Catatan harian seorang muslim

Ya Allah.. berilah kami ridlo-Mu

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (1)

Posted by orgawam pada Juli 30, 2007

Qunut, Dzikir, dan Wirid Tak Perlu

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (1)

Waraga NU Jawa Timur Jombang khususnya dan Indonesia pada umumnya, beberapa waktu lalu sempat dikejutkan dengan munculnya fatwa yang mengatasnamakan ulama Jombang. Fatwa itu berjudul “Fatwa Ulama Jombang Dalam Berbagai Ibadah/Amalan”. Dengan cepat, ulama yang bertentangan dengan ajaran ahlu sunah waljamaah itu menyebar kemana-mana, bahkan sampai di Kalimantan maupun Lampung. Ulama yang jauh dari Jombang pun bereaksi dengan keras. Bagaimana sebenarnya fatwa yang menyesatkan itu bisa beredar dan siapa yang membuat? Berikut ini beberapa catatan HARIAN BANGSA yang diturunkan secara bersambung.

 

TIDAK hanya ulama yang jauh dari Jombang saja yang terkejut, ulama yang berada di Jombang pun sempat terkajut dengan fatwa tersebut. Anehnya, selebaran ini diambil dari “Mimbar Dakwah” asuhan H Ahamd Abduh SH. Yang lebih mengejutkan lagi, di dalam selebaran fatwa tersebut terdapat nama 9 kiai yang seolah membenarkan fatwa tersebut. Para kiai itu adalah KH Abdullah Shidiq, KH Mahfudz Shidiq, KH Abdullah Hasyim, KH Hasyin Basdan, KH A Ridwan Hambal, KH Fathurrochman Sujono, KH Cholil Anshor, dan KH Tantowi.
Nama-nama kiai itu sangat melekat dan akarab di telinga para nahdliyin. Sontak mereka pun langsung mempertanyakan kebenaran fatwa tersebut. Padahal mereka sudah mengamalkan ajaran ahlusunah wal jamaah itu secara turun temurun. Jika ditelesik lebih jauh lagi dari model selebaran tersebut jelas dibuat bukan dari kalangan warga nahdliyin. Apalagi isinya banyak yang menyerang amalan-amalan warga NU.
Dalam selebaran itu disebutkan agar warga NU meninggalkan kebiasaan membaca Usholli dengan suara keras. Alasannyaa, kerana niat itu pekerjaan hati, jadi cukup di hati saja. Yang lainya soal membaca wirid, atau dzikir adalh ba’da shalat. Imam tidak perlu perlu membaca wirid, dzikir dengan suara keras, cukup dalam hati atau dilalafadzkan masing-masing dengan suara pelan. Imam ba’da shalat, juga tidak perlau memimpin dizkir dan doa bersama dengan jamaah lain. Jamaah shalat tidak perlu mencium tangan imam.

Demikian juga soal qunut shalat Subuh juga tidak perlu. Dalam selebaran itu, disebutkan tidak perlu memabca doa qunut, kecuali ada sessuatu bahahaya terhadap kehidaupan umat Islam, secara keseluruhan. Semenatra membaca qunut dibaca setiap sholat bila ada sesuatu bersifat darutat, tidak hanya dalam sholat subuh saja.

Sementara soal shalat sunat rawatib, disebutkan shalat sunat qabliyah dan ba’diyah adalah sebagai berikut” qabla subuh, qabla dhuhur, ba’da dhuhur, shalat Asar tidak ada rawatib, ba’da maghrib dan ba’da Isya. Sementara dalam shalat Jumat, tidak ada adzan sebelum khotib naik mimbar.

PB NU Diminta Bersikap

Menyikapi maraknya peredaran selebaran gelap yang mengatasnamakan ulama-ulama Jombang di beberapa daerah, ditanggapi datar oleh Rais Syuriah PC NU Jombang KH. Nashir A. Fattah beberapa waktu lalu. Ia hanya menyebut beredarnya selebaran yang melarang praktek ubudiyah yang sudah menjadi tradisi NU tersebut sebagai resiko dari kebesaran NU yang semakin tidak tertandingi. Meski merasa sedikit gerah, pihaknya mengaku tetap berfikir realistis dan tidak emosional.
“Dalam kontek ini, kita tidak perlu menduga-duga dan mencari siapa yang mengedarkan selebaran tersebut. Itu akan kontra produktif dengan tujuan perjuangan NU yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. Kalau ada yang klarifikasi atau tabayun terkait dengan selebaran tersebut ya kita layani dengan baik bahwa tidak ada ulama Jombang yang pernah mengeluarkan intruksi seperti itu” tegasnya ditemui HARIAN BANGSA di kediamannya.
Menurut Nashir, dilihat dari banyaknya surat klarifikasi yang dikeluarkan oleh PCNU yang tembusannya ditujukan ke PWNU dan PBNU, sudah selayaknya saat ini baik PWNU maupun PBNU mengambil inisiatif klarifikasi dan tabayun ke semua pihak.
“Akan sangat efektif bila langkah klarifikasi diambil alih oleh PWNU maupun PBNU dan sebarkan secara nasional ke seluruh pihak” katanya.

Sementara Katib Syuriah PC NU Drs H Taufiq A. Jalil ditemui di ruang kerjanya mengaku tidak menduga bila soal selebaran tersebut akan berkepanjangan. Karena dianggap sebagai aksi ‘dadakan’, menurut Taufiq, langkah klarifikasipun hanya diambil secara parsial. “Karena kita tidak menduga kalau jadi panjang begini, melalui surat maupun fax kita hanya menjawab surat-surat klarifikasi yang masuk ke PCNU” tandasnya menyesalkan.
Melihat makin banyaknya reaksi dari ualama berbagai daerah maupun masyarakat yang bertanya secara langsng, PCNU Jombang minta agar PWNU maupun PBNU segera mengeluarkan sikap maupun imbauan. Sebab bisa jadi selebaran itu terus beredar kemana-mana di berbagai pelosok daerah. Jika tidak segera disikapi nantinya bisa menimbulkan masalah dikemudian hari.(sol)

 

Sumber:

http://harianbangsa.com/

53 Tanggapan to “Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (1)”

  1. aryanto berkata

    terlepas siapa yang membuat fatwa,yang penting,hal tersebut bertentangan dengan acuan agama islam apa tidak? Kita umat muslim punya acuan yang baku adalah Qur’an dan Hadist.lalu apakah ada tuntunan yang membenarkan apa yang disebut dalam fatwa tersebut “tidak perlu”? kalau tidak ada,kenapa diributkan,bahkan dianggap menyesatkan? mana yang benar? Qur’an dan Hadist? apa adat kebiasaan? katakanlah yang benar adalah benar,yang salah adalah salah.

    –> Terima kasih n salam kenal .. mas aryanto. Orang2 NU pun berpendapat bahwa amalan-amalan mereka sesuai dengan Qur’an dan hadits. Saya kira ulama2 NU pun berani menghadapi pihak pembikin selebaran gelap ini untuk berhujah.

    Namun masalah sebenarnya adalah… kalau ingin berdakwah, kenapa harus memalsukan identitas dan bikin selebaran gelap, sehingga meresahkan masyarakat.

    Di mana teladan kanjeng Nabi saw yang jujur dan akhlakul karimah? Apakah metode seperti ini ada di dalam tuntunan al Qur’an atau hadits/sunnah Nabi saw?

  2. HM Yeni berkata

    ass.wr.wb.
    inilah saatnya kita mulai meneliti amalan-amalan kita, apakah selama ini amalan kita telah sesuai dengan Qur’an dan Hadits atau amalan kita masih tercampuri amalan -amalan yang sifatnta bid’ah,kurofat dan tahayul dan kebiasaan-kebiasaan ataupun adat yang tidak ada dasarnya dalam Qur’an dan Hadits. adanya fatwa ulama jombang yang ada di internet baik benar ataupun hanya selebaran gelap tapi itu benar adanya dan menjadi amalan warga nahdliyin.
    menurut saya, PB NU harus segera memberikan penyelasan kepada umat dari fatwa ulama jombang itu mana yang salah dan mana yang benar dengan dasar Qur’an dan Hadits mumpung kita masih hidup dan masih ada waktu untuk merubah seandainya amalan yang dijalankan selama ini salah.”khasibu anfusakum qobla antu hasabu”.koreksilah diri kamu sebelum jika nanti Aku (A) yang mengoreksi.
    wass.wr.wb

    –> Wa’alaikum salam wrwb.
    Terima kasih komentarnya. Saya kira, orang-orang NU pun akan berpendapat bahwa amalan-amalan mereka telah selaras dengan Al Quran dan Hadits. Dan saya kira ulama2 NU berani berhujah dengan pihak pembuat selebaran itu.

    Setuju dengan .. “koreksilah diri kamu sebelum jika nanti Aku (A) yang mengoreksi”. Maka, cara dakwah pun harus sesuai dengan teladan Rasulullah saw. Knp harus memalsukan identitas, knp harus pakai selebaran gelap. Ini adalah cara-cara yang Bid’ah, Khurofat. Bukankah bid’ah/khurofat ini pula yang ingin diberantas?

  3. orgawam berkata

    Ada beberapa teladan di dalam al Qur’an dalam hal dakwah. Ada contoh bagaimana Nabi Musa as menghadapi Raja Fir’aun. Teladan Nabi Ibrahim as dengan Raja Namrud. Atau teladan Nabi Isa as dakwah yang tidak kuasa melawan kekuasaan Romawi. Dan lain-lain. Serta teladan dari kanjeng Nabi saw sendiri terhadap pemuka-pemuka Madinah, dan kepada penguasa Romawi, Persi, Ethiopia, dll waktu itu.

    Selain itu, banyak metode/cara para ulama dalam berdakwah yang bisa dicontoh. Fakta sejarah, ada Syekh Yusuf Makasar, ada Syekh Maulana Ishak, ada Wali Songo, dan masih banyak lagi.

    Mereka para Nabi dan para ulama itu berdakwah dengan cara-cara yang diridloi Allah swt. Tidak menghalalkan segala cara. Tidak ada dengan cara seperti di atas. Bikin berita (bohong) yang seolah-olah dari Raja masing-masing.

    Itu adalah cara yang ditempuh oleh Snock Horgronje, untuk menghadapi perlawanan Aceh., dan untuk menipu para ulama di seluruh Nusantara. Cara-cara ini pula yang ditempuh oleh …… (anda tahu kan berita-berita ttg kristenisasi). Kalau demikian… siapa yang meneladani siapa ?

    Wallahu a’lam.

  4. supomo berkata

    ass.wr.wb.

    mohon maaf saya seorang nahdliyin yg secara turun temurun diwariskan dan dianut oleh nenek moyang saya. walaupun saya bukan seorang nahdliyin yg fasih dan menegenal secara detil semua ajaran NU berikut dalil2nya. saya sangat yakin bahwa ajaran NU benar adanya, kenapa? mulai dari kecil sampe saat ini sy bisa membandingkan dan merasakan betapa tentram dan damai ajaran islam yg di bawa oleh NU. soft, peace, and perfect dan yg paling penting alqur’an dan hadist sebagai tuntunannya.

    permohonan saya kepada semua kiai dan ulama NU panutan,

    segera meluruskan dan menegaskan bahwa selebaran itu tdk benar… secara terbuka dan mudah diperoleh oleh semua warga NU yg notabene tersebar hingga ke pelosok2 dimana sangat minim sarana informasi.

    terimaksih dan salam
    Pomo

    nahdliyin setia hingga akhir zaman. insya allah..aminnn

    wa’alaikum salam wr. wb

    –> Coba mas supomo baca kelanjutannya sampai akhir (6). Saya kira sudah diklarifikasi, dan ketahuan siapa sebenarnya si pembuat bid’ah ini.

  5. ali berkata

    Cara dakwah dengan menjelekkan kelompok lain dan melakukan pemalsuan nama / mengatas namakan kelompok lain yang dijelekkan tersebut adalah sangat sangat sangat tidak islami.

    TRIMS

  6. [...] by orgawam on March 4, 2008 Tadinya ku tak tertarik. Topik yang diajukan mirip dengan selebaran gelap duluuuuuu. Bedanya..yang ini berupa buku. Ada pengarangnya, tidak sembunyi. Namun ternyata pengarang tidak [...]

  7. HM Yeni berkata

    Assalaamu ‘alaikum.Wr.Wb
    Amalan yang diterima oleh Alloh adalah amalan yang sesuai dengan Al Qur’an dan Al Hadits berdasarkan dalil “Wala taqfu ma laisalaka bihi ilm, inna sam’a wal bashoro wal fuadza kullu ulaika kana ‘anhu masula” artinya:Dan janganlah kamu mengerjakan pada sesuatu amalan yang tidak ada ilmunya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan ditanya dari yang diperbuatnya.dan “Man ‘amila amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun artinya:Barang siapa beramal pada suatu amalan yang tidak ada pada amalan itu perkaraku ( tidak ada dasarnya baik di Qur’an dan Hadits)maka amalan itu akan ditolak.dan “Aballooh anyaqbalu amalan lishohibil bid’ah hatta yada’u bid’atahu” artinya : Menolak Alloh jika menerima amalannya ahli bid’ah sehingga dia meninggalkan bid’ahnya.dan “Innalloha layaqbalu amalan lishohibil bid’ah,sholatan wala shodaqotan wala shouman wala hajjan wala umrotan wala sorfan wala ‘adlan wala jihadan yahruju minal islam kama tahruju sya’aroti minal ajn Artinya :Sesungguhnya Alloh menolak amalan ahli bid’ah, baik sholatnya,shodaqohnya,puasanya,hajinya,umrohnya,ibadah wajibnya,ibadah sunnahnya, jihadnya semuanya tidak diterima,bahkan keluar dari islam sebagaimana keluarnya rambut dari adonon kue.Jadi intinya sesuai dalil diatas amalan yang tidak sesuai Al Qur’an dan Al Hadits pasti ditolok nantinya berarti sia sia belaka, makanya jangan ikut-ikutan,rubuh-rubuh gedang, jangan kata kiayinya(kalau itu tidak sesuai dengan QH jangan diikuti)dan jangan syirik,bid’ah, khurofat dan tahhayul karena banyak kiayi panutan umat yang masih mengamalkan perbuatan seperti itu,kalau ada kesalahan mohon dimaafkan.
    Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Salam kenal mbak (mas??) Yeni. Lain kali kalau menulis mohon pakai paragraf, dan tata bahasa yg baik (perhatikan huruf kecil, besar, koma, titik, dsb), untuk supaya mudah dipahami. Dengan demikian menjadi amal ibadah anda. Walau menulis dgn paragraf tak dicontohkan Nabi, tapi kalau tulisan anda spt di atas … pusing saya (ihiks .. saya kebetulan baru tak enak badan .. jadi tambah pusing). Dan kata guru kami pula bahwa menulis pakai paragraf itu jauh lebih baik. Anda boleh tak percaya, namun kenyataan membuktikan.

    Ada beberapa hal yg perlu ditanggapi. Setuju bahwa amalan ahli bid’ah akan tertolak. Namun bid’ah yg bagaimana yg dimaksud kanjeng Rasul saw. Para ulama sejak masa tabi’in telah mendefinisikan maksud kata bid’ah itu, untuk memperjelas maksud bid’ah dari hadits Nabi saw yg terkenal. Makna bid’ah didefinisikan dengan teliti, mempertimbangkan sunnah2/ hadits2 yg lain, serta sunnah2 para sahabat (sahabat Umar ra juga memakai kata bid’ah dalam hal tarawih yg anda pun pasti tahu) . Definisi ini dipakai dari zaman ke zaman tanpa ada perselisihan. Ada tercatat di blog ini. Silakan simak. Itulah pegangan kami.

    Jika kemudian ada sekelompok mendefinisikan sendiri kata bid’ah tanpa mengacu kepada ulama-ulama salaf.. dan kemudian menembakkannya ke semua kegiatan/ perbuatan yg tak disukainya, dan menjuluki pelaku-nya sebagai ahli bid’ah secara sembarangan .. maaf kami tak pakai itu.

    Maka dari itu saran saya .. simaklah maksud kata bid’ah ini baik2 agar tak tersesat. Definisi para Ulama tentang kata ini telah jelas, pilihlah definisi/ pendapat ulama yg muktabar, mayoritas, dari zaman ke zaman. Umat (para ulama) ini tak kan bersepakat dalam kesesatan. Ada hadits-nya kan. Hanya yg menyempal yg kemungkinan besar tersesat.

    Yang kedua, ttg “jangan ikut-ikutan kata kyai”. Kyai adalah sebutan untuk ulama bagi masyarakat desa (jawa). Mas (mbak) .. setiap manusia punya keterbatasan. Ada orang yg seumur2 tak pernah keluar dari kampungnya. Kalau anda melarang ikut kata kyai .. kepada siapakah mereka belajar agama? Kita patut bersyukur diberi karunia wawasan yg lebih luas. Namun kita belajar agama kepada siapakah? Ulama. Dari mana anda tahu ada dalil dari QH? Ulama.

    Jika anda ragu suatu perbuatan ada sumber dalilnya atau tidak, seharusnyalah anda tanyakan kepada ulama yg kompeten. Kyai kampung mungkin tak tahu (tidak sampai levelnya), namun kyai/ ulama yg kompeten masih banyak. Anda bisa temui dan berdialog dengan para ulama itu. Atau membaca buku2/ kitab2nya. Bacalah buku2 dari kedua sisi yg berseberangan. Para ulama NU itupun berani berhujah dengan amalannya. Orang-orang NU pun yakin bahwa amalan-amalan mereka selaras dengan Al Quran dan Hadits. So .. kenapa tak diserap hujahnya. Semoga kita selalu mendapat petunjuk-Nya. Amien.

    Mengatakan .. “jangan ikuti kyai” adalah salah satu target kampanye para missionaris, untuk menjauhkan umat dari ulama-nya. Ini langkah awal untuk selanjutnya menjauhkan umat ini dari agama-nya. Kalau ini berhasil, maka umat ini akan seperti buih diombak yg mudah diombang-ambingkan oleh mereka. Janganlah kita terjebak sehingga justru menjadi juru kampanye-nya, sadar ataupun tak sadar.

    Maaf kalau tak berkenan. Wallahu a’lam.

    NB: Penekanan kami dari artikel ini adalah,
    Justru ada sekelompok org2 yang malah bikin selebaran gelap, memalsu nama2 ulama, dan membikin fatwa-fatwa palsu pula. Inikah dakwah/ amal sesuai contoh baginda Rasul saw? NO way .. Maka telah ada tanda2, kelompok dari manakah yang merupakan ahli bid’ah yg sebenarnya.

    • abu fairuzt berkata

      kok segampang ny menyebut orang dgn kata ulama… bukan kah tidak mudah untuk menjadi ulama..?? ana saran aja jgn pakai kata ulama pakai aja kata ustad itu insya Alloh lebih elevan…

  8. HM Yeni berkata

    Ass.Wr.Wb
    Didalam sebuah hadits yang menjelaskan masalah bid’ah disebutkan:Wa syarol umuri muhdatsatuha wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin ndolalah wa kullu ndolalatin finnaro, yang artinya:Sejelek-jeleknya perkara adalah barunya perkara (syariat ibadah)dan setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid;ah adalah sesat dan setiap kesesatan masuk dalam neraka.
    Dalam hadits lain Nabi bersabda : Man ‘amila amalan laisa ‘alaihi amruna wahuwa roddun, artinya: barang siapa beramal pada suatu amalan yang tidak ada pada amalan itu perkaraku(N)(tidak berdasarkan Al Qur’an dan Hadits) maka amalan itu akan ditolak.Kiranya sudah jelas amalan yang benar itu yang sesuai dengan amalannya Nabi yaitu islam yang murni,muhlishina lahu din.Maaf kalau ada tulisan yang salah atau tidak berkenan.
    Wass.Wr.Wb

    –> Wangalaikum salam wrwb.
    Hadits yg sangat populer tetapi sering diamalkan melupakan hadits yg lain. Bagaimana dengan hadits Muadz ketika diutus ke Yaman. Bagaimana dgn hadits Muslim bahwa orang-orang yang membuat sesuatu yg baru yg baik akan mendapat pahala selama diamalkan oleh orang-orang yg mengikutinya.

    Hadits anda ini sangat pas jika diarahkan ke pihak orang2 yang bikin selebaran gelap, memalsu nama2 ulama, dan membikin fatwa-fatwa palsu itu. Karena sudah jelas perbuatan orang-orang itu sesat, tidak sesuai dengan contoh baginda Nabi saw yang murni, muhlishina lahu din.

    Itu skala kecil yang dilakukan oleh kroco-kroconya. Dalam skala besar, ulama2 mereka pun mengacak-acak kitab-kitab salafiyah, mengeditnya, memalsukannya, kemudian mencetak ulang dengan isi yg sudah berubah, agar sesuai dengan pemahaman (nafsu) mereka. Na’udzubillahi min dzalik.

    Maka telah ada tanda2, kelompok dari manakah yang merupakan ahli bid’ah yg sebenarnya.

  9. rindurosul berkata

    Assalamualaikum

    permisi bang..

    Semoga kita dijauhkan dari sifat munafik, sebagaimana pepatah bilang “Maling teriak maling” atau jelasnya ahli bid’ah yg teriak bid’ah pd Saudarnya yg lain. Ya Allah jagalah lisan kami dari menjelekkan saudara, dan hidayahkanlah para saudara kami yg mengorek kekurangan saudaranya sendiri. Allahu akbar, bangkit para pengikut dan pecinta Baginda Rosulullah SAW.

    wallahu a’lamu bishowab
    wassalamualaikum wr wb, salam ukhuwah

  10. UJANG berkata

    kenapa selalu menampik kebenaran ? coba anda jelaskan 1 per 1 tentang fatwa palsu ulama jombang itu. setidaknya tulisan fatwa palsu itu lebih benar dari ucapan anda.

    lihat saja di situs “majelisrasulullah”, hampir seluruh jawaban itu keliru memahami hadits dan riwayatnya. begitu teledor dan asal2an

    misalnya doa selesai sholat, Rasulullah SAW melakukanya dengan suara keras “hanya” sampai para sahabat faham , anda ga tau itu kan ?. apa ga tau klo 2 adzan di lakukan di 2 tempat yg berjauhan ? qunut dilakukan Rasulullah SAW hanya 1 bulan di setiap sholat saat terjadi perang , lalu Rasulullah meninggalkannya ,apakah anda juga ga tau atau ga ngerti atau ga pengen ngerti?

    dalam hal bid’ah,munzir mengatakan , “tidak ada larangan”. lalu apa boleh dilakukan ? lalu bagaiman dg sholat menggunakan bahasa indonesia ? boleh ga ? anda ini getol beribadah tp bodoh dalam ilmu dan riwayatnya. asal cocok, hadits palsu pun di embat .ga ngerti yg di maksud bid’ah dalam dien , asal semua baru , lalu bilang bid’aaaaaaaah hehehehe

    –> Duhh .. mas. Para Ulama NU itu pun pakai dalil. Dan mereka mestinya berani berhujah (dgn anda) memperlihatkan/ mempertahankan dalil2 amalannya. Ehm .. kami mmg tak pakai istilah bid’ah dien. Agaknya anda langsung ketemu halaman ini .. dan langsung labrak. Jangan gitu dhong mas… Ada banyak artikel yang lain di sini. Silakan simak.

    Di sini, tekanan kami sejak awal.. ada satu golongan tertangkap basah memakai cara2 bid’ah sesat dengan memalsu fatwa, memalsu nama kyai, dll. Golongan ini dari mana .. ihiks .. anda pun pasti tahu. Tidak ada contoh baginda Nabi saw berdakwah memalsu tokoh-tokoh, memalsu fatwa, membikin resah, mengadu domba umat, dll. Cara spt ini adalah contoh dakwah oleh m********s.

    Catatan: Justru yg mengherankan, dari komentar2 yg ada, tak da satupun (dari pendukung kelompok penyebar selebaran gelap itu) yg mengakui bersalah.. dan/ atau memintakan maaf, atau menunjukkan penyesalan. Justru pihak yg terdzolimi masih saja divonis2/ dituduh2 sebagai pelaku bid’ah (dengan tetap mencoba masuk ke materi selebaran gelap). Padahal dari peristiwa penyebaran selebaran gelap ini sudah jelas kelihatan … siapa yg melakukan bid’ah sesat.

    • Moro berkata

      Kayaknya si ujang ini merasa lebih hebat dari ulama2 yang sudah melakukan ijtihad bersama sepanjang zaman…
      Dikira ulama ngomong ga pake dalil pa? mereka tu belajar puluhan tahun, kemudian menentukan fatwa juga ga sendirian tapi bersama banyak ulama yang lain….
      Ulama tuh waratsatul anbiya’… klo ga da mereka mungkin kita masih menyembah pohon atau batu… agak modern dikit, mungkin nyembah facebook…. (hehe just kidding)

      mohon maaf, jangan menyalah2kan orang toh… kecuali mereka yang sengaja ingin menyesatkan, baru kita lawan… wong sama2 yakin, ya hormati lah…

    • aef berkata

      kayanya si ujang nih… orang paling hebat dari ulama kali…. kaya orang yang paling benar dari ulama.hehehhe,,,
      wihhhhh…. hebat coyyy….. rajin rajin belajar yah….. tapi…. ati2 kecemplung.

  11. Achmad Prapanca berkata

    Assalamualaikum Wr wb,

    MasyaAllah…Si Ujang nih siapa siih..? aPa si ujang ini merasa lebih pinter dari ahli2 Hadist sekelas Imam Malik Ra,Imam Syafe’i Ra,Imam Hambali Ra dan Imam Hanafi Ra dsb sehingga berani menilai Guru Mulia kami Hb.Munzir bin Fuad AlMusawa yang selalu berhujah dgn Nash2 yg jelas dan bersanad/bersambung dgn Imam2 diatas hingga Rosulallah saw.Sungguh Guru kami tidak berhujah dgn Nafsunya tapi Beliau berhujah dgn mengikuti pendapat para imam tsb.

    Koreksi Islam anda jang.. apa uda sesuai dgn salah satu Imam Mazdhab besar tsb yg telah diakui pendapatnya oleh ulama2 & Mayoritas Kaum Muslimin, karena imam2 tsb AHlussunah Waljamaah.klo belum perbaiki deh mumpung blm terlambat…atau ente emang mau nambain jadi imam mazdhab yg baru..?

    Udah deh yg jelas Fatwa itu sdh terbukti PALSU, ga usah melebarkan masalah dgn menghina yg lainnya,keterangan Guru Kami Sudah jelas&Gamblang bagi yg mau mencari KEBENARAN.

    Wassalamualaikum Wr Wb.

    –> Wa’alaikum salam wrwb. Sudah lah mas … sebenarnya kurang tepat masalah2 materi selebaran itu didiskusikan di topik ini. Topik di sini titik beratnya adalah adanya kelompok dakwah dengan cara bid’ah sesat.

    Ada banyak artikel lain di blog ini yg membahas masalah2 itu. Silakan diskusi panjang di sana, sesuai materi topiknya/ isi halamannya. Selama taat aturan, saya tak kan mensensor-nya.

    Membahas masalah2 ke materi selebaran di halaman ini dengan mengabaikan perbuatan tercela ttg tata cara dakwah itu hanyalah membelokkan masalah.

  12. muhammad habib berkata

    assalamu’alaikum Wr. Wb.
    hendaknya kita sebagai warga nahdhiyin menyikapi hal ini dengan kepala dingin, tidak perlu emosi. ingsya allah kalau suatu ibadah itu dilandasi oleh dasar hukum yang jelas ngapain kita sewot. biarkan orang komentar, kafilah tetap berlalu. warga NU Wiridan, tahlilan, yasinan dll dah punya dasar dan ittiba’ kepada para sesepuh kyai. selebaran itu hanya ulah orang yang mungkin pemahaman Islamnya terpotong-potong dan doa kita, semoga yang membuat selebaran tersebut mendapat petunjuk sehingga dapat menerima pandapat dan ritual ibadah di luar golongan mereka. wallau’alam…
    wassaa

  13. mami vina berkata

    sy hanya berdoa, semoga Alloh mengampuni org2 yg membuat selebaran gelap, dan membuka hatinya utk berperilaku baik…

    hati2 dg org yg mengatasnamakan islam, tp justru lebih suka menyerang islam… semoga kita tdk menjd golongan org munafiq dan fasiq. semua org akan dimintai pertanggungjwbn sesuai amalnya masing2.

    biarkan mrk memilih, sampaikan dg baik dasar2nya… wallahu a’lam bimurodih

  14. ari as sidiq berkata

    assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh..saya hanya ingin menegaskan.baik madzhab safi`i,hanafi,hambali dan maliki pasti ajaran-ajarannya punya usuludin sendiri2.selama usuludin tersebut tidak lepas dari al qur`an dan hadits.insya allah tidak sesat ajarannya..Jangan kita membuat tertawa kaum yahudi dan nasrani melihat umat islam berperang antar golongan. Kini saatnya kita lawan yahudi dan nasrani dengan bersatu, menjadi muslim yang kaffah..kita jemput kemenagan islam dengan bersatu,,dan semuanya kita kembalikan pada ALLAH SWT penguasa alam..wassalamu`alaikum,,

  15. mustangin berkata

    Assalamu ‘alaikum wr wb

    Kalau saya perhatikan, mereka yang disebut ahlul bid’ah kok malah lebih santun dalam berkomentar. Mereka juga lebih tahu bagaimana berdiskusi yang baik. Bahkan sampai soal “paragraf”, tata bahasa pun mendapat perhatian. Semoga Allah merahmati kita.

    Wallahualam

    Wassalamu a’laikum wr wb

  16. Arifin berkata

    Nakhnu Anshorulloh….segala sesuatu yg baik pasti dapet balasan baik,yg buruk juga pasti ada balasanya … Gitu aja kok repot… ( Sory kang saya ABG tulen ) “Anak Buah GusDur”

  17. dwi nurdianto berkata

    Kalo menurut saya, bagi mereka yang berbeda pandangan dengan orang2 NU jangan menghina..kok kayaknya iri dengan kebesaran NU, kalo kepingin punya organisasi besar, berpikirlah yang cerdas, jangan sukanya menjelek-jelekkan.

  18. yudi utomo berkata

    apa cara penyebaran itu sesuai dengan al-qur’an dan hadits

  19. sufrit berkata

    Itu cara cara orang stress, frustasi !

  20. @Yeny berkata

    Anda mengatakan ummat islam harus berdalil dgn hadist yg shohih.

    Pertanyaannya: adakah hadist shohih yg benar-benar shohih dgn bukti hadist tsb disetujui (disohihkan) secara explisit oleh Rasulullah? (tak mungkin ada khan?).
    Bukankah menurut anda beragama hanya boleh mengikuti rasul dgn dalil yg benar-benar shohih?
    Kalau begitu anda hanya bermimpi.

    –> perasaan .. saya tak pernah mengatakan demikian mas..

  21. kholid berkata

    assalamualaikum wr. wb.

    Saudaraku semuanya.. sungguh diskusi yang bagus. tapi janganlah sampai terbawa emosi, karena saya yakin semua membawa dalilnya masing masing dan paling benar menurut masing masing dengan guru dan ustadnya. Tapi yakinkah kalian yang paling benar???? sebaiknya silakan kalian membuka diri dan perluas wawasan belajarlah kelain daerah/negara. Akan banyak sekali ilmu yang belum pernah kita ketahui. dan marilah kita berdoa agar di tunjukan jalan yang paling benar.

  22. Moro berkata

    Dah, yg salah tu yang ga solat… yang ga puasa… yg ga zakat… mari ingatkan mereka… yg udah solat (apapun mazhabnya) mari saling dukung sesama muslim untuk kejayaan islam yang lebih mardotillah

    amiin

  23. ABG (Anak buah Gus Dur) berkata

    Assamualaikum wr wb, Semoga Allah swt mengampuni dosa orang2 yang menyebarkan selebaran sesat,amien. Gak perlu berdebat dng org2 yg selalu mendiskreditkan kaum NU, Allah maha tahu.

  24. romadhon berkata

    assalamualaikum wr. wb…

    bwt semua umat islam yg menganut ajaran NU,, semuanya harus tau,, bukan kah itu tanda2 dari dekatlah sudah hari kiamat ,meskipun kiamat kecil,,,,, banyak manusia yg merasa pintar,, merasa pandai dalam agama,,, sehingga muncul fatwa2 yang belum pasti sumber hukumnya,,,
    Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

    –> wa’alaikum salam wrwb. hadits anda benar. Ciri2 kelompok itu bahkan jelas tertera di dalam hadits. Silakan terka sendiri kelompok manakah itu: Muda, bodoh (cethek akalnya), suka berfatwa (mengatakan sesuatu dari firman Allah), serta iman yg sangat dangkal. Sangat jelas.

  25. Saya adalah orang awam, yang sedikit ilmu agama. Saya pengen tanya kepada saudaraku semuanya. Kalau Yasinan itu nggak dasarnya apa ya. Terima kasih sebelumnya

    –> yasinan ada dasarnya. lihat artikel kami: keutamaan yasin. Silakan search kanan atas.

  26. Hamba Allah berkata

    assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    saudara-saudara sekalian. saya mengerti jika saat ini pro dan kontra adalah sesuatu perbuatan yang memusingkan karna tidak ada habis-habisnya dan tidak ada solusinya. semua sama.. sama-sama berpendapat “saya yang benar”
    oleh karna itu disini saya ingin mengajak saudara dari organisasi NU. untuk membuktikan apa yang saudara anggap benar itu memang benar dengan menjawab pertanyaan. tidak usahlah kita berdebat dengan mengikuti ego dalam diri karna iblis selalu dan selalu membisiki telinga kita.
    hmm begini saudaraku. jika memang sampean merasa bahwa perbuatan-perbuatan bid’ah itu benar. tolong jawablah pertanyaan saya dengan sebaik-baiknya.
    ,
    1. pernahkah rasulullah melakukan tahlilan 1 kali saja? dan adakah dalil yang menganjurkan kita untuk berkumpul dan membaca surat yasin dirumah orang yang baru saja meninggal. baik itu 1 hari, 3hari, sampai 40 hari setelah orang tersebut meninggal? jika memang ada maka tidak satupun manusia dimuka bumi ini yang behak menentang kebiasaan tersebut,

    2. jika anda menganggap qunut itu benar dilakukan setiap sholat subuh. apa alasan kuat anda sehingga menganggap bahwa itu adalah sesuatu yang benar? padahal rasullulah tidak pernah melakukan qunut kecuali jika hendak berperang. jika kita berpikir secara kepala dingin. maka kita akan berfikir bahwa ini adalah sesuatu yang salah. dan jika kita tetap memaksakannya, bukannya kita telah melampaui batas dari apa yang telah rasulullah lakukan?

    3. Di masjid dekat tempat tinggal saya. Saya menyaksikan sebagian orang-orang yang shalat berjamaah seusai mereka shalat, mereka selalu berdoa bersama-sama, Imam setelah sholat membacakan doa dan dzikir sementara makmum tinggal mengikuti dan membaca amin. sering kali saya melihat makmum tersebut mengikuti tapi dengan bacaan yang salah dan seperti orang yg mengantuk, pernah setelah sholat saya tanyakan kepada mereka kenapa hal tersebut selalu dilakukan. padahal keinginan dan permintaan seseorang kepada Allah tentu berbeda-beda. tapi mereka malah menertawakan saya dan menganggap saya ini anak kecil yang belum tau apa-apa. tapi pikiran positif saya mengatakan mungkin mereka hanya orang” yg mengikuti tanpa tau apa sebab mereka mengikuti.
    yang saya ingin tanyakan. apakah hal seperti ini ada di zaman rasulullah.. apakah dijaman rasullulah setelah selesai sholat sang imam membaca dzikir dan doa sementara makmum mengikuti dan diakhiri dengan bersalam-salaman? adakah hadist dari rasullulah yang menyuruh atau menganjurkan kita untuk melakukan hal tersebut?

    Berilah kami penjelasan yang pasti agar orang” yang menganggap anda sebagai ahlul bid’ah terdiam.

    sedikit dari pesan saya disini. . jika kita berpendapat tradisi seperti diatas itu telah dilakukan oleh nenek moyang kita secara turun temurun. tanpa berpikir terlebih dahulu benar atau tidaknya. dan hanya berfikir kita harus mengikuti dan meneruskannya. bukankah kita sama saja dengan alasan orang” kafir yang hendak disadarkan oleh nabinya? saya tidak berbicara kalo orang” salafus shalih adalah nabi. tapi sekedar mengingatkan saja. jika tradisi” seperti yg anda lakukan itu benar. dan ada hadist serta dalil yang sahih. pastilah saya akan membela NU sampai titik darah penghabisan.
    karna saya tidak membela organisasi atau pihak manapun. kecuali hal yang jelas-jelas telah diridhai oleh Allah Ta’ala

    –> wa’alaikum salam wrwb.

    Anda membelokkan masalah. Lihat jawaban kami terhadap komentar-komentar yang masuk sejak awal.

    Bagaimana pendapat anda terhadap isi artikel? Mengedarkan fatwa palsu atau menggunakan nama palsu atau memalsu nama tokoh/ulama masyarakat, itu bid’ah sesat nggak yaa mas?

    • Hamba Allah berkata

      kepana pertanyaan saya tidak dijawab? jawab dulu mas pertanyaan saya jangan hanya bilang membelokan pertanyaan
      pertanyaan saya masi 1 tema kok dengan judul diatas. masi membahas bid’ah.

      saya justru bingung dengan komentar diatas yg menyebutkan “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

      jika yg anda maksud sesat itu adalah orang” yg menentang bid’ah. apakah mungkin orang” itu adalah orang” yg mengerjakan amal ibadah sesuai dengan apa yg diajarkan al-qur’an dan sunnah. tanpa menambahkan dan mengurangi 1 bagian pun dari apa yg disyariatkan oleh rasullulah?

      Saudaraku –yang semoga dirahmati Allah-, seseorang yang hendak beramal hendaklah mengetahui bahwa amalannya bisa diterima oleh Allah jika memenuhi dua syarat diterimanya amal. Kedua syarat ini telah disebutkan sekaligus dalam sebuah ayat,

      فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

      “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan Rabbnya dengan sesuatu pun.” (QS. Al Kahfi [18] : 110)

      Ibnu Katsir mengatakan mengenai ayat ini, “Inilah dua rukun diterimanya amal yaitu [1] ikhlas kepada Allah dan [2] mencocoki ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

      “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

      Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

      مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

      “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

      coba lihat hadist” diatas. jika anda mengatakan bahwa apa yg anda lakukan itu benar. mau dikemanakan hadist” ini? apa anda berani menentang printah rasulullah? apa anda siap jika di hari kiamat nanti anda tidak termasuk jajaran umat rasullulah. sedangkan panutan umat diakhir jaman hanyalah nabi muhammad.saw
      perlu diketahui bahwa setiap umat manusia pasti akan merasakan mati. dan di alam kubur kita akan ditanya tentang amal perbuatan kita selama didunia. jika ada amal perbuatan yg tidak pernah rasul lakukan. sementara rasullulah telah memberikan perintahnya melalui hadist diatas. lalu kita mau bilang apa?

      na’uzubilah minzalik
      kesempatan untuk bertaubat masih terbuka saudaraku. jika kita ingin menjadi umat islam yang sesungguhnya. bukan islam yang ditambah tambah atau islam versi indonesia. maka kita harus mengikuti semua syariat rasullulah tanpa menambah, mengurangi, atau mengubah 1 apapun dari apa yg telah rasullulah syariatkan. rasul adalah utusan allah. semua perintahnya adalah langsung dari Allah.swt. bukan dari hasil musyawarah, buah pikiran, ataupun dari perbuatan manusia. itulah yg membedakan agama islam dengan agama lainnya.

      perlu diketahui 1 hal lagi saudaraku. banyak sekali diantara kita yg salah paham dengan pengertian bid’ah seringkali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga seringkali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya. Tulisan ini -insya Allah- akan sedikit membahas permasalahan bid’ah dengan tujuan agar kaum muslimin bisa lebih mengenalnya sehingga dapat mengetahui hakikat sebenarnya. Sekaligus pula tulisan ini akan sedikit menjawab berbagai kerancuan tentang bid’ah yang timbul beberapa saat yang lalu di website kita tercinta ini. Kami harapkan pembaca dapat membaca tulisan ini secara sempurna agar tidak muncul keraguan dan salah paham. Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

      AGAMA ISLAM TELAH SEMPURNA

      Saudaraku, perlu kita ketahui bersama bahwa berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, agama Islam ini telah sempurna sehingga tidak perlu adanya penambahan atau pengurangan dari ajaran Islam yang telah ada.

      Marilah kita renungkan hal ini pada firman Allah Ta’ala,

      الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

      “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Ma’idah [5] : 3)

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

      “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

      garis bawahi kata AGAMA dari hadist rasullulah diatas. dari hadist tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa selain dari urusan agama. maka segala sesuatunya yg tidak ada pada zaman rasulullah halal untuk kita lakukan.
      seperti :
      - naik pesawat terbang
      - naik kereta api
      - menggunakan laptop
      - menggunakan handphone
      - belajar ilmu” dunia dari orang kafir
      - mendengarkan musik
      - melihat siaran televisi
      - menciptakan sesuatu yang baru selama itu masi dalam batas” tertentu
      dan urusan duniawi lainnya itu semua tidak termasuk bid’ah yg terlarang.

      Semoga sanggahan-sanggahan di atas dapat memuaskan pembaca sekalian. Saya disini hanya bermaksud mendatangkan perbaikan selama kami masih berkesanggupan. Tidak ada yang dapat memberi taufik kepada kita sekalian kecuali Allah. Semoga kita selalu mendapatkan rahmat dan taufik-Nya ke jalan yang lurus.

      assalamu a’laikum warahmatullah wabarokatu

      –> wa’alaikum salam wrwb. maaf.. khotbah anda panjang lebar, tapi membelok dari masalah di artikel. Dan tidak menjawab pertanyaan. Fokus artikel ini adalah ada orang (yang katanya) berdakwah, tetapi dengan cara berbuat bid’ah sesat. Padahal katanya mau memberantas bid’ah.

      Maaf.. agar tetap fokus, saya tak bersedia membahas isi selebaran gelap-nya di sini. Silakan cari masalah yang ingin anda diskusikan di artikel lain yang topiknya sesuai .

      maaf kl tak berkenan.

  27. Ridwan berkata

    @Hamba Allah itu benar. mengapa anda tidak menjawab pertanyaan dari beliau?
    jika antum benar seharusnya antum bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan tenang. dan yg saya lihat antum seperti orang panik. sungguh aneh sekali.
    semoga antum diberi kesadaran oleh Allah.Swt

    –> Mas Ridwan atau Hamba Allah, anda tak perlu berganti-ganti nama. Tak papa kok. Apakah anda ingin memalsukan indentitas agar seolah-olah tampak ada dua (atau lebih) pendukung. Itu pemalsuan mas. Identik dengan topik pemalsuan identitas di artikel yg justru dibahas di sini. Anda melakukan bid’ah sesat dengan berusaha menipu pembaca lain.

    Lihat jawaban thd komentar2 dari awal (#1). Sejak awal memang tidak membahas isi selebaran gelap, tapi tentang perbuatan bid’ah sesat dari orang yang mengedarkan selebaran gelap itu. Isi dibahas di artikel lain. Jika semua dibahas di sini, maka topik melebar ke mana-mana. Padahal sudah ada di artikel lain.

    Terima kasih doanya. semoga demikian juga dengan anda.

    Mohon maaf kl tak berkenan.

  28. MAKI berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    @Admin maaf saya lancang membalas komentar dari Saudara kita Hamba Allah
    @hamba Allah:
    1. Maaf saya tidak tahu karena saya tidak hidup di zaman Rosululloh SAW, yang saya ketahui yang namanya TAHLILAN versi NU itu kita memintakan ampunan agar dosa² si Alm/Almh diampuni oleh ALLAH SWT. biasanya dibarengi dengan SHODAQOH itupun kalau ada Rejeki dari ALLAH dan TAHLILAN 3, 40 bahkan 1000an sifatnya tidak WAJIB.
    >>> Apakah anda mendo’akan orang tua anda jika udah meninggal….???

    2. yang saya ketahui Do’a Qunut itu terbagi menjadi dua. Pertama; qunut nazilah yaitu qunut yang dilakukan atau dibaca saat adanya bencana. Kedua; qunut shalat yaitu qunut yang dibaca pada waktu i’tidal (berdiri setelah ruku’) setiap akhir roka’at pada shalat subuh dan shalat whitir (secara umum) karena dalam masalah qunut ini para imam dan ulama mazhab berbeda pendapat tentang pelaksanaannya. Sedangkan hukum doa qunut itu sendiri adalah Sunnah Muakkad/ab’ad atau sunnah yang diperkuat.

    3. Dzikir yang dibacakan Imam pada habis Sholat itu sifatnya Global semua orang pasti berdoa seperti itu. dan jika mau menambahkan do’a/ keinginanya diluar do’a yang di baca imam kita bisa berdo’a sendiri sehabis doa IMAM.

    dan Insya’allah apa yang diajarkan oleh NU tidak menyalahi dari isi AL-QUR’ANUL KARIM dan HADIST karena mempunyai dasar² yang mungkin belum Anda ketahui.

    Saya Mohon Maaf jika ada kekeliruan karena saya hanya manusia biasa dan kesempurnaan Hanya Milik ALLAH SWT.

    • abu fairuzt berkata

      kata ny NU itu ber mazhab Syafei tp kok imam Syafei melarang kita untuk ber zikir dgn suara keras… dan jg melarang Al maktam ( acara kumpul2 pada kematian)…

      • abu fairuzt berkata

        skrg zaman ny kita sok merasa benar… tp kita hrs mengacu kepada perintah Rosululloh beliau berpesan kl kita menemukan permasalahan kembalikan kepada Alqur’an dan hadist. disitu saja kita saling mengingatkan karna kita sama2 beragama islam…

  29. abu fairuzt berkata

    Sudah selayak nya kl NU mengatas nama kan Ahlus sunnah waljaamah hrs membuktikan kl dia cinta sunnah, suruh dong jamaah ny untuk berjenggot, jgn isbal,mana yg mjadi hadist shahih tolong di imani… hal2 yg syubhat jgn terlalu di jadikan amalan no. 1 pdhl msh banyak amalan yg shahih yg wajib di amalkan… kl kita Ahlus sunnah mari kita tegakkan sunnah dan kita berantas bid’ah secara bersama2… Islam kan hrs bersatu bukan bercerai berai dgn sibuk membuat msg2 golongan yg mengatas namakan islam atau ahlus sunnah

  30. ilhamakbar berkata

    aku jg dari keluarga NU,menurutku solawat nariyah emang ada syiriknya,coba lihat,disitu ada tawasul kpd nabi saw,pdhal beliau sdh wafat,ktk nabi saw msh hidup para shohabat beliau memintanya berdo’a pd Alloh untuk turunkan hujan,stlh dido’akan akhirnya turun hujan, stlh nabi saw wafat para shohabat tdk dtg ke kuburan nabi saw ktk msm kmarau tp dtg kpd ibnu abbas paman nabi spy dido’akan agar turun hujan

  31. abdullah berkata

    saya masih awwam dalam perkara dien. namun dari komentar-komentar di atas, bisa dilihat bahwa memang benar, orang2 NU sangat dangkal ilmunya, jawabannya sangat tidak ilmiah, tanpa dalil, dan tidak mengerti hadits sama sekali. mungkin perlu belajar ilmu hadits kali ya.? terbukti jawabannya banyak yang dibelokkan, dan terkesan panik.. yang lucunya justru ngebahas pelajaran bahasa indonesia… biasa, saya sering nemuin orang kayak gitu di kampus. itu udah nunjukin kapasitasnya yg kosong.

    di daerah saya, saya banyak kenal kyai muda nu, yg pulang dari mesir, saudi, dll… terus dia bilang sama saya, sebetulnya selama belajar di sana, dia tau ajaran yg selama ini melekat pd warga nu kebanyakan perkara baru yang diada2kan, padahal justru perkara yang sangat penting yaitu perkara aqidah, tp dia bilang, “kalau saya mengatakan yg sebenarnya bisa2 saya ditinggalkan semua orang, bahkan orang tua saya sendiri. padahal mereka berharap banyak, dengan menjadi kyai muda, martabat keluarga akan berubah”.

    saya bilang padanya, ikuti rasulullah, beliau tidak takut mengatakan al haq walaupun diusir oleh kaum quraisy.
    lama tak berjumpa, saya dapati orang2 telah banyak menghadiri majelis dia, sambil membawa botol air untuk ditiup minta barakah dari dia… innalillahi wa inna ilaihi rojji’un

    jadi menurut saya perdebatan seperti ini tidak perlu dilanjutkan, hujjah sdh cukup banyak, tidak ada gunanya, ibarat berbicara pada mata yang telah buta, telinga yang telah tuli, dan hati yang telah membatu… na’udzubillahi mindzalik…

    –> kalau menurut saya yang masih awwam dalam perkara dien. dari artikel dan komentar-komentar di atas, bisa dilihat bahwa memang benar, orang2 wahaby sangat dangkal ilmunya, jawabannya sangat tidak ilmiah, tanpa dalil, dan tidak mengerti hadits sama sekali.

    jadi menurut saya memang sudah jelas, bukti sdh cukup banyak, siapa yg memalsu dalil siapa yg memalsu fatwa, siapa ahli bid’ah yg sebenarnya. ibarat berbicara pada mata yang telah buta, telinga yang telah tuli, dan hati yang telah membatu… na’udzubillahi mindzalik…

    • Imam berkata

      Untuk Saudara Abdulloh,

      Komentar Anda :

      di daerah saya, saya banyak kenal kyai muda nu, yg pulang dari mesir, saudi, dll… terus dia bilang sama saya, sebetulnya selama belajar di sana, dia tau ajaran yg selama ini melekat pd warga nu kebanyakan perkara baru yang diada2kan, padahal justru perkara yang sangat penting yaitu perkara aqidah, tp dia bilang, “kalau saya mengatakan yg sebenarnya bisa2 saya ditinggalkan semua orang, bahkan orang tua saya sendiri. padahal mereka berharap banyak, dengan menjadi kyai muda, martabat keluarga akan berubah”.

      Tanggapan saya :

      Kalau lulusan Saudi hampir dipastikan mereka berkata semua bid`ah sesat tapi kalau lulusan Masr dan Yaman Insya Alloh tidak seperti itu. Karena di sana di ajarkan perbedaan dalam bermadzhab, sedangkan mesir adalah pusatnya ahlu sunah wal jamaah, kalau tidak percaya lihatlah fatwa2 ulama besar mereka.

      • abdullah berkata

        untuk soal ini, apa yg saya saksikan sendiri, itulah fakta. termasuk segala yang ada di blog ini. semua bid’ah sesat bukanlah perkataan ulama saudi, namun perkataan rosulullah sholallahu ‘alaihi wasallam sendiri… bahwa setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka… tentunya yang dimaksudka di sini adalah bid’ah dalam perkara agama. afwan, saya cuma mau kasih koment aja, nggak butuh dongeng… butuhnya dalil. sebutkan ayat dan hadits… bahkan kakek saya yang seorang kyai nu dan ceramah kemana2pun tidak bisa membawakan satu ayatpun dan hadits tentang amalan2nya. kalaupun ada, kebanyakan dhoif.

      • Imam berkata

        Mas Abdulloh,

        Anda mengatakan hanya membutuhkan dalil tapi pada kenyataannya Anda sendiri tidak bisa menafsirkan sebuah dalil yang Anda bawakan sendiri.

        Ini tulisan Anda :

        setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka

        Tapi pada kenyataan Anda membagi bid`ah dalam perkara agama, bukankah Anda mengatakan SETIAP BID`AH ADALAH SESAT ?

        Inilah kerancuan pendapat Anda dan madzhab Anda itu.

        Kemudian mengenai hadits doif itu bukanlah hadits palsu, jadi masih bisa dijadikan dalil yaitu untuk fadooil al-a`maal.

        Kalau ada yang menganggap hadits doif sama dengan hadits palsu ini adalah pendapat yang Syad/ nyleneh dan bukan pendapat jumhur ahli hadits.

        Kalau Anda suka yang nyleneh2 ya silakan saja itu pilihan Anda…..

  32. Hanafi berkata

    @abdullah. kalo bener kakek anda kyai NU kok bisa ya tidak bisa membawakan satu ayatpun dan hadits tentang amalannya? kok beliau bisa jadi kyai? apa jangan2 anda mengada2 kali? dan anda sudah menjelek2an kakek anda sendiri. Bukankah itu dilarang Nabi? Kalo anda mau belajar banyak tentang apa yang anda permasalahkan buka aja situs majelisrasulullah.org dan buka link forum tanya jawab. kasihan anda yang mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan Nabi.anda alergi sama orang zikir, baca Yasin (yang merupakan salah satu surah al Qur’an), shalawat, maulid. tobatlah sebelum anda mati

  33. antiwahab berkata

    Baca juga artikel sejarah siapa itu abdulwahab sama sa’ud gan khususnya kaum wahabi… Membunuh anak2 pada perebutan mekkah wanita juga dibunuh.. Apa itu ajaran yg rasulullah ajarkan? Apa itu bukan bid’ah? ini yg dikatakan maling teriak maling.. Dikit2 bid’ah.. Padahal kalianlah yg bid’ah sesatt…

  34. sejuktiadatara berkata

    amaliah (yang dinisbatkan kepada waga NU) yang dihukumi bid’ah, syirk, khurofat, oleh sebagian orang islam, menurut hemat kami bukan monopoli hak NU saja, jauh sebelum NU berdiri amaliah tersebut telah dilakukan oleh orang orang islam yang bila dirunut sambung menyambung dari tiap thobaqoh ke thobaqoh yang lain. adakalanya masuk katagori uhadiyyah, namun juga ada yang mutawatiroh baik yang amali ataupun yang i’jazi. orang islam yang bukan NU juga berhaq untuk memiliki dan mengamalkan amaliyyah tersebut. perbedaan (furu’) yang diakibatkan oleh cara pandang nash, dan atau manhajul fahmi sumber-sumber agama seyogyanya tidak dijadikan sebagai saling menghukumi antar sesama muslim yang sangat disesalkan oleh Rosulullah sendiri sebagai mana kisah kholid bin kholid yang di utus ke bani Jadlimah, dan kisah usamah bin zaid bin kharitsah. kita juga dapat mengambil tarbiyyah, dari perbedaan para Salafu Sholeh antara Abu Hurairoh VS Abu Dar al Ghifari, Shohabat Ali VS A’isah dan Muawiyyah, Ibn Abbas VS yazid dan Ibn musa atsaqifi, dan perbedaan paradigma para aimati madzhab dalm istimbatul Hukmi. mereka semua tidak saling meng-kufrkan Dll. diskusi bisa dilanjutkan dengan lebih sehat dengan mencontoh sikap Muhammad bin abdul wahab sebagaimana surat beliau yang di kirim kepada penduduk qosim mengenai risalah sulaiman bin suchaim yang di nisbatkan pada beliau dan surat yang disampaikan kepada suwaidi dan para ulama’ iraq. semoga kita semua tetap dalam rahmat Allah dalam mensikapi perbedaan ini, kama qouluhu saw. “ikhtilaful ummatii rohmatun”, so “rohmatul ummah fi ikhtilafil a’immah”. atau kita memilih berdebat sampai ” go to hell ”

    –> artikel ini mengungkap fakta tentang cara-cara licik yg ditempuh sebagian (kelompok) tertentu untuk memaksakan pendapatnya. Ini point di artikel ini.

    Namun masih saja banyak yg terjebak untuk mendiskusikan isi selebaran (gelap) itu di sini. Ini sangat tidk pass dan membelok dari esensi artikel. Padahal diskusi ttg masalah-masalah itu ada banyak di artikel (halaman) lain. silakan menyesuaikan.

    maaf kl tak berkenan.

    • sejuktiadatara berkata

      Sejuktiadatara :
      Tujuan, niat, ataupun maksud baik/benar tentunya harus diperoleh atau diusahakan dengan cara, wasil, ataupun manhaj yang baik/benar pula. Tujuan, niat, ataupun maksud baik/benar akan jadi rusak, bahkan bertentangan dengan niat atau tujuan itu sediri bila metode, cara, wasil, ataupun manhaj, untuk memperolehnya atau mencapainya tidak baik/yang tidak benar.

      Oleh karena itu, kami sebagai etnis minoritas di Indonesia yang muslim (sekalipun mayoritas etnis kami belum Islam, tapi kami sudah muslim sejak _+ 500 th yang lampau sejak kedatangan nenek moyang kami di negeri Indonesia) sangat, sangat menyayangkan dan menyesalkan maraknya peredaran selebaran gelap yang mengatasnamakan ulama-ulama Jombang.

      Kejadian ini akan menjadi tarbiyyah buat kami untuk bermawas diri supaya tidak terjerumus pada perbuatan atau mengadakan pendustaan atas pihak yang lain dengan berpegang pada firman :
      “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah.” (Q.S. An-Nahl : 105)

      dan sebagai penutup dari Comment kami adalah apa yang dikatakan oleh Muhammad bin Abdul wahab: ”Tersebarnya kebohongan adalah hal yang membuat orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya apalagi untuk membuat-buat hal-hal yang tidak ada faktanya.”

      ( sebagai orang yang minim peng. agama Islam, (ndak bisa baca tulis arab gundul), dengan latar belakang kami yang jauh dari itu semua kami mencoba ikut belajar mencermati dari semua pihak untuk di ambil manfa’atnya, semoga Allah memberkahi… amien !!! )

  35. SUKIRNO HADY berkata

    orang nu itu kalo berdalil tidak konsistent
    kadang2 membolehkan berbohong,mencuri dll

    raden said itu di benarkan mencuri karna untuk fakir miskin
    lalu sipitung merampok itu dibenarkan

    apa semua cerita itu bukan dari pemahaman kalian
    pada zamanya sunan kali jogo

    jadi kalo dilihat dari cara mereka berda’wah berbohong pakai nama orang lain, itu sudah jelas ya dari orang nu sendiri,dan lagi pula mereka jelas mengambilnya dari mimbar dakwa,yg jelas namanya

    lalu anda mau menuduh pada siapa?????
    dan lagi pula selebaran itu isinya benar

    seorang ulama kadang2 memakai hadis doif dalam masalah yg tidak prinsip kalo dinilai isinya benar

    apa lagi dikalangan orang nu itu hadis doip dan palsu juga diembat
    kamu lihat seputar fadilah surat yasin mereka mengambil dari hadis maudu’lpalsu
    seharusnya ini yg dipermasalahkan

    dusta itu sudah jadi ciri dari golongan nu sendiri
    ngak usa pura2cari kambing hitam

    tak kasih contoh
    perkataan dusta habib mundir,
    dia bilang dia diajari sholawat oleh nabi langsung dalam keadaan tidur /jaga
    nanti ana nukilkan postinganya

    dan masih banyak lagi kedustaan orang2 nu
    SEPERTI MENGERTI SESUATU YG GOIB DLL

    –> wahduh.. kok malah orang NU yang jadi dusta..hehe. Pemalsuan fatwanya gimana mas..?? itu orang NU juga yaa… wahduh.

    • SUKIRNO HADY berkata

      seseorang yang membangun rumah diakan paham banget kekuatan yang mereka bangun,,,sehingga dia tidak akan perna takut dengan goncangan gempa atau gelombang

      begitu juga dengan keislaman yng kita miliki karna islam dibangun diatas Alqur’an dan sunnah,,sehingga kita tidak pernah takut kalo amalan kita dibid’ahkan atau di anggap syirik
      bahkan disesatkan,,,itulah pemahaman kami salafi wahabi

      dan kami akan tanggapi secara ilmia bukan mengadaada seperti caranya orang2nu yg selalu anarkis
      lihat dimana2 kekerasan biang keladinya aswaja palsu/nu

      karna orang2 nu aqidahnya di bangun diatas kurafat dan bid’ah
      sehingga mereka takut kelompoknya pindah kekelompok lainya
      tapi percayalah kedustaan pasti akan terungkap,,

      pada dasarnya nu adalah kelompok mayoritas,,yg dibangun ratusan tahun yg lalu kami memang minoritas tapi kami dibangun seribu empat ratus tahun yg lalu
      misi kami untuk mengikis kesyirikan dan kurafat yng selama ini di belah mati2an oleh kelompok mayoritas,,

      nu hanya butuh kwantitas tidak butuh kwalitas sehinggah dia akan berteriak lantang kalo amalan bid’ah dan kurafatnya diusik,,
      sehingga dia menempu jalan apa saja demi mempertahankan kelompoknya
      seperti membikin selebaran kaleng, yang dituduhkan kepada kelompok lain,inilah akal bulus kelompok ahli bid’ah
      yang selalu dalam ketakutan,

      kami senang sekali dengan hadirnya blog semacam ini
      karna akan membantu untuk meluruskan kesesatan ditubuh umat nu sendiri

      –> lahh kok … Pemalsuan fatwanya gimana mas..??

      • SUKIRNO HADY berkata

        buat admim
        ini sebagaian dari isi fatwa
        berisi tuduhan terhadap kelompok lain
        disamping para kiyai yg tercantum dalam selebaran itu mengelak

        Jika ditelesik lebih jauh lagi dari model selebaran tersebut jelas dibuat bukan dari kalangan warga nahdliyin. Apalagi isinya banyak yang menyerang amalan-amalan warga NU.
        ini potongan fatwanya
        sebagai resiko dari kebesaran NU yang semakin tidak tertandingi.
        bukankah kalimat ini mengandung tuduhan

  36. Imam berkata

    السلام عليكم

    Untuk Saudara Sukirno,

    Anda itu kalau menulis kometar banyak tidak menjaga lisan Anda dan disertai tuduhan -tuduhan yang asal bunyi, saya misalkan komentar Anda :

    -orang nu itu kalo berdalil tidak konsistent
    kadang2 membolehkan berbohong,mencuri dll

    dengan berdalil Raden Said dan Sipitung, kalau berdalil itu bukan dengan ini tapi dengan Al-quran dan Hadits mas.

    Ingat dalam kondisi tertentu sesuatu yang diharamkan oleh Islam dapat berubah menjadi halal untuk dikerjakannya dalam hal ini kita mendapat keruhsohan. ( Untuk konteks Raden Said dan cerita sipitung saya tidak berkomentar karena saya tidak tahu bagaimana kondisi pada saat itu ).

    Kemudian,

    Penggunaan hadits doif oleh para ahli hadits adalah diperbolehkan untuk fadoilul a`mal dan ada yang berpendapat selama bukan untuk masalah aqidah.

    Sedangkan untuk seseorang yang bermimpi bertemu Nabi dan kemudian diajari suatu hal oleh Nabi dalam mimpinya, yang sumbernya berasal dari seorang yang dikenal dekat dengan Alloh, maka kita boleh percaya ataupun boleh tidak.

    Kalau saya sendiri menyikapinya kalau mimpi itu berasal dari seorang yang dikenal dekat dengan Alloh dan isinya tidak bertentang dengan al-quran dan hadits, kenapa saya tidak percaya ?

    Karena adanya hadits yang isinya menyebutkan mimpi bertemu Nabi adalah benar adanya.

    • SUKIRNO HADY berkata

      buat mas imam
      wealaikuum salam

      menjaga lisan untuk perkara yang hag adalah khianat
      munuduh tanpa bukti adalah kejji

      apakah ada yang salah dengan comentku
      sehinggah anda mengatakan tidak menjaga lisan
      benarkah cerita yg tanpa sanat itu dari golongan agama antum

      mungkin saja mimpi itu benar
      tapi yang tidak benar isi dalam mimpi itu
      sebab nabi sudah meninggal mana mungkin wahyu masih turun
      yang diajari hanya babib munzir apa agama memanghanya milik kang musawa aja

      apakah ini bukan perkataan dusta atau perkataan seorang penipu
      kalo memang benar setelah wafat nabi masih mengajarkan urusan agama
      ini mungkin di katakan oleh para sahabat

      anda minta dalil alqur’an dan hadist untuk apa
      bukankah anda memilih dalilnya wali songo

      mana ada dalam kematian ditahlili hari 1,3,7,40,100,bahkan amalan ini tidak pernah dilakukan oleh imam arba’ah
      tapi kan dilakukan oleh wali songokan

      makanya saya bawakan dalil raden said dan sipitung
      masih salah lagi lalu maunya apa sih

    • SUKIRNO HADY berkata

      buat mas imam

      seorang awam berkata sama sang habib
      4.klw Habib berjumpa dngn Rasul saw. tolong sampaikan salam dr saya untuk beliau saw.?
      Krna sudah hampir 2tahun sya tidak prnah brjumpa lg dngn beliau saw.

      sang habib pendusta menjawab
      Insya Allah jika Allah swt mengizinkan saya bermimpi Rasul saw saya akan sampaikan salam anda

      kalo kita masih waras berfikir
      masa dalam mimpi bisa kirim salam dari orang lain
      perkataan seperti ini tidak lain hanya perkataan seorang penipu terhadap orang bodoh

      kita semua menghormati kepada ahlu bait,tapi bukan pada seorang pendusta
      lalu kalo kita berbicara sesuai dengan kenyataan seperti ini
      masih juga dibilang gak bisa menjaga lisan
      lalu kita bilang apa??????mendiamkan???????????????????????

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 109 pengikut lainnya.