran taat surya berputar mengelilingi pusat galaksi

    dan jutaan galaksi berputar mengelilingi pusat supercluster

    jutaan supercluster berputar mengelilingi pusat semesta
    ………….
    sekarang saya mau bertanya,
    apa and yang bersikukuh bahwa MMB
    menerti bahwasanya langit yang tujuh tingkat itu mirip seperti kue latis yang tersusun keatas? padahal itu hanya gambaran dimensional tempat makhluk hidup, ada yang berada pada dimensi satu (pusat ketiadaan dan ke ‘ada’ an), dimensi dua (tempat bayangan), dimensi tiga (tempat manusia sekarang ini), dimensi empat (tempat para jin), dimensi lima (tempat para arwah), dimensi enam (tempat para setan),… dan seterusnya sampai pada dimensi sembilan (tempat surga dan neraka)?

    Saya juga ingin dengar pendapatnya tentang teori big bang? pa mereka tahu?

    –> Salam kenal mas ayenk… sudahlah gak usah emosi. Setiap manusia punya keterbatasan.
    Big Bang?.. mungkin dipikirnya saudara-nya CityBank. Atom .. bisa dikira jenis bom.

    Habis itu, memang manusia itu cem-macem sifatnya. Makanya, tenang saja..yg sabar… biar hidup ini terasa indah rasanya.

  33. agorsiloku berkata

    Bagaimana kalau kita kompromi saja. Kalau hari-hari ganjil, bumi mengelilingi matahari, kalau hari-hari genap matahari yang mengelilingi bumi. :D
    Kan ini masalah keyakinan pada agama dan sains, jadi tidak bisa diperdebatkan.

    (Mode otak : off, mode taklik : on)

    –> Bukan agama vs sains mas… Saya kira ini adalah perkara salah tafsir seorang syeikh yg kemudian diikuti oleh para pengikutnya. Karena masalahnya adalah salah tafsir, saya kira tidak cocok kalau kemudian agama itu sendiri yg dibentrokkan dengan sains. Karena banyak juga muslim yg mempercayai BMM

  34. sufehmi berkata

    Pada diskusi di blog saya bisa ditemukan informasi bahwa Syaikh Utsaimin ternyata belum mendapatkan informasi yang lengkap ketika mengeluarkan fatwa MMB.

    Karena beliau sudah mengikuti prosedur dalam pembuatan fatwa, maka kesalahan bukan pada beliau, namun pada orang-orang yang tetap ngotot mengikuti fatwa tersebut bahkan ketika sudah ditunjukkan kekeliruannya.

    Yang saya kaget adalah fatwa Bin Baz yang menyatakan bahwa yang tidak mempercayai MMB maka berarti statusnya kafir. Sinting.
    Saya lihat di diskusi tsb, tidak ada salafy yang mengkoreksi redaksi fatwa tersebut, jadi saya asumsikan bahwa Bin Baz memang benar telah mengeluarkan fatwa tersebut.

    Oh ya, Faidzin telah menarik tulisannya soal MMB vs BMM ini di blognya. Berikut ini adalah komentar saya di posting ybs :

    Assalamu’alaikum wr. wb, mas Faidzin, terimakasih Anda masih bisa jujur & blak-blakan mengenai hal ini. Walaupun saya tetap menyayangkan bahwa Anda sampai terpaksa menghilangkan dulu artikel tersebut, namun saya kira ini adalah hak Anda.

    Ada juga komentator yang berpendapat demikian (soal helio/geosentris adalah relatif) di blog saya.
    Namun ketika dibawa ke konteksnya, yaitu buku Ahmad Sabiq, jelas pembahasannya bukan berdasarkan pada relativitas, namun pada scope seperti tata surya & Copernicus. Pada konteks ini, maka saya kira Anda pun akan sepakat bahwa bumi lah yang mengelilingi matahari.

    Di beberapa komentar di blog saya tersebut juga bisa Anda temukan bahwa ternyata Syaikh Utsaimin belum mendapat informasi yang lebih detail mengenai topik ini. Jadi bisa saja fatwa tersebut diralat, dan diskusi tentang ini sudah dimulai di timur tengah sana. Bisa Anda temukan di komentar-komentar dari Syaiba di blog saya.
    Jadi sayang sekali jika disini justru kita tidak bisa berdialog dengan kepala dingin, dan cenderung jadi emosional duluan sebelum membahas data-data yang ada.

    Semoga kita semua selalu dijaga Allah swt untuk berada di jalan yang lurus, amin.

    –> Terima kasih info-nya dan salam kenal. Senang sekali anda sudi berkunjung ke sini.

    Anyway.. sejak awal saya duga ini adalah salah penafsiran. Jika memang dalam Al Quran disebutkan demikian (MMB) secara jelas eksplisit, tentulah para ulama sejak zaman salafiyah sudah membahasnya dan ramai. Tapi kenyataan sejarah tidaklah demikian.

    Jika tiba2 di zaman kontemporer ini ada syaikh (yg kebetulan adalah syeikh utsaimin dan syeikh bin baz) yg berfatwa demikian dengan landasan Quran, maka menurut kami, kemungkinan salah tafsir sangat besar.

    Di eramuslim walaupun tidak dikatakan secara terang2an, tetapi pak ustadz mengindikasikan juga adanya salah penafsiran. Di sana disebutkan bahwa “…Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi”.

    Wallahu a’lam.

  35. sufehmi berkata

    Terimakasih untuk reply nya. Saya gembira sekali bahwa makin banyak blog yang bisa membahas agama kita ini tanpa perlu terjerumus ke taqlid buta dan/atau ekstremisme (baik ektrim konservatif maupun ekstrim liberal).

    Sedikit tambahan, saya pernah membaca di sebuah blog salafy bahwa ada sahabat (atau ulama pasca sahabat?) yang juga menyatakan MMB. Tapi, sekali lagi, ini tentu bisa dipahami jika melihat konteks pada masa tersebut – ayat Quran yang mengesankan demikian, dan pengamatan sederhana (tanpa bantuan ilmu fisika & astronomi & alat-alat bantu canggih) juga mengesankan demikian; maka wajar jika jadinya berkesimpulan seperti itu.

    Yang aneh jika fakta sains sudah diketahui, seperti saat ini, namun tetap ngotot membabi buta berpegangan kepada fatwa lama yang didasarkan pada informasi yang belum lengkap.

    Semoga kita semua selalu berada pada curahan rahmat & hidayah dari Allah swt, amin.

    –> Terima kasih kembali. Amien atas doanya.

    Oh yaa.. kami barusan cek ke blognya sdr faidzin dan mmg telah terhapus. Sayang .. tapi itu hak dia.

    Tapi kalau saya boleh berpendapat, selain menghapus tulisannya..alangkah baiknya jika disertai juga dgn mengkoreksi/meneliti kembali pemahaman salafy-nya. Biar adil.

  36. juni setiawan wong deso berkata

    dalil mereka mengatakan demikian dari Surat YAsin yang bunyinya begini “wassyamsi tajri limustaqorri laha” dan matahari berjalan pada ketetapannya (tau bener tau enggak itu artinya begitu. liat aja ndiri di tafsirnya).
    oke akan saya jawab Insya Allah Tepat
    mereka menafsirkan Ayat tersebut bahwa Mataharilah yang mengelilingi Bumi. padahal maksud ayat tersebut adalah Matahari berjalan pada garis edarnya terhadap GAlaksi Bima SAkti (Milky) bukan kepada Bumi. hebat yaa Alquran sudah membahas tentang GAlaksi padahal saat itu masih jaman Jahiliah.
    nah sekarang kita baru tahu korelasi yang sangat erat antara Astronomi Modern dan Tafsir Alquran HE.. HE… HE.. makanya sekali-kali tafsir Quran TAnya Sama Ahlinya. YA Ahli Ilmuny juga Ahli dalam Ilmu Pembahasan terkait.

  37. Radytia berkata

    Konon pada jaman dahulu kala sudah sangat diyakini bahwa bumi itu datar, semua orang harus setuju dengan ketentuan ini.

    Konon ada seseorang yang tidak percaya bahwa bumi itu datar, menurutnya bumi itu bulat.

    karena keyakinannya yang nyeleneh menurut pendapat umum dan pendapat keilmuan waktu itu, maka orang tersebut dihukum mati.

    Nach, diskusi dalam blog ini mengingatkan saya akan sejarah diatas.


    –> Di literatur manakah sejarah yg anda sebutkan itu dapat kami lihat.

  38. Radytia berkata

    Silahkan dibaca sejarah Galileo-Galilei atau Copernicus

  39. profesor fisika berkata

    apakah ada yang tahu mana yang benar, matahari mengitari bumi ato bumi mengitarimatahari? Kita tidak ada yang tahu secara pasti klo tidak ada yang ngasih tahu.
    Waktu di sekolah kita diajari oleh guru kita, ato baca artikelnya copernicus(ada yang pernah baca?). Ato baca buku ilmu pengetahuan tentang matahari vs bumi. Bahwa bumi mnegelelingi matahari. Tapi ini kan hanya sebuah model. Kita bisa saja mendefinisikan lain, misal matahari mengelilingi bumi. Gak masalah. Kayaknya kita semua sudah kena doktrin tentang peredaran bumi mengelilingi matahari. Klo waktu ujian ditanya tentang itu jawabnya sebaliknya kita dianggap bodoh, nilai nol. Padahal pak Guru juga belum pernah ke matahari untuk mengetahui secara pasti yang benar mana.
    Dalam buku itu yang membuat seorang ustad, dia tidak sembarangan asal buat buku. Apa lagi ada artikel dari seorang ulama terkenal yang terjaga dari kesalahan dan penuh hati-hati dalam bersikap, nggak seperti kita (baca link : http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/)
    dari link itu sudah jelas dan gamblang bahwa yang memberi penjelasan tentang peredaran bumi vs matahari adalah Sang pencipta Bumi & matahari Allah SWT. Maka kita wajib mempeyakininya.
    Secara ilmu fisika pun ini dapat diterima. Justru lebih menguntungkan klo dengan paham matahari mengelilingi bumi. kita gak usah bingung-bingung membayangkan kita berjalan bersama bumi mengeliligi matahari, tetapi bukannya yang kita lihat sehari-hari memang matahari yang mengeliligi bumi, bergerak dari barat ke timur. apakah kita akan menipu penglihatan kita sendiri.

    –> Aduhh maaf mas… sepertinya anda tidak membaca tulisan ini dari awal. Link anda itu sudah kami rujuk di bagian paling atas. Justru atas keprihatinan dari link itu maka tulisan ini dibuat. Komentar anda ini pun sdh dibahas di komentar2 sebelumnya.

    Walaupun Syeikh Utsaimin (seperti link yg anda rujuk) seorang ulama terkenal yang terjaga dari kesalahan dan penuh hati-hati dalam bersikap, tetapi saya kira beliau tetap salah penafsiran. Tidak ada tafsir muktabar dari ulama-ulama terdahulu (yang lebih terkenal, yang lebih terjaga dari kesalahan, dan yang lebih penuh hati-hati dalam bersikap) yang mengatakan demikian. Dan tidak ada kata2 MMB secara jelas di dalam Al Qur’an. Lihat komentar2 sebelumnya.

    Mengenai seorang ustadz mengarang buku astronomi (BMM atau MMB adalah tentang astronomi), itulah salahnya dia. “Kalau sesuatu hal diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggu saja kehancurannya” (HR. Bukhari). Ustadz itu seharusnya merujuk kepada ahli astronomi, atau menggandeng ahlinya, sehingga tidak salah tafsir.

    Kata-kata anda bahwa MMB “secara ilmu fisika pun ini dapat diterima“, dari manakah teorinya. Bumi yang massa-nya jauh lebih kecil (lihat header blog-nya mas abumaulid/ antosalafy), bagaimana dapat mengikat matahari supaya mengelilinginya? Demikian juga dengan planet2 yg lebih besar lainnya ? Setiap benda punya sifat kelembaman. Bagaimana menerangkan hal ini ketika planet2 dan benda2 langit mengelilingi bumi secara “zig-zag” ? Bagaimana menerangkan, dan berapa kecepatan rasi2 bintang yg jaraknya mencapai tahunan cahaya itu mengelilingi bumi ?

  40. ivie berkata

    silahkan baca disini :
    http://langitselatan.com/2007/04/21/bagaimana-membuktikan-bahwa-bumi-mengelilingi-matahari-dan-bukan-sebaliknya/

    –> Terima kasih info-nya mbak…n.. Salam kenal. Senang rasanya anda sudi berkunjung ke sini

  41. [...] buat saya. Sampai di sini saya sejujurnya menyesali pernah beranggapan kalau beliau sengaja membuat fatwa pembodohan, padahal kenyataannya hal ini hanyalah disebabkan oleh minimnya informasi yang beliau terima [...]

  42. [...] sebagai panduan, dan dengan pengamatan langsung..  . Juga penemuan ini pastilah memakai konsep bumi mengelilingi matahari (BMM), astronom sekarang tidak ada yg pakai konsep [...]

  43. Assalamu ‘alaikum
    Maaf terlambat.

    Sebenarnya yang menjadikan ragu trhadap konsep geocentris oleh pendahulu heliocentris adalah mars kelihatan bergerak mundur, sehingga disimpulkan bahwa mars berada di luar bumi jika matahari sebagai poros.
    Dari itu berkembang bahwa matahari diam sebagai pusat dan bumi mars dan yang lain bergerak mengelilingi bumi.
    IPTEK saat ini dikembangkan dengan teori seperti ini, namun toh jika kita semua disuruh menjelaskan IPTEK yang mana yang berdasarkan BMM, terangkan dengan sejelas-jelasnya konsepnya, siapapaun (orang Indonesia) akan menjawab tidak bisa.
    Saya yakin bahwa penulis inipun belum menguasai konsep BMM secara detail, maka jika ada pertanyaan diajukan kepadannya, diapun tidak mampu menjelaskan secara ilmiah.
    Demikian juga terhadap konsep MMB, siapa yang meyakini konsep itupun tidak mampu menjealaskan secara ilmiah terhadap gejala-gejala alam yang tibul.

    Wal hasil, masih trdapat misteri yang sangat besar di alam raya ini, ini membuktikan bahwa ilmu yang Allah berikan kepada manusia sangatlah sedikit.
    Dari itulah salafyun meyakini teks yang ada di Alqur’an bahwa Matahari bergerak satu edar dengan bulan.

    Semestinya sebagai intelektual Muslim tidak buru-buru mencap fatwa pembodohan terhadap fatwa MMB, mestinya dijadikan pangkal tolak utnuk berfikir secara kritis, mengumpulkan data, tidak bersikap apriori.

    satu petanyaan yang meyakini heliocentris :
    Bulan sebagai satelit bumi berputar mengelilingi bumi,maka dalam keadaan tertentu bulan bisa berada pada posisi di antara Matahari dan Bumi,dengan demikian bulan dalam posisi ini mengalami tiga gaya :
    1. gaya gaya lurus oleh dirinya sendiri
    2. gaya gravitasi oleh bulan
    3. gaya gravitasi oleh matahari yang arahnya keluar dari jalur edar.

    Mengapa bulan tetap pada garis edarnya, kenapa tidak keluar dari jalurnya karena mendapat gaya dari matahari.

    Barokallahufikum.
    Saaudaramu fillah :

    Abu Salma bin Rosyid
    http://abasalma.cjb.net

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Selamat datang mas abu.. Anda benar, kamipun belum menguasai ilmu astronomi secara detail. Mengikuti konsep BMM tidak harus ahli di bidang ini. Kami berprinsip bertaqlid/ mengikut pada ahlinya (pakar astronomi dalam hal ini). Maaf.. anda jgn meremehkan orang, ada banyak pakar (indonesia) mampu menerangkan konsep ini.

    BMM ini adalah kenyataan. Lihatlah Geographic Channel, majalah2 astronomi, dll. Pikirkan juga kenyataan di komentar kami #16. Baru2 ini juga ditemukan tata surya baru oleh para pakar dari AS. Lihat juga diskusi di web-nya mas herry sufehmi (koment #34 #35). Ada beberapa pakar astronomi turun gunung di sana.

    Jika anda paham, simak juga link yang ditunjuk mbak Ivie di langit selatan. Bahkan dia cerita banyak orang-orang terpana ketika mengetahui bahwa Heliosentris vs Geosentris masih menjadi perdebatan di Indonesia.

    Ttg istilah fatwa pembodohan, itu adalah reaksi dari adanya fatwa kafir bagi orang2 yg tidak meyakini MMB. Singkatnya.. kami tidak rela di-cap kafir. Berat efeknya mas. Tahukah.. dengan demikian hak2 kami sebagai muslim tidak diakui. Tidak boleh memasuki Makkah Medinah, dll. Wah…berat mas. Padahal ttg MMB itu kan hanya (salah) penafsiran thd Al Qur’an saja. Tidak ada di dalam Al Qur’an secara nyata-nyata mengatakan MMB. Dan kami belum pernah mendengar ttg hal ini dari ulama tafsir terdahulu, apalagi mengkafirkan yg menentangnya. Tentang kemungkinan salah tafsir ini, era muslim juga nge-bahas.

    Tentang pertanyaan anda di bagian akhir, dari pada kami salah jawab, silakan anda tanyakan langsung ke para ahlinya. Ada banyak pakar astronomi di Indonesia. Anda lebih baik berkunjung ke planetarium ITB, yang diakui salah satu terbaik di Asia. Silakan tanya sepuasnya di sana.

    Maaf kalau tak berkenan. Wallahu a’lam.

  44. cute berkata

    klaim bahwa “MMB” lah yang menurut al quran dan sunnah ini yang bermasalah. Tafsir pribadi pada suatu ayat yang memang harus komprehensif di klaim sebagai yang menurut alquran dan sunnah ini yang jadi masalah.

  45. Assalamu ‘alaikum
    Terimakasih atas jawabannya.
    Saya salut anda mengakui taklid.
    Saudaraku jika anda mengatakan bahwa masalah MMB ini adalah masalah tafsir ini adalah kebodohan.

    Saya jelaskan sedikit sebelum saya menulis masalah ini di http://abasalma.cjb.net
    1. Konsep heliocentris menjelaskan bahwa terjadinya siang dan malam adalah dikarenakan berputarnya bumi pada porosnya. Saya yakin anda akan sepakat.
    2. Sedangkan dalam alqur’an dapat dibaca berulang-ulang bahwa yang menimbulkan terjadinya siang dan malam adalah beredarnya matahari. Diantaranya pada surat yasin Surat Yasin ayat (ayat 36 : 40, kalau tidak salah). Jadi ini bukan persoalan tafsir. Anda dapat baca lagi di http://abdurrahman.wordpress
    3. Memang dalam teori heliocentris dijelaskan bahwa matahari perjalan, namun jalannya matahari ini bukan menentukan perubahan siang dan malam. Perjalanan matahari menurut teori ini adalah mengelilingi milky way agar terjadi grakan seimbang dari sistem tata surya seluruhnya.
    4. Jadi telah jelas terjadi berbedaan konsep antara al-qur’an dan teori ini, bukan masalah tafsir akan tetapi masalah konsep awal. Ini mestinya dijadikan acuan kita intelektual muslim sadar. Secara jujur saya sebagai orang yang berbasis fisika, ketika belajar teori ini adalah telah muncul di dalam hati bahwa ini teori yang benar tidak mungkin salah. Maka sekarang saya sedang mengumpulkan data semampu saya baca sana-sini dan mendebat sana-sini. Sekarang saya belajar konsep BMM untuk mencari kesalahannya, memang sengaja saya lontarkan sedikit nada merendahkan agar ada yang mampu mau menjelaskan secara detai berdasarkan perhitungan-perhitungan yang matang secara hukum newton.

    Adapun masalah pengkafiran, barokallahufikum perlu anda ketahui, di dalam ahlussunnah dikenal pengkafiran mutlak dan pengkafiran mu’ayan.
    1. Pengkafiran Mutlak maksudnya adalah secara global. Contoh : Barang siapa menyakini bahwa ada satu ayat dalam alqur’an ini salah maka dia kafir. Sifat kaidah ini umum tidak dapat diterapkan pada orang perorang.
    2. Namun ketika ada seseorang benar-benar tidak yakin terhadap kebenaran isi al-qur’an tidak serta merta dikafirkan, harus tahu jelas alasannya mengapa dia tidak meyakini. Maka sebelum mengkafirkan seseorang perlu diadakan dialog (penyampaian hujjah) dan inipun tidak dilakukan oleh sembarang orang tetapi oleh para ulama.
    Saya membaca katanya Syaikh bin Baz mengkafirkan orang yang tidak meyakini MMB, ini adalah pengkafiran mutlak, bukan personal (wallahu ta’ala a’lam)

    Demikian sedikit penjelasan dari saya, semoga menjadikan perrhatian semuanya.
    Wassalamu ‘alaikum

    Saudaramu di jalan Allah.
    Abu Salma bin Rosyid

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Mas abu.. walaupun anda katakan bodoh, saya punya argumen. Ketika seseorang (syeikh) mengemukakan suatu konsep/teori/fatwa/pendapat dgn berbasis pada Al Qur’an, padahal di dlm Al Qur’an tidak tertulis persis demikian, kalau bukan masalah tafsir.. masalah apakah ini? Coba anda simak juga situs era muslim.. pak ustadz mengindikasikan hal yg sama. Juga blog ini.

    Anda membahas surah Yaasiin. Ini dari terjemahan,

    37. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
    38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
    39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
    40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

    Ketika baca terjemahan (37), maka dalam benak saya.. terjadinya siang dan malam itu adalah karena sesuatu hal .. dan hal itu (diketahui manusia saat ini) adalah karena bumi berputar pada porosnya.
    (38) tertulis jelas bahwa matahari berjalan di tempat peredarannya. Kelak (atau sekarang) manusia tahu bahwa matahari memang beredar di garis edarnya mengelilingi sesuatu (milky way).
    (39) jelas.
    (40) sampai saat ini matahari dan bulan tidak pernah tabrakan, karena masing2 berada di garis edarnya. Entah di hari kiamat nanti.

    Itulah di benak saya. Selaras antara Al Qur’an dan ilmu pengetahuan saat ini. Sedangkan MMB (Bumi diam tidak berputar pada porosnya, Bumi Siap Grakk, BSG) tidak tertulis langsung di dalam ayat-ayat ini. Kami berhak tidak taqlid pada tafsiran syeikh utsaimin atau bin baz. Kami berhak mengikut tafsiran ulama-ulama yg lain (terjemahan Depag dalam hal ini).

    Alhamdulillah anda mendalami fisika. Jika anda ingin menjungkalkan teori BMM, anda harus menjadi ahli di bidang astronomi. Untuk itu ku sarankan: Belajarlah ke ahlinya (masuk Fak/jur. Astronomi jika mampu). Beli text books-nya. Iqra’. Ikutilah komunitas dan milist ahli astronomi, baik dalam maupun luar negeri. Ikuti event2-nya. Kemukakan pendapat anda di sana, tanyakan apa2 yg anda ragukan. Itu baru menuntut ilmu yang benar sesuai jalurnya. Insya Allah.

    Jika anda hanya mengais-ngais, mendebat sana-sini, anda tak kan pernah mampu membuat teori sendiri (MMB, BSG misalnya). Dasar teori tidak kuat, penelitian tak da. Kalaulah anda bisa menang berdebat, yg anda debat hanya kroco-kroconya saja (macam saya ni). Dan tu tak de guna.

    Terakhir.. ttg macam-macam kafir seperti yg anda kemukakan. Efeknya terhadap korban fatwa (macam kami) sama saja. Apa peduli si korban. Yang jelas.. kami tak rela di-cap kafir.

    Maaf kalau tak berkenan. Wallahu a’lam.

  46. Saya baru saja membaca komen 16, itu belum menjawab benarnya konsep BMM, bisa saja yang berjalan adalah bintangnya.
    Adapun saatelit palapa memang saya sedang mau mempelajari seperti apa konsepnya.

    –> mas abu.. anda orang fisika. Anda tahu kecepatan maksimum benda melayang di jagad raya ini. Mungkinkah suatu benda bergerak melebihinya. Apa yg terjadi ketika benda melayang melebihi kecepatan maksimum itu.

    Berapa jarak matahari-bumi. Tercatat 149,680,000 kilometer. Dengan konsep MMB+BSG maka matahari lari sejauh keliling lingkaran (? m) dalam waktu 24 jam (? detik). Kecepatannya adalah (? m/detik). Masih mungkin?..ok.

    Tercatat bintang terdekat sesudahnya adalah Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus yang berjarak sekitar 4 tahun cahaya. Dengan konsep MMB+BSG, maka anda dapat menghitung kecepatan larinya. Berapakah? Mungkinkah itu terjadi? Anda tahu alasannya kan.

    Bintang lain, dari rasi Scorpius, bintang tercerahnya adalah Antares, berjarak 330 tahun cahaya. Dengan konsep MMB, berapa kecepatan lari benda langit ini mengelilingi bumi? Mungkinkah itu?

    Itulah (satu) alasan MMB+BSG tidak mungkin, kecuali kalau anda dapat membuktikannya, yang teruji kebenarannya.

    Maaf kalau salah. Wallahu a’lam.
    Catatan : BSG = Bumi Siap Grakk, Bumi diam tidak berputar pada porosnya.

  47. Assalamu ‘alaikum
    Barokallahufikum, jazakumullahu khoiron katsiro atas tanggapannya.
    Saudaraku…Insya Allah saya tidak akan pernah marah/tidak berkenan dengan macam apapun gaya bahasa anda, demikian juga saya berharap pada anda. Saya sudah niatkan belajar, ketika saya bertanya dan mendebat bukan berarti saya merasa lebih pintar, justru saya sedang mencari ilmu. Itu salah satu cara saya mencari ilmu. Jadi silahkan keluarkan apa yang anda fahami terkait dengan yang saya kemukakan. alhamdulillah saya mendapatkan ilmu dari jawaban-jawaban anda.

    Sebelum saya melanjutkan : Jangan terjebak dan merasa dikafirkan, ini tidak boleh, sama sekali tidak boleh anda merasa dikafirkan, rasa seperti ini akan menimbulkan permusuhan diantara kaum mulimin, tetap harus dipegang bahwa Fatwa syeh bin baz itu (jika memang benar, karena saya belum membaca sendiri hanya dari komen2 saja) tetap tidak mengkafirkan seseorang, Syeh Al-BAni mengatakan tidak boleh mengkafirkan seseorang yang dibenaknya masih terkena syubhat.
    (memang saya akui masih sangat banyak kesalah fahaman manusia terhadap manhaj salaf, ini PR kita semua sebagai mulim)

    Alhamdulillah, link yang anda berikan sudah saya baca, sebelum saya masuk ke blog antum.

    Akhi…Kembali ke masalah tafsir, bahwa ketika Allah menjelaskan matahari bergerak sangat berkaitan dengan timbuknya siang dan malam. Yang ini tidak ada dalam konsep heliosentris.
    coba perhatikan ucapan syeh Utsaimin :
    Dhohir dalil-dalil syar’I menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah yang menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam dipermukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhohir dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk mentakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah…..(sampai di sini ucapan Syaikh)

    Sungguh ini yang saya tangkap ketika membaca ayat-ayat yang berhubungan dengan gerak matahari, yaitu timbulnya siang dan malam berhubungan erat dengan gerakan matahari, ini bertentangan dengan teori heliocentris (coba fahami ini).

    Perlu saya sampaikan juga di sini :
    1. Metodologi Ilmiah Islam adalah meneliti apakah hujjah itu benar-benar berasal dari Nabi, maksudnya untuk membuktikan kebenaran suatu faham / tafsir tentang ilmu Islam (ad-din) adalah dengan menguji benar tidaknya sesuatu konsep itu dari nabi / sahabat nabi atau tidak. Kalau terbukti bahwa suatu konsep berasal dari nabi (secara sanad)harus diterima entah masuk akal atau tidak masuk akal (bersifat Absolut).

    2. Metodologi Ilmiah IPTEK adalah membuktikan gejala alam dengan hipotesa-hipotesa dengan bukti, yang ini bersifat subyektif tergantung kemampuan seseorang menangkap dan membuktikan kebenaran teorinya. Sehingga yang namanya konsep ilmiah tidak pernah berhenti, tidak pernah mutlak kebenarannya, hal yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Itulah IPTEK.

    Dari dua metodologi yang berbeda ini, saya menghimbau.
    1. Jangan asal menuduh suatu fatwa addin menyesatkan jika belum menguji secara metodologi ilmu Islam.
    2. Jangan menganggap teori ilmiah menjadi kebenaran yang mutlak.
    (Dua hal ini sebenarnya yang ingin saya pesankan kepada intelektual muslim).

    Sehubungan dengan fatwa syaikh Utsaimin, mestinya sebagai seorang muslim jika memang menginginkan kebenaran sudah kebenaran fatwa tersebut dengan meneliti dengan metodologi ilmiah yang berlaku dalam frame Ilmu Islam. Jangan dibantah dengan faham sendiri yang tidak bermetodologi, hal ini tidak bisa diterima.
    Sehubungan dengan konsep heliocentris kaum intelektual muslim tidak boleh memutlakkan bahwa ini konsep yang 100% benar, dengan meyakini seperti ini maka kaum mulimin akan bodoh terus terhadap IPTEK karena selalu tertinggal selalu ngikut.

    Secara teknik fisika saya cukupkan dulu, saya belajar lagi. Terimakasih atas jawaban anda.
    Semoga bermanfaat.
    Ohya ada yang ketinggalan :
    1. Kita harus ingat ketika Allah menunjukkan kekuasaannya dengan ayat dalam alqur’an maupun dengan ayat kauniyah adalah agar kita semua berfikir, maksudnya agar kita menjadi sadar akan kewajiban kita beribadah kepadaNya, jadi saya harap dengan dialog ini kita bertambah takwa (amin)
    2. Jangan sampai kemudian kita meniru orang barat, sibuk memikirkan alam semesta melupakan ibadah.
    Barokallahufikum. Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuhu.

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Terima kasih mas abu… Berikut tanggapan saya,

    1. Faktanya adalah fatwa kafir telah keluar. Ditujukan kepada orang-orang yang meyakini MMB, dan kami termasuk di dalamnya. Ini bukan masalah perasaan. Ini fakta. Kalau anda katakan bahwa fatwa syeh bin baz itu tetap tidak bermaksud mengkafirkan seseorang, lalu apa maksudnya? Adakah syeh bin baz sendiri menjelaskan maksudnya? Rasa permusuhan dapat dihindari jika kata-kata kafir (dan semacamnya) tidak diobral seperti ini. Berat mas..konsekuensi-nya.

    2. Tentang kalimat ini,

    “……..bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah yang menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam dipermukaan bumi, ……”.

    Kalimat ini tidak ada dalam al Qur’an. Ini adalah ucapan (tafsir) syeh utsaimin belaka. Kami tidak wajib taqlid padanya. Ada banyak ulama lain tidak berucap (menafsirkan) seperti itu untuk ayat-ayat yg sama.

    Jika kami bisa melihat fenomena BMM ketika membaca ayat yg sama (#45), anda pun pasti bisa. Coba tanggalkan sejenak “kaca mata” syeikh ustaimin-mu. Coba pakai “kaca mata” lain, barang kali bisa melihat lebih tajam.

    3. Kalau yang saya ketahui, definisi Metodologi Ilmiah Islam yang anda tulis itu adalah metodologi untuk ilmu sanad n matan hadits (definisinya tidak persis spt itu, pen.). Ada banyak metodologi ilmiah lainnya. Ada metodologi untuk ilmu tafsir, ada metodologi untuk ilmu ushul fiqih, yg mana metodologi dari para imam madzab 4 masih akurat sampai saat ini. Demikian juga untuk ilmu-ilmu yg lain. Ada metodologi untuk ilmu2 sejarah, politik, dll, termasuk untuk ilmu2 astronomi.

    Tidak pas jika metodologi untuk sanad hadits diterapkan untuk ilmu fiqh. Apalagi untuk ilmu2 astronomi… jauh. Janganlah jadi pendekar satu jurus.. pibu ke mana-mana jurusnya itu-itu saja. Pakailah jurus yg tepat untuk mengalahkan lawan. Demikian petuah Bu Pun Su.

    Sedangkan Metodologi Ilmiah IPTEK definisi anda itu mungkin termasuk salah satu cabang metodologi untuk ilmu tertentu. Dari manakah anda mengambilnya?

    4. Mengenai hal memikirkan alam, bukankah ada ayat-ayat di dalam al Quran supaya kita berpikir, melihat alam, untuk semakin yakin akan kekuasaan Allah ta’ala. Ini adalah salah satu ibadah (ghairu mahdah). Memikirkan alam adalah masuk ibadah jika kita niatkan ibadah. Ada dalilnya di Al Quran kan.

    Maaf kalau ada kesalahan. Wallahu a’lam.

  48. Haitan Rachman berkata

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Pandangan syeikh Ustaimin yang berkaitan dengan Matahari Mengelilingi Bumi, sangat mudah dipatahkan dengan realitas kita sendiri muslim. Jika Matahari mengelilingi Bumi maka secara AUTOMATIS kita semua di SATU TEMPAT LOKASI akan mempunyai WAKTU SHOLAT YANG SAMA. Tetapi kenyataannya, kita di satu lokasi TIDAK MEMPUNYAI WAKTU SHOLAT YANG SAMA.

    Dan pandangan ini merupakan pandangan Objektif, bukan Subjektif. Kalau pandangan subjektif, maka kita akan banyak dipengaruhi oleh perasaan kita sendiri. Kalau Objektif, maka pandangan itu akan lebih pada Objeknya.

    Ulama dapat juga keliru dalam pandangannya, tetapi pandangan seperti ini tidak perlu dijadikan sebagai sesuatu yang kurang hormat kepada Ulama atau kepada kaum muslimin lainnya. Itulah yang diajarkan oleh Agama kita yang mulia, Al-ISLAM. Sehingga kita terhindar dari perkara yang dilarang oleh Islam sendiri, yaitu menrendahkan kaum muslimin yang lainnya.

  49. Haitan Rachman berkata

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Kaum muslimin dan juga teman-teman salafi yang budiman,

    Beberapa waktu yang lalu kami telah sampaikan analisa terhadap tulisan yang berhubungan dengan perkara “Matahari Mengelilingi Bumi” terhadap situs salafi. Memang kita semua perlu berlaku adil kepada siapapun. Bahkan teman-teman salafi telah menulis bahwa “Kebenaran itu perlu diambil meskipun dari siapapun, termasuk dari orang kafir”.

    Kami jadi berkeinginan menambahkan tulisan sebelumnya, karena pandangan seperti ini akan sangat memberikan PROSES KEMUNDURAN bagi Ummat Islam. Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, ketika perang Khadaq terjadi dialog yang sangat menarik dengan Salman Al-farisi RA. Sayang CERITA tinggal CERITA, KITAB tinggal KITAB, ULAMA SALAFUSH SHOLEH tinggal ULAMA SALAFUSH SHOLEH, banyak diantara kaum muslimin kurang banyak memperhatikannya, terutama sekali teman-teman Salafi yang selalu mendengungkan BELAJAR ILMU dan ILMU.

    Mari kita sama ungkap secara OBJEKTIF, tidak SUBJEKTIF. Tolong kembali cari definisi itu dengan baik, jangan sampai salah penempatannya. Di bagian tulisan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa TEORI “Matahari Mengelilingi Bumi” sangat mudah dipatahkan dengan sebuah data, tentang PERKARA WAKTU SHOLAT.

    Di bawah ini kami akan bawakan DATA LAINNYA, agar kita semua lebih TELITI ketika menyampaikan pendapat atau juga pandangannya.

    1. Perhatikan dalam kehidupan Ummat Islam. Kita sangat mengenal dengan Tahun Hijriyah serta bulannya. Coba bayangkan jika TEORI itu dianggap benar. Maka KITA KAUM MUSLIMIN tidak akan mengenal namanya bulan, karena lama waktu terlewati Bulan dan Bumi SAMA. Sehingga TIDAK ada BULAN RAMADHAN, ATAU JUGA BULAN HAJI dsb.

    2. Kita mengenal Sholat KHUSYUF dan HUSYUF dikarenakan proses gerhana. Coba bayangkan jika dilewati kedua benda itu SAMA WAKTUNYA. Dan secara PASTI TIDAK ADA GERHANA.

    Teman-teman salafi tidak perlu angkat perkara membawa perkara INTELEKTUAL MUSLIM, karena memang Ummat Islam sekarang terlalu diberikan pandangan DOKTRINITAS tanpa adanya pandangan berimbang.

    Jika tiga DATA itu dianggap sebuah HIPOTESA/PRADUGA. Mari kita sama-sama ungkap dengan baik. TETAPI jika KURANG TEPAT maka pandangan Ulama yang bersangkutan perlu dicabut, karena akhirnya memberikan kerangka yang tidak baik bagi kaum muslimin. Hal ini sebagai rasa hormat kita.

    Tetapi tentunya yang perlu melakukan adalah teman-teman salafi sendiri untuk hal ini. Dan kalau perlu dibuatkan tulisan kepada para Ulama Salafi di sana terhadap pandangan TEORI di atas untuk dimintakan pandangannya, dan tentunya disampaikan pandangan berimbangnya.

  50. Mas Fey berkata

    dan apabila bumi diratakan, (84:3)
    dan bumi serta penghamparannya, (91:6)

    Apakah dengan serta merta kita menafsirkan bahwa bumi itu “datar” seperti hamparan karpet? Lalu kenapa dikatakan bahwa (seolah-2) bumi itu rata/datar? Karena secara penglihatan sederhana memang seperti itu. Tetapi “fakta” berkata lain yaitu bumi itu “bulat” seperti jeruk purut.

    Analogi dengan penafsiran ayat di atas,
    secara penafsiran sederhana MMB memang bisa diterima. Tetapi dengan kemajuan iptek seperti sekarang (ingat, alam semesta juga ayat-2 Allah yang perlu dipelajari tentu saja dengan disiplin ilmunya masing-2) ternyata “fakta (paling tidak sampai saat tulisan ini dirilis)” berkata lain yaitu “BMM”.

    Hal ini seperti halnya mempertentangkan Ibnu Taimiyah dengan Al-Ghazali tentang ilmu tasawuf/sufisme.

    ‘Ulama` -> bentuk jama’ dari ‘alim yg berarti orang yg mengerti (berilmu). Tentunya bukan hanya dalam hal ilmu fiqih atau tauhid saja. Orang yg mepunyai ilmu dalam hal ilmu falak (astronomi) (secara bahasa) juga bisa disebut “‘ulama`”

    Ibnu Utsaimin adalah seorang ‘ulama` dalam bidang fiqih dan tauhid dan ketika beliau menafsirkan ayat yg bukan berbicara dalam ranah ilmu beliau (yaitu fiqih dan tauhid) bisa saja beliau (mungkin) salah tafsir.

    Jadi yaaaaa…. tidak perlu taqlid membabi buta!

  51. Galilea berkata

    Ada diskusi yang cukup ilmiah dan tidak pakai menghujat ulama dan orang lain:

    http://myquran.org/forum/index.php/topic,29835.0.html

  52. agorsiloku berkata

    Nggak nyangka lho, diskusi MMB dan BMM itu masih terus berlanjut. Saya berkomentar dan memposting sejenis bulan April 2007. Kemudian terlupa malu meningat-ingat kembali. Ternyata orang masih yakin juga MMB, namun ada titik-titik menuju kebenaran yang telah ditemukan ilmuwan ratusan tahun yang lalu….


    –> salam kenal mas agor.. Semoga saja demikian.

  53. [...] akal dan logika. 8. Standar ganda dalam taklid. 9. Kalah dalam diskusi, serang orangnya! 10. Tidak mampu menjawab, kabur dari diskusi! 11. Tidak lupa sebelum kabur melontarkan omong besar nan arogan! 12. Setelah [...]

  54. Indra berkata

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    begini saja, di Indonesia inikan muslim yang sangat ahli dibidang bintang dan antariksakan buanyak sekali. kita juga punya kubah planetatium untuk melihat secara langsung antariksa yang bisa
    kita gunakan untuk membuktikan teori kita masing-masing.
    yang silang pendapat mari kita saling tabayun diplanetarium sambil
    ditengahi sama para pakar.

    Wassalamu ‘alaikum

  55. alfikr berkata

    Bismillah…

    Amerika dah bisa menjelajah ruang angkasa, tetapi mengapa kita masih sibuk berdebat tentang sesuatu yang tidak terlalu urgen untuk diperdebatkan?

    Tetap semangat ya!!! :)

  56. Balita berkata

    Wah ini spt film yang saya lihat om (ini anak saya yg nulis)

    Coba cari VCD buat anak-anak judulnya “Binjamin Frengklin”

    kalau nggak salah ini yang ngeluarin dari susu bendera

    Thanks
    Harun

    –> Salam kenal dik … Belajar yang rajin yaach. Taat sama orang tua. Semoga tercapai segala cita-cita. Amien.

  57. yus berkata

    Ass. kalau ana perhatikan maslah debat ini gak ada habisnya, bagaimana kalau kita (memang orang Islam), untuk antum-antum yang sedang berdebat mari segala sesuatunya kita kembalikan pada Alloh dan Rosul-Nya (faintanajattum fa sai’in faruduhuilalloh wa Rosul, coba yang meyakin konsep BMM tunjukan dalil sarinya begitu juga sebaliknya. dan di sini mari kita tunda dulu sain ataupun ulama.


    –> wangalaikumsalam wrwb. Mas..utk BMM sudah jelas argumennya. Bukti2 nyata telah tersaji di depan mata. Foto2 ruang angkasa, peluncuran satelit, perhitungan hisab/posisi bintang2,.. semua memakai konsep teori n kenyataan yg ada .. BMM. Cobalah beli majalah/buku astronomi baik yg populer ataupun yg pakar, semua pakai konsep BMM.

    Ini bukan perdebatan sains vs ulama. Krn hanya ulama tertentu saja yg meyakini MMB. Lebih banyak ulama yg meyakini BMM, atau yg diam.. menyerahkan kepada ahlinya … ahli astronomi.

  58. yus berkata

    ok, baiklah kalau ini bukan pertentangan antara ulama vs sain, tapi yang saya minta hanya dalil-dalil sar’i yang menguatkannya walaupun itu hanya sebatas penafsiran, karena kita sebagai umat islam punya acuan yang baku. trims

    –> Coba simak tanya jawab ini. Kalau ingin lebih jelas .. datangi pakar, tanyakan ke ahli. Ikuti forum ilmiah, milist astronomi, dll. Itu kalau kita benar2 ingin mengetahui kebenaran.

  59. yus berkata

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih, dalam hal ini saya hanya sekedar menanggapi antum-antum yang sedang berdebat, tapi saya mencoba untuk objektif dalam menanggapi perdebatan tersebut. sekali lagi saya minta maf bukan untuk menambah ricuh suasana. dikarenakan saya sudah membaca buku mengenai MMB yang lengkap dengan dalil-dalil Qur’an walaupun itu baru sebatas penafsiran, tapi beliau sudah mencoba untuk menyandarkan pada acuan baku orang islam (Qur’an dan Hadits) walupun dalam buku tersebut ada nilai tendensius pada sosok mufasirin besar (sengaja atau tidak sengaja) yang saya kurang seyuju. tapi pada intinya si penulis sudah mencoba pada acuan baku, dan itulah yang saya hargai. dan sekarang saya minta judul buku sanggahan atau buku yang lebih menguatkan tentang konsep BBM yang mencoba bersandar pada acuan baku orang islam (Qur’an dan Hadits) walaupun hanya sekedar penafsiran sebagaimana penulis konsep MMB, kenapa demikian? supaya orang-orang awan seperti saya bisa membandingkan konsep yang kuat berdasarkan acuan baku umat islam. sekali lagi saya minta maaf dalam hal ini saya sebagai orang awan hanya ingin suatu kajian yang lebih objektif dan di ridhoi oleh Alloh SWT. hatur nuhun


    –> Terus terang .. saya belum/tidak tahu ada buku yg sesuai dgn maksud anda … buku tafsir Al Qur’an yg secara khusus membahas BMM. Namun ada banyak tafsir Al Qur’an .. anda dapat menanyakannya kepada ulama tafsir. Insya Allah itu lebih bermanfaat. Akan diketahui .. apa makna tafsir sebenarnya menurut para ulama ttg ayat2 yg sama di buku itu (tidak hanya sekedar ulama yg menafsirkan dengan MMB).

    Kalau anda ingin tahu lebih banyak tentang ilmu-ilmu astronomi (tidak hanya sekedar konsep/teori BMM ), anda dapat membaca karangan-karangan para ahli di bidang itu. Ikuti milist-nya, baca buku/majalah astronomi. Simak pendapat2 para pakarnya. Para pakar itu banyak pula yang beragama islam .. dan mengetahui al Qur’an.

    Sekedar contoh, duluuuuu .. kami pernah berkunjung ke planetarium ITB. Diterima dengan ramah, melihat-lihat lab, diterangkan konsep-konsep astronomi, peredaran benda2 langit, BMM, dll. Di akhir pertemuan .. mas asisten (sekr mungkin sdh jadi pakar .. semoga), sehubungan dengan ini, mengutip ayat-ayat al Qur’an yang sangat menggugah hati. Adakah dia menerangkan ttg MMB .. tidak.

    Selamat mengkaji. semoga sukses. amien

  60. yus berkata

    jazakalloh khoiron katsiro, atas apa yang antum sarankan, namun alangkah lebih enaknya kalau ada seseorang yang dapat menafsirkan dalil-dlilnya mengenai konsep BMM dalam bentuk buku, walaupun sya harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk membeli buku tsb, Insya Alloh akan saya beli, kalau mengenai ilmu-ilmu astronomi sedikit banyaknya saya juga pernah membacanya, karena itu semua tidak disandarkan pada acuan baku umat islam (Qur’an dan Sunnah) jadi saya gak puas, kenapa? karena Ilmu dan kebenaran itu milik Alloh dan Rosulnya.

    –> Silahkan mas .. Tentu saja hal yg anda bayangkan itu sangat mulia. Tetapi mungkin para alim menghadapi hal-hal yg jauh lebih penting. Jadi .. daripada menunggu (org lain berbuat), kenapa tidak jemput bola. Anda (suatu saat nanti) dapat menjadi bagian dari project itu… sekecil apapun peranannya. Dan itu dimulai dari sekarang.

    Siapa bilang ilmu pengetahuan (termasuk astronomi) tidak bersandar pada Al Qur’an (dan sunnah). Ayat Al Qur’an pertama yg turun saja “Iqra … dst”. Demikian banyak ayat2 yg berkenaan dengan ilmu, untuk berpikir, dlsb.

  61. yus berkata

    yah, sudahlah untuk sementara saya akan memegang dulu konsep MMB, karena baru itu yang ada bukunya yang lengkap disertai dalil-dalilnya. kalau saya harus membukukan konsep BMM dengan dalil-dalinya, terusterang saja saya hanya orang awam yang ingin segela sesutunya jelas berdasarkan dalil-dalil (Qur’an dan Sunnah) dan saya hanya berharap suatu saat ada konsep BMM yang dibukukan lengkap dengan dalilnya biar sesuatunya bisa jelas, lantas kedua penulis tersebut bisa duduk bareng (baik penulis BMM ataupun MMB)dan mencari titik temu sehingga apapun permasalahannya semua umat islam bisa mengembalikan urusannya pada Aloh dan Rosul-Nya (Qur’an dan Sunnah) sampai bagaimana khittah dan manhaj perjuangan islam menurut Alloh dan Rosul-Nya, sehingga bisa mengembalikan Izzahtulislam wal Muslimmin. amiin. mungkin ini tangapan saya terakhir sebelum ada buku konsep BMM yang lengkap dengan dalilnya. sebelumnya saya minta maaf telah merepotkan saudara untuk menanggapi kehendak saya sebagai oranggawam yang sedang mencari kebenaran yang hakiki.


    –> silahkan .. Namun kalau boleh memberi masukan, apabila membeli buku yang akan digunakan sebagai acuan/pedoman, pastikan bahwa,

    1) pengarang adalah ahli di bidangnya.
    2) ada review positif dari khalayak dan para ahli. Baca review thd buku itu, baik oleh pembaca lain apalagi review oleh ahli di bidang yg sama. Sekedar contoh, buku online di amazon, pastikan yang bintang 5. Bintang 4 masih ok. Tapi kalau bintang 3 atau kurang .. jangan dibeli. Jika tak ada review, berarti itu buku baru, atau bintangnya nol (berarti buku itu tdk bermutu .. sampah).
    3) syukur-syukur jika ada ahli lain yang mengutip buku itu sebagai salah satu landasan pendapatnya.

    Apakah buku anda memenuhi syarat2 itu. Jika yaa, itu sangat baik. Jika tidak .. kalau saya .. buku itu masuk dalam kategori .. not recomended. Tidak bisa dijadikan acuan/ dalil/ pegangan. Kalau pun anda bertekad untuk tetap menggunakannya sebagai acuan, maka hujah anda sangat lemah.

  62. rachmat berkata

    As. numpang tanya cepat mana perputaran bumi dengan grafitasi bumi?

    –> kecepatan perputaran bumi = keliling bumi (equator) / 24 jam, .. dalam m/det. Sementara satuan grafitasi bumi bukan kecepatan (m/det), tapi percepatan (m/det^2).

    Krn dimensi satuan tidak sama, maka tak bisa dibandingkan.

    Heheh .. maaf kl salah. Anda sebaiknya tanya ke yg lebih ahli. Guru ilmu bumi.

  63. d0roro berkata

    pliss deh,
    kalo uda berhubungan ma keyakinan, emang susah yah?
    so, ga usah ngeributin keyakinan,
    Yang Maha Tahu itu cuma satu…
    tempat kita semua kembali

  64. farid lagi berkata

    MMB harus kita yakini kebenaranya karena dhohir nashnya dlm al quran trus BMM kita kritisi karena masih teori manusia

    –> Kenyataannya .. tidak ada dhohir nashnya dlm al quran yang terang2-an menyatakan MMB. Yang ada adalah (salah) tafsir syekh utsaimin dan syekh ben baz.

    Apa senjata (hujah) anda untuk mengkritisi BMM ini? Al Qur’an kah? Para ahli astronomi yg muslim juga berpegang al Qur’an. Kami juga berpegang pada al Qur’an.

    Mas .. anda punya teleskop nggak? Seberapa lama anda mengamati benda2 langit? Kalau tak, bagaimana anda akan meng”kritisi” kenyataan BMM ini?

  65. farid lagi berkata

    zahir nash dlm al quran bermaksud mengharuskan kita menjadikan bumi sebagai acuan (geosentrisme) karena hal ini sangat berguna bagi penentuan waktu sholat, puasa, dll.

    –> Salah … tidak ada zahir nash dlm al quran bermaksud mengharuskan kita menjadikan bumi sebagai acuan. Lihat juga #45 #46 #47

  66. farid lagi berkata

    iya ya bner juga yah… gak ada zahirnya, tapi isyaratnya sangat kuat didukung hadits2 shohih sampe2 syaikh bin baz berkesimpulan seperti itu. bayangin akhi… waktu sholat itu berdasar gerakan bumi (rotasi) susah kan? makanya al quran meredaksikan gerakan matahari untuk memudahkan urusan penetapan waktu2 ibadah itu.

    –> isyaratnya sangat kuat didukung hadits2 shohih? .. yang mana? Terus, waktu sholat itu berdasar gerakan bumi (rotasi) susah? Nggak juga .. buktinya para ahli berhasil membuat jadwal sholat. Mereka membuatnya berdasar ilmu yg berkembang sekr dengan kenyataan bahwa BMM. Lihat situs-situs ini: ICOP, moonsighting, islamicfinder, rukyatulhilal.org, dll.

  67. farid lagi berkata

    al-quran kan datang pada zaman teknologi belum secanggih seperti sekarang, maka redaksinya adalah gerakan matahari, dengan kata lain bahasa penyampaiannya di permudah sesuai jangkauan pengetahuan manusia saat itu, bayangkan kalau redaksinya bumi yang bergerak.
    penentuan waktu2 sholat jelas acuannya gerakan matahari (posisi matahari terhadap bumi), banyak hadist2 shohih tentang itu.
    pokoknya kalo teori BMM dijadikan hujah mengingkari kebenaran al-quran, harus kita lawan.

    –> Ehm .. al Qur’an diturunkan untuk umat sepanjang zaman .. sampai hari kiamat nanti, termasuk untuk umat di hari ini. Maka .. bahasanya universal. Al Qur’an adalah kitab suci, kitab petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Al Qur’an bukan ensiklopedi sains, bukan seperti wikipedia atau britanica.

    Tidak ada ilmu pengetahuan yg berlawanan dengan al Qur’an. Karena keduanya berasal dari yg sama, ALLAH swt.

    Sekedar contoh QS yasiin 38, matahari beredar. Duluuu mungkin orang tahunya matahari beredar mengelilingi bumi. Namun, kini manusia tahu bahwa matahari bergerak di garis edarnya menuju (mengitari) sesuatu di langit sana. Yang jelas bukan mengitari bumi sebgaimana kepercayaan orang zaman dulu.

    Ttg posisi matahari thd bumi, jadwal sholat, dll .. dapat dengan mudah diterangkan dengan BMM. Justru para ahli sekr membuat jadwal2 itu dengan konsep BMM. Ada banyak software di internet, ada kalender NU, kalender muhammadiyah, dll, anda pikir itu pakai konsep MMB, .. salah mas. Semua pakai konsep BMM.

    BMM adalah fakta, kenyataan. Bukan teori. Kalau boleh tanya lagi .. punyakah anda buku2 astronomi, fisika, teleskop, .. untuk menentang hal ini? Seberapa kuat ilmu fisika anda? Kalau anda (hanya) mengandalkan ilmu tafsir, seberapa kuat ilmu tafsir anda? Kalau anda hanya mengikut (taqlid), kayak saya nih, berhati-hatilah. Taqlid-lah pada ahlinya (orang yg menguasai ilmu di bidangnya). Atau taqlid-lah pada orang yg mengikut ahli.

    Mas .. anda sudah kunjungi situs2 yang saya rujuk di atas belum? Atau ikuti milist astronomi, rukyatul hilal indonesia. Cobalah tanyakan di sana .. mereka lebih ahli dari pada kami yg dloif ni.

  68. Purwadi berkata

    Assalamu’alaikum
    Keteraturan alam ini sudah ada yang membuatnya. Dia lah yang telah menciptkan alam ini dengan segala macam keteraturannya.
    Akh, segala yang telah kita pahami bersama bahwa dari kecil hingga kita lulus kuliah (barangkali) adalah sebatas teoritis dari Negeri Eropa.
    Apakah benar Amstrong sampai ke BULAN?Apa ada misi ke BULAN jilid ke 2? —– semua bohong—– cek ke Inet jika tak percaya, bagaimana Bendera bisa berkibar di BULAN?Bagaimana di BULAN bisa ada bayangan?DLL
    Semua itu baru teori?
    Masih menjadi perdebatang panjang antara ke dua teori tersebut?
    Allah lah yang memiliki teori keteraturan itu?
    Lihat Qur’an akan kamu temukan kebenaran.
    Al Haqqu Min robbika, falaa takunanna minal mumtarin
    Wassalamu’alaikum

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Salam kenal mas purwadi. Masalah Neil Amstrong itu mendarat ke bulan atau tidak, biarlah Neil Amstrong sendiri yg bicara. Orangnya masih ada kan?

    Masalah BMM, kenapa anda tak melihat kenyataan. Ini sudah bukan perdebatan lagi. Fakta telah membuktikan. Ada google earth, ada satelite, ada foto2 ruang angkasa. Ikutlah kepada ahlinya. Bahkan pernah saya baca (lupa di mana), seorang astronom muslim bertambah keyakinannya akan kebenaran islam (dan Al Qur’an). Adakah dia berpendapat MMB? Tidak .. dia tahu kenyataannya adalah BMM.

    Tentu saja kami ikut al Qur’an.

  69. Kopral Geddoe berkata

    Apakah benar Amstrong sampai ke BULAN?Apa ada misi ke BULAN jilid ke 2? —– semua bohong—– cek ke Inet jika tak percaya,

    Huahahahaha~ :lol:

    Itu sih teori konspirasi murahan, mas. Udah basi, banyak penjelasan yang udah beredar membantah teori aneh yang satu ini. Misalnya di Clavius.org atau BadAstronomy.com. :lol:

    –> Lama tak jumpa mas Geddoe. Kemana aja selama ini.

  70. hafidz berkata

    Sains terus berkembang.

  71. Budi p wardhana berkata

    Saya tidak percaya dengan heliosentris karena ada beberapa keganjilan di dalamnya sebagai berikut:

    1. Kalau memang benar bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik maka naikkan saja helikopter 100 m dari tanah dalam posisi diam di tempat (standby). Dalam waktu sepuluh menit helikopter akan melewati beberapa kota tanpa gerakan maju atau mundur. Apakah itu terjadi? Ternyata tidak. Helikopter tetap dalam posisi semula tanpa bergeser sedikit pun. Itu artinya bumi diam atau tidak berotasi. Geosentrislah yang benar.

    2. Orang heliosentris berpendapat tidak hanya bumi tetapi atmosfer bumi juga ikut berotasi. Kalau memang benar atmosfer ikut bergerak bersama bumi dari barat ke timur, mengapa burung, nyamuk, kupu-kupu dan belalang bisa terbang dari timur ke barat, dari selatan ke utara dan dari arah mana saja? Mana mungkin hewan sekecil itu bisa melawan kecepatan atmosfer 30km/detik?

    3. Kalau memang benar bumi berotasi dari barat ke timur maka aliran air yang berada di dalam atau di permukaan bumi juga mengalir dari barat ke timur. Sebagai contoh ambillah sebuah ember yang diisi air, tanah atau pasir. Lalu kita putar dari barat ke timur maka segala isi ember juga ikut berputar dari barat ke timur. Sekarang kita lihat apakah semua aliran sungai, laut, waduk mengalir dari barat ke timur? Ternyata tidak. Aliran air terjadi karena perbedaan elevasi dan tiupan angin, bukan karena rotasi bumi.

    Jadi kita bisa simpulkan GEOSENTRIS LEBIH MASUK AKAL DARIPADA HELIOSENTRIS.

    –> Maaf .. anda tampaknya tak menguasai bidang fisika ataupun astronomi. Cobalah anda kemukakan argumen ini di depan guru fisika anda.

  72. Budi p wardhana berkata

    Menyambung tulisan saya tentang geosentris dan Anda membalasnya dengan “Maaf .. anda tampaknya tak menguasai bidang fisika ataupun astronomi. Cobalah anda kemukakan argumen ini di depan guru fisika anda” baik sekarang kita sama-sama berdiskusi.

    Misalkan kita duduk di belakang mobil pick up yang melaju di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam. Kita lempar bola tenis ke atas lurus kira-kira 20 meter.
    Dimana bola tenis akan jatuh? Tentu di jalan tol bukan di mobil pick up.

    Sekarang kita berdiri di sebelah gedung dengan jarak 2 meter. Kita lempar bola tenis ke atas lurus kira-kira 20 meter.
    Dimana bola tenis akan jatuh? Tentu di posisi kita melempar bola tenis.

    Kalau memang benar bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik tentu bola tenis akan dihantam oleh gedung. Karena 30 km/detik jauh lebih kencang atau 1.000 kali lebih cepat dari 100 km/jam.
    Kenyataannya? Tidak terjadi karena BUMI DIAM alias tidak berotasi.

    KESIMPULAN :
    GEOSENTRIS LEBIH BISA DITERIMA AKAL SEHAT DARIPADA HELIOSENTRIS

    –> Ehm .. Misalkan kita duduk di dalam bus AC yang melaju di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam. Kita lempar bola tenis ke atas lurus kira-kira 1 meter di dalam bus. Di mana bola tenis akan jatuh? Tentu tetap di pangkuan anda. Bukan menabrak dinding belakang bus ataupun menimpa penumpang di belakang anda.

  73. awan berkata

    kelak setelah kiamat Padang Masyar mengelilingi Matahari atau Matahari mengelilingi Padang Masyar

    –> Entahlah .. pada saat itu kita kan berada di “dunia lain”.

  74. mfaridhm berkata

    Assalamualaikum ikhwah semuanya

    coba renungkan perkataan salafusholih sahabat Ibnu Abbas radliyallahu’anhu penta’wil terbaik dimuka bumi ini, karena doa Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam
    “berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal. ”
    mana yang menyebutkan matahari mengelilingi bumi.

    untuk syaikh utsaimin anda telah melakukan ta’wil. dhohir dalilnya tidak menyatakan demikian. ta’wil ibnu abbas lah yang saya jadikan hujjah melawan pendapat anda.

  75. Abu Luqman al-fatahila berkata

    Assalamu’alaykum.

    Afwan. Tapi ana berterimakasih telah menuliskan pertanyaan saya di dalam blog ini. yang bertanya pada ustadz di syariahonline itu adalah ana sendiri.

    Salamun ‘alaykum

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Pertanyaan yang mana yaa mas? .. Ohh maksudnya pertanyaan yang di syariahonline … sama-sama mas.

  76. uzbeki berkata

    bagaimana mungkin seorang yang xxxxx xxxxxx mampu melihat benda langit dan yang xxxxx xxxxxx ini berfatwa tentang astronomi

    yang orang yang xxxxx xxxxxx ini kalaupun berfatwa pasti mempunyai kalangan pembisik dan tidak mungkin orang yang xxxxx xxxxxx ini belajar ilmu astronomi

    sungguh bodoh orang-orang jaman sekarang mempercayai ucapan seorang ahli falak tapi xxxxx xxxxxx

    –> Maaf yaa mas … ku sensor. (xxxxx xxxxxx = tidak bisa melihat). Beliau pun bukan ahli falak.

  77. zuhair berkata

    Video-nya ada di mana, Mister? :?:

    –> Video-nya simulasi mas .. di atas.

  78. zuhair berkata

    Dalam ilmu Astronomi, teori Geosentris dipopulerkan oleh seorang ilmuwan Yunani bernama Ptolemy. Teori inilah yang dulu dipercayai oleh orang-orang Yunani kuno. Walau begitu, ada juga di antara mereka yang tidak mempercayainya.

    Pada masa-masa kejayaan Islam, para cendekiawan Muslim mulanya mengadopsi dan menggunakan konsep Geosentris-nya Ptolemy tersebut. Nah di sinilah, cendekiawan-cendekiawan Muslim tersebut menemukan ketidakcocokan teori Geosentris terhadap fakta empiris yang ada. Salah satu ilmuwan yang memberikan kritik terhadapnya adalah Ibn al-Haytam. Kemudian berkembanglah berbagai perhitungan astronomis yang didasarkan pada konsep Heliosentris (lihat: Islamic Astronomy).

    Konsep Heliosentris itu sendiri dikenal dipopulerkan oleh Copernicus (ilmuwan Eropa). Namun tidak dapat dipungkiri, dalam merumuskan konsep tersebut ia turut mengadopsi pemikiran dan perhitungan para ilmuwan Muslim sebelumnya. Hingga saat ini konsep Heliosentris-lah yang terbukti benar secara empiris dan tidak ada fakta yang bertentangan dengannya.

    Sains bukanlah buatan orang Kaafir (maaf, ada yang berkata seperti itu soalnya). Ia adalah Sunnatullah, yang dengannya terbukti bahwa alam ini berjalan dengan keteraturan yang luar biasa, yang dapat mengantarkan kita kepada bukti akan adanya Sang Pencipta.

    Wallahu a’lam wa musta’an..

  79. subkioke berkata

    Mohon nimbrung semuanya….

    Faham Wahabi/Salafi memang mengutamakan pendapat syaikh Usaimin dan Syaikh Bin Baaz. Mereka menganggap kedua syaikh ini luar biasa benarnya. Jadilah mereka wahabi/salafi ‘taklid buta juga’.

    Mereka menafikan kemajuan sains, makanya arab saudi dengan wahabinya sangat tertinggal dalam bidang Sains/Teknologi.

    Tapi lihat saja, arab saudi ternyata seperti dicocok hidungnya
    ketika tentara Amerika menginjakkan kaki di gurun Arab, yang digunakan Amerika sebagai pangkalan militer untuk menyerang Kuwait (perang teluk I) dan Iraq (perang teluk II hingga sekarang).

    Mereka asal mengambil pendapat kedua syaikh itu. Memang syaikh itu hebat dalam bidang agama, tetapi belum tentu tahu tentang bidang Astronomi.

    ‘Data paling bagus dan mutakhir untuk membuktikan bumi bulat dan matahari mengelilingi bumi adalah program Google Earth.

    Silahkan antum download di alamat berikut dan install
    (Gratis tapi harus terhubung internet), karena datanya setiap hari berubah.

    http://earth.google.com/download-earth.html

    ulasan lengkap program ini lihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Google_Earth

    Kalu ulama Wahabi syaikh Bin Baaz mengatakan bahwa kita setiap hari melihat matahari terbit dari Timur dan terbenam di Barat itulah yang Benar.

    Itu hanya lah efek semu penglihatan kita (akibat gerak relatif).

    Coba bandingkan dan perhatikan.

    “ketika kita naik bis, lalu lihat semua pohon2 dan tiang2 di pinggir jalan, maka kita lihat dia berjalan ke belakang, kalau bisnya berjalan ke depan, dan kita diam relatif terhadap bis” merasa diam”. Ini efek semu penglihatan.

    Begitu juga dengan benda2 langit seperti Matahari, kita lihat dia ke arah Barat, karena bumi berputar sebenarnya dari Barat ke Timur terhadap porosnya dalam 24 jam.

    “SAINS TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AL QUR’AN DAN AS SUNNAH”

    Jadi orang wahabi/salafi sebaiknya juga mendalami ilmu Sains dan Teknologi agar tidak jatuh juga ke ‘taklid buta’.

  80. subkioke berkata

    Buat Pak Budi.

    Bumi berotasi bersama udara/atmosfir.
    bukti bumi berotasi cukup banyak:

    1. Adanya pergantian siang dan malam
    2. adanya perbedaan waktu di berbagai tempat
    3. adanya perputaran arah angin di daerah kutub utara
    (Hukum Boys Ballot)
    4. Adanya arus laut
    5. Hasil Foto Udara dari pesawat
    6. Foto Satelit dengan Google earth. http://earth.google.com

    Cobalah pelajari ilmu terbaru tentang Fisika, Geografi
    kalo nggak punya bukunya, di sini lengkap sekali:

    http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama

  81. Wawan berkata

    Kebenaran yang hakiki itu hanya dari Al-qur’an Wal Sunnah

    –> Saya tak paham point apa yg ingin anda sampaikan.

    Benar kata anda… tapi alangkah naifnya ada sebagian (oknum) yg mengklaim kata2nya sendiri sebagai (tafsir) Al Qur’an dan sunnah yg maha benar, serta menyerang semua yg tak sependapat dengannya sebagai kafir.

  82. rofi berkata

    kesalahan yang sangat fatal dari ulasan di atas adalah membantah ilmu tafsir dengan menggunakan akal/logika. sebagaimana yang kita ketahui, akal manusia ini sangat terbatas, sedangkan ilmu itu sangat luas. ada kalanya, bahkan jauh lebih banyak hal2 yang tidak mampu dijangkau oleh panca indera dan logika.

    keberadaan logika adalah untuk membenarkan dan mengimani apa yang datang dari wahyu, meskipun logika tersebut sangat sulit menerimanya. sedangkan wahyu tidak wajib untuk membenarkan apa yang datang dari logika, sehingga jika suatu saat nanti terjadi benturan antara logika dengan wahyu, maka dahulukanlah wahyu di atas logika.

    saya melihat penafsiran syaikh ibnu utsaimin tidak ada yang salah. beliau telah mengikuti kaidah2 penafsiran yang baku di kalangan ahlus sunnah wal jamaah. beliau juga mengambil refernsi dari para pendahulunya yang berkompeten di bidang ilmu tafsir. meskipun sama2 kontroversial, saya melihat perbedaan bahkan ketimpangan yang sangat jauh antara fatwa beliau dengan “fatwa” penulis buku best seller TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL agus mustofa.

    anehnya, masyarakat umum lebih mengagumi karya2 nyleneh agus mustofa ini yang cenderung menggunakan pendekatan analogis (walaupun ternyata sangat tidak logis) dan menganggap ngawur fatwa syaikh utsaimin yang ditunjang dengan pendekatan ilmu tafsir 9yang sesuai kaidah tafsir ahlus sunnah wal jamaah)

    tapi saya sadari, syaikh utsaimin dan ibnu baaz jugalah manusia biasa yang tidak terpelihara dari kekeliruan. karena itu, hendaknya bantahan2 yang ditujukan kepada beliau berdua adalah bantahan dari sisi tafsirnya, bukan memperbandingkan dengan apa yang kita tangkap dengan panca indera dan logika. sekali lagi, ilmu itu sangat luas, sedangkan kemampuan panca indera dan logika manusia sangat terbatas…

  83. rofi berkata

    alhamdulillah saya dapat dalil dari alhadits tentang pergerakan matahari mengelilingi bumi.

    Dari Abu Dzar RA, bahwasanya pada suatu hari Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian kemana matahari pergi?” Mereka berkata, ‘Alloh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai di suatu tempat peredarannya di bawah ‘arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sampai sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! kembalilah seperti semula engkau datang!’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan sehingga sampai di tempat peredarannya di bawah ‘arsy, lalu dia bersujud. dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah!, kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian berjalan sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai di tempat peredarannya di bawah ‘arsy, lalu dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah!, terbitlah dari arah barat!’, maka dia pun terbit dari arah barat. Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu dan dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”

    takhrij hadits:

    Bukhari, Muslim, Ath-thoyalisi, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa’i, al-Baghawi dan lainnya semua dari jalur Ibrahim bin Yazid at-Tamimi dari ayahnya dari Abu Dzar RA.

    at-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih”. al-Baghawi berkata: “Hadits shahih menurut syarat Muslim”.

    syubhat dan bantahannya:

    hadits ini sempat dibantah keshahihannya oleh syaikh rasyid ridho dengan mengatakan bahwa hadits ini lemah karena perowinya tidak pernah bertemu atau berhubungan langsung dengan sahabat Abu Dzar RA, meskipun dia tidak mengingkari bahwa Bukhari dan Muslim memang meriwayatkan hadits ini.

    jawabannya:

    perowi hadits ini, Ibrahim bin Yazid at-Tamimi, mungkin memang tidak pernah bertemu dengan Abu Dzar RA, tapi bukan berarti tidak ada hubungan. hubungan antara keduanya itu ditunjukkan dengan adanya ayah dari Ibrahim bin Yazid at-Tamimi yang meriwayatkan hadits itu dari Abu Dzar RA. selain itu, Ibrahim bin Yazid at-Tamimi dan ayahnya adalah dua orang mukmin yang tsiqoh (terpercaya) dalam meriwayatkan hadits2.

    kandungan hadits:

    1. hadits ini menunjukkan bahwasanya matahari itu adalah makhluk yang patuh dan tunduk kepada Alloh, sebagaimana makhluk2 lain di bumi dan langit.

    “Apakah kamu tiada mengetahui bahwa kepada Alloh bersujud apa saja yang ada di langit dan di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon2an, binatang2 yang melata, dan sebagian besar dari manusia?” (al-Hajj: 18)

    2. hadits ini menunjukkan bahwasanya matatahari itu bergerak mengelilingi bumi. hal itu ditunjukkan dengan:
    - rasulullah bertanya, “Tahukah kailan kemanakah matahari pergi?”. ini mengindikasikan bahwasanya matahari memang benar2 pergi alias berpindah tempat.
    - rasulullah berkata, “matahari ini berjalan sehingga sampai di tempat peredarannya di bawah ‘arsy”. ini mengindikasikan bahwasanya tempat semula matahari adalah tempat yang berada jauh dari ‘arsy, kemudian dia berpindah ke tempat yang berada di bawah ‘arsy, kemudian dia kembali ke tempat semula (berkeliling).
    - pada hari kiamat nanti, Alloh memberi perintah kepada matahari untuk terbit dari arah barat. bukan memberi perintah pada bumi untuk membalikkan arah putarannya yang semula dari barat ke timur menjadi dari timur ke barat.
    - dalam hadits ini, Alloh memberi perintah bergerak kepada matahari, bukan bumi. seandainya yang terjadi adalah matahari diam dan bumi mengelilinginya, berarti keduanya adalah makhluk yang durhaka kepada Alloh. matahari membangkang karena dia diam, padahal dia diperintah untuk bergerak/berjalan. sedangkan bumi juga demikian, dia melakukan/mengada-adakan amalan yang tidak pernah diperintahkan oleh Alloh.

    seperti yang kita ketahui semua bahwasanya alhadits diturunkan kepada rasulullah untuk menjelaskan alquran. dengan demikian, penafsiran yang mengatakan bahwasanya maksud dari ayat alquran “matahari beredar di tempat peredarannya” adalah matahari seolah2 beredar, atau beredar menurut penglihatan manusia dari bumi saja, bukan peredaran yang sesungguhnya adalah penafsiran yang bathil karena menyelisihi alhadits ini. sebagaimana kaidah dalam tafsir, bahwasanya “dalil2 dari nash lebih diutamakan daripada dalil2 dari akal/logika”. dan juga kaidah “jika telah ada nash, maka tidak ada ijtihad”.

    –> “…………. Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai di suatu tempat peredarannya di bawah ‘arsy, lalu dia bersujud. ………….”. Hadits ini tak mengatakan matahari mengelilingi bumi. Dan memang ilmu pengetahuan saat ini mengakui, bahwa matahari itu berjalan sesuai garis edarnya. Tapi bukan matahari mengelilingi bumi.

    Mengatakan matahari mengelilingi bumi dari hadits ini adalah tafsir anda sendiri, bukan haditsnya yg mengatakan demikian. Hujah anda lemah sekali.

  84. fey berkata

    Assalamualaikum
    Perkenankanlah saya berbagi

    Dalam Surat Al-Kahfi ayar 25
    “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun”.

    300 tahun dan ditambah 9 tahun? Ayat ini tidak eksplisit mendukung heliosentris tapi mendukung heliosentris secara tidak langsung.

    Apabila kita memaksakan konsep geosentris maka informasi yang didapatkan dari model ini, periode matahari mengelilingi bumi adalah:
    1 hari= 24 jam,
    dan periode bulan 1 bulan = 29 atau 30 hari.
    Tidak ada informasi bilangan tahun!! darimana kita tahu 1 tahun 12 bulan? mengapa 12 bukan 13 atau 14? mengapa sayidina Umar RA menetapkan satu tahun Qamariah adalah 12 bulan?

    Coba analisis memakai Heliosentris
    Periode bumi mengelilingi matahari adalah 365 hari (Heliosentris sesuai Hukum Keppler)
    12 bulan Qamariah sekitar 354 hari karena jumlah harinya ada yang 29 hari dan ada yang 30 hari.

    300 tahun Syamsiah sama dengan

    (365/354)x300 = 309 tahun Qamariyah (Subhanallah)

    “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun”

  85. fey berkata

    Hadist tentang perjalanan matahari itu bila hanya zhahir saja terkesan bahwa matahari mengelilingi bumi, sekarang saya lemparkan ujian bagi para penafsir tekstual,

    Bagaimana caranya matahari bersujud? tanpa lutut, dahi dan telapak tangan? sementara apabila konsisten kita memakai metode tekstual maka sujud ya seperti orang sedang Shalat.

    Matahari memang berjalan tapi beredar mengelilingi pusat galaksi(Buruj). Sujud artinya patuh dan tunduk pada Allah SWT, “bangun dan kembali seperti semula” menunjukan peredaran terhadap galaksi juga periodik terus menerus dalam jangka waktu yang sama. Sampai suatu masa “Terbitlah dari arah barat” Jangan lakukan kebiasaan-mu tapi lakukan kebalikannya.!! itulah hari dimana “tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu dan dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”

    Dia tidak periodik lagi karena kepatuhan kepada Penguasa Alam

  86. ana berkata

    Berhati2 lah klo bicara, nulis dll, karena semuanya akan di tuntut pertanggung jawabanya,
    apalagi bicara tanpa ilmu, dan jangan jadi kan akal maupun teknologi ataupun pendapat manusia sebagai penafsir Alquran dan hadist. Semoga Allah Memberikan Petunjuknya pada Penulis situs ini

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>