Catatan harian seorang muslim

Ya Allah.. berilah kami ridlo-Mu

Arsip untuk Juli, 2007

KAJIAN ILMIAH TENTANG HAROKAH SALAFY

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 31, 2007

KAJIAN ILMIAH TENTANG HAROKAH SALAFY

oleh: [EMAIL PROTECTED]

Salafi meyakini bahwa hanya ada satu golongan yang selamat dan masuk
syurga, yakni salafi, dari sekian banyak golongan yang ada saat ini (73
golongan). Salafi menggunakan landasan hadits Nabi saw,
“Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya
masuk neraka kecuali satu golongan.” Ditanyakan kepada beliau:
“Siapakah mereka, wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang
yang mengikutiku dan para sahabatku.” [HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu
Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim].

Kemudian diperkuat lagi dengan kaidah yang mereka gunakan bahwa
“Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali”,
kebenaran yang satu ada pada salafi! Keyakinan ini berdasarkan hadits
Nabi Saw,

Rasulullah saw bersabda: “Inilah jalan Allah yang lurus” Lalu beliau
membuat beberapa garis kesebelah kanan dan kiri, kemudian beliau
bersabda: “Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai,
atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak kearahnya”.
Kemudian beliau membaca ayat,

Dan (katakanlah): “Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah
dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (Qs.
al-An’aam [6]: 153) [HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim] ( lihat 1, hal
47-48).

Sehingga salafi meyakini bahwa semua golongan sesat, bid’ah, tidak
selamat dan tidak masuk syurga. Dengan keyakinan ini maka salafi merasa
dirinya paling benar (karakter 1), sedangkan ulama/golongan lain selalu
salah, sesat dan bid’ah. Sehingga golongan sesat dan bid’ah ini layak
untuk dicela (karakter 2), harus diungkapkan semua keburukannya dan
jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya, karena khawatir nanti
diikuti oleh umat Islam (lihat 4, hal 28-29). Sehingga bertaburanlah
dalam pengajian, daurah, seminar, buku-buku dan website-website salafi
pernyataan bahwa hanya salafi-lah yang paling sesuai dengan as-sunnah
dan celaan sesat dan bid’ah kepada ulama/golongan selain salafi.

Berpecah Belah Sesamanya

Tetapi ada satu hal yang aneh dan sangat bertolak belakang dengan
keyakinan diatas, pada Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam wahaby | 25 Komentar »

Wahaby, sebuah catatan

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 31, 2007

Salafy, sebuah pemahaman dalam islam, mulanya tidak begitu menarik. Ia-nya seperti pemahaman di dalam organisasi terbesar di negara ini, muhammadiyah, hanya lebih ekstrem/keras. Terkesan tidak suka dzikir tahlil, tidak suka ziarah kubur, tarawih 8 rakaat, dsb.

Salafy, ternyata adalah nama yang agung milik generasi para sahabat kanjeng nabi saw. Kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya, tabi’in, dan selanjutnya lagi, generasi tabi’ttabi’in. Inilah yang merupakan generasi salaf, generasi terbaik umat islam. Generasi-generasi selanjutnya tidak dinamakan salafy lagi. Memang demikianlah..sesuai hadits kanjeng rasul saw bahwa generasi umat terbaik adalah pada masa beliau, kemudian selanjutnya, kemudian selanjutnya.. dan seterusnya.

Kemudian di abad akhir ini.. muncul sebuah kelompok yang mengklaim merujuk pada generasi salaf. Mereka menamakan dirinya kelompok salafy. Tetapi orang pada umumnya menyebut mereka sebagai wahaby, sebagai pembeda dengan generasi salaf yg sebenarnya. Yang menarik adalah klaim bahwa mereka adalah kelompok yang paling benar. Bahkan yang paling ekstreem menyebut umat/kelompok yang lain sebagai ahli bid’ah, sesat, dan masuk neraka.

Interaksi dengan para anggota salafy/wahaby ini secara langsung maupun tidak langsung, menyebabkan rasa ingin tahu tentang kelompok ini, dan kemudian berkembang menjadi sebuah catatan tentang aliran salafy/wahaby ini. Setiap hal-hal yang menarik (bagi penulis) direkam, di catat. Ada yang masuk ke blog ini .. dan lebih banyak lagi yang terekam di otak, tidak sempat tercopy-paste atau tertulis. Tulisan-tulisan tentang siapa pencetusnya, ulama yang di-taqlid-i, daerah asalnya, sejarahnya, sepak terjangnya, dll.

Ditulis dalam wahaby | 1 Komentar »

‘Salafi’ mencurangi isi kitab Riyadus Sholihin

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 30, 2007

‘Salafi’ Tampering of Riyad al-Salihin

by Moin Shaheed, President, Ahlus Sunnah Muslim Association of Sri Lanka and GF Haddad ©

Warning: Avoid this English translation of Riyad al-Salihin!

A review of the translation of al-Nawawi’s Riyad al-Salihin published in 1999 byDarussalam Publishing House, Riyad: http://www.dar-us-salam.com/h4riyad-us.htm

A team of unprincipled editors and translators out of a Ryad publishing house by the name of Darussalam was commissioned to produce a glossy 2-volume English edition of Imam al-Nawawi’s Riyad al-Salihin – being distributed for free to Islamic schools around the world – designed to propagate “Salafi” ideology to the unwary English-speaking Muslim students of Islamic knowledge. This ideology is couched within a thoroughly unscrupulous “commentary” inserted into the book chapters and authored by an unknown or spurious “Hafiz Salahuddin Yusuf of Pakistan,” “revised and edited by Mahmud Rida Murad” (1:7). Following are some examples of what is contained in this brand new “Salafi” product: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam wahaby | 2 Komentar »

Fatwa Misterius,Ajaran NU Dianggap Sesat (5)

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 30, 2007

Kisah Sahabat juga Dihapus

Fatwa Misterius,Ajaran NU Dianggap Sesat (5)

Langkah kaum Wahabi melakukan gerakan dengan menjelekkan faham Aswaja ternyata tak hanya di Indonesia. Ternyata langkah-langkah serupa dilakukan secara struktur di Arab Saudi. Berikut pengakuan lebih lanjut KH Miftahul Ahyar, kepada Mahrus Ali saat ditemui di kantor PWNU Jatim di kawasan Masjid Al Akbar.

More…Bagi KH Miftahul Ahyar, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, mengajar kitab-kitab karya Imam Nawawi (Abu Zakaria Yahya bin Syirfu al Nawawi al Dimsyaki) adalah pekerjaan rutin. Maklum di Ponpes Miftahus Sunnah, Kedung Tarukan, Surabaya yang ia asuh, sejumlah kitab Imam Nawawi itu sering diajarkan ke santri-santrinya. Oleh sebab itu, kiai berpenampilan kalem ini sangat mafhum, bab-bab mana dan ibarat apa saja dalam kitab itu.
Oleh sebab itu, ketika ada kitab Al-Adzkar An Nawawi, dicetak ulang oleh kelompok Salafi 1409 H lalu, ia mulai meneliti keasliannya. Apalagi kitab itu dicetak Darul Huda, Riyadh, Arab Saudi, negara yang saat ini ditengarai kuat penganut faham Wahabi paling ketat.

Dan ternyata benar, tahrif atau menghilangkan naskah dalam kitab asli, dilakukan kelompok Wahabi terhadap kita Al Adzkar karya Imam Nawi. Salah satu bab atau pasal yang ia temukan adalah tentang ziarah kubur Rasulullah SAW (bukan takziah seperti dalam edisi sebelumnya). Dalam cetekan Darul Huda itu, pasal atau bab itu diganti dengan ziarah ke Masjid Rasulullah SAW di akhir bab Haji

“Tahrif dalam kitab cetakan Darul Huda, Riyadh 1409 H itu, adalah bab ziarah kubur Rasulullah diganti dengan ziarah masjid Rasulullah SAW diakhir bab Haji,” tegasnya sembari membandingkan dengan kitab Adzkar yang pertama kali ia punya yakni cetakan Beirut, Lebanon, 1391 H/1978 M.

Termasuk juga dengan kitab komentar terhadap kitab Adzkar, yakni “Syarah al Adzkar Al Futuhat Al Rabbaniyah”. Dalam kitab itu pasal-pasal soal ziarah kubur masih lengkap. Termasuk kisah Sahabat Rasulullah, Utbiy.

Dalam kitab itu, Sahabat Utbiy melihat seseorang Arab, sedang bertawasul di makam Rasulullah SAW. Kemudian dalam tidurnya, Sahabat Utbiy bertemu dengan Rasulullah dan memerintahkan Utbiy supaya mencari orang Arab tadi, dan segera menyampaikan berita dari

Rasulullah bahwa dosa-dosa orang Arab tadi diampuni Allah.
“Kisah-kisah itu dalam cetakan Darul Huda, Riyadh tidak ada” jelasnya sembari menyedot kretek kesayangannya.

Tanggapan MUI Jombang
KH. Drs. M. Syamsul Huda, SH. MHI, Ketua MUI Jombang menyatakan, ia secara pribadi mengaku pernah menerima selebaran tersebut dan menangkap motifasi yang melatarbelakanginya tidak lain adalah usaha untuk memecah belah umat Islam. Soal kemungkinan dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu ia mengaku tidak tahu dan tidak mau tahu.
“Saya secara pribadi tidak suka dengan selebaran semacam itu. Dan saya yakin umat Islam sudah memiliki kedewasaan sedemikian rupa, sehingga selebaran-selebaran semacam itu tidak akan laku jual” tandasnya.
Menurut Huda, setelah melalui proses penyelidikan yang dianggap cukup, MUI mengambil kesimpulan bahwa selebaran tersebut ilegal karena tidak diketahui dengan jelas sumbernya. Selaku Ketua MUI Kab. Jombang pihaknya seketika itu mengirim surat klarifikasi ke MUI Jatim yang menerangkan bahwa nama-nama yang dicantumkan di dalam selebaran tersebut adalah fiktif. “Kalau memang dianggap masih meresahkan, mungkin pihak yang berkompeten segera mengambil inisiatif mengklarifikasi” tandasnya.
Sementara pada aspek substansi permasalahan yang diusung selebaran gelap tersebut, menurut Huda merupakan hal-hal furu’iyah (cabang) yang tidak perlu dibesar-besarkan. Khilafiyah yang terkait dengan bagaimana hukum ziarah kubur, membaca tahlil, membaca qunut, talqin dan lain sebagainya merupakah daftar panjang permasalahan perbedaan pendapat yang belum pernah berakhir. “Ini soal usang dan saya yakin umat Islam terutama NU tidak akan terpancing” tegasnya. (mha/sol/bersambung)

Sumber:
http://harianbangsa.com

Ditulis dalam wahaby | Leave a Comment »

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (4)

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 30, 2007

Anti TBC, Suka Bid’ah Berjama’ah
Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (4)
Kalau klaim mereka ingin memerangi taklid, bid’ah, churafat, yang dulu dikenal dengan singkatan TBC itu ternyata tak benar. Kelompok itu sendiri malah tidak menolak amalan bid’ah berjamaah. Seperti apa?

ADALAH Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Ahyar yang mengungkapkan pernyataan itu. Untukmembuktikannya, Kiai Miftah menunjuk praktik shalat witir berjama’ah di Masjidil Haram.
“Saya sendiri pernah melihat langsung saat melaksanakan umrah di bulan Ramadan,” tegasnya.
Dipaparkan, praktik shalat witir berjama’ah itu dilakukan 11 rakaat, setiap dua rakaat satu salam. Amalan itu dikerjakan sekitar pukul 01.00 sampai pukul 03.00, setelah mereka mengerjakan shalat tarawih.
“Setelah tarawih lalu bubar, setelah itu sekitar pukul 1 sampai pukul 3 malam mengerjakan witir jamaah 11 rakaat. Tiap dua rakaat satu salam. Padahal amalan seperti itu seluruh madzhab tak ada. Apa ini bukan bid’ah?” ujar pengasuh Ponpes Miftahussunaah Kedung Tarukan Surabaya ini.
Bahkan, lanjut mantan Rais Syuriah PCNU Surabaya ini, salah satu ulama Arab Saudi, Syekh Ismail Al-Yamani langsung melayangkan protes keras dengan praktik bid’ah berjama’ah seperti ini.
Yang lebih menarik lagi diungkap Kiai Miftah, adalah upaya mencetak ulang kitab karangan ulama besar Imam Nawawi (Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syirfu al Nawawi al Dimsyaki). Apa yang menarik?
Imam Nawawi dikenal karena karya-karyanya, antara lain kitab-kitab syarah Shahih Muslim, Riyadhus Salihin, Al-Adzkar, Al-Tibyan fi Adab Hamalat al-Quran, Al-Irsyad wal-Taqrib fi ‘Ulum al-Hadith, Al-Aidah fi Manasik al-Hajj, Syarah Muhazzab, al-Raudah, Tahdhib al-Asma’ wa al-Lughat, al-Minhaj dan Matan al-Arbain. Antara kitabnya yang begitu popular dalam pengajian ilmu ialah Matan al-Arbain (hadis 40), Riyadhus Salihin, Syarah Sahih Muslim dan al-Adzkar.
Nah, salah satu karya Imam Nawawi, yakni kitab Al-Adzkar An Nawawi, akhir-akhir ini dicetak ulang oleh kelompok Salafi. Namun kenapa bab Takziah dalam kitab itu justru dihilangkan?
“Saya khawatir, apa yang disampaikan Rasulullah SAW bahwa kelak ada masa ifsad bainahum, kelompok yang selalu mengadu domba, menyebarkan fitnah sesama umat Islam, saat ini terjadi,” tandas Kiai Miftah.
Untunglah, NU tetap mewaspadai gerakan tersebut. Antara lain menyikapinya dengan menyusun buku pedoman tentang ajaran Ahalussunnah Waljamaah, juga buku tentang kelompok-kelompok sempalan dalam Islam serta ensiklopedi amalan-amalan NU, seperti ziarah kubur, tawasul dan sebagainya. (mha)

 

Sumber:

http://harianbangsa.com/

Ditulis dalam wahaby | Leave a Comment »

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (3)

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 30, 2007

Selebaran, Lagu Lama Kelompok Wahabi

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (3)

Kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dihujat dengan berbagai selebaran sebenarnya bukan kali ini saja. Aksi adu domba seperti itu di tahun-tahun silam sudah pernah terjadi. Namun kuatnya keimanan kalangan nahdliyin, aksi seperti itu biasanya tidak membawa hasil sama sekali. Petinggi NU pun tak heran dengan aksi selebaran yang mulai menyebar dari Jombang ini.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam wahaby | 3 Komentar »

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (2)

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 30, 2007

Nama-Nama Kiai Itu Ternyata Fiktif

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (2)

Munculnya selebaran itu semula diperkirakan tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap warga nahdliyin. Namun karena penyebaran hingga pelosok pedesaan, dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak negatif. Lebih-lebih dengan dicantumkannya 9 nama kiai yang seolah adalah kiai khos dari nahdliyin. PCNU Jombang pun langsung bergerak cepat untuk menari kebenaran nama-nama kiai yang dipakai sebagai dalil pembenar atas fatwa tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam wahaby | Leave a Comment »

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (1)

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 30, 2007

Qunut, Dzikir, dan Wirid Tak Perlu

Fatwa Misterius, Ajaran NU Dianggap Sesat (1)

Waraga NU Jawa Timur Jombang khususnya dan Indonesia pada umumnya, beberapa waktu lalu sempat dikejutkan dengan munculnya fatwa yang mengatasnamakan ulama Jombang. Fatwa itu berjudul “Fatwa Ulama Jombang Dalam Berbagai Ibadah/Amalan”. Dengan cepat, ulama yang bertentangan dengan ajaran ahlu sunah waljamaah itu menyebar kemana-mana, bahkan sampai di Kalimantan maupun Lampung. Ulama yang jauh dari Jombang pun bereaksi dengan keras. Bagaimana sebenarnya fatwa yang menyesatkan itu bisa beredar dan siapa yang membuat? Berikut ini beberapa catatan HARIAN BANGSA yang diturunkan secara bersambung.

 

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam wahaby | 14 Komentar »

Keutamaan Shalawat Nariyyah

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 29, 2007

011-shalawat2

Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka

Artinya :

Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-MU

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Shalawat, dzikir | 23 Komentar »

hati-hati: kitab-kitab agama telah diedit

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 29, 2007

Ini saya cuplik dari barrynuqoba. Wah..wah, mendhing tidak usah beli kitab/buku dari sana. Tidak terjamin otentikasinya.

…………….

Yang lebih parah dari itu, para pendukung kelompok Salafi—yang didukung dana begitu besar—berani melakukan perubahan pada kitab-kitab standar Ahlusunnah, demi untuk menguatkan ajaran mereka, yang dengan jelas tidak memiliki akar sejarah dan argumentasi (tekstual dan rasional) yang kuat. Dengan melobi para pemilik percetakan buku-buku klasik agama yang menjadi standar ajaran—termasuk kitab-kitab hadis dan tafsir—mereka berani mengeluarkan dana yang sangat besar untuk mengubah beberapa teks (hadis ataupun ungkapan para ulama) yang dianggap merugikan kelompok mereka.Kita ambil contoh apa yang diungkapkan oleh Syeikh Muhammad Nuri ad-Dirtsawi, beliau mengatakan: “Mengubah dan menghapus hadis-hadis merupakan kebiasaan buruk kelompok Wahabi. Sebagai contoh, Nukman al-Alusi telah mengubah tafsir yang ditulis oleh ayahnya, Syeikh Mahmud al-Alusi yang berjudul Ruh al-Ma’ani. Semua pembahasan yang membahayakan kelompok Wahabi telah dihapus. Jika tidak ada perubahan, niscaya tafsirbeliau menjadi contoh buat kitab-kitab tafsir lainnya.

Contoh lain, dalam kitab al-Mughni karya Ibnu Qodamah al-Hanbali, pembahasan tentang istighotsah telah dihapus, karena hal itu mereka anggap sebagai bagian dari perbuatan Syirik. Setelah melakukan perubahan tersebut, baru mereka mencetaknya kembali.Kitab Syarah Shahih Muslim pun (telah diubah) dengan membuang hadis-hadis yang berkaitan dengan sifat-sifat (Allah), kemudian baru mereka mencetaknya kembali.”

Namun sayang, banyak saudara-saudara dari Ahlusunnah lalai dengan apa yang mereka lakukan selama ini. Perubahan-perubahan semacam itu, terkhusus mereka lakukan pada hadis-hadis yang berkaitan dengan keutamaan keluarga (Ahlul-Bait) Nabi saw. Padahal, salah satu sisi kesamaan antara Sunni-Syiah adalah pemberian penghormatan khusus terhadap keluarga Nabi. Dari sinilah akhirnya pribadi seperti Sayyid Hasan bin Ali as-Saqqaf menyatakan bahwa mereka tergolong kelompok Nashibi (pembenci keluarga Rasul).Dalam kitab tafsir Jami’ al-Bayan, sewaktu menafsirkan ayat 214 dari surat as-Syu’ara: “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabat-mu yang terdekat,” di situ, Rasulullah mengeluarkan pernyataan berupa satu hadis yang berkaitan dengan permulaan dakwah.

Pada hadis yang tercantum dalam kitab tafsir tersebut disebutkan, Rasul bersabda: “Siapakah di antara kalian yang mau menjadi wazir dan membantuku dalam perkara ini—risalah—maka akan menjadi saudaraku…(kadza…wa…kadza)….” Padahal, jika kita membuka apa yang tercantum dalam Tarikh at-Thabari kata “kadza wa kadza” (yang dalam penulisan buku berbahasa Indonesia, biasa digunakan titik-titik) sebagai ganti dari sabda Rasul yang berbunyi: “Washi (pengganti) dan Khalifahku.” Begitu pula hadis-hadis semisal, “Aku adalah kota ilmu, sedang Ali adalah pintunya,” yang dulu tercantum dalam kitab Jaami’ al-Ushul karya Ibnu Atsir, kitab Tarikh al-Khulafa’ karya as-Suyuthi dan as-Showa’iq al-Muhriqoh karya Ibnu Hajar yang beliaunukil dari Shahih at-Turmudzi, kini telah mereka hapus.

Melakukan peringkasan kitab-kitab standar, juga sebagai salah satu trik mereka untuk tujuan yang sama.

………….

Ditulis dalam wahaby | 3 Komentar »

Baru belajar

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 29, 2007

Assalamungalaikum wrwb

Ini nihh baru belajar ngeblog. Coba bikin tulisan. test te st tes test

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Hello world!

Ditulis oleh orgawam di/pada Juli 29, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »